
“Lalu sekarang apa rencanamu?”tanya Simon
Tiba-tiba muncul ide konyol di kepala Rafael. Rafael segera menceritakan semua idenya pada Jane dan Simon. Kedua pasangan suami istri itu terlihat bingung dengan rencana Rafael.
“Kau gila? Aku tak mau”seru Jane tak setuju
“Ayolah Jane. Aku yakin rencana ini pasti berhasil”ucap Rafael meyakinkan
Jane menatap sang suami. Simon yang lebih bijaksana akhirnya menyetujui permintaan Rafael untuk membantunya.
“Jika rencana ini gagal dan istrimu semakin marah padamu, jangan salahkan kami! Oke?”pinta Simon
“Terimakasih”ucap Rafael
Malam semakin larut, akhirnya Rafael kembali ke kamarnya. Mulai besok, rencana yang disusunnya bersama Jane dan Simon akan dilancarkan. Rafael kembali ke dalam kamarnya yang kini sudah gelap. Hanya sebuah lampu kecil sebagai penerang ruangan.
Rafael memilih duduk berjongkok sambil menatap wajah istri cantiknya yang sudah tertidur dengan pulas. Rafael merapikan anak rambut yang menutupi wajah Jessica.
Rafael yang merasa lelah akhirnya memilih mandi air hangat sebelum tidur. Setelah mandi, Rafael kembali ke ranjangnya. Disibaknya selimut yang menutupi ranjang.
“Apa ini?”tanya Rafael begitu merebahkan tubuhnya hendak mendekati tubuh Jessica
Rafael tersenyum mendapati sebuah guling berada di tengah-tengah ranjang. Menjadi penghalang antara dirinya dan sang istri. Dengan segera Rafael menyingkirkan guling itu dan melemparnya ke lantai.
Rafael semakin mendekati tubuh Jessica dan dengan perlahan melingkarkan tangan besarnya di pinggang Jessica sementara tangan satunya menyusup dan berada di bawah kepala Jessica.
Tiba-tiba tanpa diduga, Jessica yang sudah tertidur dengan pulas membalik tubuhnya. Membuat tubuh keduanya saling berhadapan. Jessica bahkan menjadikan tangan kekar Rafael menjadi bantal dan memeluk lelaki itu dengan erat. Jadilah kini Rafael dan Jessica tidur sambil berpelukan.
Rafael bahkan mencium kening Jessica yang tertidur di bawahnya. Tak menunggu lama, Rafael pun tertidur dengan pulas bersama Jessica.
****
Keesokan harinya,
Matahari pagi menari di ufuk timur, memancarkan cahayanya yang menyilaukan mata. Cuaca pagi ini begitu cerah. Langit yang biru menambah indah pemandangan pulau Maldives yang berhiaskan air laut berwarna biru pula.
Di sebuah kamar tampak dua orang pasangan suami istri yang sejak kemarin berseteru, tertidur dengan pulas sambil berdekapan. Keduanya begitu nyenyak memeluk satu sama lain. Merasakan kehangatan tubuh masing-masing. Karena tirai penutup kamar masih tertutup rapat, membuat matahari tak mampu menembus kamar keduanya.
Ketika Rafael yang terbangun lebih dulu, dengan mata yang masih mengantuk, dilihatnya wajah cantik Jessica berada di bawahnya. Rafael mengecup kening Jessica dengan lembut.
“Good morning sayang”sapa Rafael dengan senyum tersungging di wajahnya yang tampan.
Jessica tampak begitu nyaman berada dalam pelukan suaminya yang entah sejak kapan sudah tidur di sampingnya sambil bertelanjang dada. Jessica tertidur dengan pulas sambil menghirup aroma tubuh lelaki tampan yang sudah berstatus sebagai suaminya itu.
Dalam keadaan setengah sadar, tangan Jessica justru meraba tubuh bagian atas suaminya yang tak mengenakan sehelai kain itu. Diusapnya tubuh berotot dengan lekukan sempurna itu sambil tersenyum karena berpikir dirinya masih bermimpi.
“Tubuhnya begitu kekar”gumam Jessica sambil tersenyum namun matanya masih terpejam.
__ADS_1
Jessica tidak sadar kelakuannya barusan membuat “junior”Rafael meronta-ronta minta dipuaskan. Rafael dengan sekuat tenaga menahan dirinya untuk tidak membuat istrinya terbangun. Namun yang ada, justru Jessica yang masih belum sadar seratus persen, menangkup wajah Rafael dan menciumnya dengan sangat menggebu. Jessica masih berpikir jika dirinya masih bermimpi.
“Bahkan bibirnya begitu seksi”gumam Jessica setelah melepas pertautan bibirnya dengan Rafael.
“Kenapa rasanya begitu nyata?”gumam Jessica dalam hati sambil mengerutkan dahinya namun dengan mata yang terpejam.
Merasa ada yang aneh, Jessica membuka matanya perlahan karena memang dirinya masih mengantuk. Jessica mengerjapkan matanya perlahan mengusir rasa kantuk yang menderanya. Jessica mengucek matanya perlahan sambil menguap.
“Huaaammm”
Jessica menggeliatkan tubuhnya hingga tangannya menyentuh tubuh kekar sang suami.
“Hah..k-ke-kenapa kau disini?”tunjuk Jessica dengan kaget begitu matanya melihat penampakan suaminya yang tampan.
Jessica bahkan membelalakkan matanya melihat Rafael yang hanya mengenakan celana pendek kini duduk di tepi ranjang. Rafael mengurut pelan lehernya yang terasa kaku karena berada pada posisi yang sama semalaman karena Jessica terus mendekapnya semalam.
