Fall For You

Fall For You
Mencekam


__ADS_3

“Sayangnya aku sudah tidak bisa lagi percaya padamu. Apalagi pada adikmu, karena dia hampir saja membunuhku dengan tangannya sendiri”ucap Jessica


“Aku pastikan kejadian itu tidak akan terulang lagi”ucap Albert


“Aku tak bisa mempercayaimu lagi seperti dulu”sahut Jessica


Albert menghela nafasnya perlahan.


Memang susah meyakinkan seseorang yang sudah kita buat terluka. Apalagi jika kepercayaan sudah dikhianati. Sekuat dan sebesar apapun usaha kita untuk meyakinkan mereka semua itu akan sia-sia saja. Ibarat kaca yang sudah pecah meskipun bisa direkatkan lagi tapi semuanya tidak akan kembali sama seperti dulu. Seperti itulah yang kini dirasakan Jessica.


Jessica begitu mempercayai Albert dan menganggapnya sebagai sahabat. Namun siapa sangka ternyata dia adalah kaki tangan Celine yang kini menculik dirinya.


“Albert”panggil Jessica


Albert yaang mendengar Jessica memanggil namanya setelah sekian lama, merasa begitu bahagia.


“Ada apa?”tanya Albert


“Aku mohon kembalikan aku pada suamiku. Aku janji tidak akan melaporkan kalian ke pihak yang berwajib. Kita anggap kejadian ini tidak pernah terjadi. Kau mau kan?”bujuk Jessica


Jessica berusaha membujuk Albert berharap lelaki itu mau membebaskan dirinya.


“Maaf Jessica, aku tak bisa”jawab Albert


“Tapi kenapa?”tanya Jessica


“Suamimu sudah melaporkan berita kehilanganmu. Jika tiba-tiba aku mengembalikanmu, maka aku dan Celine pasti akan mendekam dalam penjara”jawab Albert


“Aku akan membujuk suamiku untuk mencabut laporannya dan kalian bisa bebas”bujuk Jessica


Albert sebenarnya tidak tega melihat mata indah Jessica yang terlihat memelas meminta pertolongannya. Namun Albert dengan berat hati terpaksa menolak permintaan Jessica untuk melindungi adik semata wayangnya, Celine.


“Aku mohon padamu, Albert. Lakukan ini demi persahabatan kita selama ini!”pinta Jessica untuk terakhir kali


“Maafkan aku Jess. Aku tak bisa”jawab Albert


“Baiklah. Berarti mulai sekarang, kau bukan lagi sahabatku. Aku akan menganggap kita tak pernah saling mengenal”ucap Jessica


“Jangan seperti itu Jess”pinta Albert


Jessica memilih diam dan menjauhkan tubuhnya dari Albert. Jessica memilih mendekap tubuhnya dan memandang pemandangan di luar mobil yang kini sudah memasuki pelataran bandara.


Begitu mobil yang mengantar Jessica sampai di dekat pesawat pribadi keluarga Barnett. Jessica langsung ditarik keluar.


Jessica terus berusaha melepaskan diri dari pengawal Barnett yang terus menyeret dirinya menuju pesawat pribadi.


“Lepaskan! Kau bisa menyakiti dia”perintah Albert pada pengawalnya yang tadi menarik tubuh Jessica


“Lepaskan aku!”pinta Jessica pada Albert


Jessica berjalan menuju pesawat pribadi. Sesekali Jessica menatap ke belakang.


“Raf, kau dimana? Tolong selamatkan aku!”gumam Jessica dalam hati


Matanya memancarkan kesedihan karena tak bisa segera bertemu dengan suaminya.


“Apa yang kau lakukan? Cepat jalan!”pinta Celine setengah memaksa.


“Lepaskan aku!”ronta Jessica

__ADS_1


Di saat Jessica terus meronta itu, tiba-tiba muncul beberapa orang bersenjata di sekitar mereka, membuat semua pegawal keluarga Barnett langsung bersiaga di sekitar majikannya.


“Police! Put your guns down!”teriak seorang polisi dengan suara yang sangat keras.


