Dragon Lord System

Dragon Lord System
S2 - Keluhan sang raja


__ADS_3

Kerajaan Arvandor, terletak di selatan Valeria, merupakan negara yang luas dengan tambang elysian yang menghasilkan batu sihir terbanyak di benua ini.


Batu sihir yang dihasilkan di negara ini memiliki kemurnian yang tinggi.


Selain memberikan manfaat bagi benua ini, batu sihir ini juga menjadi sumber daya ekonomi yang berharga bagi negara-negara asing di seberang laut.


Kerajaan Arvandor sangat bergantung pada perdagangan batu sihir untuk mempertahankan stabilitas ekonominya.


Namun, saat ini, situasinya tidak begitu menggembirakan.


Di ruang kerajaan, Raja Theovilus Alain Feld duduk dengan wajah frustasi.


Tumpukan kertas berisi informasi penting menggunung di mejanya.


Kertas-kertas berharga itu digunakan dengan tidak hemat untuk mencatat segala hal terkait masalah terbesar yang dihadapinya saat ini: batu sihir.


"Sial! Apa yang terjadi ini?" sergahnya dengan keputusasaan, sambil memukul sandaran kursinya.


Theovilus harus menghadapi berbagai tantangan terkait perdagangan batu sihir, termasuk meningkatnya permintaan dari negara-negara asing, gangguan dalam pasokan, dan ancaman para penjahat yang ingin merampok kekayaan negara.


Theovilus merenung sejenak, berusaha mencari solusi untuk mengatasi masalah ini.


Dia tahu betapa pentingnya batu sihir bagi Kerajaan Arvandor dan kehidupan rakyatnya.


Tidak hanya sebagai sumber pendapatan, tetapi juga sebagai simbol kekuasaan dan kemakmuran negara.


"Yang Mulia, seperti yang telah kita duga, kemurnian batu sihir yang ditambang dari Tambang Elysian tahun lalu terus menurun, bahkan semakin buruk setiap bulannya," ucap pria berumur 40-an yang berdiri di sampingnya.


Dengan jenggot yang dicukur rapi dan mengenakan seragam putih-hitam, dia tampak seperti seorang sekretaris dan penasehat.


Raja Theovilus Alain Feld menatap laporan yang dipegang oleh penasehatnya dengan rasa frustasi yang semakin memuncak.


Pria itu memang memiliki peran penting dalam mengelola tambang elysian dan menjaga kualitas batu sihir yang dihasilkan.


"Aku sudah TAHU! Bisakah kau melihatnya? Aku SEDANG STRESS memikirkan ini," sergah Raja dengan jengkel, menyatakan ketidakpuasannya terhadap situasi ini.


Penasehat itu mengangguk dengan penuh pengertian.


"Apakah ada laporan dari tim penelitian mengenai penyebab kemerosotan kualitas batu sihir ini?" ucap theovilus

__ADS_1


"Sama saja. Penyebabnya masih belum diketahui. Yang Mulia, jika ini terus berlanjut, keuangan negara ini..." kata penasehat itu dengan suara rendah, menyampaikan kekhawatirannya akan dampak ekonomi yang mungkin terjadi.


"DIAM! AKU SEDANG MEMIKIRKAN CARANYA!" bentak Raja, menunjukkan ketegangan yang dirasakannya.


Ketika batu sihir dari Tambang Elysian kehilangan kemurnian dan kualitasnya, negara ini akan mengalami dampak serius.


Batu sihir adalah sumber daya ekonomi yang sangat berharga bagi Kerajaan Arvandor.


Masalah ini perlu segera diselesaikan sebelum semakin parah.


Theovilus menghela napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Pada dasarnya, batu sihir hanyalah batu biasa.


Ia menjadi batu sihir setelah menyerap kekuatan sihir selama waktu yang lama.


Tapi sekarang, dalam keadaan yang tidak normal, batu sihir tampaknya kehilangan daya magis yang seharusnya dimilikinya.


