
Berita bahagia tentang kehamilan kembar Jessica begitu cepat sampai pada semua anggota keluarga Miller. Si kembar Anna dan Ara langsung menghubungi Jessica begitu kedua pasangan suami istri itu keluar dari ruang pemeriksaan.
“Kakak benar-benar hamil? Aaaaa… Selamat kakak dan kak Rafael. Aku akan menjadi aunty nih. Aku ikut bahagia untuk kalian”ucap Anna di sambungan videocall
“Terimakasih Anna”sahut Jessica.
“Selamat kak Jess dan kak Rafael”ucap Ara singkat
“Terimakasih Ara”
“Jika tak ada yang ingin kalian katakan lagi, kami tutup sekarang!”pinta Rafael
“Tunggu! Kenapa mata kak Raf keliatan sembab? Jangan bilang kalo kak Raf barusan nangis? Hah? Beneran? Kak Raf nangis ya? “goda Anna yang melihat raut wajah dan mata sembab Rafael.
“Siapa bilang aku menangis? Berisik! Aku tutup saja sekarang!”ancam Rafael
“Bilang aja nangis. Pakai gengsi segala”ucap Ara dengan nada dingin dan datarnya menggoda Rafael.
“Kalian berdua memang berisik. Sudah aku tutup sekarang!”ucap Rafael
Dan di detik berikutnya, videocall mereka pun terputus karena Rafael yang memutus terlebih dulu. Membuat Anna memaki sang kakak karena sudah menutup video call tanpa sempat berpamitan.
“Kak Raf sialan. Menutup telepon padahal aku belum sempat selesai bicara dengan kak Jessica. Dasar kak Raf pelit!”umpat Anna sambil mendengus kesal.
Sementara itu, Rafael dan Jessica hendak kembali ke mobil, tiba-tiba Oscar berlari menghampiri majikannya. Rafael yang berjalan sambil menggandeng tangan Jessica menatap penuh heran pada orang kepercayaannya itu.
“Ada apa?”tanya Rafael.
Oscar berbisik di telinga Rafael.
“Tuan muda harus kembali ke kantor sekarang. Ada keadaan darurat di kantor”bisik Oscar
__ADS_1
“Katakan saja ada apa?”tanya Rafael
“Para dewan direksi mengadakan rapat darurat untuk mencopot jabatan Anda”bisik Oscar
“Apa? Berani-beraninya mereka melakukan itu!”seru Rafael geram sambil mengepalkan tangannya menahan marah
“Ada apa Raf?”tanya Jessica begitu melihat Rafael yang terlihat kesal.
“Sayang, aku harus kembali ke kantor. Kau tak apa-apa kan jika diantar Oscar? Aku akan kembali begitu masalah di kantor selesai”pinta Rafael
“Pergilah! Aku akan pulang bersama Oscar”ucap Jessica sambil tersenyum
“Antar istriku ke rumah kediaman Miller! Setelah itu kau kembali ke kantor!”perintah Rafael pada Oscar
“Baik tuan muda”sahut Oscar
Akhirnya Rafael kembali ke kantor di antar sopir sementara Jessica kembali ke kediaman Miller diantar Oscar dan beberapa pengawalnya. Keduanya mengambil jalan terpisah.
Sesekali Rafael menengok ke arah belakang menatap sang istri yang baru masuk ke dalam mobil. Entah kenapa perasaannya begitu tidak tenang meninggalkan sang istri sendiri.
Rafael kembali fokus pada laptopnya. Tak lupa Rafael menghubungi Philip untuk mengetahui perkembangan di kantornya.
Jessica yang berada di dalam mobil diantar Oscar, terus memegangi perutnya yang masih rata dengan perasaan bahagia.
“Sayang, terimakasih sudah hadir dalam rahim mommy. Mommy janji akan selalu menjaga kalian berdua sampai kalian hadir di dunia ini”gumam Jessica dalam hati.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba mobil yang ditumpangi Jessica dihadang beberapa mobil. Sopir yang kaget menginjak rem secara mendadak, membuat tubuh Jessica terhuyung ke depan.
“Ckiiiitttttt”
Oscar bahkan hampir menabrak dashboard di depannya.
__ADS_1
“Nona baik-baik saja?”tanya Oscar begitu mobil berhenti
Untung saja Jessica sigap hingga tidak sampai menabrak kursi di depannya.
“Aku baik-baik saja. Coba kau lihat ada apa? Kenapa mereka tiba-tiba berhenti mendadak?”pinta Jessica begitu melihat beberapa pengawalnya menghampiri mobil yang menghadang mobilnya.
“Nona tetap di sini. Jangan kemana-mana!”pinta Oscar
Jessica menganggukkan kepalanya. Jessica melihat dari dalam mobil, Oscar yang berjalan ke arah rombongan mobil yang menghadang mereka.
Tanpa diduga, orang-orang yang menghadang mereka justru memukul pengawal Jessica. Akhirnya terjadilah perkelahian antara pengawal Jessica dengan beberapa orang yang tadi menghadang mereka.
“Bugh”
“Bugh”
“Bugh”
Suasana mencekam itu membuat Jessica sangat ketakutan. Karena perkelahian terjadi sangat sengit. Tampak beberapa orang membawa tongkat dan balok untuk memukul pengawalnya.
“Tuhan, selamatkan aku dan bayiku”doa Jessica dalam hati sambil memegang perutnya.
Jessica sangat ketakutan. Apalagi melihat bagaimana satu per satu pengawalnya dikalahkan gerombolan yang menghadang mobilnya. Jessica juga bisa melihat beberapa pengawalnya dan Oscar terus berusaha melawan gerombolan tidak dikenal itu.
Di tengah suasana mencekam itu, tiba-tiba beberapa orang merangsek membuka pintu mobil Jessica dan menariknya keluar. Jessica yang ketakutan terus berusaha meronta.
“Who are you? What do you want? Let go off me!”ronta Jessica.
Jessica berusaha dengan sekuat tenaga melepaskan diri dari gerombolan yang mencoba menculiknya.
“Hummmphhh”
__ADS_1
Tiba-tiba dari arah belakang, ada seseorang yang membekap mulut dan hidungnya dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.
Dalam hitungan detik, Jessica sudah lemas tak berdaya dan tak sadarkan diri. Dengan mudah, orang yang tidak dikenal itu membopong Jessica dan menculiknya.