
Mendekati hari bahagia Amanda, Jessica dan Rafael mulai disibukkan dengan persiapan pernikahan Amanda. Karena Amanda memang meminta keduanya menjadi panitia persiapan pernikahannya yang tinggal seminggu lagi. Hubungan Jessica dan Rafael pun semakin memburuk saja. Keduanya jarang berbicara. Hanya saat tertentu saja keduanya saling berbicara satu sama lain. Rafael masih juga melakukan aksi protesnya. Rafael terlihat menggoda para model wanita yang ikut pemotretan bersamanya.
Setiap kali Rafael melakukan itu, hati Jessica merasa sangat sedih. Seolah ada yang menusuk hatinya saat Rafael dekat dengan wanita yang lain di depan matanya.
Saat sedang diskusi membahas persiapan pernikahan Amanda, Jessica dan Rafael terlihat saling diam. Hanya sesekali keduanya memberikan usulannya. Amanda dan Victor saling bertatapan dan melirik kedua pasangan “kekasih” itu bergantian.
Amanda tampak memberi isyarat pada Victor melalui isyarat matanya.
“Raf, kau tidak ada jadwal pemotretan kan hari ini?”tanya Victor
Rafael menggelengkan kepalanya.
“Ada apa?”tanya Rafael
“Kebetulan sekali. Aku dan Amanda harus fitting gaun pengantin. Bisakah kau dan Jessica memeriksa lagi kesiapan pernikahan kami di kapal pesiarku?”tanya Victor
“Apa? Aku juga harus ikut kak?”tanya Jessica sambil menunjuk wajahnya sendiri
“Iya. Kalian bisa ya? Hanya memastikan saja. Kau mau kan Jess?”pinta Amanda
Jessica melirik ke arah lelaki tampan yang duduk di depannya. Rafael juga tampak melirik ke arah Jessica. Keduanya tampak saling bertatapan. Amanda dan Victor saling bertatapan pula sambil tersenyum. Rencana keduanya untuk menyatukan kembali pasangan kekasih itu nampaknya akan berhasil.
Amanda sengaja meminta Victor membuat rencana persiapan pernikahan mereka yang akan digelar di salah satu kapal pesiar mewah milik Victor. Hanya agar Jessica dan Rafael dapat berbaikan.
Setelah berpamitan, Victor memeluk tubuh Amanda.
“Semoga saja rencanamu berhasil”ucap Victor
“Semoga saja”ucap Amanda sambil menghela nafas pelan
Meskipun awalnya tidak menyetujui hubungan Rafael dan Jessica, namun melihat keseriusan Rafael yang sampai mengenalkan Jessica pada keluarga besarnya mampu membuat Amanda percaya jika kali ini Rafael serius. Terbukti sejak mengumumkan dirinya berpacaran dengan Jessica, Rafael sudah tidak pernah lagi mencari kehangatan pada wanita-wanita di luar sana. Kehadiran Jessica mampu mengubah sikap dan kebiasaan Rafael yang sebelumnya sering main wanita. Leon sebagai manager sekaligus sahabat baik Rafael pun membenarkan jika sejak berpacaran dengan Jessica, Rafael sudah tidak pernah lagi keluar malam untuk pergi ke club malam dan mencari kesenangan di luar sana.
“Aku harap apa yang aku lakukan ini memang benar”gumam Amanda dalam hati
****
Rafael mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Jessica tampak sesekali melirik ke arah lelaki tampan di sampingnya itu.
“Apa dia masih marah karena kejadian itu? Dia semakin dingin padaku. Dan kenapa dia semakin tampan saja? Selalu membuat jantungku berdebar setiap kali melihatnya. Berada di sampingnya seperti ini membuat hatiku tak karuan. Benarkah aku mulai menyukai dia? Yang benar saja. Mana mungkin aku suka playboy kelas kakap seperti dia? Apa aku sudah gila?”gumam Jessica dalam hati
Jessica menggelengkan kepalanya dengan cepat begitu pikiranya semakin liar saja.
__ADS_1
“Ini tidak mungkin”ucap Jessica dengan suara lirih
“Apanya yang tidak mungkin?”tanya Rafael tiba-tiba membuyarkan lamunan Jessica
Jessica membelalakkan matanya dan menoleh ke arah Rafael yang sedang fokus menyetir.
“Aku lupa, pendengarannya kan sangat tajam. Jessica tutup mulutmu itu, kalo kau tak mau ketahuan”gerutu Jessica dalam hati
“Kau mendengarnya?”tanya Jessica takut-takut
“Suara sekeras itu tentu saja aku mendengarnya”sahut Rafael dengan tatapan mata lurus ke depan.
