Dragon Lord System

Dragon Lord System
S2 - 64


__ADS_3

Setelah lebih dari satu jam berlalu, seluruh Golem yang berpencar di seluruh area dungeon telah kembali ke ruang takhta dan menunggu perintah dari anak tuan mereka, Karina, untuk memberikan laporan mengenai manusia yang tiba-tiba menghilang dari dungeon pencipta mereka.


Karina berdiri di bawah dekat takhta besar ayahnya, tetapi ia tidak berani mendudukinya karena itu merupakan takhta ayahnya yang agung.


Meskipun dia adalah putri yang diciptakan oleh Calliga, bahkan seluruh saudaranya pun tidak berani menduduki takhta tersebut, karena tempat itu hanya khusus untuk makhluk yang agung dan penuh dengan kebijaksanaan, seperti ayah mereka.


Tanpa sadar, Karina berjalan mondar-mandir perlahan dengan ekspresi cemas sambil memikirkan masa depannya yang tidak menentu.


Ia sangat takut ayahnya akan marah besar kepadanya karena gagal membunuh manusia yang kabur secara misterius tanpa meninggalkan jejak.


"Apakah ayah akan membuangku jika dia tahu aku gagal membunuh manusia itu?" gumam Karina dengan penuh ketakutan.


Tanpa sadar, Karina terus berjalan mondar-mandir di dekat takhta besar ayahnya yang megah, menghiraukan banyak kumpulan berbagai Golem monster yang berlutut di hadapannya. Pikirannya penuh dengan kecemasan dan rasa takut akan hukuman dari ayahnya.


Sementara itu, para Golem monster terus menunggu dengan sabar, siap memberikan laporan kepada Karina.


Namun, suasana di ruang takhta tersebut menjadi tegang dan penuh ketegangan, karena semua makhluk di sana merasakan ketakutan yang dirasakan oleh Karina, sang putri iblis yang sangat kuat namun juga penuh ketakutan akan kehancuran dan kemarahan ayahnya yang agung, Calliga.


Dengan cepat, Karina menyadari keheningan yang menyelimuti ruang takhta dan bertanya kepada para Golem dengan beragam bentuk yang berlutut di hadapannya.


"Apakah kalian menemukannya?" tanya Karina dengan ekspresi yang penuh kekhawatiran dan ketidaktenangan.


Namun, tidak ada jawaban sama sekali dari para Golem. Ruang takhta yang megah menjadi sunyi, dan tampaknya tak satu pun dari mereka berani menjawab pertanyaan sang putri.


Dengan cepat, Gameciel, sang malaikat Golem raksasa, menatap tajam ke arah anak buahnya, memberikan isyarat untuk berbicara kepada mereka.

__ADS_1


Para Golem merasa tertegun oleh tatapan tajam pemimpin mereka, dan dengan enggan, salah satu Golem akhirnya menghadap ke arah Karina.


Golem tersebut menyadari tatapan tajam dari pemimpin mereka, Gameciel, dan dengan gugup, menghadap Karina yang merupakan anak putri tuan pencipta mereka, Calliga.


Dengan hormat, Golem tersebut memberikan laporan tentang hasil pencarian mereka.


"Nona Karina, kami semua sudah berpencar menyeluruh ke seluruh area dungeon, dan sesuai perintah nona melalui transmisi [Message] tadi, kami hanya menelusuri lantai 1 sampai 9 saja, namun nihil, kami tidak menemukan manusia yang menghilang yang nona perintahkan kepada kami semua."


Tadi, saat mereka semua berpencar ke seluruh dungeon ayahnya, Karina memerintahkan mereka untuk menelusuri lantai 1 sampai 9 saja.


Alasannya adalah karena ruangan lantai 10 adalah tempat ayahnya berada, dan Karina takut ayahnya curiga jika terlalu banyak aktivitas Golem dilantai 10 ke atas.


Oleh karena itu, Karina menyuruh para Golem untuk mencari manusia yang menghilang di lantai 1 sampai 9 saja.


