
...***POV Calliga*** ...
Saat aku akhirnya merebahkan tubuhku di ranjang raksasaku, tubuh ini yang telah lama berperan sebagai penguasa dungeon, aku merasa lega.
Aku merasa lelah, baik secara mental maupun fisik. Namun, akhirnya, aku kembali menjadi diriku sendiri, tak lagi terbebani oleh tanggung jawab pemerintahan dan segala urusan dungeon.
Aku merebahkan diriku dengan nyaman di ranjang yang mewah ini, menikmati perasaan relaksasi yang lama dinantikan.
Tidak ada yang lebih enak daripada merasa bebas dan bisa beristirahat dengan tenang.
Tidak ada sorot mata yang mengawasiku, tidak ada keputusan yang harus diambil, hanya ketenangan.
Namun, tiba-tiba, aroma harum menyengat hidungku. Aku mengendus-nusus udara di sekitar ranjangku, mencoba mengidentifikasi sumber aromanya.
Terdapat aroma yang begitu memikat, lembut, dan mempesona. Aku merasakannya sangat dekat.
"Hmm... Wangi apa ini?" gumamku dengan penasaran, sembari menghirup aroma yang semakin kuat. "Parfum?"
Seketika itu juga, aku merasa penasaran dan ingin tahu lebih lanjut tentang asal-usul aroma ini.
Apakah ini adalah bagian dari trik dungeonku atau mungkin benda misterius yang ada di kamarku? Aku berpikir untuk segera mencari tahu.
Lalu aku mencium dengan jelas, dan ternyata sumber aromanya adalah kasurku sendiri.
"Eh? Apakah para pelayan NPC yang membersihkan kamarku dan menyemprotkan parfum di kasurku?" gumamku dengan rasa kagum.
Aku tersenyum geli, merasa seperti seorang orang kaya yang memiliki pelayan pribadi.
"Wew, aku sudah seperti orang kaya saja, hehehe," selorohku pada diri sendiri.
__ADS_1
Aku yakin bahwa para pelayan NPC yang telah kuciptakan melakukan ini.
Mereka selalu begitu patuh dan setia dalam melayani kebutuhanku, bahkan sampai pada detail-detail kecil seperti ini.
Dengan rasa puas, aku merendahkan diri ke kasur yang harum, merenungkan hari-hari yang lalu.
Mereka memang sangat hormat dan setia kepadaku.
Bahkan, mereka selalu menyebutku sebagai "supreme being," dan "supreme one" sebuah julukan yang sangat memalukanku.
Mereka tampaknya percaya bahwa aku adalah semacam dewa yang memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan yang tak terbatas.
Mereka memandangku dengan penuh kekaguman, tanpa henti. Setiap langkahku, setiap perkataanku, seolah-olah memiliki makna mendalam bagimu.
Tapi, jujur saja, aku sering merasa sebaliknya. Aku merasa bodoh dan terkadang bahkan tidak tahu apa-apa.
Aku tahu betul bahwa aku adalah satu-satunya harapan, dan aku tidak ingin mengecewakan mereka, terutama para NPC-ku yang setia.
Untung saja, ada Sebas dan Karina yang jenius, Mereka adalah jenius di bidang mereka masing-masing, dan seringkali aku berdiskusi dengan mereka tentang rencana-rencana kami.
Yang melelahkan lagi, mereka selalu mengira aku sudah mengetahui rencana mereka sebelum mereka bahkan memberitahukannya padaku.
Aku tersenyum dalam kebingunganku sendiri, merenungkan bagaimana aku harus menjaga citraku sebagai seorang penguasa yang bijaksana di mata para pengikutku, meskipun kenyataannya aku masih harus banyak belajar.
Tapi, kadang-kadang, aku merasa seperti aku hanya mengarang dan bermain-main dengan dunia ini.
Aku tidak memiliki pengetahuan yang sebenarnya tentang banyak hal di dunia ini, dan aku sering kali harus memutar otak untuk membuat keputusan yang bijaksana.
Meskipun aku memegang kendali, aku masih merasa seperti aku tidak memiliki kendali sepenuhnya atas semua yang terjadi.
__ADS_1
Dalam keheningan kamar mewahku, aku merenungkan ironi kekuasaan yang kumiliki.
Aku mungkin menjadi penguasa dalam permainan ini, tetapi itu tidak selalu membuatku merasa kuat atau bijaksana.
Itu membuatku merasa seperti aku berada dalam peran yang lebih besar dari yang sebenarnya, dan itu adalah beban yang harus kubawa setiap hari.
Dan Tidak bisa dipungkiri, rumah dungeonku semakin ramai dengan kedatangan NPC baru yang kuciptakan menggunakan poin sistem.
Rasanya seperti sebuah perkampungan yang tumbuh pesat, tidak seperti saat-saat awal ketika dungeonku terasa sepi dan sunyi.
Keberhasilan itu, bagaimanapun, bukan tanpa pengorbanan. Seribu sistem poin telah habis terpakai untuk menciptakan NPC baru, merenovasi dungeon, serta memperoleh beberapa skill baru yang sangat berguna.
Meskipun itu adalah jumlah yang besar, aku merasa puas dengan apa yang telah kucapai. Itu adalah investasi yang sangat layak.
Seribu sistem poin ini tidak datang begitu saja.
Satu permata inti diberikan oleh Lithos, yang sudah menjadi temanku, dan yang lainnya diberikan oleh Sebas.
Aku tidak menyesal sama sekali dengan pengorbanan ini.
Melihat dungeonku menjadi lebih hidup dan berkembang adalah hadiah yang tak ternilai harganya.
Dan aku tahu bahwa perjalanan ini masih jauh dari selesai.
Ah ngomong-ngomong aku sekarang masih bingung bagaimana sebas memiliki inti permata dungeon dan memberinya kepadaku.
Apakah dia mengalahkan suatu boss dungeon saat dia dulu pergi kekota manusia? Dan mendapatkannya dan memberikannya kepadaku?
aku tidak tahu dan sampai sekarang itu masih menjadi misteri.
__ADS_1