Fall For You

Fall For You
Dengarkan aku saja!


__ADS_3

Di dalam mobil,


“Jadi dia mantanmu itu?”tanya Rafael tanpa menoleh ke arah Jessica


Jessica spontan menoleh ke arah Rafael yang sedang fokus menyetir mobil.


“Darimana kau tahu?”tanya Jessica penasaran


“Kau pernah menyebut namanya saat kau mabuk waktu itu, apa kau tak ingat?”tanya Rafael


“Kapan?”tanya Jessica


Jessica yang memang tidak mengingat apa-apa, mencoba menggali kembali kenangan dalam pikirannya namun hasilnya nihil. Dia tak mengingat apapun.


“Waktu aku menolongmu dari club malam itu. Waktu kau “menyerangku” dengan membabi buta. Apa kau tak ingat?”selidik Rafael dengan kening berkerut


“Benarkah? Aku..sama sekali tak mengingatnya”jawab Jessica dengan polosnya sambil berusaha keras mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu di apartemen Rafael.


“Benarkah aku mengatakannya?”gumam Jessica dalam hati


Rafael yang mendengar jawaban polos Jessica seketika langsung terbakar amarah. Rafael langsung menepikan mobilnya dan mengerem secara dengan mendadak.


“Ckiiiittttt”


Jessica yang tidak sadar sudah menyulut kemarahan dihati Rafael, karena tidak siap dengan rem mendadak Rafael, langsung terdorong ke depan.


“Heiiiii..hati-hati!”pekik Jessica kaget.


Rafael yang sudah marah, langsung menghadapkan tubuhnya ke arah gadis cantik yang sudah memarahinya. Jessica yang menatap Rafael, dapat melihat jika sekarang lelaki tampan itu sedang marah padanya.


“Ke-kenapa dia seperti marah padaku?”tanya Jessica dalam hati


“Kau itu..Lain kali jangan minum-minum sendiri! Apalagi minum dengan lelaki lain. Kau mengerti?”bentak Rafael dengan kesal


Degh..


Hati Jessica mendadak diliputi perasaan hangat mendengar bentakan Rafael yang entah kenapa, justru tidak terdengar seperti bentakan bagi dirinya.


“Me-memangnya apa hakmu melarangku? Kau tak berhak melarangku, kau dengar?”gertak Jessica dengan suara terbata-bata.


“Tentu saja aku berhak. Kau itu pacarku!”bentak Rafael dengan suara keras bahkan dengan mata yang terbelalak.


Degh..degh..degh..


Jantung Jessica berdegup sangat kencang mendengar pengakuan Rafael yang mengakui dirinya sebagai pacaranya. Jessica mengedipkan matanya beberapa kali. Dilihatnya wajah tampan Rafael yang terlihat sangat marah dan ekspresinya yang benar-benar serius dengan ucapannya.


Rafael langsung menghadapkan tubuhnya kembali ke posisi semula, kemudian kembali mengemudikan mobilnya. Dua manusia dalam satu mobil itu tampak saling diam sepanjang perjalanan pulang. Jessica yang baru saja dibentak, tampak melirik beberapa kali ke arah lelaki tampan yang baru saja membentaknya dengan suara keras.


“Kalo lagi marah, dia menakutkan juga. Tapi kenapa aku justru senang sih?  Ini semakin tidak jelas. Ada apa denganku? Kenapa aku justru bahagia saat mendengar ucapannya barusan?”gumam Jessica dalam hati sambil sesekali menatap Rafael.

__ADS_1


“Ehem”


Jessica yang mendengar Rafael berdehem dengan keras, langsung menoleh ke arah jendela mobil di sampingnya.


“Apa dia sadar aku sedang melihat dia? Ahhh..memalukan!”gerutu Jessica dalam hati sambil mengoceh tanpa suara berlawanan arah dengan Rafael.


“Maaf”ucap Rafael pelan


Jessica spontan menoleh ke arah Rafael mendengar lelaki tampan itu sudah berubah intonasi suaranya menjadi lebih lembut.


“Kau bilang apa?”tanya Jessica


“Maaf karena sudah membentakmu barusan”


“Ah..itu. Baiklah”sahut Jessica


“Aku tak suka wanitaku bicara dengan lelaki lain. Jadi jangan bicara dengan lelaki lain. Cukup dengarkan aku saja! Kau mengerti!”ucap Rafael tanpa menoleh ke arah Jessica


Jessica yang diam saja membuat Rafael menoleh sepintas ke arah gadis cantik itu untuk melihat ekspresi wajah Jessica.


“Aku mengerti”sahut Jessica lirih


Rafael yang mendengar ucapan Jessica, merasa sangat lega. Rafael tanpa sadar menarik sudut bibirnya menampakkan senyum tipis di wajah tampan foto model itu.


