Fall For You

Fall For You
Membaca Isi Hati


__ADS_3

“Bagaimana keadaannya?”tanya Alvin pada Albert sambil menatap Celine yang masih belum sadarkan diri.


“Dia masih belum sadar”jawab Albert


Alvin meletakkan tangannya di kaca pembatas ruang ICU. Alvin tampak terpukul melihat wanita yang dicintainya terbaring tak berdaya seperti itu. Albert memegang pundak Alvin berusaha menguatkannya.


Jessica dan Rafael yang berdiri tak jauh dari mereka pun hanya bisa ikut melihat dari balik kaca pembatas ruang ICU. Rafael menghela nafasnya perlahan sambil menatap Celine dengan tatapan penuh kesedihan.


Jessica menoleh pada sang suami dan dilihatnya raut wajah penuh kesedihan di wajah sang suami. Jessica mengusap punggung Rafael. Membuat Rafael menoleh pada sang istri. Jessica tampak tersenyum dengan tulus pada sang suami.


“Dia pasti akan segera sadar”ucap Jessica lembut.


Rafael pun menganggukkan kepalanya.


Keduanya larut dalam kesedihan setelah melihat keadaan Celine yang tak berdaya. Jessica merangkul lengan sang suami dan menyandarkan kepalanya di lengan kekar sang suami.


“Terima kasih”ucap Rafael


Jessica menegakkan kepalanya dan menatap sang suami penuh kebingungan. Jessica tampak mengernyitkan dahinya mendengar ucapan sang suami.


“Untuk apa? Aku tidak melakukan apapun”sahut Jessica


“Terimakasih sudah mengijinkan aku membaca buku diary Celine. Dan maaf sudah membuatmu khawatir”ucap Rafael sambil memandang wajah cantik Jessica dengan lembut.


“Bagaimanapun juga dia pernah menjadi bagian dari masa lalumu. Aku tak mungkin membiarkan kalian terus terjebak dalam kesalahpahaman selama bertahun-tahun. Aku hanya berharap..kau tak melupakan aku”ucap Jessica sambil tertunduk lesu.


Rafael yang melihat Jessica tertunduk, langsung dipenuhi dengan penyesalan karena sudah membuat istri yang dicintainya saat ini begitu bersedih. Rafael pun langsung memeluk tubuh mungil Jessica dan mendekapnya dengan erat.


“Mana mungkin aku melupakanmu, sayang..Jangan bicara yang bukan-bukan!”sahut Rafael


Tiba-tiba tanpa Rafael duga, Jessica malah menangis dalam pelukannya.


“Kau menangis? Tolong jangan menangis, sayang! Maafkan aku!”tanya Rafael kuatir dan semakin mengeratkan pelukannya.


Kedua pasangan suami istri itu tampak saling berpelukan. Jessica merasa begitu berada dalam pelukan sang suami, merasakan pertahannya seketika roboh. Pelukan Rafael membuat batinnya meronta. Betapa Jessica terharu dan sedih mengingat Rafael yang tadi sempat bertarung dengan perasaannya pada Celine setelah membaca buku diary Celine.


Rafael tampak mengusap kepala sang istri dengan lembut dan membiarkan istri kecilnya menangis dalam pelukannya.


“Aku takut”ucap Jessica dalam tangisnya


“Apa yang kau takutkan?”tanya Rafael


“Aku takut..kau akan kembali pada Celine..begitu membaca buku diary itu”ucap Jessica sambil menangis tersedu-sedu.


Rafael semakin merasa bersalah pada wanita yang kini menjadi istrinya itu. Wanita yang kini sedang mengandung buah hati mereka berdua.

__ADS_1


“Jangan konyol! Mana mungkin aku kembali pada Celine! Bukankah sudah ratusan kali aku katakan, dia hanya cerita masa laluku. Dan sekarang yang ada di hatiku, hanyalah dirimu. Tak ada yang lain”sahut Rafael


“Tapi tadi..aku lihat..kau sempat menangis setelah membaca buku diary itu.” “Aku..”


Rafael semakin mengeratkan pelukannya untuk meredakan kegundahan sang istri yang ternyata sempat melihat dirinya menitikkan airmata.


“Aku tak tahu kau sempat melihat itu. Aku tadi memang sedih setelah membaca semua cerita Celine. Aku sedih karena rupanya jalan hidup yang dilaluinya selama ini tidaklah mudah. Begitu banyak yang sudah dilalui Celine karena cintanya padaku. Aku hanya sedih karena dia begitu mencintaiku”


Jessica mendongakkan kepalanya dan menatap wajah suaminya. Mata keduanya bertatapan dengan senyum di bibir Rafael.


“Apa kau juga masih mencintainya?”gumam Jessica dalam hati


“Kenapa? Kau khawatir aku masih mencintai Celine?”tebak Rafael jitu


Jessica membelalakkan matanya mendengar tebakan suami yang sangat jitu. Hingga Jessica merasa Rafael seperti dapat membaca pikirannya.


“Kenapa kau kaget seperti itu?”goda Rafael sambil tersenyum


“Ba-bagaimana kau bisa menebak isi hatiku?”tanya Jessica terbata-bata


Rafael hanya tersenyum lalu menarik Jessica kembali dalam pelukannya.


“Aku hebat kan? Sekarang aku bahkan bisa menebak isi hatimu. Jadi jangan pernah berpikir yang bukan-bukan. Karena aku pasti tau apa yang kau pikirkan”goda Rafael lagi.


