Dragon Lord System

Dragon Lord System
S2 - Dungeon


__ADS_3

Beberapa jam telah berlalu sejak mereka memasuki Hutan Elysian, namun belum ada tanda-tanda dari sekumpulan monster kumbang yang mereka dengar dalam rumor. Salah satu anggota Phantom Nemesis merasa bingung, "Hmm, sudah beberapa jam kami di sini, tapi tidak terlihat sekumpulan monster kumbang sama sekali."


Kawan lainnya juga mengangguk setuju, " Hmm, Itu benar sekali, kami hanya diserang oleh beberapa monster buas saja. Apakah penampakan banyak kumbang monster itu hanya rumor saja?"


Viona ikut berbicara, "Kami sudah berjalan sejauh ini, dan ini melelahkan, tahu? Apakah kau yakin ada sekelompok banyak kumbang seperti banyak rumor katakan? Aku hanya melihat Naga Blue Enclave saja."


Rio juga berpikir serupa dengan mereka. Memang agak aneh, berdasarkan rumor yang beredar, monster kumbang seharusnya cukup banyak di hutan ini. Namun, selama perjalanan mereka, belum ada tanda-tanda keberadaan mereka.


"Ngomong-omong, ini kali pertamanya kita semua melihat Naga Blue Enclave Stormrider," ujar Rio sambil melihat kelangit. Sebenarnya, mereka takut saat melihat naga tersebut, tetapi berusaha menunjukkan keberanian.


Seperti yang mereka dengar dari cerita-cerita, Naga Blue Enclave ternyata jinak dan hanya terbang melewati mereka tanpa menunjukkan tanda-tanda agresi. Mungkin itulah sebabnya mereka tidak menemukan banyak monster kumbang di sekitar sini.


"Tapi menurut intel dan banyak saksi yang melihat sekumpulan kumbang dari kecil hingga besar di hutan ini, bahkan ada beberapa kumbang kecil yang terlihat di benteng pengawasan tadi, kurasa ini bukan rumor," ucap Rio dengan mantap, ingin memastikan bahwa kawan-kawannya mengerti pentingnya informasi tersebut. Kemudian, ia melanjutkan, "...Oke, bagaimana kalau begini. Mari kita jelajahi lebih jauh dan jika kita masih tidak menemukannya, maka kita kembali. Setuju?"


Semua orang dengan tegas mengangguk sebagai tanda persetujuan.


Mereka menyadari bahwa jika benar ada bahaya yang menanti, mereka harus menemukan kumpulan kumbang tersebut untuk menghadapinya dengan lebih baik.


Namun, jika tetap tidak menemukan apapun, itu berarti mungkin ada sesuatu yang salah dengan informasi yang mereka terima.


Dan salah satu dari mereka pun, menunjuk ke arah pepohonan. "Hei, lihat! Sepertinya aku melihat sesuatu!" ujar Tigris, salah satu anggota party mereka yang memiliki CLASS Tank. Semua mata segera beralih ke arah tunjukan Tigris, termasuk Rio.


Mereka melihat beberapa kumpulan serangga dengan ukuran bervariasi bergerak di antara pepohonan yang menjulang tinggi dan lebat. Beberapa kumbang terlihat terbang dengan lincah, sementara yang lain berjalan dengan santai sambil membawa sesuatu.


"Apakah mereka itu kumbang-kumbang yang sedang kita cari?" tanya Viona, ekspresi penasaran terpancar dari wajahnya.


"Kurasa, ya" balas, rio.


Tigris memandangi tumpukan kulit yang dibawa oleh kumbang-kumbang itu dengan keheranan. "Apa yang mereka bawa?" tanyanya.


"Itu mangsa mereka, bukan? Tunggu, itu aneh. Apakah ada monster di sini yang lemah sehingga kumbang besar itu bisa membawanya?" tambah Alex, sebagai pemimpin party mereka, mencoba mencari penjelasan.


Lara, sang wanita Elf dengan class Ranger, berbicara dengan yakin, "Tidak terlihat seperti mangsa, bukan? Sepertinya itu semacam...... kulit." Berkat memiliki class sebagai Ranger dan Elf, penglihatannya jauh lebih baik daripada yang lain, dan dia bisa dengan jelas melihat apa yang dibawa oleh kumbang-kumbang itu.


"Banyak sekali. Mereka jauh lebih besar dari biasanya, dan aku belum pernah melihat jenis kulit seperti itu sebelumnya. Mungkin dari naga Blue Enclave kah?" ujar Viona dengan wajah bingung.


Namun, Rio dengan cepat menolaknya, "Sepertinya itu tidak mungkin. Naga Blue Enclave adalah jenis naga yang tinggal di langit, dan menurut catatan pengetahuan perpustakaan kerajaan, naga itu mengalami pergantian kulit yang unik. Mereka harus memakan seluruh kulit molting-nya untuk bisa mengalami pergantian kulit atau sisik naga yang sempurna."


