Dragon Lord System

Dragon Lord System
DLS - Knock-Knock "3"


__ADS_3

Ini adalah pertama kalinya Gameciel berbicara kepada Tuan Calliga, dan hatinya berdegup kencang saat ia berlutut di hadapan sang pencipta, menyampaikan permohonannya.


Dengan nada gemetar, ia meminta izin untuk memanggil Tuan Calliga sebagai "ayah" dan menjadi anaknya, seperti keenam anak yang telah diciptakan dan disayangi oleh sang pencipta.


Permintaan ini terdengar sangat penting bagi Gameciel, karena ia ingin merasakan kedekatan dan kasih sayang yang sama seperti anak-anak ciptaan Tuan Calliga yang lain.


Saat itu, Gameciel merasa begitu rendah diri.


Ia bersujud serendah-rendahnya di hadapan Tuan Calliga, permohonannya yang penuh harap mengguncang hatinya.


Namun, ia tahu bahwa banyak makhluk di sekelilingnya, terutama Karina, putri tuannya, menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.


Karina pernah mempermalukan dan menghinanya dengan dalam-dalam diruangan ini sebelumnya. Bahkan saat ini Gameciel masih sering dibully olehnya.


Namun, saat ini, Gameciel tidak peduli. Ia menunggu dengan penuh keteguhan jawaban dari Tuan Calliga, sang pencipta.


Tatapan tajam dari Tuan Calliga yang berwujud Dragonoid, dengan matanya yang begitu dalam, seakan-akan menembus jiwa Gameciel.


Hatinya berdebar kencang, takut akan kemarahan atau penolakan dari sang pencipta.


Namun, ia tetap bersujud, tidak bisa melihat wajah Tuan Calliga, hanya bisa menunggu jawaban yang akan membentuk nasibnya.


Kala itu Tuan Calliga menyuruh mengangkat kepalanya dan menghadap kepadanya dan menjawab bahwa ia mengijinkan Gameciel untuk memanggilnya "Ayah" dengan suara lembut.


Gameciel yang bersujud dengan tulus, dengan mata permatanya yang mengalirkan air mata bahagia, menangkat kepalanya.


"Ayah..." bisiknya dengan penuh kebahagiaan. Penciptanya itu juga menyebut nama "Gameciel"


dan tiba-tiba cahaya terang menyelimuti tubuh besar Golem-nya yang dahulu berukuran sepuluh meter.


Cahaya ini membentuk sebuah kepompong raksasa yang menyinari tubuh Golem-nya.


Dalam cahaya yang menerangi kepompong tersebut, perubahan itu terjadi dengan begitu dramatis.


Gameciel tidak merasakan rasa sakit, hanya kehangatan dan kekuatan yang memasuki tubuh barunya.


Tubuh raksasa Golem yang dahulu setinggi sepuluh meter kini berubah menjadi bentuk yang jauh lebih kecil, sekitar 2,5 meter, tetapi begitu proporsional dan kuat.


Kulit logam dan besi yang biasanya melapisi tubuhnya berubah menjadi kulit yang halus, putih, dan sungguhan.

__ADS_1


Dan yang paling mencolok adalah perubahan pada sayap-sayapnya.


Tiga pasang sayap besar yang semula terbuat dari logam dan batuan besi perlahan mengecil dan berubah menjadi tiga pasang sayap malaikat yang megah.


Bulu-bulu putih halus menghiasinya, menciptakan pemandangan yang memukau.


Dalam sekejap, wajah yang dulunya kasar dengan ukiran bebatuan kini telah menjadi wajah yang sempurna, dengan ciri khas rambut pirang yang mengkilap yang panjang dan ikal.


Gameciel merasakan semua perubahan ini, merasa begitu berbeda dalam wujud yang baru.


Ketika proses transformasi evolusi akhirnya selesai, cahaya yang menyelimuti tubuhnya memudar dan ia jatuh ke lantai dengan lemah.


Tubuh barunya terasa begitu berat dan lemas setelah pengalaman yang luar biasa ini.


Gameciel, sekarang dalam wujudnya yang baru, merasa begitu ringan dan kuat.


Ia bisa merasakan energi yang mengalir dalam dirinya, memberinya kemampuan-kemampuan baru yang belum pernah ia miliki sebelumnya.


