Dragon Lord System

Dragon Lord System
S2 - Guild Petualang (1/2)


__ADS_3

Sebas memimpin ketiga saudaranya berjalan dalam keramaian, dan seketika itu juga ia melihat kelompok manusia yang berbeda dari warga biasa.


Mereka mengenakan pakaian terbuka, memegang pedang, dan ada yang membawa hammer besar. Beberapa di antaranya bahkan mengenakan armor lengkap dengan pedang besar.


"Hmm, sepertinya kelompok manusia itu adalah petualang, seperti yang pernah ayah ceritakan," gumam Sebas kepada dirinya sendiri, menyadari kemiripan dengan deskripsi yang pernah dijelaskan oleh ayah mereka.


Kelompok manusia tersebut memasuki bangunan besar tersebut, dan Sebas merasa yakin bahwa bangunan tersebut adalah Guild Petualang. Tanpa ragu, mereka mengikuti para petualang dan memasuki guild.


Di pintu masuk, terdapat simbol yang menggambarkan petualang yang tidak familiar bagi mereka. Sebas merasa semakin yakin bahwa inilah tempat yang tepat. "Ini dia," ucapnya dengan keyakinan.


Setelah beberapa menit berjalan dan mengikuti petualang lainnya, mereka akhirnya sampai di depan bangunan Guild Petualang. Mereka melihat simbol yang tidak diketahui didepan pintu bangunan tersebut.


"Mari kita masuk," ajak Sebas sambil mengambil langkah pertama menuju pintu masuk Guild Petualang. Tanpa ragu, mereka membuka pintu dan memasuki dunia baru yang penuh dengan petualang hebat dan misteri.


Setelah memasuki Guild Petualang, suasana di dalam bangunan tersebut terasa tegang. Banyak tatapan tajam yang mengarah ke arah mereka, dan tawaan dengan nada merendahkan terdengar di sekeliling. Sebas, seperti biasa, tidak terpengaruh dengan tatapan dan komentar para petualang lainnya. Namun, ia melihat adik-adiknya, Aleister, Hades, dan Luna, terlihat tak nyaman dengan perhatian yang mereka terima.


"Hmm, jadi inilah tempat para petualang berkumpul," gumam Sebas, mencoba memahami situasi.


Sebas melihat Luna yang tampak risih dan ia tahu betul bagaimana adiknya itu merespon situasi yang tidak menyenangkan. Luna adalah sosok yang memiliki temperamen kuat dan bisa dengan cepat marah. Jika ada yang membuatnya risih, Luna tak segan untuk menghadapi masalah itu dengan tegas, bahkan hingga menggunakan kekerasan. Sebas sadar betul bahwa manusia adalah makhluk yang lemah jika dibandingkan dengan mereka, jadi jika Luna benar-benar melawan manusia, luna sudah pasti membunuhnya.


Dengan cepat, Sebas memberi kode kepada Luna sambil menepuk pundaknya. Untungnya, Luna mengerti isyarat kakaknya dan berusaha untuk tetap tenang. Sebas pun merasa lega, setidaknya mereka bisa menghindari masalah besar.


Sebas berusaha untuk mengalihkan perhatiannya dan melihat seorang gadis berpakaian rapi yang kemungkinan adalah staff resepsionis di Guild Petualang. Namun, sebelum dia bisa mendekati gadis itu, suara seorang pria petualang menyita perhatiannya.


"Hey gadis kecil, apakah kau ingin berpetualang dengan om di sini? Jangan khawatir, om adalah petualang dengan peringkat silver, jadi jangan takut, adik kecil," kata pria mesum itu dengan nada menjijikkan.


Luna, yang tidak suka dengan sikap mesum pria tersebut, langsung menanggapinya dengan nada tajam, "Apakah kau berbicara denganku, serangga menjijikkan?!"

__ADS_1


Pria petualang itu hanya tertawa mesum dan mencoba meremehkan Luna. Namun, ekspresi kesal di wajah Luna semakin tampak jelas. "Apakah kau ingin mati, serangga?" ucap Luna dengan tegas.


Sebas dengan cepat menoleh ke belakang dan melihat seorang pria botak yang berotot, tampaknya kotor dan menjijikkan, mengenakan pakaian yang tidak terurus dan perlengkapan yang jelek. Pria tersebut sedang berbicara dengan adiknya.


"Sepertinya dia ingin mati," gumam Sebas dalam hatinya, mencoba menahan emosinya.


Dengan tegas, Sebas berkata, "Apa maksudmu?!" kepada pria petualang tersebut.


"Aku tidak berbicara denganmu, kakek tua! Jadi, bisakah kau tidak ikut campur? Jangan anggap kau sudah tua dan kau bangsawan! Aku tidak bisa menghajarmu, sialan!" ucap pria berotot tersebut dengan nada nyolot dan marah.


