
Dengan kekuatannya yang sekarang, ia memiliki kesempatan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi mereka.
Kedua penjaga serangga humanoid itu tampaknya khawatir saat melihat ekspresi serius tuan mereka yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu dengan tatapan serius kepada mereka berdua.
Rasa cemas terasa semakin menggelayuti mereka, dan satu di antara penjaga tersebut dengan gemetar bertanya kepada tuan mereka dengan sopan.
"Tu-tuanku, ap-apakah kami membuat kesalahan dihadapan tu-tuan?" ucap salah satu penjaga dengan gugup kepada Calliga yang berdiri di hadapan mereka.
Calliga, yang merasa bahwa kedua penjaga ini terlalu setia dalam menjalankan tugas mereka, akhirnya menjawab dengan lembut, "Ah, tidak, hmm... Sepertinya aku harus... 'menggantikan' kalian berdua."
Ketika kedua penjaga insektoid mendengar ucapan tuan mereka, mereka terpaku dalam ketakutan.
Waktu seakan berhenti, dan kedua penjaga belalang insektoid saling memandang dengan wajah yang penuh kecemasan.
Mereka berdua takut bahwa tugas mereka yang luar biasa setia selama 24 jam tanpa henti telah memicu kemarahan tuan mereka.
Kedua belalang itu saling berbisik dengan suara krik-krik yang khas serangga, menciptakan suasana yang semakin tegang.
Namun, Calliga tidak bisa dengan pasti mengenali ekspresi kedua penjaga serangga yang berada di hadapannya.
Wajah mereka yang terdiri dari chitin dan eksoskeleton membuatnya sulit untuk membaca ekspresi serangga.
Di sisi lain, kedua penjaga insektoid ini mengira bahwa mereka telah membuat kesalahan fatal yang akan berujung pada penggantian mereka oleh tuan mereka.
Dalam ketakutan yang mendalam, tanpa ragu mereka menjatuhkan diri ke lantai dan langsung bersujud di hadapan Calliga.
Dengan suara gemetar yang nyaris tak terdengar karena ketakutan, keduanya memohon ampunan.
Suara-suara serangga mereka bergemuruh, menciptakan ketegangan yang luar biasa dalam ruangan itu.
Calliga, yang sekarang merasa tidak enak hati, melihat kedua bawahannya bersujud padanya dengan kecemasan yang berlebihan.
"Eh?! Tidak, tidak ada yang perlu dimaafkan atau diampuni!" gumam Calliga dalam hati, bingung melihat reaksi berlebihan kedua penjaga serangga itu.
Dia kemudian berbicara dengan suara lembut, berusaha menghilangkan kecemasan dari pikiran mereka, "Tidak ada yang salah dengan kalian berdua. Aku hanya ingin menciptakan jadwal kerja yang lebih seimbang bagi kalian. Tidak ada yang perlu khawatir, aku menghargai pekerjaan kalian."
Calliga tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang berdirilah. Kalian telah melakukan pekerjaan dengan baik, dan aku menghargai pengorbanan kalian."
Kedua penjaga insektoid itu dengan penuh rasa hormat berdiri kembali.
Ekspresi kedua penjaga itu berubah dari ketakutan menjadi lega, dan mereka mengangkat kepala mereka dengan perlahan.
Mereka merasa lega bahwa tuan mereka tidak akan 'menggantikan' mereka, dan mereka akan tetap dapat melayani tuan mereka dengan setia.
Sebuah rasa lega juga melanda hati Calliga saat situasi kembali tenang.
Ia merasa lega bahwa dia telah berhasil menjaga perasaan kedua bawahannya dan memastikan bahwa mereka tidak merasa terancam olehnya.
Calliga kembali bertanya kepada kedua penjaga insektoid dengan ekspresi khawatir yang tulus, "Apakah kalian tidak merasa lelah setelah menjaga kamarku ini dan berdiri selama sehari penuh?"
Kedua penjaga insektoid tersebut merasa tersentuh oleh kekhawatiran tuan mereka.
Mereka memandang Calliga dengan penuh rasa terharu, ekspresi mereka menggambarkan pengabdian yang tulus kepada tuan mereka.
Salah satu dari penjaga tersebut menghela nafas dengan semangat yang masih membara, "Tentu saja tidak, Tuan! Kami ada di sini untuk melayani Tuan dengan sepenuh hati!" ucapnya dengan postur tegak yang mencerminkan dedikasinya.
