Fall For You

Fall For You
Menginap Semalam


__ADS_3

Suasana makan malam yang hangat ikut menghangatkan hati Rafael yang sudah lama tidak merasakan kebahagiaan seperti ini. Terakhir yang diingatnya adalah saat mommy nya masih hidup sekitar sepuluh tahun lalu. Rafael menatap wajah keluarganya dengan sendu. Ada perasaan sedih begitu mengingat sang mommy.


Jessica yang semula tampak berbincang ringan dengan Elizabeth dan Anna, sempat menoleh sepintas ke arah lelaki tampan di sampingnya yang terlihat menatap keluarganya dengan tatapan yang tidak biasa. Dan saat Rafael terlihat menunduk sambil menyantap makanannya, membuat Jessica penasaran.


“Dia kenapa? Kenapa wajahnya seperti sedang sedih?”gumam Jessica dalam hati


“Apa kesibukanmu saat ini nona Jessica?”tanya Arthur


“Sementara ini saya bekerja di perusahaan kak Amanda”ucap Jessica


“Kak Jessica dan kak Rafael satu perusahaan? Wah..kalian beruntung sekali”puji Anna


“Kak Jessica bekerja di bagian apa?”tanya Ara dengan ekspresi dinginnya


“Ehm..itu..aku..”


“Dia model sepertiku”jawab Rafael masih sambil menikmati makanannya


“Wow..kak Jessica juga jadi foto model seperti kak Rafael. Jangan-jangan kalian cinlok ya?”tanya Anna penasaran


Jessica hanya tersenyum dengan senyum yang dipaksakan terukir di wajah cantiknya.


“Apa nona Jessica tertarik bekerja di perusahaan kami sambil menemani bocah nakal itu?”tanya Arthur tiba-tiba


Jessica dan Rafael menoleh bersamaan ke arah Arthur begitu mendengar pertanyaan mendadak dari Arthur tadi.


“Hah..maksud Anda apa tuan?”tanya Jessica


“Sudah berapa kali aku katakan aku tak tertarik mengurus perusahaan itu. Berhentilah memaksaku!”jawab Rafael dengan tatapan sengit pada kakeknya


Arthur menarik sudut bibirnya. Diletakkannya sendok dan garpu ditangannya begitu mendapat tatapan membunuh dari sang cucu yang kesal dengan permintaannya selama ini. Elizabeth yang melihat pembicaraan di meja makan mulai memanas berusaha mencairkan suasana. Dipegangnya tangan sang suami sambil menatapnya lembut.


“Ayolah! Jangan rusak acara makan malam kita dengan masalah pekerjaan”pinta Elizabeth


“Jessica, bagaimana jika kau menginap saja di sini malam ini? Nenek ingin lebih mengenalmu”pinta Elizabeth


“Mampus kau Jessica!”umpat Jessica dalam hati


“Benar sekali. Menginaplah di sini malam ini kak! Aku ingin sekali ngobrol dengan kakak semalaman. Kau mau kan kak?”pinta Anna dengan mata berbinar-binar


“Aku..”


“Aduh..bagaimana ini? Aku harus menjawab apa?”gerutu Jessica dalam hati sambil menoleh ke arah Rafael berharap mendapat pertolongan dari lelaki yang duduk di sampingnya itu.


“Aku tak bisa. Besok aku masih banyak urusan”jawab Rafael

__ADS_1


“Kak Rafael pulang saja. Biar kak Jessica yang menginap di sini. Kak Jessica mau kan?”pinta Anna sekali lagi


“Aku akan menelpon kak Amanda. Pasti dia akan mengijinkan”ucap Anna


Anna tanpa pikir panjang langsung menghubungi Amanda. Jessica hanya pasrah dengan kelakuan “adik iparnya” yang semaunya sendiri itu.


“Kak Amanda, aku ingin memberitahumu jika kak Jessica akan menginap semalam di rumah kami, boleh kan kak?”tanya Anna


“Oh itu..”


“Terimakasih kak. Aku akan bilang kak Jessica. Selamat malam kak”potong Anna dengan cepat sambil menutup teleponnya.


Anna sengaja berbohong sudah mendapatkan ijin dari Amanda karena ingin Jessica menginap di rumah kediaman Miller meskipun hanya semalam.


“Beres. Kakak dengar kan kak Amanda sudah mengijinkan”ucap Anna bohong


Jessica hanya sanggup tersenyum pahit karena sudah terjebak dalam permainannya sendiri. Niatnya untuk membuat Rafael berbaikan dengan kakek dan neneknya malah membuat dirinya harus terjebak semalam di rumah kediaman Miller.


Elizabeth segera menyuruh salah satu pelayan merapikan kamar di sebelah kamar Rafael untuk dipakai Jessica.


****


Setelah acara makan malam, seluruh keluarga berkumpul di ruang keluarga. Hanya Arthur yang kembali ke ruang kerjanya untuk mengurus pekerjaannya kembali. Elizabeth ditemani si kembar, Anna dan Ara, tampak berbincang santai dengan Jessica. Sementara Rafael yang kesal terpaksa ikut menginap di rumahnya karena ingin menemani Jessica dan memastikan “kekasihnya” itu aman selama di rumah kediaman Miller.


“Kenapa kak Jessica mau sih dengan playboy kelas kakap seperti kak Rafael?”sindir Anna


“Jaga mulutmu itu anak kecil! Jangan ikut campur urusan kami!”ucap Rafael dengan tatapan tajam pada adik bungsunya itu


Anna justru menjulurkan lidahnya mengejek sang kakak. Membuat Rafael semakin kesal saja dengan kelakuan kekanakan Anna.


