
Sejak memasuki ruang ballroom di kapal pesiar mewah itu, tatapan mata Rafael tak pernah lepas dari Jessica. Apalagi hari ini Jessica terlihat sangat cantik mengenakan gaun yang dipesankan Elizabeth waktu itu.
Jessica dan Rafael tampak beberapa kali saling mencuri pandang satu sama lain. Namun ketika mata keduanya saling bertemu pandang, Jessica yang salah tingkah langsung berusaha mengalihkan perhatiannya dengan mengajak bicara Joanne yang duduk di sampingnya.
“Kakak kenapa sih? Aneh banget dari tadi”bisik Joanne melihat gelagat aneh sang kakak
“Ga ada apa-apa”kelit Jessica bohong
“Bohong. Emang siapa sih yang kakak liatin dari tadi?”tanya Joanne penasaran
Joanne segera mengedarkan pandangannya mencari sumber kecurigaannya.
“Hei, kamu mau ngapain Jo?”tanya Jessica panik
Jessica berusaha menarik tubuh Joanne supaya tidak membuat dirinya ketahuan sudah mencuri pandang pada Rafael, “kekasihnya”.
“Ohh..itu yang kakak liatin dari tadi. Pacar kakak yang ganteng itu ya?”goda Joanne setelah mengetahui sumber masalah yang membuat dirinya sangat penasaran.
Dilihatnya Rafael yang duduk beberapa meter dari mereka yang kini tengah menatap sang kekasih.
“Ssstttt, jangan keras-keras!”bisik Jessica sambil meletakkan telunjuknya di depan bibirnya.
Jessica takut ada orang lain yang mendengar percakapan mereka.
“Hei, bisa pelanin suara kalian! Berisik tau”bisik Alvaro pada dua sepupunya yang memang sedang meributkan sesuatu di tengah acara sakral yang sedang berlangsung.
Saat ini Victor sedang mengucapkan kalimat ijab qobul sambil berjabatan dengan papa Amanda, Adam Smith. Suasana hening begitu terasa saat suara berat Victor menggema ke seluruh ruangan, mengikat janji suci pernikahan dengan wanita pujaan hatinya. Amanda tak hentinya meremas tangannya sendiri karena begitu gugup.
“Sah!”
Begitu Victor dengan sekali tarikan nafas bisa mengucapkan kalimat ijab qobul dengan sempurna, dan para saksi mengucapkan kalimat “Sah” bersama-sama, membuat hati siapapun yang ikut hadir dalam pernikahan Amanda dan Victor ikut merasakan perasaan lega.
Akhirnya Amanda dan Victor resmi menjadi sepasang suami istri.
Satu per satu, tamu undangan dan sanak keluarga dari kedua mempelai pengantin yang sedang berbahagia, memberikan ucapan selamat.
“Selamat kak”ucap Jessica sambil memeluk tubuh Amanda
Amanda membalas pelukan sepupunya itu dengan hati yang dipenuhi kebahagiaan.
“Terimakasih Jess”balas Amanda
“Selamat kak Victor, akhirnya kalian berdua menikah juga”ucap Jessica
“Terimakasih Jess. Berikutnya kalian harus menyusul kami”ucap Victor sambil membalas jabatan tangan Jessica.
__ADS_1
“Tentu saja”sahut Rafael
Jessica spontan menoleh ke belakang. Dilihatnya Rafael yang berdiri di belakangnya dengan senyum tipis di bibirnya.
“Sejak kapan dia di sini?”gumam Jessica dalam hati
Rafael memberi selamat pada Amanda dan Vcitor bergantian.
“Kita foto berempat dulu”ajak Victor
Akhirnya Jessica dan Rafael berfoto bersama kedua mempelai pengantin itu.
“Titip kak Amanda ya kak. Yang sabar ya?”pinta Jessica pada Victor
“Tentu saja”sahut Victor sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping wanitanya yang kini sudah resmi menjadi istrinya.
“Lepaskan! Masih banyak tamu undangan”pinta Amanda
“Biarkan saja! Kau milikku sekarang!”balas Victor sambil mengecup singkat bibir sang istri
Amanda yang kesal malah memukul lengan Victor yang menurutnya sangat tidak tahu tempat. Tapi Victor memang tidak perduli. Dia begitu bahagia bisa bersatu dengan wanita pujaan hatinya itu. Jessica cekikikan melihat keromantisan Victor dan Amanda.
Jessica dan Rafael berjalan menjauh dari pelaminan memberikan ruang bagi tamu undangan lain yang ingin memberikan ucapan selamat pada pasangan pengantin baru itu.
“Tuan besar dan nyonya besar ingin menyapamu”bisik Rafael pada wanita cantik yang berdiri di sampingnya
Rafael segera mengajak Jessica menemui kakek dan nenek Rafael. Keduanya berjalan beriringan menuju meja khusus yang disediakan untuk keluarga Miller.
