Dragon Lord System

Dragon Lord System
S3 - 82


__ADS_3

Dengan penuh antisipasi, aku perlahan-lahan mendorong gerbang raksasa di depanku.


Tidak terelakkan, sinar cahaya yang begitu terang memancar keluar dari celah-celah gerbang, hampir saja membuat mataku terasa terbakar.


Jadi inikah rahasianya? Ruangan misterius di balik gerbang ini.


Tetapi, seperti sebuah drama klise, cahaya tersebut perlahan meredup, memberiku kesempatan untuk mengamati lebih lanjut.


Aku masuk ke dalam ruangan, langkahku berat dengan rasa takut dan rasa ingin tahu yang menyala-nyala. Dan di hadapanku terbentang pemandangan yang tak terduga.


Sebuah ruangan yang sangat besar, begitu luas hingga hampir sulit untuk dipercayai. Tapi yang paling mencolok adalah batu-batu permata yang tersebar di seluruh lantai ruangan ini.


Mereka berkilauan dalam berbagai warna dan ukuran, seperti hamparan harta karun yang tak berujung.


Aku hampir tidak percaya pada apa yang kulihat, seakan-akan berada di dalam dongeng atau Game fantasi.


Sambil merasa sedikit skeptis, aku meraih salah satu batu permata yang berada di dekat kakiku.


Dan pada saat itu, suara retakan halus terdengar


Tidak... batu permata itu sebenarnya... sebuah kristal?


Dengan perasaan kebingungan, aku mencoba untuk mencopot salah satu "kristal" tersebut.


Krak...


Krak...


Aku merasa agak bodoh dalam situasi ini. Ternyata apa yang kulihat sebagai "batu permata" hanyalah kristal biasa.


Tidak heran energi sihir yang biasanya terasa kuat dalam batu permata tidak ada dalam genggaman ini.


Aku melihat kristal itu dengan wajah bosan, seperti anak kecil yang baru saja diberitahu bahwa permen favoritnya habis.


Tapi, jika ada satu hal yang aku kuasai dengan baik, itu adalah batu permata dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya.


Aku seolah menjadi seorang pakar dalam dunia batu permata. Setiap hari aku memakan dan mempelajari batu-batu permata untuk menggali potensi sihirnya.


Jadi, bisa dibilang, aku adalah ahli dalam "bidang" ini.


Dengan perlahan, aku meletakkan kristal itu kembali ke tempatnya dan melanjutkan eksplorasi ruangan yang luas ini.


Siapa tahu, mungkin masih banyak misteri yang menunggu untuk dipecahkan di tempat ini.


Aku melangkah pelan melalui ruangan yang penuh dengan kristal-kristal berwarna.


Ada batu kristal hitam yang tampak seperti bintang-bintang terjatuh dari langit malam, batu kristal merah yang memancarkan aura membara seperti bara api, dan batu kristal putih yang bersinar terang bak salju di bawah sinar matahari.


Tak terhitung variasi warna dan bentuk kristal yang menghiasi ruangan ini, dan yang paling menarik, beberapa kristal bahkan menyala sendiri seperti lampu neon.


Tampaknya aku telah masuk ke dalam dunia penuh dengan kristal yang mengkilap.


Aku berjalan melalui lantai yang dipenuhi oleh kristal-kristal tajam. Meskipun tampak berbahaya, aku sama sekali tidak merasakan sakit ketika kaki nagaku menyentuh kristal-kristal tersebut.


Rasanya seolah aku sedang menginjak permukaan yang halus dan lembut.


Aku tidak bisa menahan senyuman geli saat menyadari bahwa keputusanku untuk fokus pada meningkatkan statistik pertahanan telah membuktikan manfaatnya.


Entah apa yang menanti di ruangan ini, aku siap menghadapinya.


Aku merasa lebih percaya diri dengan kekuatan yang kumiliki sekarang.


Saat itulah aku mulai menyadari perbedaan di antara aku dan vael. Aku melirik ke belakang dengan cepat, dan betul saja, Vael sedang berjalan dengan anggun di atas kristal-kristal tajam tersebut.


Bahkan, sepertinya ia tidak merasa terganggu sama sekali. Aku tidak bisa menahan senyum kecil, mungkin aku terlalu khawatirkan dia.


"Apakah itu intuisi seorang orang tua?" gumamku dalam hati.


Vael tampaknya sadar akan tatapanku, dan aku bisa melihat bagaimana ia langsung menundukkan kepalanya.


Aku terus melangkah mendekati kristal raksasa tersebut, dan semakin dekat aku merasa kagum akan ukurannya yang melebihi tubuhku yang besar.


Aku merenung sejenak, apakah ada kemungkinan bahwa kristal ini adalah sesuatu yang lebih dari sekadar kristal biasa?


Aku perlahan sampai di dekat gundukan kristal yang besar itu, dan dengan penuh rasa ingin tahu, aku meraihnya dengan hati-hati.


Rasanya aneh, aku bisa merasakan getaran lembut di telapak tanganku saat aku menyentuhnya.