Dan semua ini adalah hadiah dari Ayahnya, Tuan Calliga, sebagai bentuk persetujuannya atas permintaan Gameciel untuk memanggilnya "Ayah."


Dengan transformasi barunya yang mengubahnya menjadi malaikat sungguhan, Gameciel merasa ikatan pengabdian kepada penciptanya, yang kini disebutnya sebagai Ayah, menjadi lebih dalam dan kuat.


Ia bukan lagi sekadar seonggok logam berbentuk Golem malaikat yang terbuat dari logam seperti hinaan karina sebelumnya, melainkan sebuah entitas yang sekarang dapat benar-benar merasakan kehadirannya.


Ayahnya pasti ingin melihat sejauh mana ia dapat menggunakan kekuatannya yang baru.


...***End Of Flashback***...


Sebas dan Gameciel duduk di meja makan yang penuh dengan hidangan lezat.


Sebas dengan elegan mengambil peralatan makan, dan ia memutuskan untuk menghilangkan perasaan marahnya terhadap Lithos untuk saat ini.


"Hmm... Mari lupakan Lithos bajingan itu. Perutku sudah lapar, kalau begitu," ucap Sebas dengan suara tenang sembari memotong daging dengan pisau yang tajam.


"Kau duduklah di tempatmu, dan mari kita menyantap hidangan ini terlebih dahulu, selagi masih panas."


Gameciel, yang sekarang dipanggilnya dengan sebutan "kak," dengan cepat mengikuti perintah Sebas.


Ia berjalan dengan anggun ke kursinya dan mulai menyantap hidangan dengan penuh sopan.

__ADS_1


Makanan itu memang lezat, dan suasana di meja makan menjadi lebih nyaman.


Meskipun masih ada ketegangan dalam hati Gameciel karena perasaannya terhadap Lithos, ia memutuskan untuk menikmati hidangan ini bersama saudaranya, Sebas.


Mereka makan dengan tenang, hingga suatu ketika, Sebas tersenyum lebar sambil menunjuk hidangan sup krim jamur yang terlihat begitu menggoda.


"Cobalah ini, ini sangat lezat!" ucapnya kepada Gameciel dengan semangat.


Gameciel menuruti perkataan saudaranya yang tampak begitu antusias.


Ia perlahan mengambil hidangan tersebut, memasukkan sendok ke dalam kuah sup krim jamur, dan dengan hati-hati membawanya ke mulutnya.


Gulp...


Ketika sup krim jamur itu masuk ke dalam mulut Gameciel, ia merasakan sensasi luar biasa. Hangatnya sup tersebut, campuran rasa jamur yang lezat, serta kekentalan krim yang sempurna menciptakan kombinasi rasa yang memikat lidahnya.


Rasanya begitu sempurna sehingga ia tidak bisa menahan senyuman.


Gameciel merasakan kegembiraan dalam setiap suapannya, dan ia mulai menikmati makanan ini dengan penuh rasa lapar.


"Benar perkataanmu, Kak! Sungguh lezat," ucap Gameciel dengan semangat, sambil dengan cepat memasukkan sendok lagi ke mulutnya.


Sebas melihatnya dan tertawa.


"Hey, pelan-pelan, kau akan tersedak! Tenanglah, masih banyak hidangan lain yang bisa kau nikmati, dan sup krim jamur ini juga tidak akan habis begitu saja."


Gameciel tersenyum cengengesan kepada Sebas.


"Hehe, maafkan aku, Kak. Ini baru pertama kalinya aku makan semenjak aku memiliki tubuh sungguhan ini."


Sebas hanya tersenyum dan melanjutkan makanannya.


Ia senang melihat Gameciel menikmati hidangan ini dan merasa bahwa pertemuan mereka telah membawa kehangatan dan kedekatan di antara mereka.


Setengah jam berlalu dan akhirnya mereka telah menyantap habis seluruh hidangan yang ada dimejanya.


"Uookhh!" Gameciel mengeluarkan sendawa besar, tanda bahwa perutnya sudah kenyang, dan ia mulai mengelus-elus perutnya yang telah dipenuhi oleh hidangan lezat tadi.


Sebas melihatnya dengan senyum dan berkata bercanda, "Kau ini!"

__ADS_1


Kemudian, keduanya tertawa bersama.


Suasana yang riang pun memenuhi ruangan sebas yang megah dan menghapuskan keheningan yang meliputinya.


__ADS_2