Dragon Lord System

Dragon Lord System
DLS - 120


__ADS_3

...***Sementara itu, di lantai 15*** ...


Calliga telah sukses dengan teleportasinya. Lantai ini adalah kediaman barunya, yang jauh lebih megah dan luas daripada yang sebelumnya.


Calliga telah mengambil langkah besar dengan menggabungkan, mendekorasi dan memindahkan lantai 10 dan ruang takhta di lantai 5 menjadi satu, menciptakan ruang yang sangat mewah untuk lantai kediamannya yang baru.


Perubahan ini dapat dilakukan berkat sistem ekspansi dungeon yang baru, yang memungkinkan pemindahan dan penggabungan lantai di dalam dungeonnya.


Ini adalah kemajuan besar yang membantu Calliga menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih fungsional.


Selain ukurannya yang besar, lantai 15 ini juga dirancang dengan indah.


Hiasan-hiasan seni, mahkota, dan patung-patung menghiasi sudut-sudut ruangan.


Furnitur mewah dan perabotan yang elegan menunjukkan keanggunan Calliga dalam merancang tempat tinggalnya.


Namun, di balik kemegahan dan kemewahan lantai ini, Calliga tahu bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan.


Dia sudah bosan didungeonnya, dan langkah pertamanya adalah mengundang Sebas dan Lithos untuk pergi ke kota manusia bersamanya.


Di lantai 15 yang baru ini, Calliga merasa puas dengan apa yang telah ia capai, tetapi ia juga merasa yakin bahwa masih banyak petualangan menanti di luar sana.


Dengan langkah yang anggun dan mantap, Calliga melangkah melintasi ruangan luasnya di lantai 15.


Setiap langkahnya terasa seperti tarian, sesuatu yang dia latih secara diam-diam di kamar pribadinya selama beberapa waktu.


Namun, di depannya, terdapat dua penjaga yang dia ciptakan dengan sistem poinnya.


Mereka berdiri tegak menjaga pintu kamar pribadi dan ruang kerjanya. Kedua penjaga itu adalah makhluk humanoid berbentuk belalang, dan mereka berdiri dengan sikap siap tempur.


Calliga berjalan perlahan menuju kedua makhluk serangga belalang humanoid yang menjaga pintu kamarnya.


Dia merencanakan untuk segera masuk ke dalam kamar untuk istirahat sejenak. Hari ini telah penuh dengan insiden yang cukup absurd, dan dia merasa sangat lelah.


Setiap langkahnya yang halus dan tegas menciptakan dentingan yang hening di ruangan megah ini.


Calliga merasa puas dengan apa yang telah dia capai di dalam dungeonnya.


Ia mendekati pintu kamar besarnya yang dijaga oleh kedua penjaga insektoid dengan sikap yang sangat hormat.

__ADS_1


Kedua penjaga itu, dengan penuh kesopanan dan penghormatan, berlutut dan membukakan pintu kamarnya dengan perasaan senang karena tuan mereka telah kembali.


Mereka menyampaikan sambutan mereka dengan suara serempak, "Selamat datang kembali, Tuan!" ujar mereka dengan penuh hormat.


Calliga hanya memberikan anggukan singkat sebagai balasan kepada mereka.


Meskipun mereka tidak menunjukkan ekspresi yang terlalu jelas, dia sangat menghargai loyalitas kedua penjaga ini.


Mereka telah menjaga kamarnya dengan baik, walaupun sebenarnya tidak terlalu penting untuk menjaga sebuah kamar dalam dungeon.


Namun, Calliga, dengan hati-hati agar kedua penjaga tidak mendengar, tidak bisa menahan diri untuk tidak memberikan komentar jujur tentang penampilan kedua makhluk serangga tersebut.


Sambil bergumam pelan, dia berkata, "Melihatnya saja membuatku jijik..."


Dia tahu betul bahwa komentarnya tersebut cukup kasar, terutama mengingat bahwa makhluk-makhluk ini adalah bawahannya yang setia.


Calliga sangat berhati-hati agar ucapan tersebut tidak terdengar oleh kedua penjaga yang setia itu.


Dia tidak ingin menyakiti perasaan mereka, terutama karena mereka telah menjaga kamarnya dengan baik.


Sebelum benar-benar memasuki kamarnya yang mewah, Calliga merasa perlu untuk melakukan pemeriksaan terakhir.


Dia ingin dengan pasti memastikan bahwa selama absennya, tidak ada yang telah masuk ke dalam kamarnya.


"Dengar," ucap Calliga, mengambil nada serius, "Apakah ada yang telah masuk ke kamarku selama aku tidak ada di sini?"