Namun, suara krik-krik serangga yang mereka hasilkan cukup mengganggu dan menunjukkan bahwa mereka sebenarnya telah mencapai batas kelelahan mereka.
Dalam hati, Calliga berpikir bahwa dia harus segera memberikan mereka istirahat yang layak.
Tidak mungkin dia ingin bawahannya yang setia ini mengalami kelelahan berlebihan.
Calliga dengan serius memberikan perintah kepada kedua penjaga insektoid yang setia, "Kalian berdua bisa beristirahat sekarang. Kalau begitu, panggillah dua golem yang berada di ruang takhtaku untuk menggantikan kalian untuk sementara waktu."
Dengan perubahan bentuk tubuhnya yang spektakuler, Calliga berubah menjadi bentuk dragonoid, memancarkan cahaya yang menyilaukan kedua mata serangga insektoid di hadapannya.
Dengan tangan yang dilipatkan, ia melanjutkan perintahnya, "Hmm... Aku memberikan kalian libur untuk sementara waktu, jadi kalian bebas melakukan apa saja selama seminggu ini."
Kedua penjaga belalang insektoid sebenarnya enggan meninggalkan tugas yang mereka anggap berharga, yaitu menjaga pintu kamar tuan mereka.
Namun, ketakutan akan kemarahan tuan mereka memaksa mereka untuk patuh.
Dengan hormat, mereka menjawab, "Sesuai perintah Anda, Supreme One!"
__ADS_1
Dalam hati mereka, kedua penjaga itu tetap merasa cemas dan berharap bahwa golem pengganti mereka akan menjaga pintu kamar tuan mereka dengan baik.
Meskipun mereka akan beristirahat, tanggung jawab mereka sebagai penjaga tetap berada di benak mereka.
Calliga dengan cepat memerintahkan kedua penjaga untuk memanggil golem yang berada di ruang takhtanya guna menggantikan tugas mereka sebagai penjaga pintu kamar tuannya.
Dengan sigap, kedua penjaga itu melaksanakan perintahnya dan bergerak menuju ruang takhta, yang berada di lantai 15 yang luas.
Sementara itu, Calliga melangkah perlahan menuju pintu kamar pribadinya yang terbuka lebar.
Dengan gerakan tegas, ia menutup pintu tersebut dan menguncinya dari dalam.
Pintu yang berat itu dengan mulus terpasang di tempatnya, memberikan perasaan aman dan privasi yang sempurna.
Setelah pintu tertutup, Calliga berjalan masuk ke dalam kamar yang mencerminkan kemewahan dan kekuasaannya sebagai penguasa dungeon ini.
Kamar tersebut terhias dengan barang-barang mewah, seperti permadani mahal, lukisan-lukisan indah, dan perabotan yang dibuat khusus untuknya.
Di tengah ruangan, sebuah tempat tidur yang sangat besar dan nyaman mengundangnya.
Di tengah kamar yang mewah itu, terdapat sebuah ranjang besar yang terhias indah dengan selimut sutera yang lembut.
Mahkota-mahkota kristal yang memancarkan cahaya spektakuler menghiasi ranjang itu, menambah nuansa kemewahan yang tak tertandingi.
Dinding-dinding kamar pribadi Calliga dipenuhi dengan karya seni yang memukau.
Ukiran-ukiran indah meliuk-liuk menghiasi permukaan dinding, menciptakan atmosfer yang sarat akan seni dan keindahan.
Tidak bisa menahan kelelahannya setelah hari yang panjang, Calliga dengan cepat melompat ke ranjang raksasanya yang nyaman.
Ranjang itu nyaris menelan dirinya saat ia jatuh dengan tubuh yang melelahkan.
Sebuah helaan nafas panjang keluar dari bibirnya, mencerminkan lega dan kelelahan yang ia rasakan.
"HUAAAA... LELAH SEKALI!" serunya dengan lantang, seolah-olah seluruh dunia harus tahu betapa lelahnya ia setelah berakting sebagai penguasa dungeon yang kuat.
Namun, kali ini, tidak ada yang mendengar teriakannya.
__ADS_1
Ia bisa merasa dirinya benar-benar sendiri di dalam kamar mewahnya yang sekarang sunyi tanpa gangguan siapapun.