Fall For You

Fall For You
Tunangan?


__ADS_3

Jessica yang tak kuat mendengarkan lantunan suara dan permainan gitar Rafael memilih berjalan menjauh dari ballroom. Jessica meninggalkan ballroom tanpa menunggu Rafael selesai memainkan lagunya. Rafael yang masih menyanyi dibuat kuatir melihat Jessica yang justru berjalan menjauh dari tempatnya tadi.


Jessica terus berjalan sambil memegangi dadanya. Hatinya benar-benar dibuat bergejolak hebat mendengar lantunan perasaan Rafael.


“Benarkah dia jatuh cinta padaku? Lalu aku? Bagaimana denganku? Aku benar-benar bingung. Apa yang harus aku lakukan?”gumam Jessica dalam hati


“Jessica”panggil seseorang dari arah belakang Jessica


Membuat gadis cantik itu spontan menoleh begitu namanya dipanggil. Suara itu begitu familiar di telinga Jessica.


“Kak Arga?”tanya Jessica melihat Arga yang sudah memanggil namanya


“Apa yang kakak lakukan disini?”tanya Jessica


“Aku tak tahu jika kau juga akan berada di sini. Aku datang karena mendapat undangan Victor. Dia temanku saat kuliah di Amerika dulu. Lalu apa yang kau lakukan disini?”tanya Arga


“Oh..begitu rupanya. Aku sepupu mempelai wanita”jawab Jessica


Akhirnya Jessica dan Arga berbincang berdua. Mereka berbincang layaknya sahabat lama.


“Pria tadi pacarmu kan? Yang waktu itu ke boutique Catherine?”tanya Arga


“Iya kak”jawab Jessica


“Oh ya, dimana nona Catherine? Aku tak melihatnya”tanya Jessica


Jessica tampak celingukan mencari keberadaan Catherine.


“Dia di sana. Bersama nyonya Elizabeth”tunjuk Arga


“Selamat ya kak atas kehamilan nona Catherine. Kakak bahagia kan sekarang?”tanya Jessica sambil menatap Catherine yang tengah berbadan dua


Aura ibu hamil begitu tampak jelas terlihat pada wanita cantik yang sedang mengandung buah cintanya dengan Arga. Jessica tersenyum melihat Catherine yang terlihat sangat bahagia berbincang dengan nenek Elizabeth.


“Semua berkat dirimu. Terimakasih Jessica. Pengorbananmu sampai kapanpun tak akan aku lupakan”ucap Arga


“Berbahagialah kak. Karena aku akan bahagia melihat kalian juga berbahagia”ucap Jessica.


“Di sini kau rupanya”sapa Rafael


Jessica membelalakkan matanya melihat Rafael yang sudah berada di depannya.


“Aku mencarimu kemana-mana. Ternyata kau di sini”ucap Rafael.


Rafael menatap ke arah Jessica namun sorot mata itu seakan dipenuhi dengan kemarahan. Jessica yang sudah kepergok kekasihnya, hanya bisa tersenyum getir melihat Rafael menemukannya bersama mantan kekasihnya dulu.


“Anda disini juga tuan Arga”sapa Rafael sambil berjabatan tangan dengan Arga


“Kita bertemu lagi Rafael”balas Arga

__ADS_1


“Di mana istri Anda? Jangan katakan Anda kemari untuk berbicara dengan mantan kekasih Anda. Karena sekarang saya adalah kekasihnya”ucap Rafael dengan wajah yang mengeras dan tatapan tajam ke arah Arga


“Jangan salah paham! Aku kemari karena Victor adalah temanku”jawab Arga


“Raf..jangan bicara sembarangan”pinta Jessica


“Syukurlah kalo begitu. Karena aku tak suka ada yang mendekati tunanganku”ucap Rafael


Jessica spontan menoleh pada lelaki tampan di sampingnya yang sudah diliputi kemarahan itu.


“Tunangan?”gumam Jessica dalam hati


“Kalian sudah tunangan?”tanya Arga memastikan


“Siapa yang tunangan?”tanya Catherine yang ternyata sudah berada di dekat Arga


“Mereka berdua”jawab Arga


“Benarkah itu?”tanya Catherine


“Tentu saja. Sebentar lagi kami akan bertunangan. Benar kan sayang?”tanya Rafael sambil menatap tajam ke arah Jessica dengan senyum dibibirnya.


“I-iya”sahut Jessica mengiyakan


“Wah.. selamat kalo begitu. Aku turut bahagia untuk kalian”ucap Arga


“Terimakasih”sahut Rafael cepat


Jessica pasrah saja dipeluk tubuhnya oleh Catherine.