“Ah..tidak. Bukan apa-apa”kelit Jessica bohong
“Aku dengar dari Anna, kau sering menjenguk kak Ramon. Bagaimana keadaannya sekarang?”tanya Rafael mencoba mencairkan suasana
“Iya. Anna sering mengajakku menjenguk kak Ramon. Keadaannya sekarang sudah lebih baik. Kau tak mau menjenguknya?”tanya Jessica
“Tidak”jawab Rafael singkat
“Tapi kenapa? Bukankah dia kakakmu?”tanya Jessica penasaran
“Sejak kapan kau tertarik dengan kehidupanku?”tanya Rafael dengan ketus
Jessica merasa tersinggung dengan ucapan Rafael.
“Siapa bilang aku tertarik dengan kehidupanmu? Dasar Ge-er!”gerutu Jessica
Jessica memilih menatap pemandangan di luar mobil melalui jendela mobil. Tiba-tiba mata Jessica terbelalak melihat betapa megahnya kapal pesiar milik Victor yang mulai terlihat dengan jelas.
“Whoaaa..kapal pesiarnya bagus banget!”puji Jessica dengan bahagia
Wajah Jessica langsung sumringah begitu melihat kapal pesiar megah itu. Baru kali ini Jessica melihat kapal pesiar semewah dan semegah itu. Wajah bahagia Jessica mirip anak-anak yang mendapatkan mainan baru yang sudah lama diincarnya. Sangat bahagia. Dengan mata berbinar-binar dan senyuman yang lebar menghiasi wajah cantiknya.
Rafael melirik sepintas ke arah gadis cantik di sampingnya. Rafael tanpa sadar menarik sudut bibirnya hingga terulas senyuman tipis di wajahnya yang biasanya dingin dan datar.
“Kenapa dia selalu menggemaskan seperti itu?”gumam Rafael dalam hati
“Apa kau belum pernah naik kapal pesiar sebelumnya?”tanya Rafael
“Sudah sih. Tapi tidak sebesar dan semegah kapal pesiar kak Victor”jawab Jessica
__ADS_1
Sesampainya di dermaga, Rafael segera memarkirkan mobilnya. Keduanya langsung disambut oleh Camilia, anak buah Victor. Camilia adalah manager kapal pesiar milik Victor.
Camilia segera mengarahkan Rafael dan Jessica untuk memasuki kapal pesiar megah itu. Rafael sengaja berjalan di depan Jessica. Rafael tampak mengulurkan tangannya membantu Jessica memasuki kapal pesiar megah milik Victor. Hati Jessica bergetar merasakan perhatian kecil dari lelaki dingin dan datar yang sudah membantunya itu.
Kapal pesiar pun berlayar dari kota Calais di Perancis menuju kota Dover di Inggris melewati selat Inggris. Perjalanan menempuh waktu selama sembilan puluh menit.
Camilia terus menyampaikan setiap detail perhelatan sakral yang akan digelar di kapal pesiar megah itu. Rafael tampak serius mendengarkan semua informasi yang disampaikan Camilia, sementara Jessica justru asyik menikmati kemegahan dan kemewahan kapal pesiar itu. Jessica bahkan mendongakkan kepalanya dan bergerak memutar memandangi desain kapal yang sangat indah.
“Whoaaa..keren banget”ucap Jessica spontan
Camilia yang melihat ekspresi takjub Jessica yang sangat polos tampak menahan tawanya melihat gadis cantik itu yang terus-terusan berdecak kagum melihat kapal pesiar milik Victor.
Seorang karyawan tampak membisikkan sesuatu pada Camilia.
“Excuse me, Sir. I have to go for a second”pamit Camilia
“Sure. Go ahead”ucap Rafael
Camilia pun meninggalkan Rafael dan Jessica berdua.
“Apa kau ingin berkeliling?”ajak Rafael
“Boleh..boleh”sahut Jessica cepat.
Keduanya pun melanjutkan perjalanan mereka mengelilingi kapal pesiar mewah itu. Sesampainya di balkon kapal, dilihatnya sebuah kolam renang yang sangat besar. Desain kapal pesiar mewah milik Victor terlihat mirip dengan kapal titanic.
“Berasa naik kapal titanic”ucap Jessica sambil cekikikan
Mereka berdua berjalan sampai buritan kapal sambil menikmati pemandangan selat Inggris. Langit jingga menambah keindahan pesona lautan biru yang ombaknya tidak terlalu besar itu. Angin yang berhembus membuat rambut panjang Jessica terbang dan sedikit menutupi wajahnya.
“Anginnya lumayan juga”ucap Jessica sambil merapikan rambutnya.
Mereka berjalan sampai di ujung buritan.
“Whoaaa..cantik banget pemandangannya”puji Jessica sambil tersenyum lebar
Rafael menoleh dan menatap wajah gadis cantik di sampingnya yang terlihat sangat bahagia dengan senyuman yang sangat indah. Membuat Rafael tanpa sadar ikut tersenyum melihat Jessica.
“Iya..cantik”puji Rafael
Rafael memberikan pujian untuk Jessica. Rafael bahkan menatap dalam gadis cantik itu. Gadis yang mulai memasuki hati Rafael dan membuatnya selalu memikirkan gadis ceroboh itu.
__ADS_1