Fall For You

Fall For You
Terpaksa Berbohong


__ADS_3

Setelah merasa puas berbincang, Elizabeth pun akhirnya pamit pulang.


“Senang bertemu dengan kalian. Kapan-kapan datanglah berkunjung ke rumahku. Aku akan menyambut kalian dengan senang hati”pinta Elizabeth pada Hanna dan Jerry.


“Baik nyonya”sahut Hanna.


“Panggil aku nenek Eliz, sebentar lagi kita akan menjadi keluarga besar. Tolong jangan sungkan!”ucap Elizabeth


“Ah..baiklah nenek Eliz”jawab Hanna


Elizabeth mendekati Jessica dan memeluk tubuh mungil Jessica.


“Nenek pulang dulu. Jangan lupa kau datang ke perayaan ulangtahun cucuku Ramon. Nenek menunggumu”pinta Elizabeth


“I-iya nek. Aku usahakan”jawab Jessica


Akhirnya setelah berpamitan, Elizabeth pun pulang. Diantar oleh asisten pribadi dan pengawalnya.


“Sebaiknya aku juga pamit. Mari om, tante, saya pamit dulu”pamit Rafael.


“Iya nak..sering-seringlah main kesini. Kami ingin lebih mengenalmu”pinta Hanna


“Baik tante”sahut Rafael


“Aku akan mengantar Rafael keluar”ucap Jessica


Jessica dan Rafael keluar dari apartemen Amanda.


“Kita harus bicara”ucap Jessica dengan raut wajah serius.


Keduanya memilih berbicara di rooftop gedung apartemen, supaya tidak ketahuan Amanda atau keluarga Jessica yang lain.


Jessica terlihat ketakutan. Beberapa kali dirinya clingukan mengawasi sekitarnya. Takut ketahuan. Setelah dirasa aman, Jessica yang sudah memendam kekesalannya pada Rafael, akhirnya menumpahkan kekesalan itu dengan memukul lengan Rafael sekuat-kuatnya.


“Aww..kenapa kau memukulku?”keluh Rafael sambil mengelus lengannya yang kesakitan.


“Kau masih tanya kenapa aku memukulmu?”


“Kau sudah membuat kita terjebak dalam masalah ini dan kau masih tanya kenapa aku kesal seperti ini?”

__ADS_1


“Oh..itu”jawab Rafael enteng


“Kau ini benar-benar…”


Jessica mengepalkan kedua tangannya di depan wajah Rafael seolah ingin meremasnya. Karena Jessica benar-benar kesal dengan situasi yang baru saja dialaminya.


“Aku tak tahu kalo nenekku ternyata juga disini. Tadinya aku akan bilang semalam kau menginap di apartemen adik perempuan Leon. Tapi semuanya kacau, aku tak tahu harus melakukan apa”


“Sekarang apa yang akan kita lakukan selanjutnya?”tanya Jessica


“Apa maksudmu?”tanya Rafael bingung


“Kita harus menyusun strategi supaya kita bisa seolah-olah putus”ucap Jessica


“Kau pikirlah sendiri”ucap Rafael dengan jengah


“Hei..kau mau kemana?”tanya Jessica sambil menahan tangan Rafael yang hendak pergi dari rooftop


Rafael menatap tangan Jessica yang melingkar di pergelangan tangannya. Jessica yang sadar sudah menahan tangan Rafael, segera melepaskan tangan itu.


“Ah..maaf”ucap Jessica


Jessica hanya diam melihat Rafael yang semakin mendekati dirinya. Jessica mengerutkan dahinya melihat lelaki itu membungkukkan tubuhnya sehingga sejajar dengan tubuhnya. Dan wajah tampan Rafael berada tepat di depan wajahnya.


“Kenapa tak kita coba menjalaninya saja?”goda Rafael


“Menjalaninya?”tanya Jessica bingung


“Iya..menjadi sepasang kekasih”jawab Rafael


“Apa kau sudah gila? Aku tak mau”jawab Jessica


“Kenapa tidak? Lagipula aku sudah melihat semuanya”goda Rafael sambil matanya menelusuri tubuh Jessica dari atas sampai bawah.


