Fall For You

Fall For You
Mencurigakan


__ADS_3

Rafael dan Jessica membuka mata bersamaan begitu mendengar suara genderang dari perut Jessica yang sudah kelaparan. Rafael melepaskan pagutan di bibir Jessica yang baru saja dirasainya. Jessica menggigit bibir bawahnya karena malu. Rafael menarik sudut bibirnya melihat sang tunangan yang sudah salah tingkah.


“Kau lapar?”tanya Rafael lembut


Jessica menganggukkan kepalanya. Akhirnya Rafael melepaskan Jessica. Keduanya pun keluar dari kantor untuk makan malam berdua di sebuah restoran mewah yang sudah dipesan Rafael beberapa saat sebelumnya melalui Philip, sekretaris pribadinya.


Keduanya makan malam dalam suasana yang sedikit canggung. Apalagi sebelumnya mereka sempat berciuman mesra berdua. Setelah menyantap makan malamnya, Rafael mengantar Jessica pulang ke apartemen Amanda.


“Cepatlah tidur! Besok pagi aku jemput!”ucap Rafael


“Hati-hati di jalan!”sahut Jessica


Pintu apartemen terbuka setelah Jessica memasukkan nomor passwordnya. Jessica masuk ke dalam apartemen dengan perlahan menutup pintu sambil matanya terus menatap Rafael yang tak juga beranjak dari depan pintu. Begitu pintu tertutup, Rafael segera pulang ke apartemennya.






Jessica yang sudah selesai mandi, tampak mengenakan jubah mandi dengan handuk yang melilit di kepalanya. Saat berjalan ke arah ruang makan, tanpa sengaja, Jessica menyenggol sebuah lampu antik yang ada di atas meja.


“Pranggg”


Lampu antik itu jatuh dan pecahan kacanya berserakan di lantai.


“Yah pecah”gerutu Jessica melihat lampu antik pemberian salah satu tamu di pesta pertunangannya waktu itu kini sudah pecah tak berbentuk.


Jessica memunguti pecahan kaca dan lampu dengan perlahan.


“Apa ini?”tanya Jessica melihat di dalam lampu antik itu terdapat sebuah benda kecil yang terlihat sangat aneh.


Benda kecil mirip kamera dengan beberapa kabel penghubung.


Jessica tampak berpikir sejenak.


“Apa mungkin ini…”


Jessica yang ketakutan segera berlari ke kamar. Tubuhnya bergetar saat pikirannya membawa pada sebuah kesimpulan yang menurutnya sangat mengerikan.


Jessica meraih handphonenya dan menghubungi seseorang.


“H-halo”suara Jessica terdengar terbata-bata

__ADS_1


“Kau kenapa?”tanya Rafael kuatir mendengar suara Jessica yang seperti ketakutan.


Jessica mengamati sekelilingnya saking ketakutannya.


“Apa kau bisa kemari? A-aku takut”ucap Jessica ketakutan


“Tunggu di sana! Aku kesitu sekarang!”


Rafael yang mendengar suara Jessica yang ketakutan tanpa pikir panjang  langsung pergi ke apartemen wanitanya. Sepuluh menit kemudian, Rafael sudah sampai di apartemen Jessica.


“Ting tung..ting tung..ting tung..”


Rafael memencet bel pintu apartemen Jessica dengan terburu-buru.


Jessica yang duduk meringkuk di atas ranjang sambil memeluk tubuhnya langsung berlari ke arah pintu begitu mendengar suara bel yang dipencet Rafael seperti orang gila.


Jessica langsung membuka pintu dan begitu melihat Rafael, spontan Jessica memeluk tubuh tunangannya itu sambil beruraian airmata.


Rafael membeku merasakan gadis cantik yang baru beberapa waktu ditinggalnya kini memeluk tubuhnya dengan sangat erat.


“Ada apa? Kenapa kau ketakutan seperti itu?”tanya Rafael setelah Jessica lebih tenang.


“Aku tunjukkan sesuatu”


Jessica mengajak Rafael melihat pecahan lampu antik yang belum sempat dibersihkannya.


Rafael duduk berjongkok dan memungut benda kecil itu.


“Kamera pengintai? Siapa yang melakukan ini?”geram Rafael dalam hati


“Dimana kau menemukannya?”tanya Rafael sambil berdiri di depan Jessica


“Di dalam lampu antik itu. Tadi aku tak sengaja menyenggolnya, dan saat aku akan membersihkan serpihannya, aku menemukan itu”sahut Jessica


Rafael mengamati sekeliling apartemen.