Jessica dan Rafael tampak begitu serasi satu sama lain. Wajah cantik Jessica dan ketampanan paripurna Rafael membuat orang-orang yang melihat keduanya berdecak kagum. Bahkan kedua pasangan itu mampu mencuri perhatian saking serasinya.
“Apa ada yang salah denganku? Kenapa mereka melihat ke arahku?”gumam Jessica dalam hati
“Raf?”panggil Jessica
“Ada apa?”tanya Rafael dengan ekspresi dingin dan datarnya tanpa menoleh ke arah Jessica
“Kenapa orang-orang melihat ke arah kita? Apa ada yang salah denganku?”tanya Jessica dengan suara lirih
“Mereka hanya iri”jawab Rafael dengan santainya
“Iri?”tanya Jessica penasaran
“Iri melihat kita berdua”sahut Rafael
“Memangnya ada apa dengan kita berdua? Aku lihat tidak ada yang salah dengan kita”tanya Jessica dengan polosnya
__ADS_1
Rafael menghentikan langkahnya, membuat Jessica juga berhenti. Rafael kemudian menatap Jessica dengan lembut. Rafael gemas melihat kepolosan “kekasihnya” itu.
“Kau mau tahu kenapa mereka iri?”tanya Rafael
Jessica menganggukkan kepalanya. Rafael berjalan mendekati Jessica dan berhadapan dengan gadis cantik itu. Rafael kemudian sedikit membungkukkan kepalanya sambil berbisik di telinga Jessica.
“Mereka iri melihat betapa serasinya kita berdua”bisik Rafael ditelinga Jessica
Jessica tertawa kecil mendengar ucapan Rafael.
“Hahaha..kau bercanda kan? Mana mungkin seperti itu”sahut Jessica sambil tertawa
Suara tawa dan wajah bahagia Jessica membuat Rafael menarik sudut bibirnya mengulas senyum tipis di bibirnya. Rafael begitu bahagia melihat keceriaan di wajah Jessica.
“Kau pasti hanya ingin menggodaku kan?”tanya Jessica
“Kau tak percaya? Sini aku buktikan!”tantang Rafael
Rafael menarik tangan Jessica dan dilingkarkan di lengannya. Jessica membelalakkan matanya melihat Rafael yang menarik tangannya begitu saja. Rafael kemudian mengajak Jessica menjauh dan berjalan ke arah meja keluarga Miller.
Dan benar saja, setiap orang yang berpapasan dan melihat keduanya terlihat semakin berdecak kagum. Bahkan Arthur dan Elizabeth yang melihat Rafael dan Jessica yang berjalan ke arah mereka, terus tersenyum bahagia melihat cucu kesayangan mereka terlihat begitu romantis dan serasi bersanding dengan Jessica.
“Mereka sangat serasi kan sayang?”tanya Elizabeth pada Arthur, suaminya
“Kau benar sekali”sahut Arthur
“Oh..mereka berdua. Kenapa mereka begitu serasi sih? Kapan aku bisa seperti mereka?”tanya Anna
Ara yang melihat Rafael menggandeng Jessica berjalan ke arah meja mereka, menatap sang kakak dengan tatapan penuh arti. Baru kali ini Ara melihat sang kakak begitu perhatian dan bisa tersenyum begitu tulus karena seorang wanita.
“Rupanya dia sedang jatuh cinta. Apa dia menyadarinya?”gumam Ara dalam hati
Jessica tampak begitu canggung karena harus digandeng seperti itu oleh Rafael. Namun Rafael tetap tak perduli. Rafael melakukan itu juga karena dipicu seseorang yang tadi berjalan hendak mendekati mereka berdua. Siapa lagi kalo bukan Albert. Dokter muda yang terang-terangan menyukai Jessica. Rafael tentu saja tak ingin melepaskan sang kekasih dan membiarkan Albert mendekatinya. Itu sebabnya Rafael segera menggandeng Jessica dan mengajaknya menjauh ke arah meja keluarga Miller.
Sampai di meja keluarganya, Rafael segera mengajak Jessica menyapa kakek dan neneknya.
“Apa kabar tuan?”sapa Jessica pada Arthur
“Baik nona Jessica”jawab Arthur
“Apa kabar nenek Eliz?”sapa Jessica
Elizabeth berdiri dari kursinya dan langsung memeluk tubuh mungil Jessica. Membuat gadis itu kaget dan pasrah saja dipeluk nenek “kekasihnya”.
“Aku baik sayang. Lihat dirimu! Kau begitu cocok dengan gaun yang aku pilihkan. Iya kan Raf?”tanya Elizabeth
__ADS_1
“Iya”sahut Rafael singkat