
Sepanjang perjalanan menuju restoran, Rafael terus menggenggam tangan Jessica yang duduk di sampingnya. Jessica bahkan duduk sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
Jangan tanyakan bagaimana nasib Oscar dan sopir yang mengantar mereka. Karena bagi Jessica dan Rafael, saat ini dunia hanyalah milik mereka berdua. Yang lain dianggap tidak ada alias ngontrak semua.
Mereka berdua bercanda bersama. Sangat mesra. Rafael bahagia akhirnya bisa merasakan kebahagiaan seperti ini.
“Sayang?”panggil Rafael
“Ada apa?”tanya Jessica
“Terimakasih kau sudah hadir dalam hidupku. Jika kita tidak bertemu, mungkin saat ini aku masih keluyuran dan tak tentu arah”puji Rafael
Jessica merasa terharu mendengar ucapan Rafael. Jessica pun mendongakkan kepalanya lalu mencium bibir suaminya.
“Terimakasih juga sudah hadir dalam hidupku. Kau membuat hidupku semakin berwarna”puji Jessica balik
Keduanya saling bertatapan dengan mesra. Rafael mencium kening Jessica dengan lembut. Rasa cinta di hati keduanya pun semakin besar setiap harinya.
Sesampainya di restoran, Rafael menggandeng tangan Jessica menuju meja yang sudah dipesan Elizabeth sebelumnya. Di dalam ruangan VVIP, tampak Elizabeth, Anna dan Ara yang sudah menunggu mereka. Karena sudah terlalu lapar, Anna memesan makanan dulu dan menyantapnya.
“Kakak dan kakak ipar lama sekali sih? Aku dah lapar banget tau”keluh Anna begitu melihat pasangan suami istri yang terlihat sangat mesra itu
Rafael menarik sebuah kursi untuk Jessica.
“Terimakasih”ucap Jessica pada Rafael
Rafael hanya membalas dengan mencium pipi Jessica
“Mulai! Mulai!”sindir Anna melihat kemesraan keduanya dengan perasaan jengkel
Bagaimana tidak jengkel jika mereka berdua selalu memperlihatkan kemesraan mereka dimanapun berada dan kapanpun juga. Membuat jiwa jomblo Anna meronta-ronta.
Elizabeth yang melihat kemesraan yang ditunjukkan Rafael, tampak ikut bahagia. Karena kali ini, Elizabeth bisa melihat Rafael begitu bahagia dengan hidupnya. Dan itu semua karena wanita bernama Jessica yang sudah menjadi istrinya. Tak salah pilihannya dan nalurinya kala melihat Jessica pertama kali di apartemen Rafael waktu itu.
“Sudah-sudah..kalian mau makan apa?”tanya Elizabeth pada pasangan baru itu.
“Kau mau makan apa sayang?”tanya Rafael pada Jessica
Jessica sebenarnya risih dengan panggilan “sayang”dari suaminya itu. Tapi dia juga suka. Makanya yang ada, Jessica malu sendiri dengan kelakuan Rafael yang terus memanggilnya dengan sebutan “sayang”.
“Apa saja. Kau pilihkan saja!”ucap Jessica
Acara makan siang itu pun berlangsung dengan penuh kekeluargaan. Mereka berbincang dengan santai sambil sesekali bercanda.
Setelah menghabiskan makan siangnya, Oscar yang menerima panggilan telepon, segera menghampiri tuannya. Wajahnya terlihat sangat serius.
“Maaf tuan, kita harus pergi sekarang”
“Ada apa?”tanya Rafael melihat ekspresi wajah Oscar yang terlihat berbeda
__ADS_1
Oscar tidak langsung menjawab namun membisikkan sesuatu di telinga Rafael. Rafael mendengarkan dengan ekspresi wajah yang sama seriusnya dengan Oscar. Membuat Jessica penasaran pada suami tampannya itu.
“Baiklah”sahut Rafael setelah mendengar jawaban Oscar
Rafael menggenggam tangan Jessica.
“Sayang, aku harus kembali ke kantor sekarang”ucap Rafael
“Tidak apa-apa kan jika kau pulang bersama nyonya besar?”tanya Rafael
“Pergilah! Aku akan pulang bersama nenek”sahut Jessica
“Iya..pergilah sekarang! Istrimu aman bersamaku”ucap Elizabeth
“Tenang aja kak, kakak ipar aku jagain”ucap Anna sambil tersenyum
“Baiklah. Aku pergi dulu!”pamit Rafael
Rafael berdiri dari kursinya sambil merapikan jas yang dikenakannya. Saat akan pergi, Rafael menoleh sebentar pada Jessica. Membuat Jessica menarik alisnya.
“Mmuach”
Rafael mencium bibir Jessica dengan lembut sebelum pergi. Membuat wajah Jessica memerah seperti kepiting rebus.
“Kakak?”protes Anna tak terima
Ara hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Rafael yang tanpa malu mencium bibir istri tercintanya. Elizabeth terus tersenyum melihat Rafael yang kini semakin berani menunjukkan perasaannya pada Jessica.
Jessica melambaikan tangannya sampai sang suami menghilang dari pandangannya.
“Apa kau bahagia Jessica?”tanya Elizabeth
Jessica tersenyum sambil menggenggam tangan Elizabeth.
“Iya nek. Aku bahagia”jawab Jessica
“Syukurlah!”ucap Elizabeth lega
“Kakak ipar, kakakku sudah banyak berubah sekarang. Dan aku tahu itu karena kakak”puji Anna pada kakak iparnya.
