
Rafael menggenggam tangan Jessica sampai ke dalm mobil. Raut wajah Rafael mengeras sejak keluar dari ruang rawat inap Ramon. Membuat Jessica bingung sendiri dengan kelakuan Rafael.
Sepanjang perjalanan pulang, Rafael terus mendiamkan Jessica. Membuat suasana di dalam mobil begitu mencekam. Sesekali Jessica menoleh pada lelaki tampan yang sejak keluar dari kamar Ramon wajahnya terlihat mengeras. Terutama setelah bertemu dengan lelaki paruh baya yang dipanggilnya tuan besar. Kakeknya sendiri.
“Apa hubungan mereka tidak akur? Kenapa setelah melihat kakeknya wajahnya terlihat sangat angker? Sebenarnya ada apa dengan mereka?”gumam Jessica dalam hati
Di tengah lamunannya, tiba-tiba hp Jessica berdering. Jessica langsung mengambil hp nya dan menerima panggilan telepon dari seseorang yang sudah lama tidak ditemuinya.
“Albert”panggil Jessica dengan sumringah begitu menyadari panggilan telepon itu dari Albert, sahabatnya.
“Albert? Siapa lelaki itu?”gumam Rafael dalam hati sambil sesekali melirik ke arah gadis cantik di sampingnya yang terlihat bersemangat menerima telepon dari lelaki bernama Albert.
“Apa? Kau sudah sampai di Paris? Kenapa tidak memberitahuku sebelumnya?”tanya Jessica kaget.
“Aku ingin memberimu kejutan”ucap Albert
“Dimana kamu sekarang?”tanya Jessica
“Aku baru saja turun dari pesawat”jawab Albert
Jessica berbincang dengan Albert selama beberapa saat. Rafael yang sedang menyetir tampak mencuri dengar pembicaraan antara Jessica dan lelaki yang saat ini sedang menelponnya. Gadis itu begitu senang karena rupanya Albert sudah berada di bandara Paris sekarang.
“Tunggulah di sana. Aku akan menjemputmu”ucap Jessica.
“Baiklah! Aku tunggu!”sahut Albert.
Sesaat kemudian, panggilan telepon keduanya terputus. Dengan senyum yang terus tersungging di wajahnya Jessica menoleh pada Rafael.
“Bisa kau antar aku ke bandara sekarang?”tanya Jessica
“Untuk apa kita ke sana?”tanya Rafael
“Sahabatku dari Amerika datang jauh-jauh kemari untuk bertemu denganku. Karena itu aku ingin menjemputnya. Dia tidak punya keluarga di sini. Jadi, bisakah kau mengantarku ke bandara sekarang?”tanya Jessica dengan menggebu
Baru kali ini Rafael melihat Jessica begitu bersemangat bertemu dengan seseorang. Apalagi orang itu adalah seorang lelaki. Entah kenapa mengetahui fakta itu membuat sudut hatinya tidak terima. Ada perasaan tidak senang begitu menyadari orang yang akan ditemui Jessica adalah seorang lelaki.
“Aku sibuk. Kita pulang saja sekarang”sahut Rafael
Mendengar jawaban Rafael membuat Jessica seketika naik pitam. Lelaki itu berhasil menyulut api amarah di hati gadis cantik itu.
__ADS_1
“Kalo kamu ga bisa, aku akan menjemputnya sendiri. Kau bisa turunkan aku disini. Cepat menepilah!”pinta Jessica dengan kesal
Rafael segera menepikan mobilnya. Jessica tanpa pikir panjang, segera turun dari mobil. Rafael pun segera pergi meninggalkan Jessica begitu saja.
“Dasar menyebalkan!”umpat Jessica melihat mobil Rafael yang meninggalkannya begitu saja di pinggir jalan.
Jessica berusaha menghentikan taksi yang melintas namun semua taksi itu penuh semua. Jessica mulai panik karena dia juga tak terlalu mengenal daerah itu. Apalagi hari mulai beranjak petang.
“Bagaimana ini? Aku sendirian di sini. Aku juga tidak mengenal daerah ini”gumam Jessica dalam hati mulai ketakutan.
Dalam keadaan kalut seperti itu, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di samping Jessica. Rupanya Rafael yang tidak tega sudah meninggalkan Jessica sendiri, memilih kembali ke tempat terakhir dia meninggalkan Jessica. Jessica menatap mobil Rafael dengan mata berbinar. Baru kali ini dia merasa bahagia bisa melihat lelaki itu yang memilih kembali untuk dirinya.
