
Belum sempat Jessica menjawab, bel pintu apartemen Rafael berbunyi. Menandakan ada seseorang yang bertamu. Jessica kembali membelalakkan matanya.
“Siapa lagi sekarang?”tanya Jessica sedikit panik
Keduanya saling bertatapan. Rafael segera menatap layar TV LCD kecil yang terhubung dengan CCTV di depan pintu apartemennya. Rafael melihat TV itu sambil tetap memegang tangan Jessica.
“Oh..itu Leon”jawab Rafael dengan santai
Jessica ditarik tangannya oleh Rafael untuk bersembunyi di balik pintu.
Rafael segera membukakan pintu untuk sang manager. Begitu pintu terbuka, senyum lebar Leon langsung mengembang. Leon menunjukkan sebuah tas berisi pesanan Rafael.
“Aku bawakan barang-barang yang kau butuhkan”ucap Leon sambil tersenyum.
“Terimakasih. Kau bisa pulang sekarang”jawab Rafael sambil menerima tas dari Leon.
“Hei boss. Kau tak mempersilahkan aku masuk?”
“Good night”ucap Rafael
Rafael langsung menutup pintu tanpa mempersilahkan Leon masuk.
Leon sempat mengedipkan matanya kala pintu apartemen Rafael tertutup tepat di depan tubuhnya.
__ADS_1
“Dasar bos laknat”umpat Leon dengan sengit karena pintu yang tertutup rapat.
Akhirnya Leon memilih untuk pulang dengan hati yang kesal.
Sementara itu di dalam apartemen,
“Pakai ini!”ucap Rafael sambil menyerahkan tas berisi pakaian kepada Jessica.
Jessica menerima tas dan melihat isinya.
“Apa ini?”tanya Jessica
Rafael berjalan dengan santai ke arah ruang tamu diikuti Jessica.
“Aku minta Leon membawakan kau pakaian. Ada under*ware juga di dalamnya”ucap Rafael dengan santai
“B-bagimana kau bisa tahu ukuranku?”tanya Jessica takut-takut
Rafael melihat kedua telapak tangannya, mengerakkannya dan menatap ke arah Jessica.
“Aku bisa mengira-ngiranya”goda Rafael dengan senyuman nakalnya.
Jessica dibuat emosi lagi mendengar Rafael yang bisa mengira-ngira ukuran “milik”nya.
__ADS_1
“Dasar cowok mesum”umpat Jessica dengan emosi dan pergi ke kamar tamu dengan menghentakkan kakinya saking kesalnya.
“Hahaha”Rafael tertawa terbahak-bahak mendengar umpatan Jessica barusan
Di dalam kamar ganti, Jessica segera berganti pakaian sambil mendengus kesal.
“Aku harus segera pulang. Semakin lama bersama lelaki itu hanya membuat emosi saja”gerutu Jessica dalam hati
Jessica mengenakan underware yang dibelikan Leon. Anehnya semua under*ware itu bisa pas ditubuhnya. Membuat Jessica bergidik ngeri menyadari Rafael yang memang sangat ahli dalam masalah tubuh wanita.
“Dia bahkan tahu ukuranku. Dasar cowok mesum!”umpat Jessica dalam hati
Begitu selesai berganti pakaian, Jessica segera keluar dari kamar tamu. Rafael yang duduk di kursi sofa, menatap ke arah Jessica tanpa mengedipkan matanya.
Sekali lagi dirinya dibuat terpana melihat kecantikan Jessica. Apalagi dengan rambutnya yang kini diikat model cepol. Membuat Jessica terlihat sangat imut dan menggemaskan.
Rafael mencoba menguasai dirinya. Entah kenapa seharian ini dirinya dibuat salah tingkah dengan penampilan gadis mungil yang sering diejeknya itu.
Jessica menatap tajam ke arah Rafael. Hatinya masih kesal dengan ucapan dan sikap Rafael sebelumnya.
“Aku pulang sekarang. Aku akan kembalikan pakaian ini besok”ucap Jessica sambil berjalan ke arah pintu keluar.
“Apa kau bawa uang?”tanya Rafael.
__ADS_1
“Aku bisa minta kak Amanda membayarnya begitu sampai disana”jawab Jessica tanpa menoleh ke arah Rafael.
Beberapa waktu kemudian, Jessica sudah keluar dari gedung apartemen Rafael dan naik taksi untuk pulang. Sepanjang perjalanan, Jessica terus merutuki kebodohannya sendiri karena sudah mengikuti keinginan lelaki tampan yang sangat menyebalkan itu.