
Rafael membuka perlahan buku harian Celine. Di dalamnya terdapat banyak foto dirinya dan Celine semasa masih menjadi sepasang kekasih. Rafael membuka halaman demi halaman buku harian itu.
Rafael pun mulai membaca satu per satu curahan hati Celine yang dia tuangkan dalam buku harian itu.
Semua kenangan masa lalu mereka kembali berputar-putar di kepala Rafael. Celine menuangkan semua perasaannya dalam buku harian itu. Semua yang dilaluinya bersama dengan Rafael. Terkadang Rafael tersenyum melihat kocaknya Celine dan dirinya kala bersama.
Tak bisa dipungkiri, selama bersama Celine, Rafael memang merasa bahagia. Meskipun latar belakang wanita itu sangat jauh dari keluarganya, namun Celine selalu ada untuk Rafael dan mampu membuat dirinya jatuh cinta pada wanita itu.
Rafael terus membaca satu per satu curahan hati Celine. Sesekali Rafael merasa hatinya seperti ditusuk-tusuk ketika membaca pengalaman hidup Celine selama bersama paman dan bibinya.
Wanita itu dengan tegarnya menutupi kekerasan yang dialaminya selama bertahun-tahun bersama keluarga dari papanya itu. Bagaimana mereka memperlakukan Celine dengan semena-mena. Celine sering mendapatkan kekerasan fisik dan verbal yang mengoyak jiwa dan raganya. Celine mengabadikan semua luka fisik yang diterimanya dari paman dan bibinya itu.
Celine juga menceritakan pengalamannya selama menjadi model majalah dewasa. Bagaimana dia harus menahan malu dan harga dirinya yang terus diinjak-injak oleh semua orang. Bagaimana sakit hatinya ketika satu per satu orang terdekatnya membully dirinya karena pekerjaannya sebagai model majalah dewasa yang tentu saja mengharuskan dirinya berpose sensual dengan pakaian-pakaian kurang bahan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Sejujurnya Celine ingin berhenti menjadi model karena tidak kuat menghadapi gunjingan dan cemoohan orang-orang. Tetapi dia kuatkan dirinya untuk tetap menjalani profesinya karena dia ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Celine ternyata menabung sebagian besar penghasilannya untuk bisa pergi ke luar negeri, mencari kehidupan yang lebih baik dari yang dijalaninya selama ini. Celine memiliki mimpi untuk menjadi model internasional yang bisa membungkam mulut-mulut jahat yang selama ini mencemooh dan menghinanya.
Namun mimpi Celine berubah sejak dirinya bertemu dengan Rafael. Cinta pertama dalam hidupnya. Celine begitu bahagia sejak mengenal dan bersama dengan Rafael. Lelaki itu memberinya harapan hidup dan membuatnya kembali percaya pada cinta.
Rafael membuat Celine merasakan hangatnya kasih sayang dan cinta dari orang lain selain keluarganya. Keluarga yang selama ini tak dimilikinya. Keluarga yang justru menyakitinya secara fisik dan mental. Menjatuhkan kepercayaannya pada cinta.
Membaca tiap untaian kata dan kalimat yang mewakili perasaan Celine, tanpa sadar Rafael menitikkan airmata. Betapa wanita yang pernah hadir dalam hidupnya itu memiliki kehidupan yang sangat menyedihkan.
Jessica ingin sekali mendekati Rafael namun sekuat tenaga Jessica menahan dirinya sendiri dan membiarkan Rafael tenggelam dalam kenangannya bersama dengan Celine. Namun melihat Rafael yang rapuh membuat Jessica ikut meneteskan airmata. Bukan menangisi Rafael yang menangisi Celine. Tetapi Jessica merasa sedih karena kini dirinya kembali terjebak dalam lingkaran setan, terjerat dalam cinta pada lelaki yang belum selesai dengan masa lalunya.
__ADS_1
“Hapus airmatamu”pinta Albert sambil menyodorkan sapu tangannya pada Jessica.
“Terimakasih”ucap Jessica sambil memaksakan tersenyum pada Albert.
“Sebaiknya kau duduk. Terlalu lama berdiri tidak baik untuk bayi dalam kandunganmu”pinta Albert
Jessica seakan disadarkan dengan perkataan Albert. Sejenak dirinya lupa akan kehadiran janin kembar dalam rahimnya. Buah cintanya bersama Rafael. Jessica menghela nafasnya perlahan sambil mengusap pelan perutnya yang sedikit membuncit.
“Sayang, maafkan mama. Mama melupakan kalian. Mama akan berusaha menjadi lebih kuat untuk kalian. Kalian adalah sumber kekuatan mama saat ini. Tolong bantu mama melewati semua ini”gumam Jessica dalam hati sambil mengusap perutnya.
Albert yang tidak tega melihat Jessica yang bersedih kemudian memegang pundak wanita cantik itu dan mengajaknya mencari tempat untuk beristirahat. Awalnya Jessica tak ingin meninggalkan tempatnya namun Albert terus menuntun langkahnya. Jessica tampak terus menatap ke arah suaminya yang terlihat sedang bertarung dengan perasaannya sendiri.
Rafael yang terlalu fokus membaca buku diari Celine tak terlalu memperhatikan jika kini istrinya tengah terluka. Terluka melihat dirinya yang menyelami kembali kenangan masa lalunya bersama Celine.
Celine begitu bahagia ketika mendapati dirinya tengah hamil bayi dari Rafael. Saking bahagianya Celine bahkan sudah menyiapkan beberapa nama untuk janin yang bahkan belum berbentuk itu. Karena memang kehamilan Celine baru menginjak beberapa minggu.
