Dragon Lord System

Dragon Lord System
S2 - Guild Petualang (2/2)


__ADS_3

"Benar. Kami ingin menjadi petualang, Ada masalah dengan itu anak muda?" ucap Sebas dengan serius, meniru gaya bicara ayahnya.


"Ah, tidak tuan. Aku hanya berpikir bahwa tidak biasa bagi seseorang bangsawan menjadi petualang," ucap pria mengenakan armor dengan sedikit tergagap.


"Tidak ada hubungannya dengan itu, anak muda. Dan ngomong-ngomong, aku ingin bertanya, bagaimana cara mendaftar sebagai petualang, anak muda?" tanya Sebas kepada pria petualang berarmor.


"Oh, tentang itu. Tuan hanya perlu pergi ke meja wanita resepsionis itu dan mengisi informasi yang diperlukan. Satu-satunya hal yang harus tuan lakukan setelah itu adalah membayar biaya pendaftaran," jelas pria berarmor tersebut sambil menunjuk kearah resepsionis wanita.


Sebas mengangguk mengerti. "Baiklah, terima kasih atas informasinya. Kami akan segera mendaftar sebagai petualang."


"Ya, begitu ya. Terima kasih banyak, Anak muda," ucap Sebas kepada pria berarmor tersebut dengan sopan, sambil menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan. Mereka menyadari bahwa mereka harus berterima kasih kepada orang lain yang telah memberikan pengetahuan kepada mereka, dan itulah yang mereka pelajari dari Zara.


Pria berarmor itu tampak sedikit malu, "Tidak-tidak masalah tuan. Tanyakan saja jika tuan punya pertanyaan lebih lanjut. Aku akan dengan senang hati mengajarkan apa yang kutahu. Aku juga tidak tahu apa-apa seperti tuan pada awalnya. Sampai seseorang datang dan mengajarkan bagaimana menjadi petualang. Dan Maaf tuan, apakah aku terlalu ikut campur?"


"Tidak sama sekali. Jadi, siapa yang mengajarkan padamu?" tanya Sebas dengan rasa ingin tahu.


"Itu adalah seorang pria tua, Rio Suzuki. Dia seperti guru bagiku. Dia mengajarkan segala sesuatu yang kuperlukan tentang menjadi petualang," jawab pria berarmor tersebut dengan penuh rasa terima kasih.


"Oh, begitu. Dia sekarang berada di mana, anak muda?" tanya Sebas dengan rasa ingin tahu.


"Pada saat ini, sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Dia pintar dan kuat, dipilih dipromosikan, dan kini bekerja sebagai asisten raja Theovilus di istana ibu kota kerajaan. Aku benar-benar terinspirasi olehnya dan berharap suatu hari nanti bisa menjadi seperti dia. Aku harus pergi sekarang. Datang kepadaku, tuan, jika tuan punya masalah," ucap pria berarmor tersebut sambil memberi hormat, sebelum akhirnya berjalan pergi.


Pria berarmor, Zach, tersenyum dan melambaikan tangan perpisahan." Semoga Tuan berhasil dan menemukan banyak hal menarik di sana."


"Itu sangat berguna. Informasi yang diberikannya bisa aku gunakan sebagai referensi di masa depan," gumam Sebas dengan pikiran yang jernih. Dia merasa beruntung telah bertemu dengan pria berarmor yang baik hati dan berpengetahuan luas.


Setelah melangkah, Sebas akhirnya tiba di meja resepsionis guild petualang. Seorang gadis cantik dengan senyuman manis menyambut mereka.

__ADS_1


"Selamat siang, tuan. Ada yang bisa kubantu?" sapanya ramah.


"Ah, kami ingin mendaftar sebagai petualang," ucap Sebas dengan tegas.


"Eeeh? Tuan ingin mendaftar sebagai petualang? Ah, kalau begitu baiklah tuan, tunggu sebentar," ucap gadis resepsionis tersebut sambil bersiap-siap menyiapkan berkas dokumen.


Luna menyeringai dan menggoda, "Kak, mungkin dia juga terkejut melihat pria tua sepertimu ingin menjadi petualang!,hehehe"


"Diam, PENDEK! Jangan usil BODOH!" ucap Hades sambil menggenggam lengan adiknya dengan wajah agak kesal.


Sedangkan Aleister hanya diam saja.


Sebas hanya tersenyum kepada candaan adiknya.


Gadis resepsionis itu kembali dengan membawa berkas-berkas dan formulir pendaftaran. Dia memberikan semuanya kepada Sebas.


