
“Jika dulu, aku hanya diam saja, karena aku tahu aku adalah anak haram. Anak yang tak pernah diharapkan kelahirannya. Aku lahir dari rahim wanita yang telah menghancurkan hati mommy. Makanya saat kau berselingkuh dengan Celine, aku merasa hidupku sudah tak berarti lagi. Kau merebut semua kebahagiaan dalam hidupku, satu per satu. Tapi itu dulu. Kali ini, aku tidak akan biarkan kau merebut satu-satunya kebahagiaanku”ungkap Rafael dengan tatapan membunuhnya pada Ramon.
“Aku tahu sebenarnya kau yang sudah mengirimkan lampu antik berisi kamera pengintai di apartemen Amanda. Kau memberikannya untuk mengintai dan memata-matai Jessica. Karena kau juga menyukai Jessica, iya kan?”tanya Rafael dengan sinis
Semua orang yang mendengar pertanyaan Rafael, tampak kaget dan langsung menatap ke arah Ramon hampir bersamaan.
“Itu benar”sahut Ramon
Jessica begitu kaget mendengar kenyataan yang baru saja disampaikan suaminya. Matanya terbelalak sempurna. Rupanya selama ini pelaku yang sudah mengirimkan lampu antik berisi kamera pengintai di apartemen Amanda adalah Ramon, kakak iparnya.
“Itu tidak mungkin”bisik Anna tidak percaya
Ara langsung membungkam mulut Anna dan meletakkan telunjuknya di bibirnya memberi isyarat agar Anna diam. Karena mereka akan ketahuan sudah menguping pembicaraan.
“Apa? Jadi itu semua ulahmu, Ramon? Nenek tidak percaya ini”seru Elizabeth tak percaya
“Nyonya besar dengar sendiri kan? Dia juga menyukai Jessica, makanya dia mendekati Jessica dengan cara kotor seperti itu”ejek Rafael
“Tutup mulutmu!”bentak Ramon
“Kakak macam apa kau ini. Bisa-bisanya kau menyukai istri adikmu sendiri”sindir Rafael
“Jessica terlalu baik untuk lelaki gagal sepertimu. Jika saja aku yang bertemu lebih dulu dengan Jessica, aku pasti bisa membuat dia mencintaiku”ucap Ramon
“Kalian lihat sekarang! Inilah wajah asli Ramon Antonio Miller. Cucu yang selalu kalian bangga-banggakan”
“Nenek tak menyangka kau bisa sekejam itu Ramon”ucap Elizabeth dengan beruraian airmata.
Arthur hanya diam saja mendengar pertengkaran dan perdebatan yang terjadi tanpa berniat menenangahi.
“Nenek harus tahu, dia bukan adikku. Aku tak pernah menerima dia menjadi adikku. Karena dia lahir dari rahim wanita yang kubenci. Karena setiap melihat dia, aku selalu diingatkan pada pengkhianatan yang dilakukan daddy pada mommy. Aku tak rela dia bahagia”ucap Ramon mencoba membela diri
Rafael tersenyum sinis dengan mata yang berkaca-kaca. Kali ini dia akan mengungkapkan semua kejahatan Ramon dan membuka tabir yang selalu disimpannya.
“Hentikan Ramon”sentak Arthur tiba-tiba
“Kakek?”
__ADS_1
Ramon menatap Arthur dengan penuh harapan lelaki tua itu akan membelanya.
“Kau salah jika kau menumpahkan kebencianmu pada Rafael”ucap Arthur
“Dan kau Rafael, maaf jika sudah membuatmu berpikir Isabelle tidak menyayangimu. Putriku sangat menyayangimu. Jangan pernah salah paham dengan kasih sayang mommy-mu”pinta Arthur
Lelaki tua yang menyimpan banyak rahasia dalam keluarganya itu pun akhirnya buka suara.
“Apa maksud tuan besar?”tanya Rafael bingung
“Kamu bukan anak haram hasil pengkhianatan Jason dengan selingkuhannya. Kau adalah anak kandung Isabelle. Kau cucu kandungku”
“Kakek bicara apa? Tak mungkin Rafael cucu kandung kakek”ucap Ramon tak percaya
“Itu benar. Rafael adalah anak kandung Jason dan Isabelle, putriku. Sebelum menikah dengan Isabelle, Jason sudah memiliki hubungan dengan wanita selingkuhannya itu. Karena Isabelle sangat mencintai Jason makanya dia rela menjadi yang kedua. Dia rela merawat anak dari wanita yang dicintai Jason. Isabelle menyayangi anak itu karena kedua orangtuanya sudah meninggal. Dan anak itu bukan Rafael tapi ..”
Arthur menggantung ucapannya namun dengan tatapan mata yang tertuju pada Ramon. Membuat Ramon menggelengkan kepalanya berkali-kali.
“Tidak mungkin. Kakek pasti bohong. Itu tidak mungkin”elak Ramon tak percaya
“Itu benar. Anak itu adalah kau Ramon. Kau adalah anak Jason dan kekasihnya”
Seperti disambar petir di siang hari. Seakan dunia Ramon runtuh saat itu juga. Pengakuan Arthur yang membuka tabir yang disimpannya dengan rapat selama bertahun-tahun benar-benar membuat semua orang yang mendengarkannya terkejut setengah mati.