Entah kenapa, siklus transformasi batu menjadi batu sihir di Tambang Elysian mengalami penurunan yang sangat drastis.


Bagaimana mungkin?


Dalam keadaan normal, batu biasa akan berubah menjadi batu sihir dengan cepat di Tambang Elysian.


Mungkin kehadiran makhluk-makhluk tersebut mempercepat proses penyerapan batu biasa menjadi batu sihir.


Kerajaan Arvandor, sebagai negara penghasil batu sihir terbesar di benua Valeria, selalu mengandalkan produksi batu sihir untuk ekonominya.


Namun, selama setahun terakhir ini, terjadi penurunan yang signifikan dalam penyerapan batu sihir. Ekonomi negara ini mulai terancam menuju jurang kehancuran.


Raja Theovilus Alain Feld merasa khawatir dan frustasi. Sebagai penguasa negara ini, ia bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya dan stabilitas ekonomi.


Ia tidak ingin negaranya terpuruk karena masalah yang belum terpecahkan.


"Apakah ada yang mencoba menyelidiki penyebab penurunan ini?" gumam Raja dengan nada khawatir.


Penasehatnya menjawab dengan ragu, "Sayangnya, penyebab nya belom diketahui yang mulia. Tampaknya ada kekuatan misterius yang mempengaruhi proses transformasi batu menjadi batu sihir di tambang."


Raja Theovilus Alain Feld duduk di takhtanya, merenungkan masalah batu sihir yang dihadapi oleh Kerajaan Arvandor.


Gempa bumi yang terjadi seminggu yang lalu masih menjadi misteri bagi para peneliti.

__ADS_1


Raja meminta kabar terbaru kepada sekretarisnya, Rio, tentang perkembangan penelitian tersebut.


Rio menghampiri Raja dengan berhati-hati, "Yang Mulia, para peneliti belum menemukan penyebab pasti dari gempa tersebut. Namun, mereka memperkirakan bahwa pusat gempa berada di dekat Tambang Elysian, di Hutan Elysian."


"Hmm," gumam Raja Theovilus sambil mengerutkan kening.


Hutan Elysian dikenal sebagai "Hutan Kematian" karena keberadaan makhluk-makhluk buas, terutama Naga Biru Enclave yang memiliki kekuatan penghancur yang luar biasa.


Menghadapi mereka tanpa persiapan yang memadai berarti mengirim pasukan menuju kematian.


Raja Theovilus memandang peta dengan ekspresi serius. Sekretarisnya, Rio, mengamati dengan hati-hati, berusaha membaca pikiran sang raja.


"Apakah kamu yakin gempa berasal dari hutan elysian?" tanya Raja Theovilus dengan nada ragu.


Rio mengangguk cepat, "Ya, yang mulia. Para peneliti kita mencurigai bahwa pusat gempa berada di dekat Tambang Elysian, di dalam hutan elysian.


Ini bisa menjadi penyebab penurunan penyerapan batu sihir."


"Hutan elysian, ya? Dikenal sebagai 'hutan kematian'. Menakutkan sekali," ucap Raja Theovilus dengan nada agak khawatir.


Raja Theovilus merenung sejenak. Ini bukan kebetulan semata.


Ada pola aneh di balik semua ini.


Namun, dia tidak ingin mengirim prajuritnya ke hutan elysian tanpa alasan yang kuat.


Menghadapi makhluk-makhluk buas, terutama Naga Biru Enclave yang mematikan, bisa berujung pada malapetaka.


"Hmm"


Theovilus meminum secangkir teh dan


memeriksa banyak laporan.


Memulihkan sedikit ketenangannya.


dia melanjutkan dengan teliti dan cepat membaca setiap dokumen dengan kecepatan dan ketelitian mesin.


Dan pada satu titik, matanya berhenti.

__ADS_1


".... Apa ini?"


__ADS_2