“Hah? Polisi? Bagaimana ini?”seru Celine panik


Albert memilih melindungi Jessica dan menarik wanita itu dalam dekapannya sambil berusaha melindunginya. Jessica terlihat ketakutan karena kini mereka dikelilingi beberapa polisi yang sebelumnya telah bersembunyi di sekitar pesawat pribadi keluarga Barnett.


“I repeat! Put your guns down!”perintah seorang polisi sekali lagi


“Apa yang kalian lakukan? Cepat turunkan senjata kalian!”pinta Albert pada para pengawalnya.


Perlahan-lahan para pengawal itu menurunkan senjata mereka ke tanah di bawah mereka, lalu menaruh tangan mereka di belakang kepala. Para polisi itu pun berjalan perlahan ke arah kerumunan pengawal, Celine, Albert dan Jessica.


Wajah Celine terlihat sangat marah.


“Ini pasti ulah kakak, iya kan?”gerutu Celine pada Albert.


“Aku harus menghentikanmu sebelum banyak yang menjadi korban keegoisanmu”sahut Albert


Para polisi menahan satu per satu pengawal Celine. Begitu juga Celine dan Albert.


“Jessica”panggil Rafael dengan berjalan cepat ke arah Jessica


“Raf”panggil Jessica begitu melihat sang suami


Jessica pun berjalan ke arah Rafael yang kini berjalan ke arah dirinya.


Melihat Jessica dan Rafael yang akan bertemu dan bersatu, membuat hati Celine kembali meradang. Kemarahan mengisi hatinya. Celine melirik ke arah seorang polisi yang berdiri di sampingnya. Melihat pistol sang polisi yang tanpa penjagaan membuat Celine gelap mata.


Begitu mendapat kesempatan, Celine langsung merampas pistol sang polisi dan berjalan cepat ke arah Jessica sambil menodongkan pistolnya.


Rafael begitu terkejut melihat kelakuan nekat Celine yang kini menyandera istrinya.


“Lepaskan istriku! Jangan kau sakiti dia!”teriak Rafael panik


“Celine? Apa yang kau lakukan? Cepat turunkan senjatamu! Kau bisa terbunuh!”teriak Albert berusaha menyadarkan adik semata wayangnya.


“Suruh mereka semua mundur!”perintah Celine pada Rafael sambil terus menarik Jessica yang kini disanderanya.


“Aku mohon Celine, lepaskan aku!”pinta Jessica dengan beruraian airmata.


“Celine! Aku bilang lepaskan istriku! Kau bisa menyakitinya!”teriak Rafael dengan penuh kemarahan.


Suasana di bandara begitu mencekam. Dengan Celine yang menyandera Jessica. Beberapa polisi tampak menodongkan senjatanya ke arah Celine dan Jessica.


Akhirnya karena negosiasi yang gagal, Rafael terpaksa meminta para polisi menurunkan senjata mereka. Satu per satu polisi menurunkan senjata mereka.


Celine segera membawa Jessica menuju mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


“Kita ikuti mereka!”perintah Rafael


Akhirnya kejar-kejaran terjadi. Celine mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Di belakangnya Rafael ikut menyusul ditemani beberapa mobil polisi.


Jessica yang frustasi dan ketakutan terus berusaha membujuk Celine untuk menyerahkan diri.


“Celine, jangan lakukan ini! Kau akan mendekam di penjara dalam waktu yang lama jika kau tak segera menyerahkan diri!”pinta Jessica


“Kau pikir dengan aku menyerahkan diri, kau bisa bahagia dan memiliki Rafael? Jangan mimpi! Jika aku tak bisa memilikinya, kau juga tak bisa memilikinya! Aku akan ajak kau mati bersamaku!”ucap Celine dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


“Kau mau kita mati bersama?”tanya Jessica penuh ketakutan.


“Jangan lakukan itu Celine! Masa depanmu masih panjang. Kau bisa menemukan lelaki lain yang lebih baik dari Rafael. Yang bisa mencintaimu sebesar kau mencintainya. Aku mohon menyerahlah!”pinta Jessica.


