Fall For You

Fall For You
Cantik Luar Dalam


__ADS_3

Keduanya membersihkan barang-barang sambil bercanda dan berbincang ringan. Saat merapikan rak berisi buku-buku lama Rafael, tiba-tiba beberapa lembar foto terjatuh ke lantai.


Jessica segera memungut foto-foto yang berserakan itu.


Deg..


Jessica sejenak terhenyak melihat gambaran dalam foto itu. Hatinya bergejolak hebat sambil menatap foto-foto ditangannya.


Foto yang pertama dilihat Jessica menunjukkan Rafael yang berfoto dengan seorang wanita cantik yang seksi. Wanita itu tampak mengenakan bralette putih dipadu dengan jaket kulit warna hitam. Foto kedua menunjukkan seorang lelaki yang berciuman dengan seorang wanita sambil tangannya memegang sebuah piring berisi cake kecil dengan sebuah lilin berada di atas cake tersebut. Sepertinya salah satu dari orang yang berada dalam foto itu tengah berulangtahun. Foto yang lain menunjukkan kedekatan dan kemesraan Rafael dengan wanita cantik yang seksi itu di beberapa kesempatan. Seperti ketika keduanya sedang berlibur ke pantai atau foto saat keduanya menonton konser musik.


Jessica termangu menatap deretan foto-foto itu. Tangannya bahkan sedikit gemetar memegang foto yang mengoyak hatinya.


“Kakak kenapa?”tanya Anna sambil menghampiri Jessica yang sejak tadi diam.


Anna membelalakkan matanya melihat deretan foto di tangan Jessica.


“Dimana kakak menemukan foto-foto itu?”tanya Anna dengan sedikit panik


Dilihatnya wajah Jessica yang sendu dengan mata yang berkaca-kaca. Anna dengan sigap segera merebut deretan foto itu dari tangan Jessica.


“Ayo kak! Kita duduk dulu!”ajak Anna sambil menggandeng tangan Jessica yang terlihat syok melihat foto kedekatan suaminya dengan wanita cantik yang sangat seksi.


Anna berinisiatif mengambilkan untuk Jessica air putih untuk menenangkan kakak iparnya itu.


“Kakak minum dulu”pinta Anna sambil menyodorkan segelas air putih pada Jessica


Jessica menerima gelas dan meminum air putih yang diberikan Anna.


“Kakak baik-baik saja kan?”tanya Anna kuatir


Jessica masih juga diam tak menyahut.


“Kak, aku mohon jawab aku! Kakak baik-baik saja kan?”tanya Anna sekali lagi


“Kau mengenal wanita itu?”tanya Jessica


“Itu..”


Anna bingung harus menjawab apa. Karena kenyataannya dia mengenal betul siapa wanita cantik yang terlihat dalam foto itu.


“Katakan padaku, apa wanita ini yang bernama Celine?”tanya Jessica


Anna membelalakkan matanya tak percaya. Karena Jessica bisa tahu wanita dalam foto itu adalah Celine, pacar sekaligus cinta pertama Rafael.


“Darimana kakak tahu kak Celine?”tanya Anna


“Jadi benar. Dia yang bernama Celine”sahut Jessica dengan wajah sendu


“Kakak belum menjawab pertanyaanku. Darimana kakak mengenal kak Celine? Tak mungkin kak Rafael yang menceritakan pada kakak”tanya Anna sedikit panik


“Rafael yang menceritakan padaku”sahut Jessica dengan suara sendu


“Benarkah?”


Anna masih sulit percaya kakaknya menceritakan kisah masa lalunya bersama Celine pada wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya itu.