“Gadis pintar!”puji Rafael sambil mengelus rambut Jessica


“Singkirkan tanganmu itu!”pinta Jessica


“Kenapa? Kau belum mencuci rambutmu itu?”goda Rafael sambil mencium tangannya yang baru saja mengelus pucuk kepala Jessica.


Rafael bahkan menampakkan senyum jahilnya.


“Enak saja kamu bicara. Rambutku wangi tau”sanggah Jessica sambil cemberut


Jessica menoleh ke arah jendela mobil namun kali ini Jessica tampak menahan senyumnya. Hati Jessica berbunga-bunga mendapatkan perlakuan manis dari Rafael tadi. Sepanjang perjalanan, Jessica terus menoleh ke arah jendela mobil, untuk menutupi kebahagiaannya. Senyum juga terus tersungging di wajah tampan Rafael. Kedua anak manusia yang sedang kasmaran itu sama-sama diliputi kebahagiaan.


*


*


*


*


Di sebuah kamar suite di kapal pesiar mewah nan megah, tampak seorang wanita cantik berbalut gaun pengantin sedang dirias beberapa penata rias.


“Kakak cantik banget hari ini”puji Jessica pada Amanda


“Ah..kamu bisa aja”sahut Amanda malu-malu

__ADS_1


“Iya, kakak cantik banget. Pantas kak Victor tak bisa melepaskan diri dari pesona kakak. Udah dipelet sih?”goda Joanne pada mempelai wanita yang terlihat sangat cantik.


“Ga cuma kakak pelet, udah kakak jampi-jampi juga”goda Amanda


“Oh..pantesan. Kak Victor secinta itu sama kakak, rupanya udah diguna-guna juga ya, hahaha”goda Joanne


“Berarti kakak temennya mbak Rara si pawang hujan itu ya?”goda Jessica


“Kalo di Indonesia ada mbak Rara, di Paris ada mbak Amanda”goda Amanda


Ketiga saudara itu pun tertawa bersama. Aura kebahagiaan nampak jelas tergambar di sana. Para penata rias pun ikut tertawa mendengar celetukan ketiga saudara sepupu yang terpaut usia yang tidak terlalu jauh itu.


“Seru banget ngobrolnya. Ngoobrolin apa sih?”tanya Alvaro, adik tiri Amanda


“Ada deh..mau tau aja. Ini kan khusus ciwi-ciwi cantik doang”sahut Joanne


“Apaan sih Jo?”


Alvaro menoyor kepala Joanne yang terpaut usia dua tahun dari dirinya.


“Isshhh..kebiasaan deh. Noyor kepala orang mulu. Ga sopan tau”gerutu Joanne kesal


Joanne yang tak terima berusaha membalas dendam pada lelaki tampan yang beranjak dewasa itu. Karena tinggi Alvaro yang mencapai 188 cm, sementara Joanne yang hanya memiliki tinggi 162 cm, tentu saja kesulitan untuk membalas dendam.


“Kalian ini. Setiap ketemu pasti seperti ini. Ingat, kalian bukan anak-anak lagi. Berhenti berkelahi!”pinta Amanda


“Kau beruntung, kak Amanda sudah menyelamatkanmu”ucap Joanne


Alvaro yang merasa tak mau kalah malah menjulurkan lidahnya, mengejek saudara sepupunya itu.


“Weeeekkk…makanya tubuh tuh ke atas bukan ke samping”ejek Alvaro


“Hiiihhhhh..anak ini. Awas kau!”Joanne yang jengkel sudah diejek Alvaro malah mengejar lelaki tampan itu.


“Al, kenapa kamu kemari?”tanya Amanda


Tangan Alvaro menahan kepala Joanne.


“Kakak udah siap belum? Mama minta kakak segera keluar, karena acara akan segera dimulai”ucap Alvaro sambil berusaha menghindari pukulan sepupunya.


“Aku sudah siap”ucap Amanda


Amanda berdiri dari kursi rias dan tampak berjalan didampingi Jessica dan Joanne. Amanda mengatur nafasnya untuk mengusir kegelisahannya. Wajar saja, Amanda gelisah dan gugup. Karena hari ini dia akan melepas masa lajangnya untuk menikah dengan pujaan hatinya, Victor.


Amanda, Jessica dan Joanne tampak berjalan bertiga menuju ruangan tempat perhelatan pernikahan antara Amanda dan Victor. Sang mempelai pria tampak begitu tampan dan gagah dengan setelan jas warna putih senada dengan gaun pengantin yang dikenakan Amanda.


Beberapa tamu undangan tampak hadir dalam perhelatan akbar tersebut. Keluarga Miller semua hadir di sana. Arthur dan Elizabeth ditemani si kembar Anna dan Ara. Albert juga turut hadir dalam pesta pernikahan Amanda.


Acara pernikahan berlangsung sangat sakral, karena dihadiri keluarga besar kedua mempelai dan beberapa tamu undangan yang khusus diundang menjadi saksi dalam sejarah kehidupan kedua mempelai.

__ADS_1


__ADS_2