Energi sihir yang kukenali.


"Hmm... ini aneh," gumamku pelan pada diriku sendiri, tapi dengan senyum penasaran di wajahku.

__ADS_1


"Sejak kapan batu kristal bisa memiliki energi sihir?"


Aku sejenak merenung, seolah meragukan pengetahuanku selama ini.


Tapi tentu saja, sebagai naga pemalas yang gemar memakan bebatuan aku juga senantiasa belajar, aku tahu bahwa penemuan baru selalu mungkin.


Dengan hati-hati, aku memutuskan untuk menguji teoriku.


Dengan cepat, aku memotekan kristal yang berdiri seperti menara di depanku.


Krak...


Suara renyah mengisi ruangan saat potongan kristal terputus dari gundukan besar itu. Aku memandangi kembali potongan kristal di tanganku.


"Kretek..." suara itu menggema dalam ruangan, mungkin juga mencerminkan ketidakpercayaanku pada penemuan ini.


Tubuhku yang besar merendah saat aku lebih dekat mengamati kristal itu.


Aroma yang tak biasa menguar, dan seolah-olah memanggilku. Aku mencoba mencium aroma itu lebih dekat, seakan-akan mencoba mencari tahu apa yang membuatnya begitu menarik.


Dan pada saat itu, sesuatu yang luar biasa terjadi. Aroma itu tidak hanya menggoda indera penciumanku, tetapi juga lidahku.


Rasa lapar yang tiba-tiba muncul di perutku seolah-olah memberi isyarat bahwa kristal ini mungkin memiliki sifat yang lebih dari sekadar kristal biasa.


rasa laparku begitu kuat dan tidak bisa diabaikan. Tanpa berpikir lebih jauh, aku mengambil keputusan untuk .


Dengan gigih, aku menggigit potongan kristal itu.


Suara krunchh terdengar saat gigiku menerobos kristal yang padat.


Tidak ada perlawanan, hanya sensasi aneh yang membuat gigiku terus merobek kristal tersebut.


Nyom... suara yang bahkan lebih aneh terdengar saat aku menelan kristal itu.


Dan pada saat itu juga, aku merasakan suatu yang luar biasa.


Sungguh, rasanya sangat lezat!


Aku merasa seperti menemukan harta karun tersembunyi.


Tapi tentu saja, selain kenikmatan, muncul pula tanya besar:


aku masih terheran-heran sambil mengunyah dan memakan kristal dimulutku dan saat itu juga terjadi kilauan kristal yang terang dan semakin terang, tiba-tiba suasana dalam ruangan berubah sepenuhnya.


Seperti sihir yang tiba-tiba merasuki setiap kristal, seluruh tempat ini berubah menjadi pemandangan yang luar biasa.


Cahaya warna-warni yang memancar dari kristal-kristal itu menciptakan tampilan yang memukau, seperti festival cahaya yang menghipnotis mata.


Namun, keindahan itu segera terganggu oleh getaran yang muncul dari bawah.


Gempa kecil mengguncang seluruh ruangan, membuat dinding-dinding kristal bergemuruh. Tetapi yang paling mengejutkan adalah perubahan yang terjadi pada gundukan kristal raksasa di depanku.


Dengan suara kretek yang tajam, gundukan itu mulai bergerak.


Kretek... kretek... suara seperti kristal yang terkikis oleh pergerakan mengisi ruangan.


Dan di tengah getaran itu, gundukan kristal yang awalnya tampak seperti hiasan besar tiba-tiba mulai membesar.


Perlahan tapi pasti, sebagai bagian dari gempa-gempa kecil yang terjadi, gundukan itu mengungkap sesuatu yang luar biasa.


Dengan mata terbelalak, aku menyaksikan bagian dari gundukan kristal yang semula tersembunyi mulai terbuka, seperti bunga mekar dari kuncupnya.


Dan saat itu juga, di tengah kecerahan cahaya warna-warni, muncullah sosok.


Itu adalah...


Monster kristal yang besar, sebuah makhluk golem kristal yang memancarkan suara mengaum dengan kencang, menggetarkan seluruh ruangan.


ROAAARRR...


Tampaknya keberadaan monster ini tidak memicu rasa takut yang biasanya muncul dalam situasi seperti ini.


Entah mengapa, seakan ada ketenangan aneh yang meliputi diriku.


Namun, meskipun tidak merasakan ketakutan, rasa waspada tetap ada dalam diriku saat aku memandang makhluk kristal ini yang semakin mendekat dengan langkah beratnya.


...[BOSS DUNGEON] LV.???...


...[Lithos the Crystal Colossus]...


...Deskripsi: Golem kristal yang tak terkalahkan, menghancurkan musuh-musuhnya dengan serangan kristal yang tajam....

__ADS_1


Lithos the Crystal Colossus, begitu nama monster ini terpancar di atas tubuhnya, seperti proyeksi hologram yang menciptakan aura misteri di sekitarnya.


Tampaknya, dia adalah bos dari dungeon ini, dan levelnya adalah misteri besar.