Mendengar Rafael pergi ke luar negeri untuk beberapa waktu, membuat Celine ingin menyusulnya untuk menceritakan berita bahagia itu. Namun sayang, keinginan itu harus kandas karena kakek Arthur yang terlebih dahulu mengetahui berita kehamilan Celine. Arthur yang memang mengerahkan beberapa orang kepercayaannya di sekitar Celine dan Rafael, tanpa menunggu waktu yang lama, mengetahui kehamilan Celine yang masih beberapa minggu.
Celine awalnya enggan mengakui kehamilannya pada Arthur, namun ketika Arthur mengancam tidak akan mengijinkan Celine menemui Rafael lagi, akhirnya membuat pertahanan Celine runtuh. Bagaimana mungkin Celine sanggup jauh dari Rafael sementara hanya Rafael kebahagiaan dalam hidup Celine.
Celine akhirnya mengakui kehamilannya di hadapan Arthur dan Elizabeth. Berharap keduanya akan ikut bahagia dan merestui hubungannya dengan ayah sang jabang bayi. Namun ibarat peribahasa bagaikan pungguk merindukan bulan. Keinginan Celine sangatlah jauh dari harapan. Terlalu sulit untuk digapai.
Kedua orang yang dituakan di keluarga Miller itu rupanya tidak menginginkan keturunan mereka lahir dari wanita yang tidak jelas asal usulnya. Celine begitu terluka dengan penolakan kakek Arthur dan nenek Elizabeth. Keduanya bahkan dengan entengnya meminta Celine menggugurkan kandungannya.
“Hari ini aku beranikan diriku menemui tuan Arthur dan istrinya. Karena bagi Rafael, mereka adalah pengganti kedua orang tuanya. Jujur jantungku berdetak sangat kencang kala menemui keduanya. Aku tak tahu bagaimana tanggapan mereka terhadap diriku. Karena selama ini kami tidak pernah secara resmi bertemu. Rafael juga tidak pernah mengenalkan aku pada keluarganya. Dia selalu bilang, dia ingin melindungiku. Dia tak ingin aku terluka dengan penerimaan dari keluarganya.”
__ADS_1
“Sepertinya dia bisa membaca keadaan. Keluarganya tak akan mau menerimaku. Dan ternyata itu semua benar adanya. Mereka berdua menatapku dengan tatapan sinis. Seperti aku ini adalah lalat yang hinggap di makanan mahal mereka. Aku adalah makhluk hina yang berani menyentuh pakaian indah mereka.”
“Miris sekali rasanya. Ketika aku ingin mereka menerimaku menjadi bagian dalam keluarga mereka namun yang ada mereka justru memandang rendah diriku ini. Kata-kata mereka memang lembut namun sangat menyakiti hatiku. Bisa-bisanya mereka mengatakan aku mendekati cucu mereka hanya karena menginginkan kekayaan mereka.”
“Mereka berdua sangat kejam. Lagi-lagi mereka mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hatiku. Apalagi ketika mereka tahu aku sedang mengandung buah cinta kami berdua. Bisa-bisanya mereka mengatakan aku menggunakan alasan bayi dalam kandunganku untuk menjerat Rafael dalam genggamanku.”
“Wahai tuan dan nyonya Miller, walaupun aku orang miskin yang hanya menjadi model majalah dewasa, namun aku tidak sepicik dan selicik yang kalian pikirkan. Bukan aku yang mendekati cucumu tapi cucumu-lah yang pertama kali mendekatiku dan memintaku menjadi pacarnya.”
“Yang membuatku semakin terluka adalah ketika mereka dengan mudahnya memintaku menggugurkan bayi ini. Tentu saja aku menolaknya. Aku akan pertahankan bayi ini apapun yang terjadi. Meskipun nyawaku yang menjadi taruhannya”
Rafael terlihat mengepalkan tangannya dengan erat ketika membaca cerita Celine tentang pertemuannya dengan kakek dan neneknya yang meminta Celine menggugurkan bayi mereka.
Rafael menghela nafasnya sejenak mencoba menenangkan dirinya. Lembar berikutnya semakin membuat hati Rafael teriris. Karena di situ jelas tergambar kesedihan Celine selama ini.
“Hari ini aku merasa awan mendung telah menaungi hidupku. Di saat aku mencoba mempertahankan bayi dalam kandunganku, demi tetap bersama dengan cintaku, Rafael Miller. Setelah melakukan pemeriksaan medical check up, aku begitu terkejut dengan berita yang dibawa oleh para dokter. “
“Aku rupanya mengidap kanker otak stadium tiga. Hatiku hancur mendengarnya. Kenapa di saat aku mendapatkan kebahagiaan selalu saja ujian datang padaku? Apakah aku memang tidak pantas bahagia? Kenapa?”
“Kenapa harus aku? Kenapa harus penyakit ini hadir dalam hidupku? Penyakit yang sudah merenggut nyawa papa kenapa juga harus hinggap dan bersarang di tubuhku?”
“Apa salahku? Apa aku tak boleh hidup bahagia bersama Rafael dan anak kami kelak?”
“Kenapa harus sekarang di saat aku sedang hamil seperti ini? Semua ini begitu berat untukku. Apa yang harus aku lakukan?”
“Rafael, cintaku..apa yang harus aku lakukan? Kenapa kau harus pergi begitu lama? Kenapa kau tak di sini menemaniku melewati semua ini? Ini terlalu berat untukku. Aku tak tahu harus bagaimana.”
__ADS_1