Dragon Lord System

Dragon Lord System
DLS - Knock-Knock "1"


__ADS_3

Di ruangan yang mewah dan terawat dengan rapi ini, Sebas tampak duduk dengan tenang.


Tok...


Tok...


Tok...


"Silahkan masuk" ucap sebas.


Pintu ruangan itu kemudian terbuka perlahan, mengungkap pemandangan yang mengagumkan.


Seorang pelayan cantik, dengan rambut coklat dan mata coklat yang memancarkan pesona, masuk dengan anggun.


Ia membawa trolley yang berkilauan, dihiasi dengan ornamen indah, dan penuh dengan hidangan lezat.


Sebagai pelayan yang berdedikasi, gadis itu memberikan hormat dengan sangat sopan kepada Sebas, "Permisi, tuan Sebas."


Sebas tersenyum ramah, "letakkan saja makanan itu di sana, Vio"


Vio, sang pelayan, dengan cekatan meletakkan trolleynya di dekat meja di dekat Sebas.


Di atas trolley itu terdapat berbagai hidangan mewah yang menggugah selera.


Dengan gerakan yang lembut dan penuh ketelitian, vio, sang pelayan cantik, mulai menata hidangan-hidangan lezat tersebut di meja kosong Sebas.


Setiap hidangan ditempatkan dengan cermat, menciptakan tampilan yang memikat bagi siapa pun yang melihatnya.


Klak... Klakk... Klakk...


Tak ada suara yang mengganggu, hanya sentuhan lembut dari Vio yang membawa hidangan tersebut dari trolley menuju meja Sebas.


Setiap hidangan terlihat begitu menggugah selera, dari daging panggang yang terasa harum, hingga sup yang menggoda dengan potongan daging yang lembut.


Sebas memperhatikan dengan senyum puas saat hidangan-hidangan itu ditempatkan di hadapannya.


Tidak hanya lezat, tetapi juga cantik secara estetika. Inilah salah satu keistimewaan di dungeon rumah ayahnya yang eksklusif.


Setiap hidangan adalah sebuah karya seni kuliner yang sempurna.


Setelah semua hidangan telah tertata rapi di meja, vio mengangguk kepada Sebas dengan hormat, "Semua hidangan sudah siap, Tuan. Saya harap Anda menikmati makanan ini."


Sebas mengangguk dengan tulus, "Terima kasih, vio. Kamu selalu memberikan pelayanan yang luar biasa."


Dengan lembut, Sebas mengangkat salah satu tutup hidangan dan membiarkan aromanya menguar.


Dia melanjutkan, "Bagaimana kabar yang lainnya? Apakah semuanya berjalan dengan baik?"


Vio mengangguk, "Semua berjalan lancar, Tuan. Semua layanan telah diatur seperti yang Anda minta."

__ADS_1


Makanan yang disajikan di depan Sebas bukanlah makanan biasa, melainkan hidangan-hidangan mewah yang merupakan karya dari kepala chef yakni NPC baru diciptakan oleh ayahnya calliga yang bernama, Kola.


Pelayan cantik yang anggun yang masih muda tersebut dengan rendah hati menyebutkan setiap hidangan yang tersedia:


...1. *Sup krim jamur dengan truffle segar**...


...   Hidangan pertama, sebuah sup krim jamur dengan potongan truffle segar yang melambangkan kemewahan*....


...2. *Tagliatelle dengan black truffle dan parmesan**...


...   Pasta tagliatelle lembut dengan potongan black truffle dan taburan parmesan, menyajikan cita rasa yang sempurna*....


...3. *Foie gras brulee dengan sirup anggur merah**...


...   Foie gras yang disajikan dengan sirup anggur merah, memberikan perpaduan manis dan gurih yang luar biasa*....


...4. *Kepiting salju dengan sambal saus**...


...   Kepiting salju segar dengan saus sambal yang memberikan sensasi pedas yang lezat*....


...5. *Caviar toast dengan keju brie dan surgawi melon**...


...   Toast dengan taburan caviar yang mewah, keju brie lembut, dan melon surgawi yang segar*....


...6. *Ikan salmon dengan sauce beurre blanc**...


...   Salmon yang dipanggang dengan sempurna, disajikan dengan sauce beurre blanc yang kaya rasa*....


...   Babi panggang dengan glaze cider yang memberikan sentuhan manis pada dagingnya*....


...8. *Tuna tartare dengan wasabi mayonnaise**...


...   Tuna tartare yang segar dengan mayonnaise wasabi yang memberikan cita rasa pedas*....


Hidangan-hidangan ini bukan hanya lezat, tetapi juga merupakan seni kuliner yang tak tertandingi.


