
Nyam...
Nyam...
Nyom...
Telan...
"Aaaah, akhirnya kenyang," ucapku dengan perut yang begah.
Baiklah, sekarang waktunya untuk belajar "sihir".
Aku merasa skeptis apakah aku bisa menggunakan sihir sebagai naga?
Entahlah, semoga saja bisa.
Aku adalah naga dengan empat elemen.
Apakah itu berarti aku bisa menggunakan keempat elemen sihir sekaligus?
Yosh!,MarKiCob!
Aku menutup mataku dan memfokuskan pikiranku, membayangkan bahwa aku mengeluarkan keempat elemen sihir secara bersamaan.
5 menit berlalu...
Tidak terjadi apa-apa.
10 menit berlalu...
Tidak terjadi apa-apa.
"Yap, sepertinya aku tidak bisa menggunakan sihir," gumamku dengan sedikit kekecewaan.
Tiba-tiba, aku mendengar suara dari sistem.
...[DIKARENAKAN HOST TIDAK MEMILIKI MANA, SYSTEM MENGHITUNG SIHIR SEBAGAI SKILL BAGI HOST CALLIGA] ...
...[DING DONG!] ...
...[HOST CALLIGA MENDAPATKAN 4 SIHIR]:...
...1. FIRE MAGIC - Sihir Api...
...2. WATER MAGIC - Sihir Air...
...3. AIR MAGIC - Sihir Angin...
...4. EARTH MAGIC - Sihir Tanah ...
Aku mendengarkan dengan seksama penjelasan dari sistem, dan ternyata sihir dihitung sebagai skillku.
"Sungguh menarik," gumamku dengan kegembiraan yang terlihat di wajahku.
Akhirnya aku memiliki keempat elemen sihir! Meskipun aku tidak bisa menggunakannya langsung, tapi setidaknya aku memiliki potensi untuk belajar dan mengembangkan kemampuan sihir.
Aku mencoba menggunakan sihir elemen api dengan skala kecil.
Aku fokus dan mengarahkan energi ke tangan, dan tiba-tiba, sebuah api kecil berkobar di telapak tanganku.
Berhasil!
Aku berhasil mengeluarkan sihir api.
Tapi kemudian, keingintahuanku memuncak, dan aku memutuskan untuk mencoba menggabungkan keempat elemen sihir sekaligus.
Aku mengumpulkan energi dari keempat elemen—api, air, angin, dan tanah—di dalam diriku.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya membuatku terkejut.
Tiba-tiba terjadi ledakan kecil yang menyebabkan udara berdesing dan beberapa benda kecil berterbangan di sekitarku.
Duar!
Fiuu...
__ADS_1
Untunglah ledakannya tidak begitu besar, atau aku pasti akan merusak sekitar dan membuat gaduh.
Aku menghela nafas lega, sekaligus merasa gugup. Sepertinya mencoba menggabungkan keempat elemen sihir sekaligus tidak semudah yang kukira.
Mungkin butuh lebih banyak latihan dan pengendalian diri yang lebih baik agar tidak menghasilkan ledakan yang terlalu kuat.
Aku memutuskan untuk tidak melanjutkan eksperimen tersebut, setidaknya untuk saat ini.
Aku tidak ingin mengambil risiko dengan ledakan yang mungkin dapat menghancurkan rumahku atau lingkungan sekitar.
Aku masih harus belajar mengendalikan kekuatan yang kumiliki dengan lebih baik sebelum mencoba hal-hal yang lebih rumit.
Sambil mengusap keringat di dahiku, aku menyadari bahwa menguasai sihir adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran dan dedikasi.
Hoam....
Baiklah sepertinya aku akan kembali ke rutinitasku menciptakan patung batu.
Setelah menemukan informasi baru tentang prasasti patung batu yang kumakan.
Ternyata, patung batu yang kuciptakan adalah Golem.
Golem, huh? Aku membaca informasi lebih lanjut tentangnya.
Pergerakan, kekuatan, jumlah yang dapat dikendalikan, dan ukuran golem tergantung pada teknik pembuatannya.
Melihat informasi ini, tampaknya tidak ada yang berbeda dengan patung batu yang kuciptakan.
Aku menyadari bahwa presisi pahatan patung batu akan meningkat seiring dengan keahlian dan pengalaman yang kumiliki.
Ah, jadi itulah sebabnya patung-patung buatanku semakin sempurna.
Sekarang aku mengerti.
Selain itu, pose patung batu dan lokasinya dapat berubah-ubah setiap saat.
Aku teringat bagaimana anehnya hal ini ketika kembali mengingatnya sekarang.
Mungkin otakku terlalu lemot untuk memprosesnya dengan cepat.
Namun, setelah beberapa saat menciptakan golem-golem biasa, aku mulai merasa bosan.
Sesuai dengan informasi yang kuterima dari prasasti, aku berharap dapat menciptakan golem yang memiliki kesadaran seperti makhluk hidup.
Haruskah aku membuat golem yang berbeda?
Mmm.. Tapi apa ya?
"Aha!"
Aku terdorong oleh ide untuk menciptakan golem yang benar-benar realistis, seperti manusia sungguhan.
Sungguh, kali ini aku akan melampaui batas dan menciptakan golem yang tak terbedakan dengan manusia sejati.
Meskipun sebelumnya aku telah menciptakan golem berbentuk manusia, kali ini aku akan fokus untuk membuatnya lebih realistis dan mendetail.
