
Setelah dirawat selama dua hari, akhirnya Victor diperbolehkan pulang. Amanda akhirnya tahu jika rencana penganiayaan itu sebenarnya adalah akal-akalan Victor. Namun karena anak buah Victor yang ceroboh, justru membuat majikannya terluka parah. Amanda mengetahui itu, karena anak buah yang sudah memukul Victor terlihat meminta maaf pada majikannya. Amanda yang mengetahui itu, tentu saja menjadi marah pada Victor.
“Jadi semua ini akal-akalanmu? Apa kau tahu aku takut setengah mati, kau malah…”
“Sayang..maafkan aku! Aku tak mengira ceritanya akan menjadi begini”pinta Victor sambil merayu wanitanya.
Amanda mengibaskan tangan Victor yang kini memegang pergelangan tangannya.
“Lepaskan aku!”ronta Amanda
Perasaan Amanda menjadi semakin tidak karuan. Antara marah, sedih, takut, tapi ada juga perasaan bahagia melihat perjuangan Victor untuk dirinya.
“Ayolah sayang, apa kau tak mau memaafkanku?”rayu Victor
“Aku takkan memaafkanmu”jawab Amanda dengan cepat
Dia sangat kesal karena Victor sudah merekayasa penganiayaan itu.
“Lalu bagaimana agar kau mau memaafkanku? Apa kau mau aku bertanggungjawab seumur hidupmu? Jika itu maumu aku bersedia melakukannya”rayu Victor
“Siapa juga yang mau bersamamu seumur hidup?”tolak Amanda dengan ketus
“Benarkah? Jadi kau tak mau menikah denganku? Apa itu maksudmu?”tanya Victor
Amanda langsung terdiam mendengar pertanyaan Victor. Dua tahun lamanya, dia menunggu kepastian hubungan cintanya dengan lelaki tampan itu. Dan di saat dia sedang membalas dendam pada lelaki itu, justru terjadi kecelakaan seperti ini yang ternyata hanya rekayasa semata. Tentu Amanda merasa sangat kesal dan jengkel.
“Kenapa kau diam?”tanya Victor dengan lembut pada Amanda.
Amanda hanya terdiam namun matanya menatap ke arah Victor. Keduanya pun saling bertatapan. Victor semakin mendekati Amanda. Setelah sangat dekat, Victor dengan gerakan cepat langsung melingkarkan tangannya di pinggang ramping Amanda.
__ADS_1
“Apa kau masih ingat, saat mengantar ke rumah sakit, kau bilang supaya aku tidak meninggalkanmu? Apa kau masih ingat?”
“Hah..Kau mendengarnya? Aku pikir kau pingsan”ucap Amanda
“Aku memang pingsan. Tapi aku belum mati. Tentu aku mendengarnya. Itu artinya kau tak ingin aku mati kan? Bukankah itu artinya kau tak ingin aku pergi darimu?”tanya Victor dengan lembut.
“Jangan besar kepala! Aku hanya tak ingin ada yang mati karena menolongku”kelit Amanda sambil membuang muka.
Takut bertatapan dengan lelaki tampan yang sudah tergila-gila pada dirinya. Victor yang melihat Amanda salah tingkah justru semakin bahagia, karena menganggap Amanda mulai menyukainya.
“Tapi aku siap mati untukmu”ucap Victor dengan tegas
Amanda yang mendengar jawaban Victor langsung meletakkan telunjuknya di bibir tebal yang sangat seksi itu.
“Jangan bicara tentang kematian!”pinta Amanda dengan tatapan sendu
Masih jelas dibenaknya, bayangan saat-saat Victor tak sadarkan diri akibat pukulan itu. Pukulan yang rupanya hampir merenggut nyawa Victor jika saja mereka tidak telat membawa lelaki itu ke rumah sakit.
“Aku berjanji hanya maut yang bisa memisahkan kita”ucap Victor dengan tegas
Ditatapnya mata indah Amanda yang memancarkan kesedihan dan ketakutan.
“Jangan takut! Selama aku hidup, aku akan menjagamu. Aku pasti akan membahagiakanmu. Takkan kubiarkan airmata itu keluar lagi dari matamu”ucap Victor dengan tegas.
Amanda yang tersentuh dengan ucapan Victor, dengan perlahan mengangkat kedua tangannya. Menyentuh wajah lelakinya. Lelaki yang sudah berhasil mendapatkan hatinya. Dengan segala kegilaan dan perjuangannya selama ini.
“Berjanjilah kau tak akan melakukan seperti itu lagi. Kau tak tahu betapa aku sangat ketakutan membayangkan kau meninggalkan aku sendiri lagi”ucap Amanda dengan sendu
Terbayang dalam pikirannya saat-saat Victor bertaruh hidup dan mati setelah penganiayaan itu. Betapa Amanda sangat ketakutan jika sampai kehilangan Victor.
__ADS_1
“Aku berjanji”jawab Victor.
Dengan perlahan Victor mendekatkan kepalanya ke arah Amanda. Merasa tidak mendapatkan perlawanan dari Amanda, Victor semakin bersemangat untuk merasakan kelembutan di bibir wanitanya. Amanda bahkan memejamkan matanya karena menyadari saat indah seperti ini adalah saat yang dinantikannya selama bersama lelaki tampan itu.
Jantung Amanda dan Victor berdegup sangat kencang. Keduanya tenggelam dalam kebahagiaan. Kali ini mereka akan menumpahkan semua perasaan di hati masing-masing. Perasaan bahagia bisa bersama dengan yang dicinta. Bibir Victor hampir mengenai bibir lembut Amanda.
Tiba-tiba,
“Krekkk”
Pintu dibuka dari luar.
“Kak..”
Suara Jessica membahana di ruang kerja Amanda.
Degh..
Jessica dan Rafael yang datang bersamaan, membelalakkan matanya melihat pasangan kekasih yang hampir berciuman itu. Victor dan Amanda juga langsung menoleh bersamaan ke arah pintu.
“Ah..kalian sedang sibuk rupanya. Kalian teruskan saja. Kami akan keluar dulu”ucap Jessica dengan cepat
Ditariknya tangan Rafael, menjauh dari ruangan Amanda.
Amanda terlihat sangat malu sudah ketahuan Jessica. Sementara Victor terlihat tersenyum begitu menyadari dirinya dan Amanda sudah ke-gap adik ipar mereka.
“Kamu sih”ucap Amanda sambil memukul pelan dada bidang Victor.
“Kok aku?”tanya Victor sambil mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
“Sudahlah! Yang penting sekarang aku bahagia sekali. Aku tak mau ada orang lain yang mengganggu kita”ucap Victor sambil memeluk tubuh mungil Amanda.
Keduanya saling berpelukan dengan erat. Senyum lebar juga tampak menghiasi wajah keduanya.