“Kalian bisa berhenti bertengkar!”pinta Ara dengan ekspresi datarnya


“Apa jawaban kakak? Kenapa kakak mau pacaran dengan kak Rafael?”tanya Ara dengan tatapan tajam ke arah Jessica


“Karena aku yakin pada perasaan kami. Dia pasti tidak akan melukaiku. Benar kan?”tanya Jessica sambil tersenyum dan menatap lembut ke arah Rafael.


Membuat Rafael merasakan perasaannya menghangat karena tatapan lembut Jessica.


“Tentu saja”sahut Rafael


Ara menatap keduanya dengan ribuan pertanyaan di kepalanya. Karena Rafael yang dikenalnya adalah lelaki yang tak mudah takluk pada wanita. Kecuali pada satu orang.


“Apa yang kau suka dari cucuku yang tampan ini?”tanya Elizabeth


“Apa wajahnya yang tampan kak? Atau bodynya yang wow?”goda Anna sambil menaik turunkan alis matanya sambil menatap tubuh sang kakak yang memang bagaikan pahatan patung Yunani dan tangannya yang digerakkan meliuk-liuk seakan mengikuti lekuk tubuh sang kakak.

__ADS_1


Jessica tampak berpikir sejenak. Sambil menatap lembut ke arah Rafael, Jessica pun menjawab pertanyaan mendadak dari Elizabeth itu.


“Dia selalu melindungi dan menjagaku”puji Jessica singkat


Jessica dan Rafael saling bertatapan dengan lembut. Rafael bahkan menggenggam tangan gadis cantik yang sudah memujinya itu. Jessica tampak salah tingkah dengan kelakuan Rafael yang tiba-tiba menggenggam tangannya.


Elizabeth yang melihat kemesraan cucu kesayangannya dengan kekasihnya itu tampak tersenyum bahagia melihat Rafael yang tampak bahagia di samping Jessica. Anna dibuat meleyot dengan perlakuan manis sang kakak pada Jessica. Hingga Anna menggigit bantal di kursi sofa yang sejak tadi dipegangnya saking gemasnya.


“Ahhh..kalian membuatku iri..iiihhhh”Anna menggigit gemas bantal yang dipegangnya.


Ara yang melihat saudara kembarnya dengan kelakuan anehnya segera menyuruh Anna melepaskan gigitannya.


“Hei..hentikan Anna!”pinta Ara pada Anna sambil menjauhkan bantal di tangan Anna yang baru saja digigit sang kembaran.


Kelakuan aneh Anna membuat Jessica tertawa kecil. Tawa Jessica yang sangat renyah membuat Rafael tanpa sadar menarik sudut bibirnya melihat kekasihnya yang sedang tertawa bahagia.


Karena hari sudah malam, akhirnya Anna mengantar Jessica ke kamarnya. Rafael mengikuti keduanya di belakangnya. Ara tampak berjalan mensejajari sang kakak.


“Apa kakak serius dengan gadis itu? Bukankah dia bukan tipe-mu?”tanya Ara tiba-tiba mengagetkan Rafael


“Darimana kau tahu?”tanya Rafael kaget


“Aku itu adikmu. Aku kenal betul kau itu seperti apa. Mana mungkin aku tidak tahu jika gadis itu bukan tipemu”jawab Ara dengan tatapan lurus ke depan.


“Itu bukan urusanmu. Urusi saja urusanmu sendiri. Tak usah menghiraukan masalahku”jawab Rafael


Ara menghela nafasnya perlahan.


Begitu sampai di kamar yang akan ditempati Jessica, Anna langsung membukakan pintu untuk kakak iparnya itu.


“Kak Jessica tidur di sini. Malam ini aku akan menemanimu”ucap Anna dengan wajah sumringahnya.


Jessica hanya menganggukkan kepalanya. Dilihatnya kamar berukuran besar dengan interior yang sangat indah itu. Furnitur di dalamnya pun terlihat mewah.


“Tidurlah di sini! Aku ada di kamar sebelah jika kau mencariku”ucap Rafael


Jessica hanya menganggukkan kepalanya. Akhirnya Anna dan Jessica masuk ke dalam kamar berdua. Sementara Rafael memilih tidur di kamarnya. Kamar yang selama beberapa tahun ini sudah tidak pernah ditempatinya.  Ara pun tidur di kamarnya sendiri.


Setelah berganti pakaian dengan piyama tidur yang dimiliki Anna, Jessica dan Anna berbincang berdua sepanjang malam. Keduanya saling bercerita satu sama lain. Tetapi Anna lebih banyak mendominasi dan justru menceritakan hampir semua aib dan rahasia Rafael yang selama ini dipendamnya. Membuat Jessica tertawa kecil mendengar semua cerita Anna.


Setelah lelah bercerita, Anna akhirnya tidur. Jessica yang sulit tidur beberapa kali tampak menggeser posisi tidurnya.


“Ah..kenapa malah jadi ga bisa tidur? Bagaimana ini?”gumam Jessica dalam hati sambil menatap langit-langit kamar.


Dilihatnya Anna yang sudah terlelap tidur.

__ADS_1


“Anak ini lucu sekali. Berbeda jauh dengan kakak dan saudara kembarnya”gumam Jessica dalam hati


Karena sulit terpejam, Jessica yang merasa haus, akhirnya bangun dan beranjak dari ranjangnya. Jessica ingin minum air hangat supaya bisa tidur. Karena suasana rumah yang sudah malam, tampak lampu temaram menghiasi sepanjang lorong kamar. Di perjalanan menuju dapur, Jessica sempat bertemu dengan pengawal keluarga Miller yang mengantarnya menuju dapur.


__ADS_2