Dragon Lord System

Dragon Lord System
S1 - Dream / Mimpi


__ADS_3

"Salju?, Apakah ini mimpiku?"


Salju ini terasa seperti abu, tapi tidak dingin seperti yang biasanya, malah terasa hangat. Sungguh aneh.


Aku berada di sebuah taman bunga yang indah, di mana berbagai macam bunga menyebar di sekelilingku, seperti bunga sakura yang gugur bersama salju yang seperti abu. Pemandangan ini begitu indah.


Tetapi, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak mempertanyakan keanehan mimpi ini. Ini tidak masuk akal sama sekali, kan?


Aku adalah naga yang terlahir kembali, dan sekarang berada dalam dunia aneh ini, dan mimpi aneh ini. Siapa tahu apa yang mungkin terjadi di sini?


Aku menyaksikan sebuah pohon besar yang menjulang tinggi di kejauhan.


Wow, pohon itu begitu besar hingga tampak tidak mungkin ada di dunia nyata. Tapi kemungkinan besar itu adalah mimpi ini. Siapa tahu, segala hal bisa terjadi di dalam mimpi seperti ini.


Aku pun menyentuh bunga dengan tangan nagaku. terasa sangat realistis didunia nyata.


Yap kurasa aku sedang mengalami "Lucid Dream" seperti banyak orang katakan diduniaku dulu.


Lucid dream mempertahankan pikiran dan ingatannya bahkan bisa membuat sensasinya sama seperti di kehidupan nyata, hmm penjelasan ini cukup ilmiah dan puitis


Tiba-tiba, pandanganku tertuju pada wanita berambut pirang yang sedang tertidur terbaring di atas pohon tersebut.


Aku merasa penasaran dan mendekatinya. Mungkinkah dia adalah salah satu karya indah dalam mimpi ini, seperti dewi yang cantik?


"Ah, ini hanya mimpi, jadi aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan, bukan? Hehehe"


Tanpa ragu, aku memegang rambut pirangnya. Dan tiba-tiba, wanita itu terbangun dari tidurnya. Aku kaget dengan reaksinya yang cepat.


Ketika aku memperhatikan lebih seksama, wanita itu memiliki kuping yang panjang. Apakah dia seorang elf?


Wah, ini pertama kalinya aku bertemu dengan seorang elf.


Wanita elf berambut pirang itu bertanya kepadaku, "Siapa kamu?"


Aku terkejut karena dia benar-benar mengajukan pertanyaan kepadaku. Menarik sekali, sepertinya orang-orang di dalam mimpi ini juga memiliki pikiran dan kesadaran mereka sendiri.


Aku menjawab dengan bangga, "Aku adalah naga pemimpi, jika bisa dibilang."


Wanita elf itu tersenyum dan berkata, "Ya, kamu ada dalam mimpi ini, jadi tentu saja kamu adalah pemimpi."


Eh? Dia tahu bahwa dia ada dalam mimpi? Orang di dalam mimpi ini penuh dengan kejutan, ngomong-ngomong kenapa wanita tersebut tidak takut denganku?, aneh.


Aku pun memutuskan untuk berakting sebagai naga agung di dalam mimpi ini. Aku tidak ingin terlihat seperti naga bodoh. Waktunya untuk mode akting, hehe.


"Siapa kau, makhluk fana?" tanyaku dengan gaya yang agung.


Wanita elf itu tersenyum manis, dan rasanya begitu manis hingga membuatku terpana. Ah, aku harus tetap menjaga sikap agungku.


"Namaku Aurora," ucap wanita elf tersebut.


"Hanya nama, makhluk fana?" kataku dengan sedikit skeptis.


Sekarang giliranku untuk bertanya. "Aku telah berada di sini sangat lama. Sangat lama sekali. Aku tidak tahu berapa lama di sini, dan tempat ini begitu indah. Tapi aku terus merasa ada kesunyian dan kehampaan di sini. Bisakah kamu memberitahuku mengapa hal ini terjadi?" ucap wanita elf itu dengan senyum anggunnya.

