Fall For You

Fall For You
Hari Pertunangan


__ADS_3

Tiga bulan kemudian,


Setelah melewati serangkaian perdebatan dan pertengkaran yang hebat, akhirnya Rafael dan Jessica pun sepakat untuk bertunangan. Elizabeth sengaja memaksa Jessica menepati janjinya untuk bertunangan lalu menikah dengan Rafael. Janji yang dibuat saat Elizabeth tergeletak tak berdaya karena penyakitnya yang kambuh.


Pesta pertunangan dilaksanakan dengan sederhana. Hanya dihadiri oleh keluarga dari Jessica dan Rafael serta beberapa kolega terdekat dari masing-masing keluarga yang diundang. Semua persiapan pertunangan diatur sepenuhnya oleh Elizabeth dibantu si kembar, Ara dan Anna. Pesta pertunangan diselenggarakan di taman belakang kediaman Miller.


Di sebuah kamar, tampak Rafael sedang mengenakan kemeja putih dan mengancingkan kancing kemejanya. Rafael menatap pantulan bayangannya di cermin dengan ekspresi wajah yang dingin dan datar seperti biasanya. Sambil mengenakan dasi hitam dan jas berwarna senada, Rafael terlihat sangat tampan di hari pertunangannya.


“Kau sudah siap Raf?”tanya Elizabeth begitu memasuki kamar Rafael


Rafael menoleh ke belakang dan dilihatnya sang nenek yang sudah tampak cantik dalam balutan gaunnya yang indah. Elizabeth berjalan mendekati Rafael sambil tersenyum lebar.


“Oh Tuhan, cucuku memang yang paling tampan”puji Elizabeth sambil menatap penampilan Rafael yang terlihat sangat tampan.


Elizabeth menyentuh pipi Rafael.


“Mommy mu pasti sangat bahagia melihatmu hari ini dari atas sana”ucap Elizabeth


Tiba-tiba perasaan haru menyeruak dalam hati Elizabeth. Membuat wanita paruh baya itu menitikkan airmatanya. Rafael yang melihat airmata menetes dari mata indah sang nenek, langsung mengusapnya dengan kedua tangannya.


“Hei, nyonya besar. Kenapa kau malah menangis? Akhir-akhir ini kau sering sekali menangis seperti anak kecil”ledek Rafael


“Kau itu. Aku menangis karena teringat mommy mu. Dulu dia selalu bercerita padaku betapa dia sangat ingin menjadi saksi dalam kehidupanmu. Dia ingin melihatmu menikah dengan wanita yang mencintaimu dan yang kau cintai. Dia ingin melihat kau dan adik-adikmu bahagia bersama pasangan kalian. Dan lihatlah sekarang! Sebentar lagi kau akan menikah dengan Jessica. Aku sungguh bahagia Raf”ucap Elizabeth sambil beruraian airmata


Rafael yang tak tega melihat sang nenek menangis, akhirnya memeluk erat tubuh renta Elizabeth.


“Berhentilah menangis! Kau membuat jas ku semakin basah”ledek Rafael


“Kau ini. Di saat seperti ini malah menggoda nenek”keluh Elizabeth sambil memukul pelan punggung Rafael.


“Iya..iya..aku minta maaf. Sudah berhentilah menangis! Nanti orang-orang mengira kau tak merestui pertunangan ini”ucap Rafael


Elizabeth melepaskan diri dari pelukan Rafael dan mengusap airmatanya. Setelah sedikit tenang, Elizabeth menghadapkan tubuhnya ke arah Rafael dan menatapnya.


“Raf..Jessica anak yang baik. Nenek percaya dia akan menjadi pendamping hidupmu yang terbaik. Jangan kau sia-siakan dia! Kau mengerti?”pinta Elizabeth


Rafael hanya diam tak menyahut namun dijawabnya permintaan Elizabeth dalam hatinya.


“Tentu saja. Aku pasti akan menggenggam tangannya sampai kapanpun juga”gumam Rafael.