Meski Aleister, Luna, dan Hades, ketiga adik Sebas, diam dan tidak ingin ikut campur, mereka membiarkan kakak mereka menangani pria tersebut.


"Hmm, menarik. Seorang pecundang sepertimu berlagak sok kuat," ucap Sebas dengan nada provokatif.


"Bilang apa kau? , kakek tua?!!! Berani-berani nya kau mengatakan aku pecundang! Akan kuhajar kau!,sialan!" jawab pria petualang tersebut dengan marah.


Aleister, Luna, dan Hades hanya menguap bosan, tahu bahwa kakak mereka pasti akan menang dalam situasi seperti ini. Manusia adalah makhluk yang lemah dibandingkan saudara tertua mereka, sebas.


Pria mesum tersebut kesal karena pukulannya selalu dihindari oleh Sebas. Tanpa pikir panjang, pria tersebut mengeluarkan belati dari sakunya dan berniat menyerang Sebas dengan belatinya.


Namun, Sebas sudah bosan bermain-main. Dengan cepat, ia mencekik pria mesum tersebut dan mengangkatnya dengan satu tangan, menunjukkan kekuatannya yang luar biasa.


"Pria mesum tersebut pun dalam keadaan tercekik dan susah bernafas maupun berbicara, dengan panik berusaha melepaskan genggaman Sebas, namun genggaman Sebas terlalu kuat. Alhasil, si pria hanya bisa mengeluarkan suara dengan susah payah, 'Ma-afk-an, A-kuuu'."


Tetapi Sebas tetap tegar dan tak bergeming, sambil menatap dingin ke arahnya. "Apakah kau ingin mati?" tanyanya dengan tajam, membuat pria mesum tersebut semakin ketakutan.


Setelah cukup lama, Sebas akhirnya melepaskan genggamannya dan melempar pria mesum itu ke arah tembok dengan tenaga yang tak bisa dianggap remeh. "Dengan cepat, pria tersebut terlempar cukup jauh ke arah tembok dan malu dilihat banyak orang. Tanpa berkata sepatah kata pun, ia meninggalkan guild petualang dengan malu."

__ADS_1


Sebas pun mengerutkan keningnya dan mengepaskan tangannya karena telah memegang sesuatu yang begitu menjijikkan. Tidak puas dengan insiden ini, ia memastikan bahwa lingkungan sekitarnya kembali aman dan tenang.


Lalu, Sebas beralih ke adiknya Luna dengan khawatir yang terlihat jelas di wajahnya. "Apakah kau baik-baik saja, Luna?" tanyanya perhatian.


Luna yang masih santai menjawab, "Yap, aku baik-baik saja, Kak. Ngomong-ngomong, menurutku Kakak terlalu baik. Jika aku yang melawannya, tentu saja aku sudah membunuh serangga menjijikan tersebut," kata Luna sambil menyeringai, membuat Sebas komplain dengan tegas.


Sebas hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu adiknya itu.


 


Tiba-tiba, seorang pria berarmor kotor muncul di depan mereka. Nampaknya dia seorang petualang. Dengan khawatir, pria tersebut bertanya, "Apakah kalian baik-baik saja?"


Namun, Hades dengan cepat menjawab dengan nada sinis, "Matamu tampaknya buta, tentu saja kami baik-baik saja, bodoh!"


Sebas menatap pria berarmor itu dengan tajam, lalu bertanya langsung, "Apa maumu? Dan siapa dirimu?"


Pria berarmor itu memperkenalkan dirinya sebagai Zach, seorang petualang peringkat bronze. Dia menjelaskan bahwa dia hanya melihat pertarungan Sebas sebelumnya dan terkesan dengan kekuatannya.


"Hmm... Jika tidak salah, jika seseorang memperkenalkan diri, aku juga harus memperkenalkan namaku," gumam Sebas dalam hati, mengenang ajaran ayah mereka.


Maka dengan enggan, Sebas akhirnya memperkenalkan diri mereka satu per satu. "Namaku Sebas," katanya, lalu menunjuk ke adik-adiknya satu per satu. "Ini adalah Aleister, Hades, dan Luna."


"Ah senang berkenalan dengan kalian, ngomong-ngomong mengapa tuan dan keluarga tuan datang ke tempat ini?, Jika tuan membutuhkan sesuatu, aku bisa membantu tuan" ucap pria mengenakan armor tersebut dengan sopan.


Pria berarmor, Zach, terkejut mendengar bahwa Sebas dan keluarganya ingin menjadi petualang. "APA? Tuan ingin menjadi petualang?!" ucapnya dengan ekspresi kaget.


Sebas hanya mengangguk dengan mantap, "Ya, kami ingin menjadi petualang."

__ADS_1


__ADS_2