Jessica mengerutkan keningnya mendengar jawaban asal dari Rafael.


“Semudah itukah kau menebak isi hatiku?”tanya Jessica


Rafael menghela nafasnya lalu mengecup kening Jessica yang berada di bawah kepalanya.


“Jangan pernah meragukan cintaku padamu! Aku sangat mencintaimu hingga aku bisa mendengar dan membaca isi hatimu. Jadi jangan pernah meragukan cintaku. Karena sebesar itulah cintaku padamu”ucap Rafael dengan lembut.


Kedua pasangan suami istri itupun tenggelam dalam lautan kebahagiaan, merasakan cinta satu sama lain. Tanpa memperdulikan dimana keduanya kini berada. Tanpa memperdulikan tatapan iri mata di sekitarnya. Tak terkecuali Albert dan Alvin yang sejak tadi memandangi mereka berdua dengan tatapan iri.


“Ehem”


Suara berat Eric Barnett membuyarkan kebahagiaan Rafael dan Jessica. Seakan suara itu mengembalikan keduanya ke bumi setelah terbang ke langit berdua.


Keduanya langsung melepaskan pelukan mereka. Jessica berdiri di samping sang suami. Rafael pun dengan sigap menggenggam tangan sang istri.


Eric hanya menatap sekilas pada kedua pasangan itu. Dengan langkah tegak, Eric mendekat pada Rafael. Jessica tampak kuatir melihat “musuh”suaminya berjalan mendekat pada lelaki yang pernah dicintai Celine.


“Masuklah ke dalam!”pinta Eric pada Rafael


Semua orang tampak terkejut dengan permintaan lelaki paruh baya yang sebelumnya bersikeras melarang Rafael mendekati ruang rawat ICU tempat Celine dirawat.

__ADS_1


“Apa aku tidak salah dengar? Anda mau saya masuk ke dalam?”tanya Rafael sopan


“Sejujurnya aku tak mau melakukan ini. Tapi..mungkin ini satu-satunya cara supaya Celine mau membuka matanya”jawab Eric dengan nada bergetar sambil menoleh pada sang cucu yang terlihat dari luar ruang ICU.


Hati kakek mana yang tidak akan hancur melihat cucu kesayangannya tergeletak tak berdaya seperti yang dialami Celine. Eric tentu ingin Celine segera siuman dari tidur panjangnya.


“Andai aku boleh memilih, tentu aku tidak akan mengijinkan kau menjenguk Celine. Tapi apa dayaku. Lelaki tua ini hanya ingin melihat Celine bangun kembali. Aku mohon padamu. Masuklah ke dalam!”pinta Eric dengan mata berkaca-kaca.


“Benar Raf. Masuklah ke dalam dan ajaklah Celine bicara! Mungkin dengan mendengar suaramu akan mampu membuat Celine kembali”ucap Albert


Rafael bimbang. Rafael pun menoleh pada sang istri yang berdiri di sampingnya. Rafael semakin mengeratkan genggaman tangannya.


“Aku akan masuk ke dalam, hanya jika Jessica mengijinkan”ucap Rafael dengan tatapan lembut pada sang istri.


“Nona Jessica, aku mohon biarkan Rafael masuk ke dalam”pinta Eric dengan lebih bersemangat.


Dia tahu Jessica adalah wanita baik hati. Terbukti Jessica menarik laporan penculikan yang sebelumnya dilakukan oleh Celine. Jika tidak, pasti sekarang ruang rawat Celine sudah dipenuhi dengan polisi yang ikut berjaga di luar ruanngan. Dan akan menangkap Celine begitu cucunya sadar dari koma.


Eric dengan berlinangan airmata, berjalan ke arah Jessica dan tiba-tiba menggenggam tangan Jessica.


“Aku mohon nona”ucap Eric dengan tubuhnya yang bergetar hebat saking sedihnya


“Lepaskan tangan istriku!”ucap Rafael murka sambil melepaskan tangan Eric dengan paksa.


Rafael langsung pasang badan di depan tubuh istrinya begitu Eric tiba-tiba menggenggam tangan istrinya.


“Aku tak apa-apa”ucap Jessica menenangkan Rafael.


“Aku mohon nona Jessica. Ijinkan Rafael menengok cucuku. Mungkin ini adalah satu-satunya permintaan terakhir cucuku”ucap Eric dengan berlinangan airmata.


Lelaki paruh baya yang sudah melanglang buana merasakan pahit getirnya hidup itu terlihat sangat rapuh melihat cucu kesayangannya kini terbaring lemas tak berdaya. Bertarung antara hidup dan mati.


“Masuklah ke dalam! Aku akan menunggu di luar!”ucap Jessica lirih


Rafael yang kaget dengan jawaban Jessica spontan membalik badannya menghadap sang istri.


Jessica tersenyum dengan manis pada suaminya.


“Kau masuklah ke dalam! Celine membutuhkanmu! Aku akan di sini menunggumu”ucap Jessica lagi.


Perasaan Rafael campur aduk mendengar Jessica yang mengijinkannya bertemu dengan cinta pertamanya. Wanita yang pernah menjadi bagian dalam hidupnya.


Jessica kembali menganggukkan kepalanya dan mendorong tubuh suaminya pelan.


Akhirnya Rafael pun masuk ke dalam ruang ICU sambil sesekali menoleh ke belakang melihat istrinya.

__ADS_1


__ADS_2