“Kau sudah tidak aman sendirian di sini. Kemasi barangmu, kita ke apartemenku sekarang”ajak Rafael


“Tapi..”


“Tidak ada tapi. Cepat berkemas!”perintah Rafael


“Baiklah”sahut Jessica


Jessica langsung berjalan ke arah walk in closet dan berganti pakaian. Jessica juga memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam koper. Situasi yang sangat kacau membuat Jessica hanya membawa beberapa baju saja. Karena saat ini yang ingin dilakukannya adalah segera pergi dari apartemen Amanda, karena apartemen itu sudah tidak aman lagi bagi dirinya.

__ADS_1


Begitu melihat Jessica yang sudah rapi dengan koper di tangannya, Rafael segera menghampiri dan menarik koper Jessica.


Jessica termangu melihat Rafael yang membawakan kopernya. Dilihatnya sekeliling apartemen Amanda, kemudian Jessica dan Rafael pergi keluar. Rafael membawa Jessica ke apartemennya. Selama di perjalanan, Jessica terus terdiam sambil sesekali meremas rok yang dikenakannya. Jessica menutup matanya sambil meremas ujung roknya.


Rafael yang melihat rona ketakutan di wajah Jessica, langsung meletakkan tangan besarnya di atas tangan Jessica. Membuat Jessica perlahan membuka matanya merasakan kehangatan tangan Rafael.


“Tenanglah! Kau aman sekarang”ucap Rafael sambil menatap lurus ke depan


Jessica menatap sang tunangan dengan perasaan yang berkecambuk. Matanya pun berkaca-kaca merasakan perhatian Rafael.


Rafael terus menyetir dengan sebelah tangannya kini menggenggam tangan Jessica untuk menenangkannya.


“Menurutmu siapa yang menaruh kamera itu di sana?”tanya Jessica


“Entahlah. Aku akan minta anak buah tuan besar menyelidiki semuanya. Aku pastikan orang yang sudah berani melakukannya akan mendapatkan balasan yang setimpal”ucap Rafael dengan rahang yang mengeras.


Sesampainya di apartemen Rafael, Jessica terlihat canggung berada di apartemen tunangannya itu. Karena bayangan “sidak”yang dua kali dilakukan nenek Elizabeth membuat Jessica sedikit trauma.


Rafael yang menarik koper, menoleh ke belakang ke arah Jessica yang terdiam di tempatnya.


“Apa yang kau lakukan di sana? Masuklah!”ajak Rafael


“Kenapa kau membawaku kemari? Kau bisa mengantarku ke hotel”ucap Jessica


“Setidaknya di sini adalah tempat yang paling aman. Tidak ada yang akan berani memata-matai kita”sahut Rafael


“Tapi bagaimana dengan nenek Eliz? Kita sudah dua kali ketahuan beliau setiap kali aku kemari”ucap Jessica


“Tenanglah. Kali ini beliau tidak akan sembarangan masuk kemari. Aku sudah merubah kata sandinya. Dia harus memencet bel dulu baru bisa masuk kemari”bohong Rafael sambil merebahkan tubuhnya di sofa.


Dilepaskannya dasi yang sejak tadi pagi dipakainya. Rafael melepas dasi itu dan melemparnya ke sofa.


“Apa kau akan berdiri terus di situ? Kemarilah!”ajak Rafael


Jessica akhirnya menuruti permintaan Rafael dan duduk di kursi sofa sedikit berjarak dari lelaki tampan itu.


“Kau bisa istirahat di kamar tamu. Aku akan mandi dulu”


Rafael berjalan menuju kamarnya sambil memijat kepalanya yang terasa berat. Bekerja di perusahaan Miller, begitu banyak yang harus diselesaikannya.


Jessica mengamati sekelilingnya. Dilihatnya apartemen bergaya minimalis modern itu tidak banyak berubah sejak terakhir kali didatanginya. Akhirnya Jessica menyeret kopernya menuju kamar tamu.


Jessica langsung mengeluarkan isi kopernya dan memasukkan ke dalam lemari.


“Aku akan berada di sini selama beberapa hari. Sampai apartemen kak Amanda benar-benar aman”gumam Jessica dalam hati

__ADS_1


Karena hari sudah sangat larut malam, Jessica memutuskan untuk tidur. Badan yang terasa lelah, begitu direbahkan di ranjang besar yang empuk dan nyaman, langsung tertidur dengan pulasnya.


__ADS_2