__ADS_1


Hmm, apakah yang dia rasakan hanyalah kesepian? Atau mungkin mimpi ini memang terlalu berlebihan? Terutama wanita elf ini begitu cantik. Baiklah, ini hanya mimpi, jadi tidak perlu khawatir terlalu banyak.


"Baiklah, Jika kau tidak keberatan marilah duduk" Ucapku


Aku pun menciptakan 2 takhta kursi beserta meja yang berhadapan dengan wanita elf tersebut secara instan.


Yep ini benar lucid dream, aku bisa mengubah imajinasi ku menjadi kenyataan


"apakah kamu selalu satu-satunya orang dalam mimpi ini?"ucapku


Wanita itu tersenyum manis kepadaku dengan menyandarkan kedua tangan Ke dadanya


"tempat ini.., tidak ada yang masuk sebelumnya, dan tidak akan ada yang bisa, tapi hanya ada satu yang bisa, yaitu kamu"


Aku memandang mata biru nya dan bergumam Kasihan sekali, dia seperti seorang putri yang terjebak didalam kehidupan nya, selalu hidup sendiri di taman yang indah ini, Peristirahatan abadi adalah hidupnya seperti dongeng, sayang sekali itu hanya mimpi, bahkan jika aku mengerti intinya aku tidak pernah bisa benar-benar membantunya.


Aku pun berbicara omong kosong dengan menambahkan makna biar terlihat bijaksana.


"Makhluk fana, perasaan yang kamu alami adalah kesepian. Kamu merasa kesepian karena kamu selalu sendirian dan tidak ada yang mengerti kamu. Tidak ada kejutan dalam hidupmu, hanya refleksi dan pemikiran. Semakin kamu memikirkannya, semakin menyakitkan rasanya. Banyak makhluk fana yang mengalami hal serupa," kataku dengan serius.


Wanita elf itu berkata dengan nada sedih, "Merenung adalah sumber rasa sakitku. Mereka tidak pernah mengerti aku karena mereka takut padaku, sehingga mengasingkanku."


Hmm, jadi dia merasa kesepian karena refleksi yang dalam. Jadi dia adalah seorang yang kontemplatif. Menarik. Mari biarkan aku melanjutkan omong kosongku dengan gaya bijaksana.


NOTE: Kontemplatif berasal dari Bahasa Latin berarti merenung dan memandang. Kontemplatif merupakan cara hidup yang mengutamakan kehidupan penuh ketenangan, bermati raga, dan bertapa, sehingga dapat berdoa dan bersemadi dengan lebih mudah. 


Lanjut.


Pikirkanlah jika seorang dewa dapat melihat seorang pemikir yang sangat cantik seperti dirimu, pasti Dia akan tersenyum dan senyum itu akan menjadi senyum yang ramah.


Dengan mempertimbangkan hal itu, mungkin merenung tidak lagi menyakitkan. Ini akan menjadi pemahaman diam-diam kecil dengan Tuhan. Tidakkah menurutmu teori ini cukup romantis?" ucapku dengan penuh keyakinan.


"Kamu terdengar seperti naga yang romantis dengan pemikiran seperti itu," ucap wanita elf itu sambil memerahkan pipinya.


"Seperti yang kamu lihat, aku adalah naga yang romantis karena berpikir seperti ini. Tapi kupikir itulah sebabnya aku bisa berbicara denganmu, karena aku bisa mengerti kamu sekarang, makhluk fana," ucap omong kosongku dengan percaya diri.


Wanita elf itu menatapku dengan mata birunya yang indah, dan dia tampak terpesona. Rasanya seperti seorang putri yang terjebak dalam kehidupannya sendiri, selalu hidup sendirian di taman yang indah ini.


Peristirahatan abadi adalah kehidupannya, seperti dalam dongeng. Sayang sekali, itu hanya mimpi. Bahkan jika aku memahami intinya, aku tidak akan pernah bisa benar-benar membantunya.