“Oh ya nek, ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. Apa boleh aku bertanya?”tanya Jessica
“Apa yang ingin kau tanyakan, nak?”tanya Elizabeth
“Ehm..itu. Rafael pernah bilang, kalo dia sudah lama tidak keluyuran di luar. Apa itu benar?”tanya Jessica takut-takut
Elizabeth tersenyum lalu menggenggam tangan Jessica.
“Rafael itu memang nakal. Dulu kerjaannya selalu saja membuat masalah. Dan memang kenakalannya yang paling parah adalah kebiasaannya jajan di luar. Sebenarnya aku pun tahu, dia melakukannya hanya ingin membuat kakek Arthur marah. Termasuk keinginnya menjadi foto model pun itu karena ingin membalas kakek. Tapi sebenarnya selama Rafael jajan di luar…”
__ADS_1
Elizabeth meminta Jessica mendekat dengan isyarat tangannya.
“Dia selalu “mengeluarkannya” di luar”bisik Elizabeth di telinga Jessica
“Nenek bicara apa sih? Kenapa harus bisik-bisik? Aku kan juga ingin dengar”protes Anna
“Anak kecil tidak perlu tahu”perintah Elizabeth
Membuat Anna mengerucutkan bibirnya karena penasaran dengan apa yang disampaikan Elizabeth pada Jessica.
Jessica cukup kaget Elizabeth tahu sampai sedetail itu tentang kelakuan Rafael.
“Apa itu benar nek?”tanya Jessica memastikan
“Tentu saja. Wanita-wanita itu yang mengatakannya. Mana mungkin aku bohong”ucap Elizabeth
“Karena itu, maafkanlah masa lalu Rafael. Maafkan untuk semua kenakalannya di masa lalu. Terimalah dia yang sekarang! Aku yakin dia akan membuatmu bahagia. Karena aku bisa lihat itu. Dia sangat mencintaimu”ucap Elizabeth.
“Walaupun kak Rafael bukan lelaki baik-baik seperti kebanyakan lelaki yang ada di dalam kehidupan kakak ipar. Tapi aku bisa jamin, kakakku sangat mencintai kakak ipar. Jauh sebelum dia menyadarinya, dia telah jatuh cinta pada kakak. He falls for you”ucap Ara tiba-tiba dengan ekspresi datarnya
Jessica, Anna dan Elizabeth yang mendengarkan ucapan Ara sampai menoleh ke arah gadis cantik itu hampir bersamaan dengan ekspresi wajah penuh keheranan. Karena gadis cantik yang biasanya irit bicara itu, tumben sekali bisa bicara begitu banyak dengan sangat lancar. Anna bahkan mengedipkan matanya beberapa kali saking tidak percayanya.
“Kau benar Ara? Kau tak terdengar seperti Ara?”goda Anna
“Jangan menatapku seperti itu!”pinta Ara dengan ekspresi dinginnya
Mereka bertiga spontan tertawa melihat ekspresi wajah Ara yang berbeda dari sebelumnya. Mereka tidak menyangka Ara bisa begitu bijak menenangkan kakak iparnya, Jessica.
Akhirnya mereka berempat pun melanjutkan acara mereka. Elizabeth memilih pulang terlebih dahulu karena ada acara dengan teman-teman sosialitanya.
Jessica ditemani Anna dan Ara jalan-jalan ke pusat perbelanjaan terbesar di kota London. Mereka berjalan bertiga dengan Anna merangkul tangan kanan Jessica. Sementara Ara berjalan di sebelah kiri Jessica. Keduanya ditemani beberapa pengawal yang berjalan tak jauh dari keduanya.
Ketiganya masuk dari satu toko ke toko yang lain. Melihat-lihat alias cuci mata kemudian membeli beberapa barang yang mereka inginkan.
“Ah..seperti ini rupanya belanja dengan kakak perempuan. Aku senang sekali. Terimakasih ya kak”ucap Anna sambil menggelayut manja pada Jessica.
Jessica tersenyum dan mengelus pelan pucuk kepala Anna.
“Memangnya kalian berdua ga pernah jalan-jalan berdua?”tanya Jessica penasaran
“Kakak lihat kan penampilan dia?”tunjuk Anna pada saudari kembarnya yang meminum minuman di tangannya.
“Kami punya syle yang berbeda. Tentu saja jalan-jalan bareng dia, sama seperti aku jalan-jalan dengan kak Rafael. Lebih baik aku jalan-jalan sendiri daripada bareng sama dia”keluh Anna
Ara tampak acuh dan tak peduli dengan keluhan Anna. Jessica tersenyum mendengar ucapan Anna dan melihat ekspresi wajah Ara yang datar dan dingin.
Sungguh kedua saudara kembar itu bagai bumi dan langit. Walaupun keduanya sama-sama memiliki wajah yang cantik namun keduanya mempunyai selera dan kepribadian yang jauh berbeda. Bagai bumi dan langit.
Anna terlihat lebih modis dan girly. Sementara Ara cenderung lebih tomboy dan casual.
__ADS_1
Setelah lelah mengelilingi pusat perbelanjaan, ketiganya pun memutuskan untuk pulang. Para pengawal terlihat membawa semua barang belanjaan mereka. Saat berjalan keluar dari mall, Ara yang sedang menikmati pemandangan, tampak mengerutkan dahinya. Ara bahkan menghentikan langkahnya ingin memastikan sesuatu.
“Itu kan…”gumam Ara dalam hati