“Masuklah!”ucap Rafael
Jessica menuruti permintaan Rafael. Dia masuk mobil dan keduanya segera meluncur ke bandara bersama. Sepanjang perjalanan ke bandara, Jessica terlihat mencuri pandang ke arah Rafael.
“Terimakasih”ucap Jessica tulus.
“Hemmm”sahut Rafael tanpa menoleh pada Jessica
Tatapan matanya lurus ke depan ke arah keramaian jalanan.
Sesampainya di bandara, keduanya langsung berjalan mencari sosok lelaki yang dianggap sebagai sahabat oleh Jessica. Albert menanti pujaan hatinya di ruang tunggu di dalam bandara tersibuk di dunia.
Ketika sedang mencari keberadaan Albert, Rafael dikejutkan dengan beberapa orang yang adalah anak buah nenek Elizabeth. Para pengawal itu tampak sedang berjalan ke suatu arah.
Rafael segera menarik tangan Jessica. Membuat gadis itu kebingungan.
“Ada apa?”tanya Jessica
Rafael menarik tubuh Jessica dan menghadapkan tubuhnya ke arah Jessica sehingga keduanya saling berhadapan. Setelah beberapa pengawal itu pergi, Rafael segera menatap ke arah gadis cantik di depannya.
“Ada apa?”tanya Jessica dengan lirih.
“Ada pengawal nyonya besar di sini”jawab Rafael
“Apa? Kenapa mereka kemari?”tanya Jessica panik.
“Kita harus segera menemukan sahabatmu itu lalu pergi dari sini”ucap Rafael.
__ADS_1
Jessica menganggukkan kepalanya dengan cepat tanda mengerti. Keduanya langsung berjalan kembali mencari keberadaan Albert.
“Albert”panggil Jessica begitu melihat sahabatnya yang duduk di ruang tunggu yang ada di bandara.
Albert tersenyum dengan lebar melihat gadis cantik yang berhasil mencuri perhatiannya sejak pertama kali bertemu di Amerika itu, berlari ke arahnya. Keduanya langsung berpelukan, melepaskan kerinduan masing-masing.
Rafael yang sejak tadi mengikuti Jessica tampak membelalakkan matanya melihat Jessica dan Albert yang berpelukan. Rafael spontan mengurai pelukan keduanya dengan amarah yang menggerogoti hatinya.
“Hei apa-apaan kau ini!”keluh Jessica ketika Rafael tiba-tiba memisahkan dirinya dengan Albert
Albert juga tampak mengeraskan wajahnya melihat seseorang yang tiba-tiba saja melepaskan pelukannya di tubuh gadis cantik yang selalu dirindukannya itu.
“Siapa dia Jess?”tanya Albert sambil menahan tangan Jessica
Rafael seperti sedang kebakaran jenggot melihat Albert yang berani menyentuh wanitanya.
“Aku pacar Jessica. Sekarang lepaskan dia!”jawab Rafael dengan tegas sambill melepaskan tangan Jessica yang dipegang Albert sebelumnya.
Rafael juga menggeser tubuh Jessica hingga gadis cantik itu berada di sampingnya. Rafael juga melingkarkan tangannya di bahu Jessica.
Albert dan Rafael saling bertatapan dengan tajam.
“Apa itu benar Jess?”tanya Albert
“I-iya”jawab Jessica dengan takut-takut
Rafael menarik sudut bibirnya dan tersenyum penuh kemenangan begitu Jessica membenarkan ucapannya. Ada perasaan sedih di hati Albert mendengar pujaan hatinya ternyata sudah memiliki tambatan hati yang baru.
Jessica yang melihat perubahan di raut wajah Albert hanya bisa menahan diri. Dia terpaksa berbohong karena menyadari anak buah Elizabeth yang berada di sekitarnya.
“Albert kenalkan dia pacarku. Rafael”ucap Jessica memperkenalkan Rafael pada Albert
“Rafael”sapa Rafael sambil mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Albert.
“Albert”sahut Albert sambil mengulurkan tangannya menerima jabatan tangan Rafael.
“Kita pergi dari sini!”ajak Rafael
Rafael mengajak Jessica dan Albert pergi dari bandara. Tak lupa Rafael menggenggam tangan Jessica. Albert mengikuti pasangan kekasih itu di samping Jessica.
__ADS_1