“Kakek pasti bohong”ucap Ramon dengan beruraian airmata
Lelaki itu merasa hancur karena selama ini dia sudah salah mengira Rafael sebagai anak haram antara Jason, daddy nya dengan selingkuhannya.
“Aku tidak bohong. Selama ini kau sudah salah sasaran, karena Rafael adalah anak kandung Jason dan Isabelle, putriku”
“Jika aku memang anak haram itu, lalu kenapa kalian masih menyayangiku? Kenapa kalian masih menerimaku di sini?”tanya Ramon dengan suara bergetar.
“Karena itu permintaan terakhir Isabelle. Dia meminta kami menjagamu. Isabelle sangat menyayangimu seperti anaknya sendiri. Itu sebabnya Isabelle selalu meminta Rafael mengalah padamu. Isabelle tak ingin kau merasa tersisihkan”ungkap Elizabeth
“Mommy”panggil Ramon dengan beruraian airmata
Tubuh Ramon langsung beringsut ke lantai. Kakinya mendadak lemas setelah mendengar pengakuan Arthur tentang jati dirinya yang sebenarnya.
__ADS_1
“Maafkan mommy-mu karena sudah membuatmu berjanji seperti itu. Jangan pernah menyalahkan dia. Dia hanya ingin melindungi Ramon dan tak ingin membuat Ramon merasa kehilangan kasih sayang ibunya. Itu sebabnya dia selalu memintamu mengalah pada Ramon. Kau mau kan memaafkan mommy mu?”tanya Elizabeth pada Rafael
Rafael yang selama hidupnya selalu menganggap mommy nya tak menyayanginya kini merasa sangat bersalah pada wanita yang sudah melahirkannya. Betapa wanita itu sangat baik meskipun sudah membuatnya berjanji untuk selalu mengalah pada Ramon, kakaknya.
Anna dan Ara yang sejak tadi menguping pembicaraan tak sanggup menutupi kesedihannya setelah mendengar rahasia besar dalam keluarganya. Kakak lelakinya ternyata berasal dari rahim yang berbeda. Mereka memiliki saudara satu ayah namun lain ibu.
Jessica pun ikut menangis mendengar penderitaan Rafael selama ini. Luka batin yang selama ini disimpan dalam hatinya ternyata karena rahasia besar dalam keluarganya.
Dengan perlahan, Jessica turun ke lantai bawah dan berjalan menghampiri Rafael.
“Jessica”
Rafael yang sebelumnya masih begitu tegar, tanpa airmata yang menetes meskipun sudah berkaca-kaca, begitu melihat wanita yang dicintainya berjalan ke arah dirinya, entah kenapa membuat hatinya malah semakin tak karuan.
Jessica berjalan dan kini berdiri di depan Rafael suaminya. Jessica mendekatkan tubuhnya pada sang suami dan memeluknya dengan erat. Jessica menangis tersedu-sedu di dada bidang Rafael.
Rafael pun membalas pelukan Jessica. Dan seketika itu juga airmata Rafael bercucuran. Keduanya saling berpelukan dengan erat. Mencoba menguatkan hati satu sama lain.
Untuk saat ini, Jessica hanya ingin menghibur hati suaminya yang sedang terluka. Meskipun hatinya juga terluka setelah kejadian di kantor tadi, namun saat ini, Jessica hanya ingin menyalurkan dukungannya pada sang suami.
Hari ini keluarga Miller dipenuhi dengan airmata. Tabir besar keluarga Miller diungkapkan Arthur supaya tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut-larut.
Rafael dan Jessica berpelukan. Setelah beberapa saat, Jessica melepaskan pelukannya dan menatap wajah tampan suaminya.
“Sayang..maafkan aku”ucap Rafael dengan mata sembab setelah menangis
Jessica hanya tersenyum dan dengan perlahan mengusap sisa airmata di wajah tampan suaminya. Rafael segera meraih tangan Jessica dan menggenggamnya.
“Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku bisa jelaskan semuanya”pinta Rafael pada Jessica
Jessica hanya tersenyum namun tiba-tiba matanya terpejam dan tubuhnya mendadak lemas. Rafael yang kaget melihat istrinya pingsan dengan gerakan cepat segera menangkap tubuh Jessica yang tiba-tiba jatuh.
“Sayang, kau kenapa? Bangunlah!”pinta Rafael sambil menepuk pelan wajah Jessica
“Jessica, kamu kenapa? Cepat bawa dia ke kamar!”pinta Elizabeth kuatir
Rafael yang kuatir, segera membopong tubuh istrinya yang pingsan menuju kamarnya di lantai dua. Arthur dan Elizabeth mengikuti Rafael menuju kamar. Anna dan Ara yang kaget melihat sang kakak ipar tiba-tiba pingsan juga ikut berjalan mengikuti mereka semua.
__ADS_1
“Cepat panggil dokter!”perintah Elizabeth
“Baik nyonya”sahut Oscar