Fall For You

Fall For You
Terjebak Permainan Sendiri


__ADS_3

“Semalam Jessica…”


Elizabeth sengaja menggantung ucapannya sendiri sambil tersenyum pada Rafael dan Jessica.


“Oh Tuhan! Jangan sampai nenek Eliz mengungkapkan yang sebenarnya. Papa pasti akan memenggalku jika tau aku menginap di apartemen lelaki yang baru aku kenal”pinta Jessica dalan hati


“Sialan! Aku terjebak dalam permainanku sendiri”gerutu Rafael dalam hati


Awalnya Rafael berencana membuat alasan tentang kejadian semalam. Dia akan mengatakan Jessica menginap di apartemen adik perempuan Leon. Tetapi rencana itu menjadi berantakan karena nenek Elizabeth ternyata juga berada di apartemen Amanda. Sebisa mungkin Rafael menahan diri supaya tidak mengacaukan semuanya.


Waktu seakan melambat. Jessica seakan tercekik tak dapat bernafas dengan normal. Seolah oksigen di apartemen Amanda menipis sehingga tak dapat mengisi paru-parunya. Rafael juga merasakan pening di kepalanya. Baru kali ini dirinya kalah dalam permainannya sendiri. Jerry dan Hanna tampak serius mendengarkan penuturan Elizabeth. Amanda menatap tajam ke arah Rafael. Sementara Joanne terus tersenyum ke arah Jessica dan Rafael.


“Aku tahu mereka pasti ada sesuatu”gumam Joanne dalam hati


“Semalam Jessica menginap di rumahku”jawab Elizabeth sambil tersenyum pada Jerry dan Hanna.


Mendengar jawaban Elizabeth rasa-rasanya sebuah angin surga yang menyejukkan baru saja menguyur tubuh Jessica dan Rafael.


“Aku sengaja meminta Rafael mengundang Jessica kerumah karena aku ingin mengenal gadis yang sudah mencuri hati cucuku”ucap Elizabeth lagi sambil tersenyum.


Jessica dan Rafael memaksakan senyum palsu di bibirnya mendengar pengakuan Elizabeth.

__ADS_1


Akhirnya percakapan bergulir di ruang tamu itu dalam keadaan yang lebih santai. Tidak setegang lagi. Amanda menarik Jessica ke dapur untuk membuatkan minuman bagi para tamunya yang datang.


Di dalam dapur,


Amanda sesekali menengok ke ruang tamu. Sambil berbisik, Amanda mulai menginterogasi Jessica.


“Katakan padaku! Apa yang baru saja dikatakan nenek Eliz tidak benar kan? Kamu dan Rafael tidak sedang berkencan kan?”bisik Amanda


“Aku harus bicara apa?”gerutu Jessica dalam hati


“Kami memang berkencan”ucap Rafael.


Amanda dan Jessica spontan menoleh ke arah lelaki tampan yang tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai kekasih Jessica.


“Aku serius”jawab Rafael sambil menatap lembut ke arah Jessica.


“Sebenarnya apa yang kau rencanakan?”tanya Jessica dalam hati


“Jess..aku baru percaya jika kata itu keluar dari mulutmu sendiri. Benar kau dan Rafael sudah berkencan?”tanya Amanda


Jessica semakin bingung dengan situasi yang dialaminya. Di satu sisi dia ingin mengungkapkan kebenarannya dan berkata yang sejujurnya jika dirinya dan Rafael bukan sepasang kekasih. Tetapi di satu sisi, ada nenek Eliz yang mengetahui kenyataan dirinya pernah berada di apartemen Rafael dalam situasi yang tidak biasa.

__ADS_1


Jessica menatap bergantian pada Rafael dan Amanda.


“I-iya kak. Aku dan Rafael memang sepasang kekasih”jawab Jessica dengan terbata-bata.


Rafael tersenyum mendengar Jessica membenarkan ucapannya.


Amanda menghela nafasnya perlahan. Hal yang paling ditakutkannya akhirnya benar-benar terjadi.


“Baiklah. Jika benar kalian saling suka, aku tak bisa berbuat apa-apa”ucap Amanda


“Tapi ingat Raf, jika sampai kau melukai Jessica, kau akan berhadapan denganku. Kau mengerti!”ancam Amanda


“Iya. Aku tahu”jawab Rafael.


“Kalian kembalilah ke ruang tamu! Aku akan buatkan minuman untuk om dan tante”pinta Amanda


Jessica dan Rafael akhirnya menuruti Amanda dan kembali ke ruang tamu.


“Kita harus bicara setelah ini!”bisik Jessica pada Rafael


“Kita bicara setelah nenekku pulang”jawab Rafael.

__ADS_1


Setelah pengakuan Elizabeth tentang hubungan Jessica dan Rafael, percakapan di antara dua keluarga menjadi lebih mencair. Hanna dan Elizabeth terlihat sangat akrab. Hanya Jerry yang memilih diam sepanjang pembicaraan kedua keluarga.


__ADS_2