
“Dia tak perlu memarahiku seperti itu. Aku kan tak sengaja”keluh Jessica dalam hati
Rafael mengambil sebuah lap dan membersihkan telur yang pecah tadi. Jessica ingin membantu namun karena takut dimarahi Rafael lagi, akhirnya Jessica memilih duduk diam.
Rafael kembali mengambil sebutir telur dan mulai membuat makan malam untuk mereka berdua.
“Kau bisa masak?”tanya Jessica melihat Rafael yang sibuk memasak.
“Bisa”jawab Rafael tanpa menoleh ke arah Jessica
Tangan Rafael sangat terampil membuat omelet telur untuk mereka berdua. Ketika Rafael sedang memasak, Jessica terus memandanginya. Rafael memasak dengan penuh konsentrasi. Jessica dapat melihat sisi lain seorang Rafael yang selain foto model terkenal, ternyata juga pandai memasak.
Setelah omelet jadi, Rafael segera menghidangkannya di atas piring. Tak lupa Rafael menghiasnya dengan taburan daun peterseli dan saus tomat.
“Makanlah selagi hangat”pinta Rafael sambil menyodorkan omelet buatannya.
Rafael juga ikut duduk di depan Jessica.
“Selamat makan”ucap Jessica sambil tersenyum
Jessica yang lapar langsung mengiris omelet dan memakannya.
“Humphhh”
__ADS_1
Mata Jessica berbinar sambil kepalanya manggut-manggut. Tak menyangka omelet buatan Rafael begitu lezat.
“Sudah habiskan saja”perintah Rafael dengan ekspresi dinginnya.
“Padahal aku sedang memujinya. Dia malah…Dasar lelaki menyebalkan!”umpat Jessica dalam hati sambil menatap tajam lelaki tampan di depannya.
Akhirnya Jessica memilih menghabiskan omeletnya dengan lebih tenang. Karena kesal sudah diacuhkan Rafael, padahal dirinya tulus memuji lelaki itu.
Jessica memakan omeletnya dengan tatapan matanya yang menoleh ke samping. Menghindari bertatapan mata dengan lelaki tampan yang duduk di depannya.
Sesekali Rafael menatap ke arah gadis cantik di depannya yang sedang merajuk pada dirinya. Rafael bahkan menarik sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman tipis di wajah tampan yang selalu datar dan tanpa ekspresi itu.
Saat tatapan keduanya bertemu, Jessica yang sedang kesal malah menatap tajam ke arah Rafael.
“Habiskan makananmu setelah itu minumlah obat”perintah Rafael sambil menyantap omelet miliknya.
Jessica mengerutkan dahinya mendengar Rafael menyuruhnya minum obat.
“Obat apa?”tanya Jessica
“Tadi dokter kenalanku kemari untuk memeriksa keadaanmu. Kebetulan tempat prakteknya di sekitar sini, jadi aku minta ia untuk datang memeriksamu”ucap Rafael
“Siapa yang menyuruhmu memanggil dokter? Sudah kubilang kan sakitku tidak parah. Aku hanya perlu istirahat saja”keluh Jessica
__ADS_1
Dirinya kesal karena Rafael seenaknya saja memanggilkan dokter untuk dirinya.
Rafael langsung meletakkan sendok di tangannya dan menatap tajam ke arah Jessica.
“Apa?”tanya Jessica pada Rafael melihat lelaki tampan itu seperti sedang menahan marah pada dirinya.
“Kau itu sungguh tidak tahu terima kasih ya..Aku sudah memanggilkan dokter untuk memeriksamu. Tapi apa balasannya? Jika tak mengingat kau itu sepupu Amanda, mana sudi aku memanggilkan dokter kenalanku itu”ucap Rafael dengan menahan emosinya yang tiba-tiba tersulut karena Jessica yang tidak menghargai pengorbanannya.
“Aku kan tidak memintamu melakukannya”jawab Jessica
Ditengah perdebatan keduanya, tiba-tiba hp Rafael berdering. Seseorang menelponnya. Rafael melihat sepintas dan menerima panggilan telepon itu.
“Yes baby”sapa Rafael pada lawan bicaranya yang tentu saja seorang wanita
Rafael menerima telepon itu di depan Jessica. Entah kenapa mendengar Rafael berbicara lembut di telepon pada lawan bicaranya membuat Jessica tidak suka. Hatinya tiba-tiba panas. Apalagi Rafael terlihat sangat bahagia menerima panggilan telepon itu dan bahkan berjanji untuk menjemput wanita itu ke bandara.
“Kenapa dia mesti memamerkan kemesraannya dengan wanitanya di depanku? Menyebalkan! Dasar lelaki playboy brengsek!”umpat Jessica dalam hati
Jessica memakan omeletnya dengan kasar. Dia mengunyahnya susah payah. Beberapa kali Jessica menampakkan ketidaksukaannya melihat Rafael yang terus-terusan berbicara dengan mesra pada lawan bicaranya.
Tiba-tiba,
“Ting tung”
__ADS_1
Keduanya menoleh bersamaan ke arah pintu begitu menyadari bel apartemen di pencet dari luar.