Fall For You

Fall For You
Ruang Rahasia


__ADS_3

Di dalam mobil,


Rafael dengan perasaan yang galau terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju lokasi penculikan sang istri.


“Jessica, bertahanlah! Aku akan segera menemukanmu! Bertahanlah!”doa Rafael dalam hati


Rafael terus berusaha menghubungi Oscar namun pengawal pribadinya itu tak kunjung mengangkat teleponnya. Membuat Rafael semakin marah dan perasaannya semakin kacau balau.


Rafael berusaha menenangkan diri sambil terus menghubungi Oscar.


Di tempat yang lain, berita menghilangnya Jessica telah sampai pada semua anggota keluarga Miller. Membuat semua orang menjadi khawatir dan takut terjadi sesuatu pada ibu muda yang baru saja dikaruniai bayi dalam kandungannya itu. Elizabeth tampak terguncang dan meratapi kehilangan Jessica sambil beruraian airmata. Cucu menantu kesayanangannya yang kini sedang mengandung cicit pertamanya, menghilang begitu saja karena diculik oleh orang yang tidak dikenal. Hati orangtua mana yang tidak akan sedih mendengar berita menyedihkan seperti itu.


“Bagaimana keadaan Jessica dan bayinya? Kenapa mereka tega menculiknya? Apa sebenarnya yang mereka inginkan?”tanya Elizabeth sambil menangis


Si kembar Anna dan Ara, yang juga sedih terus berusaha menenangkan nenek kesayangannya yang sedang bersedih.


“Nenek tenanglah! Kak Jessica pasti baik-baik saja. Kita berdoa saja semoga mereka segera ditemukan”ucap Ara berusaha menenangkan neneknya.


“Kasihan kak Jessi. Padahal mereka baru saja dikaruniai bayi. Malah mendapat musibah seperti ini”ucap Anna dengan berlinangan airmata.


Ara memukul lengan Anna dengan keras.


“Awww”Anna mengaduh lalu menatap ke arah saudara kembarnya.


“Jangan menambah beban pikiran nenek!”bisik Ara sambil melotot, memarahi Anna yang justru semakin membuat Elizabeth bersedih.


Anna yang sadar akan kelakuannya menggigit bibir bawahnya sendiri.


“Maaf”bisik Anna pada Ara


Ara menghela nafasnya perlahan. Ara kembali mencoba menenangkan Elizabeth yang sedang bersedih hati.


****


Di suatu tempat,

__ADS_1


Jessica yang tersadar dari pingsannya, perlahan membuka matanya. Cahaya yang tiba-tiba masuk indra penglihatannya membuat Jessica merasa silau hingga menyipitkan matanya. Dengan mengumpulkan sisa tenaganya, Jessica berusaha bangun.


“Dimana aku sekarang?”gumam Jessica dalam hati sambil memandangi sekitarnya.


Jessica terbangun dari sebuah ranjang. Dilihatnya beberapa perabotan seperti meja kecil dengan nampan berisi makanan tersedia di atas meja. Jessica juga dapat melihat sebuah dapur kecil dan kamar mandi ada di ruangan yang tidak terlalu luas itu. Jessica turun dari ranjang dari berjalan perlahan mengamati keadaan ruangan tempatnya berada  kini. Jessica berjalan menuju sebuah kaca besar yang ada di ruangan itu. Mata Jessica langsung terbelalak karena dari kaca itu dia bisa melihat Celine yang sedang berada di kamarnya. Jessica menggedor kaca itu dan mulai berteriak.


“Celine! Keluarkan aku dari sini!”teriak Jessica dengan sekuat tenaga.


Namun usahanya sia-sia. Celine sama sekali tak mendengar suara teriakan Jessica.


Rupanya Celine yang sudah menculik Jessica dan kini menyembunyikan wanita itu di ruang rahasia yang ada di mansionnya. Kaca besar yang dilihat Jessica memang terhubung dengan kamar Celine. Namun hanya Jessica yang bisa melihat Celine. Sementara Celine tak bisa melihat Jessica yang saat ini sudah terbangun dari pingsannya.


