
Jessica terpaksa mempercepat langkah kakinya untuk menyusul lelaki tampan itu.
“Aku tanya kenapa kita kemari? Hei…Kamu dengar ga sih? Aku tuh lagi ngomong sama kamu? Pelan dikit napa?”tanya Jessica sambil menahan tangan Rafael
Membuat lelaki tampan itu terpaksa menghentikan langkah kakinya dan menghadapkan tubuhnya ke arah gadis cantik yang sedang marah padanya.
“Aku jelaskan di atas”ajak Rafael
Tatapan matanya begitu sulit diterka. Entah apa yang kini sedang dipikirkan lelaki tampan itu.
Tak ingin lama berdebat, akhirnya Jessica memilih menuruti keinginan Rafael dan mengikuti lelaki itu hingga ke apartmennya.
Ya, keduanya kini berada di apartemen Rafael. Berdua. Membuat Jessica yang sebenarnya tidak nyaman berdua saja dengan Rafael, terpaksa menuruti keinginan lelaki itu.
Sesampainya di apartemen Rafael, Rafael segera masuk ke dalam. Sementara Jessica melangkah pelan memasuki apartemen lelaki lajang itu. Bayangan peristiwa terakhir antara dirinya dan Rafael kembali bergentayangan di kepala Jessica. Kenangan saat dirinya mabuk dan berbuat gila di apartemen itu membuat langkah kakinya terasa begitu berat memasuki apartemen mewah itu.
“Kenapa berdiri saja di sana? Masuklah!”ajak Rafael
Rafael berjalan ke arah dapur dan mengambilkan minuman untuk keduanya.
“Cepat katakan! Apa maumu? Kenapa kita mesti kemari?”tanya Jessica
“Setidaknya hanya di sini kita bisa bicara dengan lebih leluasa. Jika di luar, aku tak yakin nyonya besar tak mengerahkan anak buahnya untuk mengawasi kita”ucap Rafael
Rafael menyodorkan minuman ringan yang dibawanya kepada Jessica. Jesssica menerima minuman ringan itu.
“Terimakasih”
“Sekarang katakan! Kenapa kita kemari? Bukankah kita harus segera bersiap untuk makan malam di rumahmu?”tanya Jessica
“Kenapa kau menyetujui makan malam itu? Apa kau tahu dengan siapa kau akan berhadapan?”tanya Rafael
“Apa maksud pertanyaanmu? Aku tak mengerti”tanya Jessica bingung
“Tuan besar pasti akan memastikan sejauh mana kau mengenalku. Dia pasti menyelidiki semua tentang dirimu dan keluargamu. Dia adalah lelaki tua yang suka mencampuri urusan orang lain. Kau justru ingin makan malam dengan dia. Dasar bodoh!”ucap Rafael
Jessica merasa tidak terima sudah dikatai Rafael. Hatinya semakin emosi saja mendengar lelaki tampan itu justru memanggil dirinya dengan sebutan bodoh.
“Kenapa kau tak melarangku? Memangnya aku tahu kalo hubungan kalian tidak akur? Aku hanya kasihan melihat nenek Eliz memohon-mohon seperti itu. Apa aku salah?”tanya Jessica dengan mata yang berkaca-kaca
Baru kali ini ada yang menyebutnya dengan sebutan bodoh.
“Hei..ke-kenapa kau menangis? Berhentilah menangis!”ucap Rafael kaget melihat airmata Jessica yang terus mengalir.
Rafael kebingungan melihat gadis cantik itu malah menangis dengan keras karena ucapannya.
“Baru kali ini ada orang yang menghinaku. Tentu saja aku sedih. Aku tahu kau memang menyebalkan. Tapi kau tak perlu sekasar itu. Yang baru saja kau katakan itu benar-benar keterlaluan”seru Jessica sambil menangis sesenggukan.
“Sialan! Kenapa dia malah menangis? Apa yang harus aku lakukan?”gerutu Rafael dalam hati
__ADS_1
“Baiklah aku minta maaf. Kau mau kan berhenti menangis?”pinta Rafael
Rafael benar-benar dibuat kebingungan ketika tiba-tiba Jessica menangis. Baru kali ini dia melihat gadis ceria itu menangis karena ucapannya.
“Aku minta maaf. Okey?”pinta Rafael sambil mengatupkan kedua tangannya di depan wajahnya seperti orang yang memohon ampun.
Jessica menatap Rafael masih dengan airmata yang mengalir. Melihat lelaki itu menyesal, akhirnya Jessica mengusap airmatanya.
Setelah cukup tenang, Rafael menyodorkan segelas air putih untuk menenangkan Jessica. Jessica meminum air itu dalam sekali teguk.
“Aku lelah dengan semua ini”ucap Jessica tiba-tiba
“Apa maksudmu?”tanya Jessica
“Kita akhiri saja permainan ini. Kita katakan saja yang sebenarnya pada semuanya, jika kita berdua bukan sepasang kekasih”ucap Jessica
“Apa kau sudah gila? Nyonya besar akan marah besar jika tahu kita sudah membohonginya”kelit Rafael bohong.