“Kau pikir apa? Tentu saja aku tidur”jawab Rafael santai
Rafael dengan santai bahkan berjalan menuju tirai dan menyibaknya.
“Jadi..yang aku sentuh tadi…”
Jessica semakin dibuat kaget begitu menyadari dirinya sudah menyentuh bahkan mencium lelaki tampan yang terlihat semakin tampan hanya berbalut celana pendek yang dikenakan.
Jessica buru-buru menyibak selimut yang menutupi tubuhnya.
Karena melihat dirinya yang masih berpakaian lengkap dan tidak ada darah merah segar di kasurnya pertanda dirinya masih “belum dijamah” lelaki tampan yang kini melihatnya dengan tatapan tajam.
“Kenapa? Kau pikir aku menyentuhmu?”tanya Rafael tak terima
“B-bukan begitu”jawab Jessica
“Tenang saja. Aku sudah bilang takkan menyentuhmu”jawab Rafael asal sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya yang tiba-tiba naik karena mendapat sentuhan dan ciuman hangat dari wanitanya yang tadi belum sadar dari tidurnya.
“Tunggu!”pinta Jessica
Membuat Rafael menghentikan langkahnya.
“Apa tadi..saat tidur..aku..”
Jessica malu melanjutkan ucapannya. Karena tadi dirinya berpikir bahwa semua adalah mimpi.
“Apa kau ingin bertanya apa kau sudah menyentuh dan menciumku? Iya! Kau melakukannya dalam tidurmu”jawab Rafael tanpa menoleh pada Jessica
“Maaf! Aku benar-benar tidak sadar. Aku pikir tadi hanya mimpi”sahut Jessica mencoba menjelaskan
“Bahkan dalam tidurmu, kau bermimpi bermesraan dengan mantanmu itu ya?”tanya Rafael sambil berlalu menuju kamar mandi.
__ADS_1
Rafael sedih membayangkan Jessica yang menyentuh dan mencium mantan kekasihnya dalam mimpi. Tak ingin mendengar jawaban yang akan menyakiti hatinya, Rafael memilih masuk ke dalam kamar mandi. Tak lupa dia menutup pintu dengan kasar.
“Brakkk”
Jessica kaget melihat reaksi Rafael yang kembali membanting pintu dengan kasar. Matanya menatap ke arah pintu kamar mandi dengan sendu.
“Bukan. Aku bukan membayangkan kak Arga. Tapi aku membayangkan bermesraan denganmu”gumam Jessica dalam hati
Tak ingin terus bersedih, Jessica bangun dari ranjang dan merapikannya. Jessica pun bersiap untuk mandi. Jessica mengambil gaun pantai yang sudah disiapkannya untuk berlibur di laut Maldives yang biru dan indah.
Lama Jessica menunggu lelaki tampan yang sedang marah pada dirinya itu.
“Kenapa dia lama sekali?”gumam Jessica dalam hati
Jessica berinisiatif berjalan mendekati kamar mandi. Ditempelkannya telinganya di pintu kamar mandi. Terdengar gemericik air yang jatuh dari shower menandakan lelaki tampan itu sedang mandi di dalam.
Tiba-tiba sekelebatan bayangan tubuh kekar Rafael yang sedang mandi di bawah guyuran air shower sambil mengusap rambut dan tubuhnya yang kekar berotot, muncul dalam pikiran Jessica. Membuat gadis itu malu sendiri dengan pikirannya yang akhir-akhir ini sering membayangkan tubuh kekar Rafael.
“Apa-apaan ini? Kenapa aku justru membayangkan dia yang sedang mandi?”gerutu Jessica
Wajahnya mendadak memerah dan tubuhnya terasa panas hanya karena membayangkan lelaki tampan bertubuh kekar penuh otot sempurna itu, yang tadi pagi dilihatnya bertelanjang dada, tanpa sehelai kain menutupi bagian atas tubuhnya.
“Sadar Jess! Sadar!”gumam Jessica sambil mengipas-kipaskan tangannya di depan wajahnya dan mengatur nafasnya yang mendadak tidak beraturan.
Jessica yang sedang menenangkan diri sambil bersandar di daun pintu tidak sadar jika lelaki tampan yang dibayangkannya sudah selesai mandi. Dengan menutup bagian vitalnya menggunakan sehelai handuk besar, Rafael hendak keluar kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah. Begitu membuka pintu, tubuh Jessica yang bersandar di daun pintu menjadi tidak seimbang dan terdorong ke belakang.
“Whoaaa”
Rafael yang melihat Jessica hampir jatuh dengan sigap langsung meraih tubuh Jessica.
“Kau baik-baik saja?”tanya Rafael
“I-iya”sahut Jessica
Degh..
Jantung Jessica langsung merespon dengan cepat pemandangan indah yang dilihatnya. Tubuh kekar berotot yang sejak tadi dibayangkannya kini terlihat jelas di depan mata.
Rafael membantu Jessica untuk berdiri. Sementara Jessica masih juga terkaget-kaget melihat penampakan suaminya yang begitu hot pagi ini.
“Bukankah kau mau mandi? Kenapa masih berdiri di situ?”goda Rafael yang sudah berjalan ke arah lemari pakaian.
Jessica yang sudah ketahuan melamun, segera masuk kamar mandi dan menguncinya. Jessica mematung sejenak di depan pintu.
“Kau memang memalukan Jessica!”gerutu Jessica merutuki kebodohannya sendiri
Akhirnya Jessica memilih untuk segera mandi. Sementara Rafael segera mengenakan pakaiannya untuk kemudian sarapan di tempat yang sudah dipesannya.
__ADS_1