“Berisik! Kau tahu apa tentang hidupku! Siapa bilang hidupku masih lama? Diamlah!”ucap Celine


Celine benar-benar hilang kendali. Dia seakan sudah tak perduli dengan hidupnya lagi. Celine bahkan beberapa kali menerobos lampu merah. Membuat Jessica semakin ketakutan.


“Aaaaa…”teriak Jessica ketika hampir saja mobil yang dinaikinya menabrak mobil lain yang melintas


“Hahahaaha”Celine terus tertawa melihat Jessica yang ketakutan.


“Celine, aku mohon jangan lakukan ini! Pikirkan kakak dan kakekmu! Pikirkan perasaan orang-orang yang selama ini menyayangimu. Mereka pasti sedih jika kau melakukan ini”ucap Jessica dengan berlinangan airmata


Entah kenapa tiba-tiba Celine seperti kembali dari tidur panjangnya. Tatapan matanya menjadi kosong. Laju kendaraannya pun perlahan menurun. Mobil yang dikendarai Celine berhenti di tengah jalan. Untung saja keadaan jalan saat itu sedang sepi.


Kata-kata yang diucapkan Jessica seperti tamparan keras bagi Celine karena dalam waktu yang sesaat dia melupakan keluarganya sendiri. Kakak dan kakeknya yang selama ini menyayanginya.


“Kakak”panggil Celine


Tiba-tiba airmata Celine menetes tanpa bisa dibendung. Celine menangis tersedu-sedu mengingat keluarganya yang menyayanginya. Celine menghentikan laju mobilnya.


Celine menangis sambil menundukkan kepalanya pada setir mobil. Jessica yang merasa kasihan pada Celine mengumpulkan keberaniannya dan meraih tubuh Celine. Jessica memeluk tubuh Celine yang kini begitu rapuh.


“Ayo kita keluar dari sini!”ajak Jessica


Celine menganggukkan kepalanya.


Ketika akan melepas sabuk pengamannya, tiba-tiba sebuah truk kontainer besar dengan kecepatan tinggi melintas menuju mobil Celine dan Jessica.


“Diiinnnn..diiinnnnnn”


Sopir kontainer membunyikan klakson dengan keras. Celine yang panik berusaha menyalakan mesin mobil namun tiba-tiba mesin mogok. Tidak mau menyala. Celine dan Jessica semakin panik.


“Diiiiiinnnn..diiinnnnn”


Bunyi klakson truk kontainer kembali terdengar. Keduanya sama-sama terbelalak. Celine dengan gerakan cepat langsung membantu Jessica melepas sabuk pengamannya.


Jessica yang sudah terlepas sabuk pengamannya hendak membantu Celine. Tetapi sabuk pengaman Celine justru rusak dan sulit dilepas.


“Pergilah!”pinta Celine


“Kita pasti bisa pergi bersama”ucap Jessica sambil terus berusaha membantu Celine.


Rafael yang tadi melihat mobil Celine berhenti segera menghampiri Jessica.


“Raf, bantu aku mengeluarkan Celine”pinta Jessica pada Rafael.


“Raf, bawa istrimu pergi!”pinta Celine sambil tersenyum


Karena truk kontainer yang tak kunjung berhenti karena rem blong, Rafael pun segera menarik tubuh Jessica sebelum kecelakaan terjadi.


Sopir truk kontainer sudah berusaha mengerem tetapi karena rem blong akhirnya kecelakaan tak dapat dihindarkan.


“Brakkkkkkk…diiaaaarrrr….”


Sebuah benturan yang sangat keras terjadi. Truk kontainer menabrak mobil yang ditumpangi Celine dengan sangat keras, hingga mobil terlempar dan terguling beberapa kali.


“Tidaakkkkkkk”teriak Jessica melihat Celine tertabrak truk kontainer berkecepatan tinggi itu.

__ADS_1


Rafael memeluk tubuh istrinya dengan kuat. Jessica pun menangis dengan airmata yang mengalir deras melihat kejadian memilukan itu.


__ADS_2