Wanita elf itu tersenyum lembut dan berkata, "Aku tahu. Jika kamu bisa ada di mimpi ini, berarti kamu telah memahamiku. Kita berada pada tingkat yang sama. Mungkin kamu adalah seorang pemikir yang lebih hebat."


Hmm, begitukah pujian seorang filsuf? Tampaknya terdengar keren. Hehe.


"Itu berarti kamu telah menerima keberadaanku. Maka aku ingin meminta bantuanmu, atau lebih tepatnya, ini adalah keinginanku yang tulus. Aku harap kamu bisa menjadi temanku," kataku sambil memegang tangan wanita elf itu dengan lembut menggunakan tangan naga ku.


Wanita elf itu terkejut dengan tindakanku dan pipinya memerah seperti tomat. "Baiklah, katakanlah," ucapnya dengan wajah bingung.


Jika dugaanku benar, sebaiknya jangan membuat orang yang selalu merasa terasing seperti dia menolakku.


Aku harus mengambil inisiatif, karena biasanya mereka terlalu banyak berpikir dan akan menolakku secara tidak sadar. Aku harus membuatnya tidak bisa menolak!


Hehehe.

__ADS_1


"Apa kamu... bisa menjadi temanku?" ucapku dengan penuh kepercayaan diri.


"Eehhh?" ucap wanita elf itu dengan wajah bingung dan terkejut.


Aku melanjutkan dengan serius, "Ya, teman. Meskipun tempat ini indah, tapi di sini akan selalu sama. Kamu akan merasa bosan pada suatu saat nanti. Apakah kamu memiliki teman sebelumnya? Kehidupan ini mungkin akan membawa lebih banyak kegembiraan daripada hidup sendirian."


Hehehe.


Aku pun menciptakan sebuah liontin di tanganku.


"Liontin ini... ini adalah hadiahku sebagai teman yang kuberikan saat pertama kali kita bertemu," ucapku dengan bangga.


Wanita elf tersebut memandang liontinku dengan tatapan kosong...


Aku pun dengan lembut memberikan liontin itu ke tangannya.


Wanita elf itu memegang liontin dengan ekspresi kebahagiaan dan berkata, "Sudah lama sekali orang tidak pernah memberiku hadiah atau berbicara denganku. Aku tidak memiliki apa-apa, hanya pohon, buah, dan bunga ini."


"Jika kamu mau, kamu bisa memilih salah satu dari mereka. Anggap saja sebagai hadiah dariku," ucapku dengan senyum ramah.


Eeh? Aku menatap pohon di sekitar kami, dan terlihat banyak buah, termasuk beberapa buah melon emas. Ternyata pohon ini memiliki banyak buah yang indah.


Wanita elf itu mengangkat kedua tangannya, dan tiba-tiba buah melon emas muncul di tanganku.


Ini seperti lukisan yang indah, tapi bagaimana rasanya?


Tiba-tiba perutku terasa sangat lapar.


Aku tidak ragu dan segera memakannya.


Munch...


Nyamm...


Telan...


Hmm, rasanya renyah, manis, dan sangat segar. Tidak ada perbedaan dengan melon biasa, hanya warnanya yang berbeda.


"Apakah kamu menyukainya?" ucap wanita elf tersebut dengan senyuman.


Ya, sangat segar dan manis," ucapku dengan senang.


Dan tiba-tiba terdengar suara retakan, serta terjadi retakan dimensi di sekitarku. Rasanya seperti aku tersedot ke dalam retakan tersebut.


Kretak...


Apakah ini berarti aku terbangun? Begitu cepat? Aku masih di sini, tapi mimpi ini benar-benar aneh.


"Meskipun aku tidak ingin pergi, aku harus pergi, makhluk fana," ucapku dengan nada tegas.


Dengan cepat, wanita elf itu mendekatiku dengan senyuman manisnya, memelukku, dan berkata, "Kuharap kita bisa bertemu lagi."


Dan aku pun tersedot oleh retakan dimensi itu, menghilang seiring dengan senyumannya.

__ADS_1


__ADS_2