Tapi satu hal pasti, ia memiliki kemampuan serangan yang mematikan dengan menggunakan kristal-kristal tajam yang tersembunyi di tubuhnya.


Melihatnya lebih dekat, aku dapat melihat dengan jelas bagaimana rupa Lithos.


Tubuhnya menyerupai serigala besar yang dihiasi dengan armor berwarna abu-abu dan corak kemerahan di kaki dan pergelangan kakinya.


Tapi yang paling mencolok adalah kristal panjang yang menonjol di belakang tubuhnya, seperti sebuah senjata alami.


Ini benar-benar membuatku semakin penasaran tentang makhluk ini.


Tidak heran aku merasa seperti sedang bermain permainan RPG yang penuh teka-teki.


Sosok Lithos yang megah itu semakin terasa mendominasi ruangan, dan pandanganku langsung bertemu dengan tatapan tajamnya.


Seakan ada pertarungan batin yang terjadi antara kami, entah apa yang terlintas di dalam pikiran golem kristal ini.


Meski perbedaan ukuran kami sangat mencolok—15 meter tingginya dibandingkan dengan 5 meterku—tetapi anehnya, perasaan takut sepertinya tergantikan oleh kepercayaan diri aneh yang tumbuh dalam diriku.


Apakah ini pengaruh dari skill baruku? ataukah efek dari naik levelku?


Aku masih merenung..


Dan saat itu juga...


"KADAL SIALAN! BERANI-BERANI NYA KAU MEMAKAN BAGIAN TUBUHKU!" Suara itu melengking dan memenuhi seluruh ruangan, seakan-akan mencoba mematahkan kristal-kristal di sekelilingnya.


Ternyata, Lithos, si Golem Kristal, memiliki kemampuan bicara yang cukup mengejutkan.


Aku menyaksikan dengan kening terangkat saat suara itu datang dari arah Lithos.


Dia benar-benar mengeluarkan ekspresi marah dan terlihat benar-benar berkomunikasi dengan ancaman yang teramat nyata, atau setidaknya nyata dalam pandangannya.


Monster kristal serigala itu mendekatkan kepala raksasanya padaku, suaranya memecah keheningan ruangan.


Aku sedikit terkesima oleh tinggi badannya yang mengesankan dan rona warna kristal yang menyala-nyala di tubuhnya.


Tapi, entah kenapa, reaksi pertamaku justru tertawa kecil.


Suaranya yang begitu marah dan penuh ancaman, seperti teriakan dari anak kecil yang kehilangan mainan favoritnya.


Aku mencoba meredakan tawaku, tetapi ekspresi serius segera menggantikannya.


"AKAN KUHABISI KAU TANPA AMPUN KADAL SIALAN!" Teriakan itu menggelegar lagi, menggema di dinding-dinding kristal.


Aku merenung sejenak, mengamati sosok Lithos dengan perhatian.


Seketika itu juga, tubuh Monster kristal raksasa bernama Lithos bergerak dengan cepat, cakar dan tangannya yang besar meluncur menuju arahku seperti kilat.


BAM!!!


Dentuman itu menggetarkan seluruh ruangan, seakan-akan dunia bergetar karena dampak serangannya.


Jelas terasa bahwa Lithos memiliki kekuatan yang luar biasa.


Debu pun beterbangan di seluruh ruangan, menyelimuti visibilitas dan menciptakan atmosfer yang semakin dramatis.


.........


"AYAH!" Teriakan Vael memenuhi ruangan dengan keprihatinan yang mendalam, suaranya terdengar seolah-olah ia berteriak penuh khawatir.


Meskipun terasa hati Vael teriris karena dia sempat dibentak dan diteriaki oleh ayahnya sebelumnya, dia tetap berdiri dengan teguh, memancarkan aura pengabdian untuk melindunginya.


Matanya merah membara, menyala seperti bara kemarahan yang tak terbendung.


"ANJING RENDAHAN! BERANI-BERANINYA KAU MENYERANG AYAHKU!" Bentakan Vael membawa kemarahan yang menggelegar, dan tatapannya berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih mengerikan – hampir seperti sosok iblis yang penuh dengan dendam dan amarah.


Tidak ada kata-kata lagi, Vael dengan cepat mengeluarkan senjata utama nya dari inventorynya.


Dan ia menarik busur hitam keemasannya, senjata utamanya yang berkilauan dengan aura putih-hitam keemasan.


Ia menggenggamnya dengan erat, persiapan untuk melepaskan serangan dahsyat kepada Golem kristal raksasa yang berani menantang ayahnya.


"[DIVINE SHOT]!" Teriakan penuh emosi meluncur dari bibir Vael, disertai dengan gerakan yang cepat dan tepat.


Sebuah panah muncul dari busurnya, bersinar terang dengan aura suci, membawa kekuatan yang luar biasa.


Panah itu bergegas menuju Lithos, membawa harapan untuk mengakhiri ancaman yang ada di depannya.

__ADS_1


__ADS_2