
Rafael segera memesan taksi untuk mengantarnya pulang. Rafael merangkul Jessica yang terlihat tidak sehat. Beberapa kali Jessica terlihat mengigau dengan mata yang terpejam. Kelakuan Jessica mirip orang yang sedang mabuk alkohol. Jessica tampak tak bisa menguasai tubuhnya sendiri.
“Kamu siapa?”tanya Jessica sambil merem melek dengan tangan yang menunjuk pada Rafael.
Karena mabuk, jari Jessica malah menunjuk hidung Rafael.
“Kau sedang mabuk, aku antar kau pulang”jawab Rafael sambil memegang tubuh Jessica yang tak bisa duduk dengan tegak.
Tiba-tiba Jessica menegakkan tubuhnya.
“Aku tidak mabuk. Aku masih mau minum lagi. Aku ga mau pulang sekarang”ucap Jessica dengan mata yang terpejam dan kepala yang menggeleng-geleng
“Gadis keras kepala! Bahkan dalam keadaan mabuk pun kau masih keras kepala. Kalo ga bisa minum alkohol kenapa dia harus minum? Membuatku repot saja”keluh Rafael sambil memeluk tubuh Jessica yang terkulai lemas.
Karena tak ingin membuat keluarga Jessica kuatir akhirnya Rafael terpaksa membawa gadis cantik yang sedang mabuk itu ke apartemennya lagi. Rafael membopong Jessica yang tertidur efek dari alkohol yang diminumnya tadi.
Begitu memasuki apartemennya, Rafael langsung menidurkan Jessica di ranjang.
Jessica yang sedang mabuk, tiba-tiba menegakkan tubuhnya dan merasa kegerahan.
“Panas”ucap Jessica dengan mata yang terpejam
Ternyata lelaki yang duduk di samping Jessica telah menuangkan alkohol dan obat perangsang ke dalam minuman Jessica. Dan sekarang obat perangsang itu mulai bekerja.
“Panas”ucap Jessica lagi saking kegerahan.
“Kamu kenapa?”tanya Rafael yang bingung dengan kelakuan Jessica yang aneh.
__ADS_1
Jessica yang dikuasai alkohol, samar-samar melihat bayangan Arga di depan matanya. Jessica merem melek memastikan penglihatannya yang mulai kabur.
“Kak Arga? Benarkah itu kamu kak?”tanya Jessica yang sedang mabuk berat
Jessica seolah melihat bayangan Arga yang mulai mendekati dirinya. Jessica tersenyum dengan lebar melihat bayangan Arga yang adalah Rafael. Jessica langsung melingkarkan tangannya di leher Rafael.
“Aku merindukanmu kak”ucap Jessica dengan sendu.
Rafael yang mendengarkan curahan hati Jessica hanya diam membisu sambil tangannya menahan tangan Jessica yang melingkar di lehernya.
“Kakak kenapa tak bisa mencintaiku? Padahal aku sangat mencintai kakak”ucap Jessica dengan mata terpejam.
“Rupanya lelaki yang kau cintai bernama Arga. Dan lelaki itu tak membalas cintamu”gumam Rafael salam hati
Jessica yang sedang mabuk menegakkan tubuhnya menghadap Rafael. Perlahan-lahan Jessica mendekatkan kepalanya pada Rafael sambil memiringkan kepalanya. Jessica mencium bibir Rafael dengan mata terpejam.
Awalnya Rafael berusaha menguasai dirinya dan tak membalas ciuman di bibirnya. Namun karena terbawa suasana dan begitu merasakan bibir lembut Jessica, membuat Rafael akhirnya membalas ciuman itu.
Jessica yang biasanya hanya gadis lugu dan polos, akibat adanya obat perangsang itu, malah menjadi gadis yang sangat agresif. Jessica mencium Rafael dengan sangat menuntut. Rafael yang sudah terbiasa berciuman dengan wanita, entah mengapa merasakan sensasi yang berbeda kala berciuman dengan Jessica.
Hawa panas terasa di kamar Rafael tempat dua anak manusia yang selalu bertengkar itu sedang memadu cinta. Jessica yang kesetanan, bahkan melucuti kemeja Rafael di sela-sela ciuman panas mereka. Rafael yang masih sadar, berusaha menahan tangan Jessica yang hendak melepaskan celana yang dikenakan Rafael.
“Hentikan!”pinta Rafael sambil menahan kedua tangan Jessica yang hendak melepaskan celana Rafael.
Karena terpengaruh obat perangsang, Jessica yang kegerahan pun mulai melepaskan pakaiannya sendiri. Rafael yang masih sadar 100%, begitu melihat Jessica yang melepas pakaiannya sendiri, tampak menelan ludahnya sendiri dengan susah payah. Rafael bahkan meremas ujung sprei di ranjangnya.
Jessica mulai naik ke atas ranjang dan mulai mencium bibir Rafael. Dengan mata terpejam, keduanya kembali berciuman dengan sangat menggebu. Jessica dan Rafael juga saling menyentuh tubuh masing-masing. Sentuhan lembut yang membuat keduanya semakin terbuai dalam gairah membara. Jessica melepaskan ciuman di bibir Rafael dan menangkup wajah tampan Rafael yang dilihatnya sebagai Arga.
__ADS_1
“I love you kak Arga”ucap Jessica sambil merem melek.
Jessica mencium bibir Rafael sangat lama dan akhirnya,
“Brughh”
Jessica terpejam dan jatuh di dada bidang Rafael.
“Huft..akhirnya”ucap Rafael sambil melirik Jessica yang tertidur di dadanya.
Rafael mengulas senyum tipis di bibirnya. Dengan perlahan Rafael memindahkan Jessica yang tertidur ke atas ranjang. Ketika Rafael hendak pergi, tiba-tiba Jessica meraih tangan Rafael dan menariknya ke ranjang. Jessica melakukannya dengan mata yang terpejam.
Jessica menjadikan Rafael sebagai gulingnya. Membuat Rafael akhirnya tak berkutik dengan kelakuan gila Jessica saat mabuk. Karena sudah mengantuk, akhirnya Rafael membiarkan dirinya menjadi guling bagi Jessica. Keduanya pun tidur di ranjang yang sama semalaman.
Di suatu tempat,
“Nyonya harus melihat ini”pinta seorang asisten pada majikannya
Sang majikan yang sedang menikmati minuman hangatnya tampak menoleh pada sang asisten.
Asisten itu menunjukkan tangkapan kamera dari para pengawal yang mengawasi tuan mudanya. Elizabeth menatap foto-foto yang ditunjukkan Lisa padanya.
“Berikan ganti rugi pada pemilik club malam itu”perintah Elizabeth
“Baik nyonya”
“Dimana mereka berdua sekarang?”tanya Elizabeth
__ADS_1
“Mereka di apartemen tuan muda”jawab Lisa
Elizabeth mengulas senyum di wajahnya yang mulai menua. Wanita paruh baya itu kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan gadis pertama yang diajak masuk apartemen cucu kesayangannya itu.