Setiap sentuhan, rasa, dan presentasi telah dirancang dengan penuh perhatian.


Setelah semua hidangan telah ditempatkan di meja, pelayan cantik itu memberi hormat kepada Sebas dan mengucapkan selamat tinggal.


"Semuanya sudah sesuai permintaan Tuan Sebas yang dibuat oleh kepala chef Kola."


Lalu ia melanjutkan "Kalau begitu, aku akan kembali bekerja membantu saudaraku untuk membersih-bersih. Selamat tinggal dan selamat menikmati hidangannya, Tuan Sebas."


Vio perlahan mendorong trolley yang sudah kosongnya menuju pintu keluar kamar ruangan sebas yang luas.


Lalu sebas memanggilnya.


"Tunggu!" panggil Sebas tiba-tiba, membuat Vio yang telah berjalan keluar dengan trolley makanan yang kosong berhenti mendadak.

__ADS_1


Dengan wajah yang sedikit grogi, dia memutar tubuhnya untuk menghadap Sebas yang duduk santai di kursi.


"Apakah aku membuat kesalahan, Tuan Sebas?" tanya Vio dengan wajah gelisah.


Dia telah mendengar banyak rumor tentang betapa menyeramkannya tuan Sebas jika dia marah, terutama dari sesama pelayannya yang merupakan saudara dan saudarinya.


Namun, Sebas hanya tersenyum lembut, mencoba meredakan kegelisahan Vio.


"ah Tidak seperti itu, Vio, kau tidak melakukan kesalahan apa pun. Aku hanya ingin bertanya tentang sesuatu."


Vio menghela nafas lega, merasa sedikit lebih tenang.


Vio baru saja diciptakan beberapa minggu yang lalu oleh Tuan Penciptanya, yang bernama Calliga, untuk menjadi pelayan di rumahnya yang dikenal sebagai dungeon, suatu tempat yang Vio anggap sebagai suci dan sakral.


Meskipun baru dalam pekerjaannya, dia sudah menunjukkan dedikasi yang luar biasa untuk penciptanya yang luar biasa.


Dengan senyum yang ceria dan tangannya yang bersatu, Vio menjawab Sebas dengan hormat,


"Baik, Tuan Sebas. Apa yang ingin Anda tanyakan kepada saya, saya dengan senang hati akan menjawabnya."


Senyum dan penampilannya yang cantik pasti membuat banyak orang menyukai pelayan yang satu ini.


Di dalam rumah dungeon yang gelap, kehadiran banyak NPC baru membawa sedikit keramaian dan kehidupan.


Sebas pun merasa nyaman dengan sikap ramah Vio dan seluruh NPC baru yang diciptakan oleh ayahnya.


"Baiklah, pertama-tama, bagaimana perasaanmu tentang pekerjaanmu di sini sebagai pelayan?" ucap sebas.


Vio membalas dengan penuh semangat, menceritakan betapa bersemangatnya dia tentang pekerjaannya dan betapa pentingnya tempat ini baginya.


Dia berbicara tentang bagaimana dia merasa bersyukur dan berterima kasih telah diciptakan oleh tuan calliga, dan dihargai olehnya meskipun sebagai pelayan dan berharap bisa melanjutkan pekerjaannya dengan baik untuk penciptanya.


Sebas mendengarkan dengan penuh perhatian, memahami betapa pentingnya peran beberapa NPC baru yang diciptakan olehnya dalam dungeon ini.


Dan meskipun baru beberapa kali bertemu, Sebas merasa semakin terkesan dengan pelayan muda ini. Yang tampaknya selalu ceria dan semangat.


Sebas, dengan senyum lembutnya, mengajukan pertanyaan lagi kepada Vio, "Hmm baiklah ini mengenai hal lain, kali ini, ini mengenai ayahku. Apakah kau tahu di mana ayahku berada sekarang vio?"


Vio, sambil menatap langit-langit kamar Sebas, tampak merenung dalam-dalam.


Bibirnya bergerak seperti sedang merenungkan sesuatu yang penting.


Seakan mengingat-ingat keberadaan Tuan Penciptanya, Calliga.


"Hmmmmmmm..." gumam Vio sambil terus menatap langit-langit dengan pandangan yang agak kosong.


Jari telunjuknya dengan lembut menyentuh pipinya yang putih merona, sebagai tanda kekhawatiran atau ketidakpastian.


Sementara Sebas menunggu jawaban dengan penuh harap, matanya berkeliling di atas hidangan-hidangan mewah yang terpampang di meja yang luas dan megah.

__ADS_1


Meskipun pertanyaannya tentang ayahnya sangat penting, dia tidak bisa mengabaikan betapa menggugah selera makanan di depannya.


__ADS_2