Fall For You

Fall For You
Jangan Pergi!


__ADS_3

Selama menyanyikan lagu indah itu, hati Jessica mendadak kembali bergejolak hebat. Tanpa terasa airmatanya menetes seiring kesedihan di dalam hatinya. Mengingat kegagalan cintanya bersama lelaki yang kini sudah bersama wanita yang dicintainya. Sungguh hati Jessica merasa sesak mengingat semua itu.


Rafael yang melihat Jessica menangis, tampak kuatir. Namun Rafael berusaha tetap memainkan pianonya sambil sesekali menatap gadis cantik di sampingnya yang terlihat beberapa kali mendongakkan kepalanya. Jessica sengaja mendongakkan kepalanya berharap airmatanya tidak jatuh tertumpah. Namun semua itu sia-sia. Lagu itu begitu menusuk hati dan Rafael menyadari itu. Rafael sadar betapa Jessica sangat terguncang setelah menyanyikan lagu itu.


Begitu lagu yang mereka mainkan selesai, Jessica berusaha tersenyum dan bertepuk tangan.


“Aduh..kenapa denganku ini?”ucap Jessica sambil menoleh ke arah yang berlawanan dengan Rafael


Jessica mengusap airmata yang menetes di wajahnya. Jessica kemudian menoleh ke arah Rafael dengan senyum yang dipaksakan tersungging di wajahnya yang cantik.


Rafael menatap lembut gadis cantik di sampingnya itu. Keduanya saling bertatapan. Tiba-tiba, Rafael meraih pipi Jessica dan mengusap airmata yang tersisa di sana.


“Maaf..aku juga tak tahu kenapa aku tiba-tiba menangis”ucap Jessica bohong


Rafael masih tetap memegang pipi Jessica dan mulai mendekatkan tubuhnya ke arah gadis cantik yang mulai memasuki hatinya. Rafael memiringkan kepalanya dan semakin mendekati gadis cantik di depannya. Jessica membeku saja melihat lelaki tampan yang menyebalkan yang selalu mengajaknya bertengkar itu tiba-tiba semakin mendekati dirinya.


Jantung keduanya berdegup sangat kencang. Nafas keduanya pun menjadi tidak beraturan. Rafael mendekati bibir lembut yang selalu dirindukannya itu dan menciumnya dengan perlahan. Rafael mencium bibir Jessica dengan sangat lembut dengan mata yang terpejam. Jessica yang terbawa suasana pun memejamkan matanya dan mulai menikmati permainan Rafael.


Keduanya pun berciuman dengan sangat mesra.


Tiba-tiba Jessica membuka matanya dan tersadar sudah berciuman dengan Rafael. Jessica langsung mendorong tubuh lelaki itu. Membuat Rafael membuka matanya dan menatap ke arah gadis cantik yang saat ini menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.


“Apa yang baru saja aku lakukan?”gerutu Jessica dalam hati.

__ADS_1


Jessica langsung berdiri dari tempat duduknya.


“A-aku kembali ke kamar. Anna..Anna pasti bingung mencariku”ucap Jessica dengan terbata-bata.


Jessica berjalan dengan cepat meninggalkan Rafael. Karena entah kenapa ciuman mesra keduanya membuat perasaan Jessica begitu hangat dengan perlakuan manis Rafael. Karena tidak hati-hati, saking terburu-burunya, kaki Jessica pun tersandung kaki kursi yang ada di ruangan itu. Membuat tubuh mungil Jessica limbung dan hampir terjatuh.


“Whoaaa”


Namun sebuah tangan kekar berhasil meraih tangan Jessica dan menariknya dengan keras hingga gadis cantik yang berusaha melarikan diri itu justru menabrak dada bidang penyelamatnya.


Rafael melingkarkan tangan kirinya di pinggang ramping Jessica. Rafael membuat tubuhnya dan tubuh Jessica begitu dekat hampir tak berjarak. Nafas keduanya berkejar-kejaran seolah baru saja lomba marathon. Rafael menatap lembut gadis cantik di depannya.


Rafael ingin mengulangi kembali momen hangat antara dirinya dengan gadis cantik di depannya itu.


Sedetik kemudian, Rafael kembali mencium bibir merah Jessica dengan sangat lembut. Bahkan Rafael memegang tengkuk Jessica untuk memudahkan permainannya. Permainan yang begitu lembut dan mesra yang membuat keduanya terbuai dalam kehangatannya.


“Mmppphh..mmpphh”


Keduanya hanyut dalam rangkaian ciuman yang sangat memabukkan. Rafael begitu lembut memperlakukan Jessica. Keduanya berciuman dalam waktu yang lama. Keduanya saling berbalas ciuman hangat berdua.


Perlahan-lahan ciuman mesra di antara keduanya berhenti. Rafael dan Jessica saling membuka mata. Jantung keduanya masih juga berdegup dengan sangat kencang. Jessica menggigit bibir bawahnya karena malu. Rafael perlahan mengurai pelukannya di tubuh mungil Jessica.


Keduanya sama-sama salah tingkah setelah berciuman dengan mesra. Rafael mengantar Jessica sampai ke kamarnya. Sepanjang perjalanan menuju kamar, keduanya sama-sama diam namun saling mencuri pandang satu sama lain. Ketika tatapan mereka bertemu, baik Jessica maupun Rafael langsung mengalihkan tatapan mereka ke segala arah. Mereka benar-benar salah tingkah. Seolah ini adalah ciuman pertama bagi keduanya.

__ADS_1


Sesampainya di depan kamar,


“A-aku masuk ke kamar dulu”ucap Jessica


“Selamat malam”ucap Rafael dengan tatapan lembut pada Jessica.


Jessica membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya. Dan saat akan menutup pintu, matanya sempat menatap ke arah lelaki tampan yang baru saja membuat jantungnya benar-benar tidak aman. Jessica menutup pintu dengan perlahan sementara Rafael terus berada di depan kamar sampai Jessica menutupnya rapat.


Jessica menyandarkan tubuhnya di pintu sambil memegang dadanya. Jessica segera berjalan ke arah ranjang dan dillihatnya Anna yang masih terlelap tidur. Jessica segera merebahkan tubuhnya membelakangi Anna. Jessica menyentuh bibirnya yang baru saja berciuman mesra dengan lelaki tampan yang sangat menyebalkan itu.


Terbayang kembali momen ciuman hangat antara keduanya dalam pikiran Jessica.


“Sebaiknya aku tidur”gerutu Jessica dalam hati


Akhirnya Jessica memilih memejamkan matanya berharap bisa segera tertidur.


Sementara itu di ruangan yang lain,


Rafael yang sudah merebahkan tubuh kekarnya tampak menatap langit-langit kamarnya. Diletakkannya kedua tangannya di belakang kepalanya sambil membayangkan kembali momen hangat antara dirinya dan gadis ceroboh yang perlahan namun pasti mulai memasuki hatinya.


Rafael tersenyum membayangkan dirinya dan Jessica yang baru saja berciuman dengan mesra.


“I love you, Jessica”gumam Rafael dalam hati

__ADS_1


__ADS_2