“Maaf jika tidak keberatan, kami akan pergi dulu. Ayo sayang!”pamit Rafael sambil menarik tangan Jessica menjauh dari Arga dan Catherine.


Kedua pasangan suami istri itu menatap kedua pasangan kekasih yang baru saja mengumumkan berita pertunangan keduanya.


“Kakak sudah dengar kan? Kakak bisa merasa lega sekarang. Iya kan?”tanya Catherine pada sang suami


“Akhirnya, aku bisa bernafas lega sekarang”ucap Arga sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.


Sementara itu,


Rafael terus menarik tangan Jessica dengan kasar menjauh dari Arga dan Catherine menuju suatu tempat.


“Lepaskan aku!”ronta Jessica


Namun Rafael yang sedang diliputi kemarahan tak menggubris permintaan Jessica.


“Raf..lepaskan aku! Kau mau membawaku kemana?”tanya Jessica


Rafael membalik tubuhnya namun dengan tatapan tajam ke arah Jessica membuat nyali Jessica menciut setelah mendapat tatapan tajam dari Rafael. Akhirnya Jessica memilih diam meskipun ditarik tangannya oleh Rafael.

__ADS_1


Di tengah perjalanan, sebuah tangan tiba-tiba menahan tangan Rafael yang sedang menarik tangan Jessica.


“Albert?”tanya Jessica melihat Albert menahan tangan kekasihnya


“Apa yang kau lakukan?”tanya Rafael dengan tatapan membunuh pada Albert


Karena saat ini kemarahan di hati Rafael sedang menggunung. Darahnya mendidih melihat wanitanya berbicara dengan mantan kekasihnya. Terlebih Rafael tahu Jessica masih menyimpan perasaan pada lelaki tampan itu.


Melihat Albert yang tiba-tiba menyela dirinya dan Jessica, membuat darahnya semakin mendidih. Rafael menggenggam erat tangannya. Tatapan matanya pun terlihat sangat menakutkan.


“Lepaskan Jessica! Apa kau tak mendengar dia memintamu melepaskannya?”pinta Albert


“Itu bukan urusanmu!”gertak Rafael


Melihat Rafael yang sedang diliputi kemarahan, membuat Jessica mencoba mengalah.


“Albert, aku tidak apa-apa”jawab Jessica


“Kenapa kau membelanya?”tanya Albert pada Jessica


Jessica menggelengkan kepalanya. Berharap Albert akan melepaskannya.


“Kau dengar kan? Jadi pergilah!”bentak Rafael sambil mendorong tubuh Albert dengan keras hingga lelaki itu terjungkal ke belakang.


“Kurang ajar!”seru Albert tak terima


Albert yang marah sudah didorong oleh Rafael, langsung berdiri dan melayangkan bogem mentah ke arah wajah tampan Rafael.


“Bugh..”


Jessica kaget melihat Albert tiba-tiba menyerang Rafael. Pukulan di wajah Rafael sangat keras hingga sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar. Akhirnya baku hantam pun tak terelakkan. Dua lelaki dewasa yang memperebutkan seorang wanita itu berkelahi.


“Hentikan!”teriak Jessica ketakutan


Mendengar ada suara ribut-ribut, Arga dan pengawalnya yang kebetulan lewat langsung berlari dan melerai perkelahian. Arga dan pengawalnya memegangi tubuh Rafael dan Albert.


Rafael yang melihat wajah ketakutan Jessica merasa tidak tega sudah membuat gadis itu ketakutan. Dengan nafas yang terengah-engah, tanpa banyak bicara Rafael langsung menarik tangan Jessica menjauh dari medan pertempuran.


Albert yang melihat Jessica ditarik Rafael menjauh, berusaha mengejar. Namun Arga dengan sigap langsung menahan langkah kaki Albert. Arga menghalangi Albert yang hendak mengejar Jessica.


“Tinggalkan mereka!”pinta Arga


“Aku harus mengejar Jessica. Sebaiknya tuan menyingkir”perintah Albert


“Kau yang sebaiknya menyingkir. Karena Jessica sudah bersama dengan tunangannya”ucap Arga


“Apa? Tunangan?”tanya Albert


“Seperti yang kau dengar. Mereka berdua sebentar lagi akan bertunangan. Jadi jangan ganggu mereka, dokter”pinta Arga

__ADS_1


Hati Albert seakan diiris-iris mendengar kabar yang dibawa Arga. Gadis pujaan hatinya ternyata sebentar lagi akan bertunangan dengan kekasihnya. Albert begitu kecewa dengan keputusan Jessica yang mau saja bertunangan dengan lelaki yang dijuluki playboy itu.


__ADS_2