Fall For You

Fall For You
Rekaman CCTV


__ADS_3

“Kau sudah salahpaham. Kemarin aku menolongmu setelah kau mabuk di club malam. Karena aku tak ingin Amanda kuatir, makanya aku bawa kau kemari. Aku tak melakukan apa-apa..”


“Bohong! Kalo kamu ga melakukan apa-apa, kenapa keadaanku seperti ini? Kau pasti sudah mengambil keuntungan saat aku tidak sadar, iya kan?”tanya Jessica sambil menahan sesak di dalam dadanya.


Hati wanita mana yang tak kan sedih jika kita terbangun sudah dalam keadaan hanya mengenakan underware, dan terbangun di samping lelaki yang juga shirtless seperti penampilan Rafael sekarang.


“Aku tak mengambil keuntungan apapun darimu. Justru kau yang sudah membuat aku seperti ini”gerutu Rafael jujur.


“Bohong! Kau mau bilang aku yang sudah melepas pakaianku sendiri dan pakaianmu?”


“Iya”jawab Rafael dengan tegas


“Kau bohong!”tuduh Jessica tak terima


“Apa kita sudah…”Jessica tak berani melanjutkan ucapannya sediri.


Tubuhnya meremang hanya dengan membayangkan dirinya dan Rafael sudah melakukan “itu” semalam.


“Maksudmu se*? Buang jauh-jauh pikiran itu dari kepalamu!”ucap Rafael sambil menoyor kepala Jessica pelan


“Tapi apa buktinya kita tidak melakukannya?”tanya Jessica


“Sudah aku bilang kan, kau itu bukan tipeku. Mana mungkin aku mau melakukannya denganmu”jawab Rafael dengan enteng.


“Kalo kau tak percaya, aku bisa buktikan dengan melihat rekaman CCTV di seluruh apartemen ini. Tunggu disini!”


Rafael yang tidak terima dengan semua tuduhan Jessica akhirnya turun dari ranjang dan mengambil laptop miliknya yang terhubung dengan semua CCTV yang terpasang di seluruh apartemen miliknya.

__ADS_1


“Lihat ini!”perintah Rafael sambil menunjukkan semua rekaman CCTV semalam.


Jessica dan Rafael tampak serius memperhatikan rekaman CCTV dari beberapa angle dan sudut ruangan. Jessica memperhatikan setiap detail kejadian yang terekam di CCTV.


“Apa? Aku mabuk? Bagaimana bisa?”gumam Jessica dalam hati melihat dirinya dalam rekaman CCTV yang tampak sempoyongan.


“Kau lihat! Semalam kau mabuk berat. Makanya aku bawa kemari”ucap Rafael


“Tapi bagaimana bisa? Aku hanya memesan koktail”sahut Jessica


“Kau ingat lelaki yang duduk di sampingmu?”tanya Rafael


Jessica menganggukkan kepalanya.


“Sepertinya dia yang sudah menuangkan alkohol dan obat perangsang di dalam koktailmu”ucap Rafael


“Lihat saja itu!”tunjuk Rafael pada rekaman CCTV yang memperlihatkan ciuman hot antara dirinya dan Jessica.


Begitu rekaman CCTV menunjukkan keganasan dan keagresifan dirinya semalam, Jessica spontan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Jessica mengintip dari sela-sela jarinya.


“Benarkah itu aku? Aku yang sudah mencium dia duluan?”gumam Jessica dalam hati


“Mungkinkah itu efek obat perangsang? Membuat aku seliar itu?”gumam Jessica dalam hati


Dan saat melihat dirinya yang memaksa melepas kemeja Rafael, Jessica spontan membelalakkan matanya.


“Apaaa? Aku yang melepas kemeja dia? Jessica..apa yang sudah merasukimu?”gerutu Jessica dalam hati sambil merutuki perbuatannya sendiri semalam.

__ADS_1


“Lihat! Aku tidak bohong kan? Kau yang sudah melepaskan kemejaku”keluh Rafael sambil menatap Jessica dengan tajam.


Jessica melirik ke arah Rafael dengan perasaan campur aduk. Antara malu, sedih, kaget, bingung dan campuran berbagai perasaan. Jessica meremas selimut yang membungkus tubuhnya dengan erat.


Dan terakhir saat rekaman CCTV menunjukkan rekaman dirinya yang melepas pakaiannya sendiri dan dengan berani naik ke atas tubuh Rafael, Jessica benar-benar malu, hingga tak berani melihat rekaman kejadian berikutnya.


“Sudah tutup! Aku tak mau melihatnya!”pinta Jessica sambil menutup matanya.


“Kenapa? Kau malu melihat dirimu sendiri di situ?”sindir Rafael


“Aku sama sekali tidak ingat kejadian semalam. Jadi, bisakah kita lupakan saja kejadian semalam? Kita anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa. Kau mau kan?”pinta Jessica.


“Apa? Kau mau melupakannya begitu saja? Lalu bagaimana dengan luka-lukaku ini?”tunjuk Rafael pada wajahnya yang memang sedikit memar akibat perkelahian semalam.


Jessica menatap wajah tampan Rafael yang memang sedikit memar.


“Jangan bilang aku juga yang sudah melakukannya?”tanya Jessica dengan sedikit ketakutan.


“Kau sudah melukai wajah tampanku dan kau tak mau bertanggungjawab?”goda Rafael.


Jessica menggigit bibir bawahnya karena menyesal. Sementara Rafael memalingkan wajahnya dari Jessica sambil menahan tawanya karena sudah mengerjai gadis cantik itu.


“Lalu kau mau aku bagaimana?”tanya Jessica dengan tatapan sendu.


“Karena kau sudah melukai wajahku, kau juga yang harus mengobatinya”perintah Rafael.


“Baiklah!”jawab Jessica dengan tertunduk lesu

__ADS_1


__ADS_2