Akhirnya Elizabeth dan Rafael keluar dari kamar bersama-sama. Mereka bergabung dengan tamu undangan di taman belakang kediaman Miller.


Begitu Jessica dan keluarganya datang, acara pun segera dimulai. Leon yang ditunjuk menjadi MC yang memandu acara. Pesta pertunangan yang bertema garden party itu menyatukan kedua keluarga.


Rafael dan Jessica berjalan beriringan menyapa satu per satu tamu undangan yang hadir.

__ADS_1


“Gaunmu cantik”puji Rafael sambil menatap Jessica yang hari ini terlihat sangat cantik


Jessica mengenakan sebuah gaun sequin lace appliques panjang A-line berwarna salem dengan hiasan bunga cantik di bagian depan. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai dengan indah, menutupi bagian punggungnya yang sedikit terbuka.


“Terimakasih”sahut Jessica malu-malu


Keduanya bertatapan dengan lembut sambil tersenyum satu sama lain. Hati keduanya diliputi perasaan hangat melihat sikap dan perhatian satu sama lain.


Satu per satu rangkaian acara berlangsung. Ketika tiba acara tukar cincin, Joanne dan Anna yang didaulat menjadi pembawa cincin tunangan keduanya. Elizabeth menyematkan cincin bermata berlian berwarna merah muda milik putri kesayangannya Isabelle, semasa hidup, di jari manis Jessica.


“Aku serahkan cincin Isabelle padamu Jessica. Sebagai simbol bersatunya kalian. Semoga pertunangan ini semakin mengeratkan hubungan kalian hingga ke pelaminan nanti”pesan Elizabeth


“Iya nek. Terimakasih”ucap Jessica sambil memeluk tubuh Elizabeth


Elizabeth pun balas memeluk erat tubuh Jessica. Airmata kembali menetes dari mata indah Elizabeth membuat Rafael kesal melihat neneknya yang biasanya kuat menjadi lebih cengeng sekarang. Terutama di hari pertunangannya bersama Jessica.


“Berhentilah menangis nyonya besar! Kau ingin mengacaukan acaraku?”goda Rafael.


“Dasar anak nakal! Ini semua gara-gara dirimu. Coba kau segera bertemu Jessica sejak dulu, maka aku tidak akan perlu mengkhawatirkan masa depanmu”ucap Elizabeth sambil mengusap airmatanya.


“Sudah nek. Nenek jangan menangis”pinta Jessica sambil mengusap sisa aimata di pipi Elizabeth dengan sapu tangan yang dibawanya


Selesai tukar cincin, Rafael dan Jessica berfoto dengan keluarga dan para tamu undangan yang hadir. Salah satu tamu tersebut adalah Albert. Dokter muda itu sengaja datang jauh-jauh dari Amerika untuk mengucapkan selamat pada Jessica. Wanita yang disukainya. Albert sengaja datang untuk melepas cinta dalam hidupnya. Albert bertekad melepaskan Jessica. Karena gadis itu kini sudah bertunangan dengan Rafael.


“Selamat untuk pertunanganmu. Aku doakan semoga kalian bahagia. Aku harap kau tak menyesali keputusanmu ini”ucap Albert sambil menjabat tangan Jessica.


Kebetulan Rafael baru menemui teman-teman kuliahnya yang diundang dalam acara pertunangannya. Rafael sempat melihat Jessica yang berjabatan tangan dengan Albert. Sontak api kemarahan menyala di hati Rafael melihat wanitanya dipegang oleh lelaki lain yang diyakini memiliki perasaan pada Jessica.


Dengan langkah lebar, Rafael menghampiri Jessica dan Albert.


“Lepaskan tunanganku!”perintah Rafael


Jessica dan Albert spontan menoleh ke arah suara. Dilihatnya Rafael dengan wajah mengeras menahan marah telah berdiri di samping keduanya.