Semua anggota party mendengarkan dengan serius penjelasan Rio. Mereka menyadari bahwa apa yang mereka lihat tidak sesederhana itu.


Viona mengangguk mengerti, sementara Tigris hanya menggaruk kepalanya dengan wajah penuh tanda tanya.


"Sekarang pertanyaannya, dari monster apa kulit ini berasal?" ucap Alex dengan serius, merenungkan kemungkinan yang ada.


"Lalu, kulit apa itu? Lihatlah, kulit itu terlihat mengerikan, dan jenis kulit dari ras apa itu? Apakah itu kulit monster spesies baru? Dan itu pun tidak terlihat seperti kulit naga Blue Enclave yang ada di langit itu," ujar Alex, mengarahkan pandangan mereka ke arah naga Blue Enclave yang terlihat di langit.


Rio hanya mengangguk sebagai tanggapan, tak tahu pasti mengenai asal-usul kulit tersebut.

__ADS_1


"Apakah itu kulit naga? Namun, banyak naga telah punah ribuan tahun yang lalu, dan hanya tersisa sedikit saja naga di dunia ini. Apakah ada semacam spesies naga purba di sini?" gumam Rio, memandangi naga Blue Enclave dengan rasa skeptis dan kebingungan.


"Tapi, tampak dari ukuran dan ketebalan kulitnya... Ini sepertinya sisik naga," ujar Rio kepada seluruh kawannya.


Mendengar penjelasan Rio, yang lain tampaknya percaya. Namun, seolah-olah untuk menyangkal logikanya, kumbang besar itu membawa semacam kulit naga yang sangat mencolok.


"Ini sungguh aneh. Apakah ada kemungkinan bahwa ada spesies naga yang selama ini tidak diketahui di hutan ini?" tanya Lara dengan rasa ingin tahu.


"Kita harus berhati-hati dan tetap waspada. Jangan anggap enteng apa pun yang kita temui di sini. Hutan Elysian memang penuh misteri dan bahaya," ucap Alex dengan serius.


"hmm"


"Mari kita kejar mereka, secara diam-diam!" ujar Alex dengan cepat kepada seluruh anggota party-nya.


Dengan sigap, mereka semua menuruti perkataan pemimpin mereka, Alex, dan dengan hati-hati mengikuti makhluk itu tanpa terdeteksi.


Beberapa menit kemudian, mereka melihat sekumpulan kumbang besar itu memasuki sebuah lubang besar di bawah pepohonan.


Setelah mengintai dari persembunyian mereka, keenam anggota party keluar dari pepohonan dan berdiri di depan sebuah lubang besar dengan diameter sekitar 5 meter.


"Apakah lubang besar ini merupakan sarang mereka?" tanya Alex dengan serius.


"Sepertinya ya," balas Rio dengan penuh pertimbangan.


Mereka berenam pun saling memandang satu sama lain, terlibat dalam diskusi tentang langkah selanjutnya.


Tigris terlihat ragu-ragu dan bertanya, "Apakah kau yakin?"


"Hahahaha, dasar pria penakut! Apakah kalian takut memasuki sarang kumbang dengan tingkat ancaman rendah itu? Memalukan!" ejek Viona dengan nada bercanda.


"Hey! tidak seperti itu dada kecil!" balas Tigris sambil tersenyum.


Namun, cepat tanggap seperti biasa, Viona menendang kepala Tigris. Akibatnya, mereka berdua terlibat dalam percekcokan.


Sementara itu, Lara, Alex, dan anggota lainnya melihat ke arah Rio, menunggu keputusan rio.


"Apa yang harus kita lakukan, Rio? Kami akan mengikuti instruksimu," ujar Alex kepada rio.


Rio merasa ragu saat melihat sarang kumbang tersebut. Dia tidak tahu betapa bahayanya monster di dalamnya dan bagaimana perintah Raja Theovilus bisa menjadi beban besar baginya. Namun, dia memutuskan untuk berbicara dengan mantan anggota party-nya.


"Kawan-kawan lamaku, sejujurnya, aku tidak yakin ingin memasuki sarang itu, dan jika kalian ingin pulang sekarang, aku akan menghadapi risiko ini sendirian. Aku tidak ingin membahayakan kalian," ucap Rio dengan nada khawatir.


Semua anggota party, Phantom Nemesis, melirik dan mendengarkan dengan serius apa yang dikatakan Rio. Suasana hening dan tegang, dan bahkan percekcokan antara Viona dan Tigris pun mereda.


Tiba-tiba, Viona mendekati Rio dan membentaknya, "Hey Rio! Apakah kau gila menyuruh kami pulang setelah berjalan begitu lama kesini? Dan apakah kau takut dengan serangga lemah itu? HEY RIO! JANGAN BODOH! Apakah kau sadar kami semua adalah peringkat petualang master? Apa yang harus kau takuti dari kumbang yang lemah itu? Dan terakhir, kami menerima misi berbahaya ini karena kau! Karena berpetualang denganmu sudah cukup bagi kami, jadi jangan khawatir tentang kami, bodoh!" ucap Viona dengan nada emosi dan menghangatkan.


