
Sesampainya di rumah sakit, Jessica dan Rafael langsung berjalan menuju ruang rawat inap tempat Ramon dirawat. Di sana sudah menunggu dokter pribadi keluarga Miller, dokter Edgar.
“Bagaimana keadaan kakakku?”tanya Rafael sambil menjabat tangan dokter Edgar.
“Tuan Ramon sudah menunjukkan progress yang sangat positif. Kita tinggal tunggu waktunya dia akan segera siuman”ucap dokter Edgar
Setelah menemui dokter, Jessica duduk di samping ranjang Ramon. Ditatapnya wajah tampan lelaki yang berusia beberapa tahun lebih tua dari Rafael. Digenggamnya tangan Rafael.
“Kak, apa kabar? Bagaimana keadaan kakak?”tanya Jessica
Karena sifat Jessica yang ramah dan menyenangkan, dia tidak kesulitan mengajak bicara Ramon yang masih juga terpejam. Sementara Rafael memilih berjalan ke arah jendela berkaca besar yang menampilkan pemandangan menakjubkan di luar.
Rafael sengaja membiarkan “pacarnya” berbincang dengan kakaknya.
Sedang asyik-asyiknya berbicara, tiba-tiba Jessica membelalakkan matanya kala merasakan tangannya balik digenggam oleh Ramon. Jessica bahkan menahan nafasnya sejenak saking kagetnya.
“Raf..Raf!”panggil Jessica sedikit panik
Rafael menoleh ke arah Jessica yang menatapnya dengan tatapan penuh ketakutan.
“Ada apa?”tanya Rafael yang berjalan dengan santainya ke arah Jessica.
Jessica hanya diam, namun matanya terus tertuju pada Rafael. Membuat Rafael semakin bingung melihat Jessica yang panik. Begitu di samping Jessica, Rafael kaget melihat tangan Ramon yang menggenggam erat tangan Jessica.
__ADS_1
“Kak, kau sudah sadar? Jawab aku kak!”panggil Rafael sambil menggoyangkan tubuh Ramon.
Rafael dengan panik terus menggoyangkan tubuh Ramon. Membuat Jessica ikut panik. Apalagi tangan Ramon yang masih menggenggamnya erat. Rafael langsung memencet bel yang terhubung dengan perawat yang berjaga. Saking kerasnya menggoyang tubuh Rafael, bahkan membuat alat EKG yang tersambung ke jantung Ramon, perlahan namun pasti menunjukkan pergerakan. Detak jantung Ramon perlahan namun pasti semakin bertambah.
“Raf..lihat!”teriak Jessica memanggil Rafael
Bola mata Jessica membulat sempurna ketika perlahan-lahan mata Ramon yang awalnya terpejam mulai bergerak.
Rafael yang melihat sang kakak mulai menggerakkan matanya, langsung berlari mendekati Ramon.
“Kak, bangun kak! Bangun!”panggil Rafael.
Suasana di ruang rawat inap mendadak hiruk pikuk dengan beberapa perawat dan dokter yang berlari memasuki ruangan. Jessica dan Rafael segera memundurkan tubuhnya memberi akses pada dokter untuk memeriksa pasien yang selama dua tahun tak sadarkan diri.
Jessica ikut terharu melihat Ramon yang selama dua tahun lamanya terbaring tak berdaya di rumah sakit, akhirnya bisa sadar. Dokter terus mengajak bicara Ramon yang mulai membuka matanya. Dokter menginterogasi Ramon memastikan keadaan pasiennya itu.
Rafael yang terharu segera menghubungi Elizabeth.
“Nyonya besar, datanglah sekarang ke rumah sakit!”pinta Rafael dengan suara menahan tangis.
“Kenapa suaramu seperti itu Raf? Apa sesuatu terjadi pada Ramon? Jangan katakan Ramon..”Elizabeth mendadak kuatir mendengar suara Rafael yang tak biasa saat menelponnya.
“Kak Ramon sudah siuman”ucap Rafael sambil menatap sang kakak yang sudah membuka mata dan sedang diperiksa dokter.
__ADS_1
“A-apa katamu? Ramon? Ramon sudah siuman?”tanya Elizabeth tak percaya
Elizabeth yang menerima panggilan telepon di depan suaminya, tampak menatap sang suami dengan tatapan tak percaya mendengar berita dari Rafael.
“Kemarilah sekarang! Ajak tuan besar sekalian! Kak Ramon sudah siuman”ajak Rafael
“Aku ke sana sekarang. Tunggu nenek Raf!”pinta Elizabeth
Rafael segera menutup teleponnya. Karena merasa sangat terharu, Rafael memilih berjalan ke arah balkon kamar Ramon. Jessica menatap lelaki tampan menyebalkan yang terlihat berbeda setelah melihat kakaknya akhirnya siuman. Rafael memegang pagar balkon dengan erat. Bulir airmata pun lolos dari mata indahnya.
“Mommy, aku sudah penuhi janjiku padamu. Kak Ramon sudah siuman sekarang! Mommy bisa tenang di sana!”gumam Rafael dalam hati
Rafael mengusap airmatanya begitu mengingat janjinya pada sang mommy. Pada wanita yang sudah melahirkannya. Hatinya mendadak tak karuan. Jessica berjalan mendekati Rafael. Jessica menepuk pelan bahu Rafael.
“Kau baik-baik saja kan?”tanya Jessica
Rafael menoleh pada gadis cantik itu. Entah kenapa begitu melihat Jessica, perasaannya semakin tak karuan.
Jessica yang melihat sisi lemah Rafael sedikit kaget melihat betapa emosionalnya Rafael begitu melihat sang kakak yang sudah siuman. Tiba-tiba tanpa diduga, Rafael langsung meraih tubuh mungil Jessica dan memeluknya. Jessica tampak membeku ketika tubuhnya tiba-tiba dipeluk Rafael.
“Sebentar saja. Biarkan aku memelukmu!”pinta Rafael
“Semua baik-baik saja sekarang. Jangan kuatir!”ucap Jessica sambil menepuk pelan punggung Rafael.
__ADS_1
Jessica yang awalnya kaget melihat Rafael memeluknya, akhirnya perlahan-lahan juga mulai mengangkat tangannya dan memeluk balik tubuh lelaki tampan yang akhir-akhir ini selalu membuat hatinya berdebar-debar tak karuan. Entah kenapa begitu memeluk tubuh hangat Jessica, perasaan Rafael merasa tenang. Keduanya berpelukan selama beberapa saat sambil memejamkan mata. Jessica bahkan meletakkan kepalanya di dada bidang Rafael sambil memejamkan mata.