Kedua penjaga insektoid, yang memiliki semangat tinggi dalam menjalankan tugas mereka, menjawab hampir bersamaan, "Tentu saja tidak ada yang berani Tuan! Kami telah menjaga kamar Tuan selama 24 jam tanpa henti, dan tidak ada yang berani mencoba masuk ke dalamnya!"


Mereka berbicara dengan penuh semangat, tetapi suara krik-krik serangga yang keluar dari mulut mereka cukup mengganggu.


Calliga mencoba untuk tidak terlalu terganggu oleh suara tersebut, tahu bahwa kedua penjaga tersebut adalah makhluk yang setia dan sangat loyal kepadanya.


Meskipun kadang suara mereka agak mengganggu, tetapi itu adalah hal kecil jika dibandingkan dengan keamanan dan privasi yang mereka berikan padanya.


Kedua penjaga itu menatap Calliga dengan mata berbinar, siap untuk melanjutkan tugas mereka yang tak kenal lelah demi tuan mereka yang mereka layani dengan penuh dedikasi.


Namun, Calliga merasa terkejut mendengar bahwa kedua penjaga insektoid tersebut telah bekerja tanpa henti selama 24 jam untuk menjaganya.


Mata Calliga memancarkan kebingungan dan prihatin.

__ADS_1


"Nani?!! Mereka bekerja 24 jam tanpa henti dan berdiri di sini tanpa istirahat? Ini benar-benar gila!" gumam Calliga dengan nada khawatir.


Meskipun kedua penjaga itu adalah makhluk yang sebenarnya ia benci - serangga - Calliga menyadari bahwa mereka adalah bawahannya.


Sebagai pemimpin yang baik, ia merasa bertanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan bawahannya.


Calliga tidak ingin mereka terus bekerja tanpa henti seperti budak.


Kehidupannya sebagai manusia dulu pernah mengajarkannya betapa pentingnya menghormati dan menghargai bawahan.


Dalam pandangannya, pemimpin sejati adalah yang melindungi, bukan yang menyiksa.


Calliga tidak ingin menjadi pemimpin yang seperti bosnya dulu ketika ia masih manusia.


Pengalaman sebagai seorang bawahan yang terus menerima tekanan dan perlakuan kasar dari bosnya terpatri dalam ingatannya.


Ketika ia masih manusia, bosnya selalu melemparkan tanggung jawab dan tekanan kepadanya, menjadikannya seperti budak korporat yang terus menerus disiksa.


Kenangan akan perlakuan buruk itu masih terlalu segar dalam ingatannya, dan ia bertekad keras untuk tidak mengulanginya kepada siapa pun, terutama kepada bawahannya.


Meskipun ia mungkin tidak merasa akrab dengan makhluk yang ia benci, seperti kedua penjaga insektoid yang menjaganya, Calliga tahu bahwa sebagai seorang pemimpin, ia harus memberikan contoh yang baik.


Dalam hati, ia berjanji untuk memastikan bahwa bawahannya dihargai dan diperlakukan dengan baik, bahkan jika mereka adalah makhluk yang berbeda darinya.


Pengalaman masa lalunya telah membuatnya lebih peka terhadap penderitaan orang lain, dan ia bertekad untuk menggunakan kekuatannya untuk melindungi dan menghormati bawahannya.


Saat ini, Calliga bukan lagi seorang manusia yang lemah dan terkendala oleh bos yang tidak bertanggung jawab.


Ia telah menjadi naga yang kuat dan bijak, dan ia tidak akan mengulangi kesalahan masa lalunya.


Calliga merasa bersyukur bahwa kini ia telah menjadi penguasa yang memiliki kekuatan sejati.


Ia merenung sejenak, memastikan bahwa ia tidak akan memperlakukan bawahannya seperti dirinya dulu saat masih menjadi budak korporat.


Namun, kekhawatiran tentang kesejahteraan bawahannya terus mengganggu pikirannya.


Ia merenung sejenak, mencoba mencari solusi yang tepat.


"Apakah aku harus menyusun jadwal shift untuk mereka, sehingga mereka tidak perlu bekerja 24 jam nonstop?" gumam Calliga dalam hati.

__ADS_1


Ia merasa perlu untuk memikirkan cara agar bawahannya dapat bekerja dengan lebih seimbang dan mendapatkan waktu istirahat yang pantas.


Sebagai seorang pemimpin, ia tahu bahwa memikirkan kesejahteraan bawahannya adalah tugasnya yang utama.


__ADS_2