Fall For You

Fall For You
Seperti Tom and Jerry


__ADS_3

Selama beberapa hari, Jessica selalu ikut Amanda ke kantornya. Karena memang Jessica merasa bosan jika harus terus-terusan berada di apartemen sendiri. Jessica sangat menikmati suasana kerja di agensi model yang dikelola Amanda.


Jessica mulai akrab dengan hampir semua karyawan yang bekerja di kantor agensi modelling itu. Dan tentu saja, Jessica menjadi sering bertemu dengan Rafael, sang model utama, aset perusahaan agensi modelling Amanda.


Sejak pertemuan pertama mereka, keduanya selalu tak pernah akur. Entah kenapa keduanya selalu saja punya bahan pertengkaran. Hingga membuat beberapa orang di sana, geleng kepala melihat Jessica dan Rafael yang selalu saja bertengkar setiap kali bertemu. Seperti tom and jerry.


Apalagi Jessica sering memergoki Rafael yang menggoda karyawan wanita atau bercumbu dengan model wanita yang ada di kantor agensi model itu.


Seperti hari ini, saat Jessica hendak membuatkan minuman kopi untuk beberapa karyawan yang sedang lembur.


“You look so tired. I’ll make you some coffee”ucap Jessica


“Oh..thank you Jessi, you’re so kind”ucap seorang karyawan.


“Me too, Jessi”pinta karyawan yang lain


“Okey”ucap Jessica.


Di tempat yang lain,


“You’re so cute Raf”puji sang model wanita sambil tersenyum pada Rafael.

__ADS_1


“You look so beautiful”puji Rafael mengagumi kecantikan sang model wanita.


Rafael menatap lembut wanita itu sambil tangannya mulai menyentuh tubuh sang model yang memang memakai rok mini.


Tangan Rafael menyentuh dengan sangat lembut, membuat sang model menggigit bibir bawahnya sendiri. Mereka berdua bertatapan dengan sangat mesra. Keduanya pun saling mendekatkan tubuh masing-masing. Rafael menarik salah satu sudut bibirnya. Tangannya mulai bergerak merengkuh tengkuk sang wanita. Mereka berduapun saling berciuman dengan penuh gairah.


Jessica berjalan dengan santai menuju ruang pantry. Begitu mendekati ruang pantry, sayup-sayup Jessica mendengar suara seseorang. Jessica masuk begitu saja ke ruang pantry.


Jessica kaget begitu memasuki pantry, dirinya disuguhi adegan ciuman membara antara Rafael dan model wanita yang baru masuk agensi modelling itu.


“Mereka benar-benar keterlaluan. Apa tidak ada tempat lain untuk berciuman?”gerutu Jessica dalam hati


Jessica sengaja berdehem dengan keras. Hingga membuat kedua manusia yang hampir melanjutkan percintaan mereka ke tahap selanjutnya akhirnya malah berhenti setelah kepergok oleh Jessica.


Jessica bersikap seolah tidak melihat keduanya. Sementara sang model wanita tampak salah tingkah sudah ketahuan oleh sepupu pemilik agensi modeling itu.


“Oh.. Jess, you’re here?”tanya model wanita itu


Jessica tersenyum dengan senyum yang dipaksakan.


“Okey Raf..i’ll call you then”ucap sang model sambil berjalan keluar dari pantry

__ADS_1


Sang model merapikan bajunya yang sedikit berantakan. Sementara Rafael mengusap bibirnya sendiri setelah berciuman panas dengan model baru itu. Rafael menatap Jessica yang sedang sibuk membuat kopi.


Jessica sesekali melirik pada Rafael yang kini berjalan menghampirinya. Rafael duduk di atas meja pantry menghadap ke arah Jessica yang masih sibuk meramu kopi panas untuk rekan-rekannya.


“Kau buat kopi, buatkan aku satu!”pinta Rafael


“Buat aja sendiri!”jawab Jessica dengan ketus


“Kau membuat untuk mereka yang akan lembur kan? Buatin aku satu saja apa susahnya?”gerutu Rafael


Jessica menatap ke arah Rafael yang duduk menghadap dirinya.


“Dengar ya..aku membuat kopi ini untuk teman-temanku. Sementara kamu, kamu bukan temanku jadi buat sendiri saja! Lagipula aku bukan pembantumu!”jawab Jessica dengan ketus.


Rafael menatap ke arah Jessica yang sedang marah-marah pada dirinya. Entah mengapa Rafael merasa Jessica yang sedang marah-marah malah terlihat sangat sexy.


“Kita bisa mulai berteman dari sekarang”goda Rafael


“Sayangnya aku menolak. Aku tak sudi menjadi temanmu”sahut Jessica dengan ketus


“But why? Tell me what’s wrong with me?”tanya Rafael

__ADS_1


__ADS_2