“Kalo kakak sudah mengenal kak Celine, kenapa kakak kelihatan syok setelah melihat foto itu?”tanya Anna penasaran

__ADS_1


“Rafael dan Jane sudah bercerita padaku tentang Celine. Tapi selama ini aku belum pernah melihat wajahnya. Aku hanya tahu dia wanita yang cantik. Aku tak menyangka ternyata selain cantik, dia juga sangat seksi. Wajar jika kakakmu sampai tergila-gila pada Celine. Aku saja sebagai sesama wanita juga kagum dengan kecantikannya”sahut Jessica yang sudah mulai tenang


“Dia memang cantik. Tapi tidak secantik kakak”puji Anna


“Jangan berbohong hanya untuk menghiburku!”ucap Jessica sambil tersenyum


“Aku tidak berbohong kak.. Menurutku kakak yang lebih cantik. Bukan hanya cantik secara fisik saja tetapi kepribadian kakak yang membuat kakak cantik luar dalam. Aku bisa mengatakan ini karena aku sudah melihat dan berinteraksi dengan kak Celine. Dia tak secantik yang terlihat”sahut Anna


Jessica menatap Anna penuh tanda tanya dengan kening yang berkerut.


“Kenapa kamu bisa bicara seperti itu? Apa ada sesuatu yang kamu ketahui?”tanya Jessica


Anna hanya tersenyum.


“Tak usah kuatirkan kak Celine. Dia hanya masa lalu kak Rafael. Sekarang pikirkan saja masa depan kalian berdua! Pikirkan kebahagiaan kalian! Pikirkan keluarga kecil kalian!”ucap Anna mencoba menenangkan Jessica


“Terimakasih Anna”ucap Jessica tulus


“Ngomong-ngomong masalah keluarga kecil, kapan nih kak aku jadi onty?”goda Anna


“Apa maksudmu?”tanya Jessica pura-pura tak tahu


“Ihh..kakak pura-pura tak tahu”sungut Anna


Jessica tersenyum melihat ekspresi wajah Anna yang berubah.


“Doakan saja”pinta Jessica pada adik iparnya.


“Pasti kak. Aku pasti doakan yang terbaik untuk kalian berdua”sahut Anna


“Oya kak..sebenarnya aku tak ingin mengatakan ini. Tapi..”


“Sebaiknya kakak ganti nomor sandi apartemen kalian”pinta Anna


“Memangnya kenapa?”


“Kakak tanyakan saja pada kak Rafael. Sudah ya kak..aku pulang sekarang”pamit Anna


“Kenapa buru-buru sekali?”


“Kakak tenang saja. Aku percaya kak Rafael sangat mencintai kakak. Jadi maafkan dia untuk masalah foto-foto itu. Aku yakin kak Rafael sudah melupakan foto-foto itu. Jadi dengarkan penjelasannya dengan tenang ya..Jangan sampai kalian bertengkar hanya karena masalah ini! Aku akan sedih jika kalian sampai bertengkar karena masalah ini. Kakak mau berjanji kan?”pinta Anna


“Janji apa?”


“Janji akan membahas masalah ini dengan kepala dingin”


Jessica menghela nafas perlahan.


“Baiklah. Aku janji”


Anna yang senang mendengar jawaban Jessica, langsung memeluk kakak iparnya itu.


“Kakak memang yang terbaik. Aku sayang kakak”


Jessica membalas pelukan Anna. Keduanya berpelukan selama beberapa saat.


“Aku pulang sekarang ya kak. Salam untuk kak Rafael”pamit Anna

__ADS_1


Anna pun akhirnya pulang diantar oleh sopir dan beberapa pengawal keluarga Miller.


****


Hari beranjak petang, Rafael yang sudah bekerja seharian akhirnya pulang ke apartemennya. Hatinya begitu merindukan wanita yang sudah berhasil mencuri hatinya. Bahkan selama seharian ini, pikirannya terus tertuju pada istri kecilnya itu. Entah karena apa. Membuat Rafael selama beberapa saat tidak bisa berkonsentrasi bekerja.


“Aku pulang”sapa Rafael begitu memasuki apartemennya.