“Lalu kita harus bagaimana? Sampai kapan kita mesti pura-pura? Kau bilang akan mengeluarkan kita dari masalah ini”
“Tunggu di sini!” pinta Rafael
Rafael pergi ke ruang kerjanya dan mengambil sesuatu di ruangan itu. Setelah kembali, Rafael tampak membawa selembar kertas yang kemudian disodorkan pada Jesisca.
“Apa ini?”tanya Jessica
Jessica membaca kertas yang diberikan Rafael dengan kening yang berkerut. Jessica membaca surat itu dengan hati-hati.
“Aku tak setuju”seru Jessica tak setuju
“Kenapa tidak?”tanya Rafael
“Apa kau sudah gila? Tiga bulan itu lama. Dan apa ini? Surat perjanjian kontrak? Kau pikir kita sedang negosiasi bisnis? Aku tak setuju”ucap Jessica
Rafael memasang wajah yang serius. Berusaha meyakinkan Jessica dengan usulannya.
“Coba pikirkan baik-baik. Jika sampai nyonya besar dan tuan besar tahu kau sudah membohongi mereka, maka dalam waktu singkat mereka bisa membuat perusahaan papamu bangkrut. Hanya dalam hitungan detik. Tentu saja yang rugi di sini adalah kau dan keluargamu. Lalu bayangkan apa yang akan dirasakan kedua orangtuamu jika mereka tahu kau dan aku sudah berada di apartemen ini semalaman? Aku tak bisa membayangkan itu. Pasti mereka akan sangat sedih. Dan bisa jadi kau akan dicoret dari kartu keluarga karena sudah mencoreng nama baik keluarga”ucap Rafael panjang lebar
Jessica tampak berpikir sejenak. Mencoba memikirkan semua yang dikatakan oleh Rafael.
“Baiklah! Aku setuju”ucap Jessica pasrah
“Yes!”seru Rafael dalam hati
Rafael mengulas senyum manis di wajah tampannya.
“Tapi dengan dua syarat”ucap Jessica
“Dua syarat?”tanya Rafael bingung.
__ADS_1
Jessica tampak mengedarkan pandangannya, dan saat menemukan sebuah bolpoin, Jessica segera mengambil bolpoin itu. Jessica menuliskan sesuatu di surat perjanjian yang dibuat Rafael.
Setelah jadi, Jessica membacakan kembali surat kontrak itu.
“Surat Perjanjian Kontrak”
“1. Rafael Miller dan Jessica Anastasia melalui kontrak mendadak, akan berlaku seolah-olah sedang pacaran sampai dengan 1* Desember 2022”
“2. Rafael Miller tidak akan meminta kontak fisik pada Jessica Anastasia. Dan berlaku juga sebaliknya. Pengecualian, jika diperlukan untuk berakting seperti sedang pacaran, keduanya sepakat melakukannya”
“3. Setelah kontrak berakhir, maka Rafael Miller akan memberikan kompensasi kepada Jessica Anastasia sebesar 5jt USD”
“4. Meskipun berlaku seperti sedang pacaran, Rafael Miller dan Jessica Anastasia tidak benar-benar pacaran”
“5. Jika ada dari keempat aturan itu dilanggar, maka kontraknya akan dibatalkan”
Jessica menatap ke arah Rafael dengan sengit.
“Bagaimana? Kau setuju?”tanya Jessica
Rafael meraih kertas perjanjian kontrak itu dan menuliskan sesuatu di sana.
“Ini”Rafael menyodorkan kembali kertas itu pada Jessica.
Ada tambahan perubahan di poin kelima.
“5. Tidak boleh selingkuh”
Jessica menatap surat perjanjian kontrak itu dengan kening berkerut. Jessica spontan menatap ke arah Rafael. Rafael yang seolah memahami ekspresi wajah Jessica yang dipenuhi pertanyaan akhirnya memberikan penjelasan.
“Walaupun ini cuma hubungan pura-pura, aku tidak mengijinkan wanitaku bertemu dengan lelaki lain”ucap Rafael
“Jangan bertemu dengan lelaki lain selain aku”ucap Rafael dengan tegas
Jessica mengalihkan tatapan matanya dengan jengah.
“Bisa-bisanya dia berkata seperti itu. Apa tidak salah? Bukankah dia yang hobi selingkuh? Dasar playboy”umpat Jessica dalam hati
“Okey..aku setuju”ucap Jessica
“Okey”sahut Rafael.
Rafael kemudian meng-copy kertas perjanjian kontrak itu dan keduanya menandatangani kontrak itu bersama.
Jessica menatap kertas perjanjian yang dibawanya dengan raut wajah sedih. Karena selama tiga bulan ke depan dia harus merelakan dirinya terjerat dengan lelaki tampan menyebalkan yang tadi sudah mengatainya bodoh. Meskipun ada yang berbeda di hatinya setiap bersama dengan Rafael. Namun Jessica belum berani menyimpulkan terlalu jauh perasaannya karena merasa dirinya baru saja patah hati. Dia tak berani terlalu berspekulasi dengan perasaannya sendiri.
Sementara Rafael menatap kertas perjanjian itu dengan senyum di dalam hati. Karena niatnya untuk menjerat Jessica dalam genggamannya akhirnya tercapai.
“Sebentar lagi kau akan menjadi milikku”gumam Rafael dalam hati sambil menatap Jessica lembut.
__ADS_1