Rio tersenyum terharu, merasa bersyukur memiliki teman-teman seperti mereka. Dia tahu bahwa dalam keadaan apapun, mereka akan selalu ada untuknya.

__ADS_1


Zay dengan penuh semangat mencoba meyakinkan Rio, "Lagi pula, Rio, siapa tahu kita bisa menemukan drop item langka dari kumbang aneh itu dan kita bisa mengambil sisik naga itu dan menjual sisik naga dengan harga tinggi!" ucap Zay dengan antusias.


Tigris pun tak kalah semangat, "Kalau begitu, demi uang! Mari kita ambil kembali sisik besar misterius itu!" serunya.


Dengan menghela nafas panjang, Rio akhirnya membulatkan keputusannya, "Baiklah, mari kita pergi!"


Alex langsung memberi instruksi, "Yosh! Cepatlah masuk dan loncat!" Semua anggota party setuju dan segera masuk ke dalam sarang tersebut.


Namun, Viona dan Rio masih berdiri di luar. Viona menatap dan menahan, Rio. tepat sebelum ia melompat masuk ke sarang kumbang tersebut. Wajah Viona memerah, dan ia terlihat ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu.


"Ada apa, Viona?" tanya Rio bingung.


"Sebenarnya, ada sesuatu yang harus kukatakan padamu. Aku... masih... men... Cin..t.." Viona terbata-bata dan berhenti, tampaknya ragu untuk melanjutkan.


Rio menggaruk kepalanya, bingung dengan sikap Viona.


"...Ah, tidak apa-apa, Rio. Lupakan saja," Ucap Viona.


Namun, Viona tampak bersemangat dan mendapatkan keberanian. "Tidak, sebenarnya aku ingin memberitahumu... Tidak apa-apa. Aku hanya berpikir sudah lama sejak kita minum bersama, dan aku ingin mengajakmu minum setelah kita kembali dari misi ini. Hanya berdua saja." Wajah Viona semakin memerah.


"Eh? Oke, tapi kenapa tiba-tiba seperti ini?" tanya Rio dengan bingung.


"Sebenarnya, aku... ingin memberitahumu sesuatu," kata Viona ragu-ragu, lalu ia memberi alasan, "Tapi tidak apa-apa. Aku hanya merasa kita perlu merayakan keberhasilan misi di Hutan Kematian ini dengan minum bersama setelah 10 Tahun sudah tidak berjumpa."


"Hahaha, baiklah, sepertinya aku bisa menerimanya," jawab Rio dengan tawa khasnya.


Tangan Viona yang menahan Rio sedikit gemetar karena gugup. Dia merasa senang bisa mengungkapkan perasaannya, meskipun hanya dalam bentuk undangan untuk minum bersama.


Dengan cepat, seluruh anggota party yang sudah berada di dalam sarang kumbang berteriak memanggil Viona dan Rio yang belum masuk. Tigris, yang selalu gemar menggoda Viona, dengan riang berkata, "Hey kalian berdua! Cepatlah lompat dan masuk kemari!"


Viona dan Rio segera merespons dan melompat ke dalam sarang kumbang dengan gesit. Mereka berhasil mendarat dengan selamat, tanpa ada cedera sedikit pun.


Tigris dengan cepat mengejek Viona, "Hehehe, sepertinya ada pelakor di sini," mengacu pada kebersamaan Rio dan Viona yang berdua. Namun, Viona tidak tinggal diam dan langsung memandang Rio, dan untung saja, Rio, tampaknya tidak mendengarnya.


dengan nada kesal, "Diam BODOH!! Jangan bicara lagi atau kupotong burungmu yang kecil itu!!!" Viona menunjukkan ekspresi serius saat mengancam Tigris sambil menjewer kupingnya dengan kencang.


Sesaat setelah Viona menjewer kuping Tigris dengan nada kesal, seluruh anggota party tertawa terbahak-bahak. Rio yang awalnya bingung kemudian ikut bergabung dengan tawa mereka. Tawa tersebut meredakan sedikit ketegangan mereka dalam situasi yang berbahaya.


Tigris, dengan wajah sedikit merah karena malu, mencoba mempertahankan diri, "Hey, maaf, maaf, itu hanya bercanda! Aku tidak serius, Viona!"


"Baiklah, sudahlah, cukup guyonan. Kita harus fokus pada tugas kita," kata Alex dengan senyum di wajahnya. "Mari kita telusuri lebih dalam sarang kumbang ini dan cari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi."


Semua anggota party setuju dan mulai bergerak maju dalam sarang kumbang yang gelap dan penuh misteri.


Mereka melangkah maju dengan hati-hati, langkah demi langkah, seperti berjalan di atas terikat tipis yang siap putus kapan saja.


Sarang itu gelap dan mencekam, Dan mereka perlahan-lahan melangkah ke dalam mimpi buruk.

__ADS_1


Mimpi buruk dungeon yang tidak akan pernah mereka bangun dari sana lagi.


__ADS_2