Dragon Lord System

Dragon Lord System
S2 - NPC


__ADS_3

"Eh? Golem-golem ciptaanku bisa berbicara? Benar-benar berbicara?" gumamku dengan keheranan yang tak terkira.


Aku tidak pernah membayangkan bahwa golem-golem ini memiliki kemampuan berbicara dan bahkan memanggilku "ayah".


Tanpa membuang waktu, terdapat golem dengan muka tertua di antara mereka memerintahkan yang lainnya untuk menghampiriku dan menyapaku dengan penuh hormat.


"Kalian berlima kemarilah dan sapalah ayah kalian!, cepat!" ucapnya


Kelima golem itu pun menuruti perintahnya dan mulai bergerak dengan langkah yang mantap.


"Terima kasih, Ayah, telah menciptakan kami. Kami bersumpah akan setia kepada Ayah selamanya," ucap mereka berlima secara bersamaan sambil berlutut di hadapanku.


"Ayah? Eeeh?" kebingungan melingkupi pikiranku.


Aku tidak pernah membayangkan bahwa mereka akan memanggilku ayah.


Namun, setelah memikirkannya dengan seksama, aku menyadari bahwa memanggilku ayah mungkin disebabkan oleh fakta bahwa aku menciptakan mereka dan menggunakan kulit naga milikku dalam proses penciptaan.


Jadi, bisa jadi keenam golem ini memiliki DNA-ku, membuatku menjadi ayah kandung mereka.


"Ayah yang agung, kami siap mengikuti perintahmu dan melindungimu dengan segala yang kami miliki. Tolong berikan kami petunjuk dan arahan," ucap golem tertua dengan penuh semangat.


Mereka berenam tetap dalam posisi berlutut di hadapanku, menunggu dengan penuh antusiasme dan ketegangan.


Sementara itu, aku merasa canggung dan agak kebingungan. Aku tidak terbiasa dengan peran sebagai seorang ayah atau pemimpin, tetapi tidak ada pilihan lain selain mengambil peran tersebut.


Dalam usahaku untuk tampil sebagai naga yang bijak dan ayah yang bijak, aku pun membungkukkan badanku sedikit seolah memberikan tanda penghormatan kepada mereka.


Kemudian, aku memulai dengan memberikan beberapa kata pengarahan yang penuh kebijaksanaan.


"Ahemm-Ahemm"


"Anak-anakku yang luar biasa, kalian adalah hasil dari penciptaanku yang hebat. Aku sangat bangga pada kalian semua dan percaya pada kemampuan yang kalian miliki. Kalian adalah anak anak unik yang kuciptakan , dan kalian memiliki potensi yang luar biasa untuk tumbuh dan berkembang," ucapku dengan suara yang tenang namun penuh pengaruh.


Saat aku berbicara, aku bisa merasakan kehadiran mereka yang tegang dan terfokus.


Mereka sepertinya siap untuk menerima arahan dan perintahku. Meskipun hatiku masih sedikit gemetar, aku mencoba untuk menguatkan diri dan memberikan keyakinan kepada mereka.


"Aku berharap kalian tidak mengecewakanku," tambahku dengan nada yang lebih kuat, memastikan pesanku sampai ke hati mereka.

__ADS_1


Saat aku mengakhiri ucapanku, ada keheningan sejenak di antara kami. Kemudian, satu per satu golem-golem itu menganggukkan kepala mereka dengan penuh rasa hormat.


"Kami akan mematuhi perintahmu, Ayah. Kami akan menggunakan kemampuan kami dan bertindak semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan ayah," ucap golem tertua dengan tegas namun penuh rasa hormat.


Saat aku memanggil golem tertua untuk memberinya nama, suasana menjadi agak tegang. Aku berharap bahwa mereka tidak perlu tegang di sekitarku, karena aku adalah ayah mereka, kan?


Aku menggelengkan kepala kecil-kecilan dan menggumamkan pikiranku sendiri.


Sepertinya aku yang harus tegang dalam situasi ini.


" Kemarilah Nak, aku memberimu nama, anakku. Silakan mendekat," ucapku sambil menunjuk golem tertua.


Golem tersebut dengan perlahan mendekatiku dan kembali berlutut di hadapanku.


Wajahnya terlihat seperti seorang pria tua berusia sekitar lima puluhan dengan rambut putih perak yang mencolok. Ia memiliki kumis jenggot yang terawat rapi dan postur tubuh yang tegap seperti seorang bangsawan kelas atas.


"Mulai sekarang, namamu adalah Sebas," ucapku dengan penuh keyakinan.


Setelah aku mengucapkan nama itu, tubuh Sebas diselimuti oleh cahaya terang yang memancar.


Saat cahaya itu memudar, Sebas telah berubah dan mengenakan setelan jas hitam elegan dengan sarung tangan putih. Ia tampak lebih berwibawa dan anggun setelah berevolusi.


Aku mengangguk dengan bangga. "Aku percaya pada kemampuanmu, Sebas"


"Sebas!" ucapku dengan penuh keyakinan.


"Baik, Ayah?" balas Sebas, menatapku dengan perhatian.


"Sebas, aku memilihmu sebagai kakak tertua dari keenam saudaramu karena aku melihat kebijaksanaanmu. Mulai sekarang, tugasmu adalah menjaga dan memberi teladan kepada mereka semua sebagai saudara tertua," ucapku dengan suara tegas.


"Baik, Ayah! Aku akan melaksanakan tugas itu dengan sepenuh hati," ujar Sebas sambil berlutut dihadapanku dan menempatkan satu tangan di dadanya, menunjukkan kesetiaan dan pengabdian.


Aku mengangguk dengan bangga, melihat kepercayaan yang dimiliki oleh Sebas dalam menjalankan peran sebagai kakak tertua.


Dalam suasana yang canggung, aku memberi nama kepada keenam golem tersebut satu per satu dimulai dari tertua sampai termuda.


Sebas, Vael, Karina, Aleister, Luna, dan Hades.


Saat aku menyebutkan nama mereka, mereka meletakkan kepala mereka di tanah sambil berlutut di hadapanku.

__ADS_1


Terlihat bahwa mereka sangat senang dan bahagia, bahkan ada yang menangis. Mungkin mereka menangis karena terharu dengan pemberian nama yang aku berikan.


Aku tidak yakin apakah nama-nama itu bagus atau tidak, karena terlintas begitu saja di pikiranku.


Namun, aku menjadi teringat Zara yang sangat menyukai nama yang aku berikan. Entahlah, mungkin nama-nama itu memang istimewa bagi mereka.


Saat aku selesai memberi nama kepada keenam golem, tiba-tiba tubuh mereka bersinar terang seperti Sebas.


Aku merasa sangat lelah dan lemas setelah pekerjaan panjang itu, dan rasa kantuk yang berat mulai menyergapku.


"Ah, sepertinya aku terlalu bekerja keras sehingga tubuhku menjadi lemas seperti ini" gumam dihatiku.


Aku berusaha menahan kantukku, tapi sepertinya terlalu berat.


Tapi sebelum aku benar-benar terlelap, terdengar suara dari system yang mengalihkan perhatianku.


...[DING DONG!]...


...[SELAMAT HOST CALLIGA BERHASIL MENCIPTAKAN NPC]...


...[SYSTEM NPC TERBUKA]...


...[LIST NPC HOST]:...


...1.SEBAS...


...2.VAEL...


...3.KARINA...


...4.ALEISTER...


...5.LUNA...


...6.HADES...


Aku pun tidak kuat menahan rasa ngantuk.


Dan aku pun tertidur.

__ADS_1


__ADS_2