Celine dengan hanya mengenakan kimono tidur berbahan sutra berwarna hitam tampak berjalan di sekeliling kamarnya dengan segelas alkohol di tangannya. Celine tampak memainkan gelas yang dipegangnya dan meminumnya beberapa kali. Membuat Celine mabuk dan tampak beberapa kali hampir kehilangan keseimbangan.


“Hahaha”


Celine tertawa menertawakan dirinya yang hampir jatuh.


“Brak”


Seseorang mendobrak masuk ke dalam kamar Celine.


“Akhirnya kau datang juga!”ucap Celine sambil berjalan ke arah Rafael.


“Lepaskan aku!”ronta Rafael


Beberapa pengawal Celine berusaha mengusir Rafael. Mereka dengan sigap langsung menangkap Rafael.


“Apa yang kalian lakukan? Lepaskan priaku!”bentak Celine pada para pengawalnya.


Para pengawal kebingungan karena majikannya yang mabuk justru memarahi mereka yang sudah berhasil menangkap penyusup yang masuk ke dalam kamarnya.


“Aku bilang lepaskan priaku! Dia milikku!”perintah Celine sambil melepaskan cengkraman para pengawal di tubuh Rafael.


“Tapi nona..”

__ADS_1


“Keluar kalian semua!”usir Celine pada para pengawalnya.


Celine mengusir mereka dengan keadaannya yang mabuk berat. Aroma alkohol sangat menyengat begitu terasa dari mulut wanita yang sudah minum banyak alkohol itu.


Celine menarik Rafael masuk ke dalam kamarnya lalu menutup pintu kamarnya. Dalam keadaan sangat mabuk, dan tubuh yang hampir kehilangan keseimbangan, Celine membawa Rafael masuk kamarnya. Celine menggelayut manja sambil melingkarkan tangannya di lengan Rafael.


Begitu di dekat sofa, Celine langsung mendorong tubuh besar Rafael ke kursi sofa. Dengan tersenyum sinis, Celine perlahan melepaskan kimono tidurnya memperlihatkan lingerie tipis warna hitam yang dikenakannya.


Celine mendekati Rafael dan mulai melancarkan aksinya. Celine mulai merayu Rafael dengan memberikan sentuhan di beberapa bagian tubuh Rafael dengan gerakan sensual untuk membangkitkan hasrat lelaki tampan itu.


Rafael yang mendapat serangan dari Celine, terus berusaha menghalangi usaha wanita cantik yang ingin menggodanya itu.


“Hentikan Celine!”pinta Rafael


“Kenapa Raf?”tanya Celine dengan tatapan memelas


“Dulu kau menyukainya jika aku melakukannya”kenang Celine


“Itu dulu”jawab Rafael sambil memalingkan wajahnya dari Celine


“Kenapa? Apa karena wanita itu?”tanya Celine yang mulai tersulut emosinya.


Celine terus berusaha menggoda Rafael. Celine bahkan mencium bibir Rafael. Rafael dengan gerakan cepat segera melepaskan diri dari Celine.


“Aku mohon hentikan! Aku kemari untuk menanyakan sesuatu”ucap Rafael sambil mencengkeram kedua tangan Celine.


Celine yang walaupun sudah mabuk berat, namun masih memiliki sedikit kesadaran akhirnya berjalan dengan terhuyung-huyung ke arah kaca besar yang menghubungkan ruangannya dengan ruangan Jessica.


Celine menatap kaca besar di hadapannya dengan tersenyum sinis. Seolah dia dapat menatap Jessica yang saat ini di hadapannya.


“Katakan apa yang ingin kau tanyakan!”pinta Celine


Rafael berjalan ke arah Celine yang masih menatap cermin besar di depannya sambil menggerai rambut yang sebelumnya diikat di belakang.


“Katakan dimana istriku! Aku akan melupakan semuanya asalkan kau kembalikan istriku!”pinta Rafael.

__ADS_1


“Memangnya istrimu kemana? Kenapa kau menanyakan keberadaannya padaku?”tanya Celine pura-pura bodoh


“Aku tahu kau dalang semua ini. Cepat katakan saja! Dimana istriku kau sembunyikan?”gertak Rafael yang mulai tersulut emosinya.


__ADS_2