
Hari ini Amanda berangkat pagi sekali karena harus mengejar penerbangan menuju London. Amanda akan melakukan perjalanan bisnis ke London untuk melakukan penandatanganan kerjasama bisnis dengan rekanan di sana.
Jessica yang sedang tidak enak badan, keluar dari kamarnya dengan lesu. Wajahnya tampak sayu. Amanda yang akan segera berangkat, menatap sepupunya itu sepintas.
“Sudah bangun Jess?”tanya Amanda sambil merapikan berkas miliknya.
“Iya kak”jawab Jessica lemas sambil duduk di kursi sofa
Amanda mengernyitkan dahinya mendengar suara lemas gadis yang biasanya ceria dan periang itu.
“Kamu kenapa Jess?”tanya Amanda kuatir
“Ehm..aku sedikit ga enak badan kak”jawab Jessica
“Hah? Ga enak badan?”tanya Amanda
Amanda yang kaget mendengar jawaban Jessica segera berjalan mendekati sepupunya itu. Amanda yang kuatir langsung menempelkan telapak tangannya di dahi Jessica.
“Ya ampun Jess..panas sekali”ucap Amanda dengan kuatir.
Amanda segera berlari menuju kotak P3K dan mengambil termogun untuk mengecek suhu tubuh Jessica. Amanda mengarahkan termogunnya ke arah Jessica. Tampak di layar termogun, suhu tubuh Jessica yang sangat panas.
“Hah? Panas banget”ucap Amanda kaget
“Berapa kak suhunya?”tanya Jessica dengan lemas
“39 derajat. Bagaimana ini?”tanya Amanda panik
__ADS_1
Amanda bingung. Di satu sisi dirinya harus segera mengejar penerbangannya. Namun di satu sisi, Jessica membutuhkan perawatan.
“Apa aku batalkan saja pertemuan hari ini?”gumam Amanda
“Jangan kak. Kakak bilang klien kita kali ini orang penting kan. Kakak berangkat aja. Aku ga papa kok. Aku masih kuat. Kakak tenang saja”ucap Jessica mencoba menenangkan sepupunya supaya tetap pada rencana awalnya untuk berangkat ke London.
“Tapi kamu sedang sakit gini. Kakak jadi ga tenang”jawab Amanda
“Kakak bilang hari ini cuma sampai sore kan. Kalo nanti sore panasku ga turun, kakak antar aku ke rumah sakit ga papa”tawar Jessica
Amanda terlihat bimbang. Antara ingin pergi ke London dan ingin menemani Jessica. Jessica yang melihat kebimbangan di mata Amanda, meraih tangan sepupunya dan menggenggamnya.
“Kakak percaya padaku. Aku akan baik-baik saja. Aku akan istirahat dirumah. Aku akan menghubungi kakak kalo ada apa-apa. Bagaimana?”tawar Jessica sambil tersenyum
Akhirnya dengan berat hati Amanda mengikuti permintaan Jessica. Amanda pergi ke London sesuai rencana. Di dalam taksi yang dinaikinya, Amanda menelpon Leon.
“Leon, hari ini Rafael tidak ada jadwal pemotretan kan?”tanya Amanda
Leon melirik ke arah Rafael yang duduk semobil dengannya. Kebetulan Leon menerima panggilan Amanda melalui fitur yang ada di headunit di mobilnya sehingga Rafael yang semobil dengan Leon juga dapat mendengar percakapan keduanya. Namun Rafael pura-pura acuh sambil menatap keluar kaca mobil.
“Iya bos. Kami sekarang dalam perjalanan ke kantor karena ada beberapa hal yang akan didiskusikan bos Rafael dengan Luke”jawab Leon
“Begini Leon, aku ingin meminta bantuanmu. Sekarang aku dalam perjalanan ke bandara. Kau ingatkan aku ada pertemuan dengan klien kita di London”ucap Amanda.
“Oo..iya aku ingat. Lalu kau ingin membantumu dalam urusan apa bos?”jawab Leon
“Jessica sedang sakit…”
__ADS_1
Mendengar nama Jessica disebut membuat Rafael fokus mendengarkan pembicaraan Leon dan Amanda. Namun tanpa merubah posisi duduknya.
“Aku minta tolong, setelah mengantar Rafael ke kantor, kau bisa kan ke apartemenku untuk melihat keadaan Jessica. Tadi saat aku tinggal suhu tubuhnya tinggi sekali. Aku kuatir jika panas tubuhnya tak juga turun. Sementara aku tidak dirumah”ucap Amanda kuatir
“Sudah tau sakit kenapa tidak ke rumah sakit saja? Menyusahkan!”gerutu Rafael dalam hati
“Oke bos. Aku akan menengok keadaan Jessica setelah mengantar bos Rafael”sahut Leon
Amanda tersenyum mendengar Leon menyanggupi permintaannya.
“Terimakasih Leon. Aku sangat berterimakasih padamu”ucap Amanda
Amanda merasa bisa meninggalkan Jessica untuk pergi ke London dengan lebih tenang karena merasa sudah menyerahkan Jessica pada orang yang tepat. Amanda pun segera menutup sambungan teleponnya dengan Leon.
“Ehm..aku lupa aku harus ke suatu tempat dulu. Kau pergilah ke kantor dan selesaikan diskusi dengan Luke. Aku akan bawa mobilmu ini”pinta Rafael
“Tapi aku harus ke apartemen bos Amanda, untuk melihat keadaan Jessica”sahut Leon
“Sebenarnya bosmu itu aku atau Amanda? Ayo cepat jawab!”seru Rafael
“Ya..bosku itu kamu, bos”jawab Leon dengan mengerucutkan bibirnya
“Anak pintar”puji Rafael sambil mengelus pelan kepala Leon
“Makanya dengarkan perintahku. Masalah gadis ceroboh itu, aku akan mampir sebentar untuk melihatnya. Nanti aku kabari keadaannya pada Amanda”ucap Rafael
“Modus”gerutu Leon dalam hati
__ADS_1
Leon dengan berat hati akhirnya menuruti perintah Rafael untuk mengantarnya ke kantor. Sampai di depan kantor, Leon segera turun dari mobil. Dilihatnya Rafael yang mengendarai mobilnya ke suatu tempat sampai mobil itu tak terlihat lagi dari pandangannya.