"Selesaikan segera, Luna. Jangan memperlambat proses ini," ucap Sebas.


Setelah selesai mengisi formulir, Sebas mengembalikan dokumen-dokumen itu kepada gadis resepsionis dengan senyuman.


"Mengisi formulir adalah tugas yang melelahkan, terutama bagi anak manja seperti dia," ucap Hades dengan menggelengkan kepala.


Setelah menandatangani dokumen, Sebas dan adik-adiknya menerima kalung sebagai identitas petualang dari resepsionis wanita tersebut. Masing-masing kalung terlihat unik dan memiliki simbol guild petualang yang menandakan status peringkat mereka sebagai petualang.


"Baiklah, terima kasih sudah mendaftar menjadi petualang. Semoga kalian sukses dalam perjalanan kalian," ucap gadis resepsionis dengan senyuman.


"Terima kasih banyak," jawab Sebas sambil membungkukkan badan sebagai tanda penghormatan. Hades, Luna, dan Aleister juga mengikuti contohnya dan membungkukkan kepala mereka.

__ADS_1


Selama berbicara kepada resepsionis wanita, Sebas berhasil membeli beberapa informasi penting tentang dunia petualangan, termasuk pengetahuan umum, keterampilan yang diperlukan, nilai mata uang, dan berbagai budaya yang mereka akan temui di perjalanan. Mereka juga berhasil mengumpulkan sejumlah uang pecahan kecil.


Namun, ketika tiba saatnya menukar beberapa batu sihir yang mereka temukan menjadi uang, Sebas sangat terkejut. "Apakah batu sihir ini sangat langka?" gumam Sebas dalam hati. Ayah mereka selalu menganggap batu sihir ini seperti camilan biasa dan sering memakannya. Ternyata, nilai batu sihir ini sangat tinggi di dunia manusia.


"Ayah benar-benar punya selera yang unik," ucap Sebas. Dia tidak pernah menduga bahwa batu sihir yang selama ini mereka anggap remeh bisa memiliki nilai yang begitu besar di luar sana.


Saat Sebas ingin menukar batu sihir yang memiliki aroma ayahnya, ia merasa sedikit kesal. Bagaimanapun, ini adalah perintah dan tidak ada yang bisa dilakukannya. Sebas mencoba untuk mengatasi perasaan tersebut dengan berpikir bahwa mereka akan menggunakannya untuk keperluan yang lebih baik di masa depan.


Namun, ketika resepsionis wanita mulai bertanya-tanya tentang asal-usul batu sihir, Sebas merasa agak tidak nyaman. Dia berbohong dengan hati-hati, mengikuti nasihat ayahnya yang pernah menyebutkan untuk selalu berhati-hati dalam berbicara tentang batu sihir itu.


"Ah, ini adalah hadiah dari seorang teman yang kami temui dalam perjalanan kami sebelumnya," ucap Sebas dengan santai sambil menutupi ketidaknyamanannya.


Resepsionis wanita itu menerima jawaban Sebas dengan senyuman dan tampak puas. "Baiklah, tidak masalah" kata gadis itu dengan ramah.


Sebas merasa lega bahwa pertanyaan tersebut sudah berakhir. Dia memastikan untuk tidak memberikan terlalu banyak informasi, karena hal itu bisa membahayakan mereka.


Saat itu juga, sebas mendengar suara berat ayah mereka.


"Sebas, apakah pendaftarannya sudah selesai? Kalau begitu, bisakah kau memberitahukanku informasi yang kau dapatkan nak?" suara ayah mereka terdengar jelas melalui pesan [Message].


Sebas mengangguk, meskipun ayahnya tidak dapat melihat gerakan itu. "Sudah selesai, Ayah. Kami telah berhasil mendaftar sebagai petualang. Dan kami juga mendapatkan beberapa informasi yang penting, ayah" jawab Sebas dengan hormat sambil menunduk kepada ayah mereka sambil tersenyum.


Tentu saja, Sebas tidak dapat menyembunyikan rasa senang dan bangga-nya. Ia sangat menghargai setiap perintah dan nasihat yang diberikan oleh ayahnya.


"Bagus. Aku yakin kalian tidak akan mengecewakan-ku" ujar ayah mereka.


Sebas mengangguk lagi, kali ini dengan lebih semangat. "Baik, Kami tidak akan mengecewakanmu, Ayah!"

__ADS_1


__ADS_2