
“Dasar playboy!”umpat Jessica dalam hati melihat lelaki playboy yang saat ini dengan bermesraan dengan wanitanya tanpa malu di depan café.
“Sudah jangan dilihatin mulu. Emang Rafael seperti itu”goda Amanda
“Kakak bicara apa sih? Siapa juga yang liatin cowok menyebalkan itu”sahut Jessica sambil merubah posisi tubuhnya yang semula ke arah Rafael dan wanitanya menjadi ke arah depan.
Sementara Rafael yang tadi juga melihat ke arah Jessica. Tampak menarik sudut bibirnya. Membuat teman kencannya mengernyitkan dahinya melihat lelaki yang dikencaninya semalam, tersenyum tipis. Senyuman misterius yang membuat kadar ketampanan Rafael bertambah berkali-kali lipat.
“Who’s you looking at?”tanya wanita itu sambil celingukan
“None of your bussiness”jawab Rafael dengan ketus
“Baby, why are you so rude?”tanya wanita itu dengan menggelayut manja pada Rafael.
“I’ll take you home”ajak Rafael sambil berjalan menuju motor besarnya.
Wanita itu menyeret kakinya mengikuti langkah lelaki yang sudah memberinya kehangatan semalam. Keduanya menaiki motor menuju apartemen si wanita.
Sesampainya di kantor, Amanda segera menuju ke ruangannya. Sementara Jessica seperti biasa, membuatkan semua orang minuman dan membantu sebisanya. Saat salah seorang karyawan hendak membuang sekardus besar berkas yang sudah tidak dipakai, Jessica berinisiatif membantu.
“May I help you?”tanya Amanda
“Oh..thank you Jessi. But this box is heavy”ucap karyawati itu
__ADS_1
“It’s okay. I can handle it. I know you have a lot of things to do. So let me help you”pinta Jessica
“Oh..you’re so kind. Thank you very much”puji karyawati itu
“Nevermind. I’m glad if I can help you”ucap Jessica
Akhirnya Jessica yang bertugas membuang kardus itu.
“Wah lumayan berat juga nih kardusnya”gumam Jessica dalam hati begitu mengangkat kardus itu.
Jessica berjalan dengan hati-hati sambil mengangkat kardus. Jessica dan Rafael datang dari arah yang berlawanan. Saking besarnya kardus yang dibawa, Jessica tidak melihat Rafael yang kini berjalan ke arahnya.
“Dukk”
“Aww”
Jessica melongokkan kepalanya melihat siapa yang sudah ditabraknya. Dilihatnya Rafael sambil memegangi dahinya yang terantuk kardus yang dibawa Jessica.
“Kamu lagi?”gerutu Rafael sambil mengusap dahinya.
Jessica yang merasa bersalah, hanya bisa tersenyum pahit.
“Kamu ga papa kan? Maaf ga sengaja”ucap Jessica.
__ADS_1
“Kalo jalan liat-liat dong. Kamu mau ganti rugi kalo wajah tampanku ini terluka karena kardus sialanmu ini, hah?!”sentak Rafael dengan menggebu sambil memukul kardus yang dibawa Jessica.
Jessica yang semula merasa bersalah, jadi ikut emosi mendengar Rafael yang tak menerima permintaan maafnya.
“Aku kan udah minta maaf. Kamu juga lihat kan kardus ini besar dan berat juga. Jadi ya maaf kalo udah nabrak kamu”sahut Jessica dengan nada tinggi tak mau kalah.
“Kamu…”tunjuk Rafael dengan menahan amarahnya mendengar Jessica menjawab dengan nada tinggi
Keduanya saling bertatapan penuh amarah. Jessica bahkan membelalakkan matanya seolah menantang balik Rafael.
“Apa? Kau pikir aku takut padamu?”tantang Jessica
Beberapa orang yang mendengar keributan antara Jessica dan Rafael tampak menghentikan pekerjaan mereka dan mencari sumber keributan. Begitu juga dengan Leon dan Amanda. Begitu melihat Jessica dan Rafael yang sedang bersitegang, Amanda dan Leon segera menghampiri keduanya.
“Ada apa lagi dengan mereka berdua?”keluh Amanda sambil berjalan ke arah Jessica dan Rafael.
“Sepertinya mereka memang suka sekali berdebat”tambah Leon yang berjalan di samping Amanda.
“Ada apa ini?”tanya Amanda yang tadi sempat mendengar keributan keduanya.
“Aku ga sengaja nabrak dia kak. Aku udah minta maaf dianya malah marah-marah”ucap Jessica dengan cemberut.
Rafael hanya diam. Tak menyanggah sepatah katapun dari Jessica.
__ADS_1
“Okey..okey..aku terima permintaan maafmu”ucap Rafael dengan kesal.
Amanda menggelengkan kepalanya mendengar akar permasalahan dua anak manusia yang selalu saja bertengkar setiap berdekatan itu.