“Aneh! Kenapa sepi sekali?”gumam Rafael dalam hati melihat kondisi apartemennya yang sangat sepi


Rafael segera memasuki apartemennya mencari keberadaan wanita cantik yang selalu mengusik hatinya. Melihat wanita itu tidak menyahut sapaannya membuat Rafael sedikit panik.


Rafael segera menghampiri kamar keduanya. Begitu membuka pintu, tanpa sadar Rafael menarik sudut bibirnya melihat wanita cantik yang sangat dicintainya itu, kini sedang tertidur di ranjang mereka.


Rafael segera menghampiri Jessica yang tertidur dengan pulas di ranjang mereka yang empuk dan nyaman. Rafael ikut naik ke atas ranjang dan berbaring di samping Jessica sambil memperhatikan wanita cantik yang begitu damai dalam tidurnya.


Ketika tiba-tiba Jessica membalik tubuhnya menghadap Rafael dan melingkarkan tangan dan kakinya ke atas tubuh Rafael, membuat Rafael hanya bisa diam saja.


“Dia pikir aku guling”gumam Rafael dalam hati


Rafael mendekatkan wajahnya ke arah Jessica yang masih lelap tertidur.


“Mmuach”


Sebuah kecupan manis diberikan Rafael pada istri kecilnya.


Perlahan-lahan mata Jessica terbuka. Dilihatnya wajah tampan sang suami yang berada sedikit di atas wajahnya. Sedang tersenyum menatap dirinya. Jessica pun tersenyum meski dengan mata yang masih susah terbuka.


“Kau sudah pulang?”tanya Jessica sambil mengeratkan pelukannya


Rafael membalas pelukan sang istri dan memeluk tubuh mungil wanita cantik yang kembali terpejam itu sambil mengecup kening Jessica.


“Iya. Baru saja. Kau menikmati perjalananmu dengan si kembar?”tanya Rafael


Jessica menganggukkan kepalanya masih dengan mata yang terpejam.


“Mereka tidak mengganggumu kan? Katakan saja jika mereka mengganggumu. Aku akan larang mereka mengajakmu jalan-jalan lagi”ancam Rafael


Jessica spontan membuka matanya dan menatap sang suami.


“Jangan lakukan itu! Aku senang pergi jalan-jalan dengan mereka berdua. Sudah lama aku tidak jalan-jalan. Tadi sangat menyenangkan”ucap Jessica


“Apa lebih menyenangkan daripada pergi denganku?”rajuk Rafael


Jessica tersenyum mendengar pertanyaan suaminya yang akhir-akhir ini mudah sekali merajuk.


“Mana mungkin lebih menyenangkan dibanding denganmu? Kalo boleh memilih, tentu saja aku ingin kau menemaniku jalan-jalan. Tapi kan kau sedang sibuk bekerja”sahut Jessica


Keduanya saling tersenyum. Rafael bahagia mendengar jawaban Jessica.


“Kau semakin pintar saja menggodaku. Cepat katakan! Dimana kau belajar membuat jantungku berdebar-debar seperti ini?”pinta Rafael sambil mengeratkan pelukannya, hingga Jessica kini berada tepat di depan jantung Rafael.


Jessica bisa mendengar detak jantung Rafael yang berdegup dengan cepat.


“Aku kan murid yang sangat pandai. Siapa dulu dong gurunya”puji Jessica sambil mendongakkan kepalanya


Sebuah ciuman hangat diberikan Rafael pada wanita yang membuat hatinya terus berdebar-debar. Ciuman yang perlahan namun pasti, semakin lama semakin menuntut lebih. Ciuman yang begitu dalam. Membuat kedua pasangan suami istri itu terbuai dalam kemesraan dan cinta yang memenuhi relung hati keduanya.

__ADS_1


Dan akhirnya, keduanya melewatkan petang itu dengan kegiatan panas yang sangat mereka sukai. Penyatuan dua jiwa yang saling mencintai. Berbagi perasaan cinta dalam kegiatan penuh peluh dan keringat yang membuai keduanya hingga ke atas nirwana.


__ADS_2