“Raf..jangan salah paham!”ucap Jessica


“Aku kemari untuk mengucapkan selamat pada Jessica. Itu saja”ucap Albert jujur


“Benarkah? Kau tak berniat membawa kabur tunanganku kan?”sindir Rafael


“Raf, jaga bicaramu!”pinta Jessica


“Kalo aku bisa, aku pasti melakukannya. Sayangnya Jessica lebih memilihmu ketimbang aku”sahut Albert tak mau kalah


Rafael langsung melingkarkan tangannya di pinggang ramping Jessica dan menggeser tubuhnya hingga keduanya tak berjarak.

__ADS_1


“Kau kalah sekarang! Jadi tinggalkan tunanganku jika kau masih menganggap dirimu laki-laki”seru Rafael dengan sinis


“Kalian berdua, hentikan! Di sini banyak orang. Jangan membuat masalah di sini!”pinta Jessica


Jessica kuatir jika keduanya masih berdebat maka yang ada keduanya akan berkelahi seperti saat di kapal pesiar Victor waktu itu. Jessica tak ingin merusak acara yang sudah dirancang Elizabeth. Terlebih kolega bisnis kedua keluarga juga turut hadir di sana. Jessica tak ingin kedua lelaki yang memperebutkan dirinya itu membuat masalah hingga mempermalukan kedua keluarga sebagai tuan rumah acara.


“Jangan sampai kalian membuat malu keluarga Miller dan keluargaku! Jika sampai kalian berkelahi lagi, aku tak akan memaafkan kalian berdua”ancam Jessica


Gadis cantik itu memilih pergi ketimbang meladeni dua lelaki yang selalu tidak akur itu. Jessica berjalan menjauh sambil mengoceh tak karuan meluapkan kekesalannya. Wajah cantiknya terus mendengus kesal, namun ketika berhadapan dengan para tamu undangan, Jessica langsung memasang wajah cerianya seolah tak terjadi apa-apa.


“Jessica”


Jessica menoleh begitu namanya dipanggil. Dilihatnya Ramon yang sedang duduk di kursi roda datang menghampirinya.


“Kak Ramon”


Jessica segera berjalan menghampirinya. Jessica duduk di kursi dan berbincang dengan Ramon.


“Kau cantik sekali hari ini”puji Ramon


“Terimakasih kak”balas Jessica sambil tersenyum


Melihat senyum indah yang merekah di wajah cantik Jessica membuat Ramon juga ikut tersenyum. Lelaki yang berstatus calon kakak ipar Jessica itu berbicang ringan dengan pemilik acara.


Pembawaan Jessica yang ramah dan hangat membuat keduanya bisa berbincang dengan sangat akrab dan santai. Di kejauhan, sepasang mata menatap mereka dengan hati yang menggelora dipenuhi dengan kecemburuan melihat wanitanya berbicang santai dengan lelaki yang notabene adalah kakaknya.


Rafael meminum minumannya dengan cepat dan berjalan menghampiri tunangannya.


“Disini kau rupanya”


Jessica dan Ramon langsung menoleh begitu mendengar suara Rafael.


“Selamat Raf atas pertunanganmu. Kau memang laki-laki yang beruntung bisa bersanding dengan wanita luar biasa seperti Jessica”puji Ramon dengan tatapan mesra pada Jessica


“Kakak bisa saja”


Jessica malu-malu dipuji oleh calon kakak iparnya. Jessica tersenyum mendengar pujian Ramon, namun saat matanya bersitatap dengan Rafael, dilihatnya lelaki itu menatapnya dengan tajam.


“Terimakasih kak. Aku memang beruntung bisa mendapatkannya”sahut Rafael dengan ekspresi dinginnya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Jessica.


“Kenapa dia menatapku seperti itu? Memang apa salahku? Kenapa dia seperti sedang marah padaku?”gumam Jessica melihat ekspresi wajah Rafael pada dirinya


“Sayang, Bisa tinggalkan kami sebentar?”pinta Rafael pada Jessica


Jessica mengerutkan dahinya mendengar panggilan “sayang” Rafael yang tidak biasanya. Namun Jessica memilih menurutinya saja. Jessica pun meninggalkan kakak beradik itu yang entah membicarakan apa. Jessica memilih berlalu meninggalkan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2