Fall For You

Fall For You
I Love You


__ADS_3

Bukan Rafael tak menginginkan Jessica. Tetapi hatinya tak tega melihat airmata yang jatuh dari mata indah wanita yang dicintainya itu. Rafael tak ingin membuat Jessica trauma setelah malam pertama mereka. Rafael ingin memberikan kenangan terindah malam pertama mereka pada istrinya itu. Rafael ingin mereka melakukannya atas dasar suka sama suka. Bukan atas paksaan salah satu pihak.


Jessica terduduk di ruang ganti. Menatap pantulan bayangannya di cermin. Jessica mengusap airmatanya yang jatuh di saat mereka hendak merajut surga dunia. Di satu sisi, dia ingin menyerahkan hartanya yang paling berharga pada lelaki yang dicintainya itu. Namun di sisi lain, Jessica juga belum siap. Bagaimanapun juga, hal ini adalah sesuatu yang besar bagi Jessica. Menyerahkan dirinya seutuhnya pada sang suami. Meskipun hal itu merupakan hal yang wajar bagi pasangan yang sudah menikah. Namun dilihat dari kacamata Jessica, butuh keberanian yang besar bagi dirinya untuk menyerahkan diri seutuhnya pada Rafael, suaminya.


Jessica menghela nafasnya perlahan, mencoba mengusir kegelisahan di dalam hatinya. Rasa takut dan gugup yang sejak tadi menderanya. Membelenggu perasaannya hingga membuat airmatanya jatuh terurai.


Jessica mengatur nafasnya perlahan kemudian berjalan menuju lemari pakaiannya. Dilihatnya sebuah lingerie berbahan satin berwarna hitam yang sudah dibawanya. Dengan takut-takut, Jessica meraih lingerie itu. Jessica beberapa kali menarik nafas dalam-dalam mengusir kegundahan dan kegalauan hatinya.


“Kamu pasti bisa Jess! Kamu pasti bisa”gumam Jessica dalam hati setelah berhasil mengenakan lingerie hitam itu.


Sekali lagi Jessica menatap pantulan tubuhnya yang sudah berbalut lingerie sexy itu. Jessica menggerai rambut panjangnya hingga menutupi bagian punggungnya yang backless. Lingerie itupun ditutup kimono berbahan senada. Jessica keluar dari ruang ganti sambil mencoba menguatkan hatinya.


Begitu keluar dari ruang ganti, dilihatnya Rafael yang sedang berdiri di depan balkon kamar sambil meminum segelas air. Jessica berjalan perlahan dengan detak jantung yang terus berlarian. Tangannya gemetar namun dikepalkannya tangan itu sambil mengumpulkan sedikit demi sedikit keberaniannya.


Rafael yang sedang menikmati keindahan pemandangan malam yang dihiasi cahaya bulan, tampak menelan ludahnya dengan perlahan. Karena Rafael dapat melihat kehadiran Jessica yang berjalan di belakangnya, mendekati dirinya melalui dinding kaca yang berada di sebelahnya. Rafael yang sejak tadi menahan gairahnya kini kembali diuji setelah melihat penampakan Jessica yang jauh lebih menggoda dari sebelumnya.


Kimono tidur itu seakan tak mampu menutupi lekuk tubuh istrinya yang memang sangat sexy. Rafael semakin salah tingkah. Kali ini ujian berat bagi playboy kelas kakap seperti dirinya. Yang biasanya bisa mendapatkan kehangatan dari wanita manapun yang diinginkannya. Namun ketika berhadapan dengan Jessica, Rafael seperti diuji kesabarannya untuk menahan hasratnya yang semakin menggelora.


Begitu Jessica tepat di belakangnya, Rafael buru-buru membalik tubuhnya dan berjalan menjauh dari Jessica.


“Jangan pergi!”ucap Jessica sambil menahan tangan Rafael.


Rafael terdiam merasakan tangannya dipegang Jessica dari belakang. Jessica berjalan ke depan Rafael. Awalnya Rafael menolak menatap mata Jessica yang kini berdiri tepat di depannya. Namun Jessica meraih wajah tampan Rafael dan menangkupnya hingga wajah Rafael menatap wajah cantik istrinya.


Mata keduanya saling bertatapan. Jantung keduanya pun semakin tidak beraturan. Jessica mulai berjinjit dan mendekatkan wajahnya ke arah Rafael. Dan begitu sangat dekat, Jessica menutup matanya.


Sekali lagi keduanya berciuman. Namun kali ini Jessica yang berinisiatif memulainya. Awalnya Rafael menerima saja ciuman bibir di antara keduanya. Namun seiring hasratnya yang tak lagi terbendung, Rafael pun membalas perlakuan Jessica. Keduanya berciuman dengan sangat panas dan menggebu. Merasakan sapuan lembut namun semakin menuntut di bibir keduanya. Rafael perlahan membuka kimono tidur Jessica dan melepaskannya tanpa melepaskan ciuman bibir di antara keduanya.


Rafael menatap penampakan istrinya yang terlihat sangat menggoda dengan lingerie berbahan satin itu. Membuat Rafael tak lagi sanggup menahan hasrat dan gairahnya. Rafael mencium Jessica dan menggendong tubuh mungil Jessica ke ranjang. Jessica melingkarkan tangannya di leher Rafael sambil berciuman dengan suami tampannya itu.


Rafael menatap wajah cantik Jessica yang kini berada di bawahnya. Tangannya mulai menjelajahi tubuh sang istri yang berbalut kain yang tipis dan mini.

