
Keesokan harinya,
Jessica dan Rafael pulang dari kediaman Miller bersama-sama. Sejak tadi pagi setiap bertemu keduanya tampak salah tingkah. Membuat Elizabeth dan si kembar bingung melihat kelakuan pasangan kekasih itu.
Setelah sarapan dan berpamitan dengan keluarga Miller, Jessica dan Rafael pun kembali ke apartemen bersama. Sepanjang perjalanan keduanya sama-sama diam. Tenggelam dalam pemikiran masing-masing. Jessica terlihat tidak nyaman setelah kejadian semalam. Setiap kali mata Jessica tak sengaja menatap lengan kekar Rafael yang sedang menyetir, mampu membuat Jessica kelabakan. Jessica menelan ludahnya dengan susah payah karena teringat betapa eratnya Rafael memeluknya semalam.
Jessica sempat menoleh sepintas menatap lelaki tampan di sampingnya yang terlihat begitu tenang setelah kejadian semalam.
“Kenapa dia bisa begitu tenang? Dan kenapa dia terlihat begitu tampan? Oh..Tuhan, ada apa denganku? ”gumam Jessica dalam hati
Rafael dengan santainya menyetir dengan satu tangan. Sambil sesekali menyibak rambutnya ala model iklan shampo.
“Apa dia mencoba membanggakan profil wajahnya yang tampan? Kenapa aku terus memikirkan dia? Mungkinkah aku jatuh cinta padanya? Pada lelaki playboy ini? Tidak mungkin. Ini pasti ada yang salah”gerutu Jessica dalam hati merutuki kebodohannya sendiri yang sudah berciuman dengan lelaki tampan di sampingnya itu.
“Apa kau tidur dengan nyenyak semalam?”tanya Rafael tiba-tiba mengagetkan Jessica.
“Semalam? Te-tentu saja. Aku tidur dengan nyenyak semalam”ucap Jessica dengan terbata-bata.
“Tentang apa yang terjadi semalam..”
Rafael belum menyelesaikan ucapannya namun Jessica sudah terlebih dulu memotongnya.
“Apa yang terjadi semalam, anggap saja itu sebuah kesalahan”ucap Jessica
“Apa?”pekik Rafael tak percaya
“Anggap saja tidak terjadi apa-apa semalam. Aku minta maaf. Semua itu adalah kesalahan”ucap Jessica
“Aku juga minta maaf”tanya Rafael
Jessica spontan menoleh pada lelaki tampan di sampingnya.
“Aku yang sudah memulainya karena itu aku minta maaf”ucap Rafael lagi namun dengan hati yang diliputi kemarahan.
“Aku senang kita berpikiran yang sama”ucap Jessica
“Aku juga senang. Tidak akan ada kedua kalinya”sahut Rafael dengan kesal
“Tentu saja”balas Jessica
Keduanya akhirnya memilih diam. Jessica memilih menatap pemandangan indah di sampingnya dari jendela mobil.
“Begini lebih baik”gumam Jessica dalam hati
“Bisa-bisanya dia bilang semua itu adalah kesalahan”gerutu Rafael dalam hati tak terima
Rafael berpikir Jessica juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakannya karena itu semalam mereka berdua berciuman dengan mesra. Dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan.
__ADS_1
Jessica memilih mengakhiri perasaan di dalam hatinya pada lelaki tampan itu karena takut jatuh cinta lagi. Jessica takut merasakan patah hati untuk kesekian kalinya. Kegagalan percintaannya yang sebelumnya dengan Arga Wisnutama benar-benar meninggalkan trauma mendalam di hati gadis cantik itu. Sehingga ketika mulai merasakan getaran aneh di hatinya karena ulah playboy tampan di sampingnya itu, Jessica memilih mengakhirinya sebelum terlambat. Sebelum rasa itu semakin besar dan menenggelamkannya. Persis seperti yang terjadi pada dirinya sebelum ini.
“Apa kau mulai menyukaiku?”tanya Rafael
“Kau bilang apa?”tanya Jessica sambil mengernyitkan dahinya
“Apa kau sudah mulai menyukaiku? Aku ingatkan lagi perjanjian nomor lima dalam surat perjanjian kita”ucap Rafael
“Kita akan berpura-pura pacaran, tetapi kita tidak akan pernah benar-benar pacaran. Aku ingat itu”jawab Jessica dengan sengit
“Syukurlah kau masih mengingatnya”sahut Rafael dengan wajah yang mengeras menahan marah.
“Satu hal yang mesti kau ingat, kau itu bukan tipe-ku”ucap Rafael dengan tegas
“Aku tahu”sahut Jessica lemas
Mendadak hatinya merasa sedih mendengar lelaki itu mengatakan dirinya bukanlah tipenya.