Kekhawatiran Karina makin memuncak setelah mendengar perkataan Golem tersebut. Tampaknya manusia yang ia cari benar-benar menghilang dari dungeon ayahnya.


Karina merasa skeptis dan bertanya lagi kepada Golem tersebut, "Apakah kau yakin kau sudah mengecek seluruh ruangan dan lantai dungeon, bahkan di tempat yang tersembunyi atau tertutup?" Ucap Karina dengan skeptis, detak jantungnya semakin cepat.


Dengan hormat, Golem tersebut menjawab, "Ya, nona, kami sangat yakin. Kami sudah menyebar ke seluruh lantai 1 sampai 9 dungeon dan area dungeon, namun nihil, tidak menemukan manusia yang nona cari. Maafkan kami, nona!" Balas Golem tersebut sembari menunduk meminta maaf kepada Karina.


Seketika itu, seluruh Golem menundukkan kepala mereka untuk meminta maaf kepada Karina.


Meskipun Karina tampaknya menghiraukan permintaan maaf mereka, sebenarnya dia tahu bahwa bukan kesalahan para Golem, melainkan kesalahan dirinya sendiri.


Seharusnya dia tidak bermain-main dengan para penyusup, melainkan seharusnya menghabisi mereka dengan cepat.

__ADS_1


Dalam hati, Karina merasa kesal dan marah pada dirinya sendiri karena terlalu percaya diri. "Kemana dia pergi? Bagaimana dia bisa menghilang begitu saja?" gumam Karina dalam kekecewaan. Dia merasa kecerobohannya telah menyebabkan kegagalan mencari manusia yang menghilang itu.


Dengan ketakutan yang melanda setelah mengetahui fakta mengenai menghilangnya manusia di dalam dungeon ayahnya, Karina bergumam, "Bagaimana jika manusia itu masih hidup dan berkeliaran di luar, lalu memberitahu banyak orang tentang dungeon ayah ini?! Ah, sial! Pasti ayah akan marah padaku!"


Sambil mencari cara untuk menghilangkan kekhawatirannya, Karina tiba-tiba memiliki ide jahat. Ia berbisik pelan dengan lirih, "Sepertinya aku memiliki ide."


Dengan cepat, Karina memanggil para golem yang berkumpul di ruang takhta ayahnya.


"Baiklah, kalau begitu, aku memaafkan kalian semua. Namun, kalian harus berjanji dan bersumpah demi ayahku untuk tidak memberi tahu siapapun tentang kejadian ini, terutama para penghuni dungeon dan bahkan saudara-saudaraku, terutama Sebas. Kalian mengerti?!" perintah Karina dengan nada tegas kepada seluruh golem.


Meskipun banyak golem dan Gameciel tidak senang dengan tindakan Karina yang berniat ingin membohongi tuan pencipta mereka, mereka mau tidak mau harus menuruti perintah dari anak tuan pencipta mereka.


Lalu perlahan, mereka semua, beserta Gameciel, menjawab Karina dengan kompak, "Baik, nona!"


Dengan rencananya yang jahat, Karina merasa lega setidaknya untuk sementara waktu. Ia tahu bahwa ayahnya tidak akan menyukai apa yang terjadi, dan inilah satu-satunya cara untuk menghindari amarahnya.


Namun, ketakutan dan rasa bersalah masih membayangi hatinya. Ia bertekad untuk menemukan manusia yang menghilang tersebut dengan cara apapun, bahkan jika itu berarti berhadapan dengan ayahnya.


Sebab, bagi Karina, manusia itu tidak boleh dibiarkan berkeliaran bebas di luar dungeon ayahnya dan membocorkan rahasia tersebut kepada siapapun.


Sebelum karina ingin menjawab dan memerintah mereka semua untuk kembali ketempat semula.


Perlahan, pintu gerbang raksasa terbuka dengan suara yang menggema di ruang takhta. Seluruh golem hanya terdiam dan tetap berlutut di tempat mereka.


Karina yang seketika panik, mengira bahwa ayahnya telah datang untuk mengunjunginya.

__ADS_1


__ADS_2