__ADS_1


“I want you right now”bisik Rafael sambil menggigit pelan telinga istrinya.


Rafael menatap Jessica sejenak. Untuk melihat reaksi wanita yang dicintainya itu. Ketika Jessica menganggukkan kepalanya dengan malu-malu lalu balik mencium Rafael, membuat lelaki itu semakin leluasa melanjutkan permainannya.


Rafael bahagia akhirnya dapat menyentuh Jessica. Rafael tak dapat menutupi kebahagiaannya dapat membelai setiap inchi tubuh Jessica yang selalu ada dalam fantasi liarnya selama ini.


Dan akhirnya pergulatan panas antara dua anak manusia yang sudah menikah itu pun berlanjut. Jessica membiarkan Rafael memiliki dirinya seutuhnya karena kini Jessica yakin, Rafael juga mencintainya.


Rafael memperlakukan Jessica dengan sangat lembut dan mesra. Membuat Jessica menerima setiap sentuhan dan belaian Rafael. Tanpa sadar Jessica mende**h dengan sangat seksi. Membuat Rafael semakin bersemangat menyatukan dirinya dengan Jessica.


Penyatuan dua jiwa itupun terjadi. Karena ini adalah pengalaman pertama bagi Jessica, tak bisa dipungkiri, rasa sakit tak terkira pun dirasakan oleh Jessica. Bahkan saking sakitnya, airmata Jessica pun menetes di sela-sela penyatuan mereka.


“Sakit?”tanya Rafael yang kuatir


“I’m fine”ucap Jessica sambil tersenyum


Akhirnya Rafael menyatukan miliknya dengan Jessica. Pergulatan panas yang membuat keduanya semakin terbang ke nirwana. Merengkuh indahnya surga dunia bersama-sama.


“I love you Jessica”ucap Rafael sambil mengecup bibir Jessica yang kini terlelap dalam dekapannya.


****


Keesokan harinya,


Kala mentari menyinari bumi dan menyelimuti seluruh jagad raya dengan kehangatannya. Dua anak manusia yang semalaman bergulat dalam percintaan panas mereka, masih juga terlelap dalam tidur. Keduanya tidur sambil berpelukan dengan keadaan yang sama polosnya dan tertutup selimut.


Perlahan-lahan Jessica membuka matanya yang terasa berat. Jessica terbangun setelah entah jam berapa mereka mengakhiri pertarungan keduanya. Suaminya benar-benar membuat Jessica kewalahan mengatasi besarnya hasrat playboy kelas kakap itu.


Jessica mendongakkan kepalanya menatap sang suami yang terlelap tidur. Samar-samar dilihatnya wajah tampan yang sudah menghajarnya semalaman. Jessica tersenyum melihat sang suami yang ternyata terlihat sangat menggemaskan ketika tidur. Jessica mengusap wajah tampan lelaki yang kini dicintainya. Lelaki yang telah menjadi pemilik hati, jiwa dan raganya seutuhnya.


Rafael yang merasakan pergerakan di wajahnya, akhirnya ikut terbangun. Rafael membuka matanya perlahan. Dilihatnya wajah wanita cantik yang sedang tersenyum menatapnya. Rafael yang enggan bangun, memejamkan matanya kembali namun dengan mendekap tubuh sang istri dengan sangat erat.

__ADS_1


“Good morning”sapa Jessica sambil tersenyum


“Good morning”sahut Rafael sambil mengecup kening Jessica


Jessica tersenyum melihat kelakuan Rafael yang kembali terpejam namun masih sanggup membalas sapaannya. Jessica ikut mendekap erat tubuh lelaki tampan bertubuh kekar itu.


Jessica tertidur di lengan kekar sang suami yang menjadi bantalnya. Jessica merasakan hembusan nafas Rafael yang menyapu wajahnya. Jessica merasa bahagia karena malam pertama mereka yang sangat indah.


Jessica mendongakkan kepalanya dan perlahan-lahan mendekatkan wajahnya ke arah Rafael.


“Cuuppp”


Jessica mengecup bibir Rafael singkat. Membuat Rafael terbangun dan membuka matanya setelah merasakan sesuatu yang lembut menempel di bibirnya. Jessica kelabakan begitu melihat lelaki tampan yang dikecupnya itu justru terbangun karena kelakuannya. Rafael tersenyum melihat istri kecilnya kini sudah lebih berani mengekspresikan perasaannya.


Rafael akhirnya mendekatkan wajahnya lalu mengecup balik Jessica. Keduanya saling bertatapan dengan mesra sambil tersenyum. Rafael mengusap pelan wajah lelah istrinya.


“Kau lapar?”


“He..em”sahut Jessica sambil menganggukkan kepalanya


Rafael mengambil smartphonenya yang ada di meja nakas. Rafael menghubungi seseorang tanpa melepas dekapannya pada Jessica.


“Bawakan sarapan pagi untukku dan istriku ke kamar!”perintah Rafael


Sedetik kemudian, Rafael menutup panggilan teleponnya.


“Kenapa kita tidak sarapan di restoran saja?”tanya Jessica sambil menatap suaminya


“Aku masih ingin seperti ini”jawab Rafael sambil mendekap Jessica semakin erat.


Jessica tersenyum melihat kelakuan suaminya yang sangat lucu di matanya. Keduanya saling berpelukan di bawah selimut. Rafael mengecup pucuk kepala Jessica dan memilih memejamkan matanya karena tubuhnya masih merasa kelelahan setelah aktivitas panas mereka semalam.

__ADS_1


__ADS_2