Aku yakin aku bisa melakukannya. Aku telah mendapatkan banyak informasi berharga dari memakan prasasti-prasasti sebelumnya, dan sekarang aku merasa sedikit lebih pintar. Hehehe, perasaan itu cukup membangkitkan semangatku.
"Yosh!" Aku mengucapkan dengan semangat.
Dengan semangat yang tak kenal lelah, aku melanjutkan proses penciptaan golem realistis ini.
Langkah pertama adalah menciptakan tulang, yang merupakan kerangka dasar tubuh manusia.
Aku menggunakan besi yang kuat agar tulang-tulang ini memiliki kekuatan yang sama dengan tulang sungguhan.
Aku saksikan dengan bangga rangkaian tulang yang terbentuk, dari tulang dada hingga tulang kepala.
Tapi entahlah, sekarang aku bertanya-tanya berapa banyak tulang sebenarnya ada dalam tubuh manusia?
Hmm.. Sepertinya sudah pas.
aku melanjutkan langkah berikutnya.
Kali ini, aku harus menciptakan daging yang akan melapisi tulang-tulang itu.
__ADS_1
Namun, aku kebingungan tentang bahan apa yang harus aku gunakan.
Tanah terlalu biasa dan akan menghasilkan golem biasa pula.
Aku memikirkan alternatif lain dengan keras.
"Tunggu sebentar, aku punya ide!" ucapku tiba-tiba.
Aku merenung sejenak dan mengingat bahwa aku memiliki banyak batu sihir permata.
Mungkin ini bisa menjadi solusi yang tepat.
Aku menghancurkan batu-batu tersebut menjadi serbuk halus seperti semen, lalu aku memadatkannya sehingga menjadi seperti tanah liat.
Aku menutupi bagian tulang dengan lapisan daging permata yang kuat.
Dengan bangga, aku melihat tulang-tulang itu tertutupi oleh lapisan daging permata.
Golem-golem yang kuciptakan terlihat semakin nyata dan memukau.
Aku tidak sabar untuk melihat hasil akhir dari karya ciptaku ini.
Dalam tahap selanjutnya dari penciptaan golem-golemku, aku harus memikirkan tentang mata dan rambut.
Ini adalah bagian yang sangat penting untuk memberikan kesan realistis pada ciptaan-ciptaanku.
Aku tidak ingin mereka terlihat seperti patung atau golem biasa. Aku ingin mereka hampir tidak terlihat berbeda dengan manusia sungguhan.
Aku tersenyum puas dengan kemampuanku yang menakjubkan.
Mampu menciptakan golem dengan detail yang begitu realistis, bahkan hampir menyerupai manusia sungguhan.
Aku merasa bangga dengan kemampuanku yang semakin berkembang.
Namun, aku harus mempertimbangkan berapa banyak golem spesial yang akan kuciptakan.
Setelah berpikir dengan matang, aku memutuskan untuk membuat enam golem spesial.
Tiga di antaranya akan berbentuk manusia, sedangkan tiga lainnya adalah Homunculi yaitu monster dengan penampilan manusia.
Aku menyadari bahwa ini akan memakan waktu yang lama dan membutuhkan banyak batu sihir. Selain itu, aku juga perlu kulit yang kuat untuk memberikan perlindungan maksimal.
Tiba-tiba, terlintas ide brilian di pikiranku.
Aku bisa menggunakan sisa kulit moltingku yang masih kuat untuk digunakan sebagai kulit dan rambut golem.
Dengan menggunakan kemampuan [Void Storage]-ku, aku mengambil banyak kulit moltingku. Aku menggunakan sihir api untuk menciptakan kulit yang tipis namun kuat, menyerupai helai rambut.
Untuk mata mereka, aku menggunakan batu sihir permata seperti biasa. Namun, aku mengikis permukaannya agar terlihat seperti bola mata sungguhan.
Setelah beberapa hari berlalu, hasil ciptaanku akhirnya selesai.
Aku melihat ke-enam golem spesial yang mengagumkan, dengan mata yang berkilau dan rambut yang terlihat hidup.
Mereka hampir tidak terlihat berbeda dengan manusia sungguhan, namun mereka masih memiliki karakteristik seperti patung yaitu kulitnya, matanya.
"Haaaaa, akhirnya selesai juga!" ucapku dengan kepuasan yang terpancar dari wajahku.
Aku merasa bangga dengan hasil karyaku yang luar biasa ini. Aku yakin bahwa golem-golem ciptaanku akan menjadi yang terbaik.
Namun, tiba-tiba terjadi sesuatu yang tak terduga.
Cahaya terang memenuhi ruangan, membuatku terkejut dan sedikit silau.
Ketika cahaya itu mereda, aku melihat bahwa daging yang terbuat dari serpihan batu sihir pada golem-golem itu telah berubah menjadi daging yang seolah-olah hidup.
Rambut, kulit, dan mata mereka terlihat begitu nyata dan menyerupai manusia sungguhan.
"Eh? Apa yang terjadi?" gumamku dengan bingung.
Aku tidak dapat mempercayai apa yang kulihat. Golems-golem tersebut telah berubah menjadi manusia sungguhan.
Tidak lama setelah itu, salah satu golem membuka matanya dan mulai bergerak.
Gerakannya tidak kaku seperti patung, melainkan alami seperti manusia sungguhan.
__ADS_1
"Terima kasih, Ayah, karena telah menciptakan kami dan membawa kami ke dunia ini," ucapnya dengan suara tulus, sambil berlutut di hadapanku dengan penuh hormat.
"NANIIIIIII?!!!" teriakku terkejut.