Jessica yang paham arah pembicaraan Rafael tampak membelalakkan matanya.


“Kau..”


Jessica hendak memukul dada bidang Rafael namun lelaki itu dengan sigap menahan tangan Jessica yang hendak memukulnya.

__ADS_1


“Lepaskan aku”pinta Jessica sambil berusaha melepaskan tangannya yang digenggam erat oleh Rafael.


Rafael justru tersenyum melihat reaksi Jessica yang marah dengan godaannya. Senyum yang sangat jarang diperlihatkan lelaki itu. Dan ini adalah pertama kalinya Jessica melihat lelaki tampan itu tersenyum. Tanpa sadar Jessica dibius senyum indah Rafael.


Deg..deg..deg


Jantung Jessica berdegup sangat kencang hanya karena melihat senyum indah Rafael.


“Le-lepaskan aku”ucap Jessica dengan suara yang lebih lembut.


Rafael pun melepaskan tangan Jessica.


“Untuk sementara ini, kita hanya bisa berpura-pura menjadi sepasang kekasih. Sambil aku mencari jalan keluar dari masalah ini. Tenanglah, aku pasti akan mengeluarkan kita dari masalah ini”ucap Rafael


“Aku pegang janjimu”ucap Jessica sambil menatap tajam ke arah lelaki tampan yang tadi sempat membuat dirinya terbiaus.


“Oya..kapan kak Ramon ulangtahun?”tanya Jessica


“Dua hari lagi”jawab Rafael


“Apa aku harus hadir ke pesta ulangtahun kakakmu?”tanya Jessica


“Sebaiknya kita pergi. Jangan sampai nyonya besar membocorkan kejadian di apartemen pada kedua orangtuamu. Jika sampai itu terjadi, bisa-bisa kita dipaksa menikah sekalian”


“Tidak! Itu tak boleh terjadi”tolak Jessica sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Membayangkan dirinya harus menikah dengan Rafael membuat Jessica seolah menahan nafasnya.


“Menikah dengan lelaki playboy ini hanya akan membuat hidupku semakin berantakan. Itu tak boleh terjadi. Sampai kapanpun tak boleh terjadi”pinta Jessica dalam hati


Setelah berbincang dengan Rafael, Jessica kembali ke apartemen Amanda. Dan bisa ditebak, Jessica diinterogasi oleh papa, mama, Joanne dan Amanda. Jessica dicecar dengan banyak pertanyaan. Mereka kuatir Jessica terlalu gegabah mengambil keputusan. Mereka tak ingin Jessica terluka untuk kesekian kalinya. Mereka takut Jessica kembali terpuruk dan patah hati lagi seperti kejadian terakhir bersama Arga. Namu Jessica bersikukuh bahwa dia yakin pada Rafael dan percaya lelaki itu akan mencintainya. Meskipun dalam hati, Jessica juga tahu itu semua adalah kebohongan. Namun Jessica memilih berbohong ketimbang kejadian di apartemen Rafael terbongkar yang akan membuat malu keluarga besarnya.


Pada akhirnya semua anggota keluarga Jessica memilih mempercayai pengakuan Jessica tentang hubungannya dengan Rafael.


“Pastikan kali ini kau tidak salah mengambil keputusan”pesan Jerry singkat


“Iya pa”jawab Jessica


“Maaf pa, ma, Jojo dan kak Amanda. Aku terpaksa berbohong pada kalian. Aku pasti akan mengatakan yang sebenarnya suatu hari nanti”janji Jessica dalam hati

__ADS_1


Keesokan harinya, Hanna Jerry dan Joanne berangkat ke Swiss untuk berlibur. Jessica terpaksa masih bertahan di Paris, karena kontrak kerja dengan perusahaan fashion rekanan Amanda ternyata malah diperpanjang. Mereka merasa puas dengan kerja Jessica sehingga memilih Jessica untuk produk fashion mereka selanjutnya.


__ADS_2