“Tenang Jessica, kau akan baik-baik saja”gumam Jessica dalam hati mencoba menenangkan diri
****
Sesampainya di perusahaan agensi modelling,
Amanda dan Victor tampak sedang sibuk mempersiapkan rencana pesta pernikahan mereka yang akan digelar sebentar lagi. Victor sengaja mempercepat pernikahan karena tak ingin lagi jauh dari wanitanya. Meskipun Amanda beberapa kali memohon supaya pernikahan mereka diundur namun Victor tetap tak bergeming dan teguh dengan pendiriannya.
Akhirnya melihat kesungguhan hati Victor yang ingin mempersuntingnya membuat Amanda luluh juga. Dan akhirnya bersedia menikah dengan lelaki tampan gila yang selalu membuat hari-harinya penuh warna.
Jessica memasuki kantor Amanda sambil mengetuknya terlebih dahulu.
“Tok..tok..tok”
“Come in”sahut Amanda
“Kak..”sapa Jessica begitu memasuki kantor Amanda
“Sayang, aku keluar dulu. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Jessica”pinta Amanda pada Victor
Victor yang sedang menelpon seseorang menganggukkan kepalanya memberi ijin pada pujaan hatinya untuk berbicara dengan adik iparnya.
Amanda menarik tangan Jessica dan membawanya keluar kantor.
“Kita mau kemana kak?”tanya Jessica bingung sambil menatap kakak sepupunya yang menarik tangannya hingga ke dalam lift.
“Kita ke roof top”ucap Amanda
“Kakak kenapa?”tanya Jessica
__ADS_1
Pintu lift terbuka. Jessica dan Amanda berjalan berdua dan duduk di salah satu kursi yang ada di rooftop.
“Kakak belum menjawab pertanyaanku. Kakak kenapa?”tanya Jessica
“Aku dengar dari Leon, Ramon sudah siuman. Apa itu benar?”tanya Amanda
Jessica menganggukkan kepalanya.
“Benar kak. Kemarin kak Ramon siuman”balas Jessica
“Aku senang mendengarnya”sahut Amanda
“Apa kakak akan menjenguknya?”tanya Jessica
“Entahlah. Apa aku bisa menjenguknya? Victor pasti tidak akan membiarkan aku menemui Ramon”ucap Amanda
Amanda sadar betul jika lelaki yang saat ini bersamanya sangat tidak menyukai Ramon. Apalagi Ramon secara tidak langsung sudah membuat Victor dan Amanda berpisah selama dua tahun. Sandiwara cinta yang dibuat Cecilia akibat perbuatan Ramon yang menghamilinya, justru dilimpahkan pada Victor hingga membuat hubungannya dengan Amanda terputus.
Dan kini saat lelaki yang merupakan ayah kandung Louis sudah siuman, membuat Amanda tidak leluasa untuk menjenguknya. Meskipun tak ada lagi perasaan cinta di hati Amanda untuk Ramon. Namun bagaimanapun juga Ramon adalah sahabatnya. Tentu saja Amanda ingin sekali menjenguk lelaki tampan itu.
“Sebaiknya kakak menunggu saja. Saat ini kak Ramon juga belum sembuh 100%. Dia perlu kembali menjalani fisioterapi untuk melatih otot-otot tubuhnya supaya bisa kembali bekerja seperti semula.”ucap Amanda
“Kabari aku perkembangan Ramon”pinta Amanda
“Tentu saja kak”sahut Jessica
“Bagaimana acara makan malam dan acara menginapmu semalam? Apakah lancar?”tanya Amanda penasaran
Meskipun rata-rata keluarga Miller sudah dikenalnya, namun sosok angker Arthur Miller membuat Amanda merasa penasaran dengan yang dialami adik sepupunya di kediaman Miller semalam. Amanda sangat penasaran akan tanggapan Arthur Miller begitu mengetahui cucu kesayangannya membawa pacarnya ke rumah. Karena sejak mengenal keluarga Miller terutama Rafael, Amanda belum pernah sekalipun mendengar ada seorang wanita yang dikenalkan Rafael pada keluarga besarnya.
“Lancar kak”sahut Jessica
“Apa tuan Arthur tidak menginterogasimu?”tanya Amanda penasaran
“Ehm..tidak juga. Beliau jarang bicara. Beliau hanya bertanya seperlunya saja”ucap Jessica
“Apa kau tidak merasa takut setelah melihat tuan Arthur?”tanya Amanda
“Tentu saja aku takut. Tatapan matanya sangat mengerikan”ucap Jessica
Amanda spontan menganggukkan kepalanya dengan cepat.
“Kau lihat kan, tatapan matanya benar-benar dingin dan mengerikan. Setiap kali bertemu, entah kenapa tubuhku langsung merinding. Bahkan membayangkan sosoknya saja sudah bisa membuat bulu kudukku berdiri”ucap Amanda.
“Hahaha..kakak lucu sekali”
Jessica tertawa mendengar penuturan Amanda
__ADS_1
“Isshh..anak ini. Malah menertawakanku”keluh Amanda mendengar suara tawa Jessica yang mengejeknya.