
Jessica terus berjalan hingga akhirnya kakinya terasa sakit. Karena merasa lelah berjalan, Jessica yang melihat sebuah club malam akhirnya memilih masuk ke dalam club malam itu.
Rafael yang kaget karena Jessica masuk club malam, merasa sangat kuatir dengan keselamatan gadis cantik itu. Memasuki club malam, terlihat para pengunjung yang berjoget diiringi musik menghentak yang sedang dimainkan seorang DJ. Jessica yang haus memilih mendekati meja bartender.
Jessica memilih memesan koktail untuk meredakan rasa haus yang mendera. Rafael duduk sambil memperhatikan Jessica dari jauh.
“Kenapa dia malah masuk tempat seperti ini?”tanya Rafael dalam hati
Melihat penampilan mempesona Rafael yang sangat tampan dan maskulin, membuat beberapa pengunjung wanita club malam itu datang silih berganti menggoda Rafael. Rafael yang biasanya sangat ramah pada wanita, hari ini memilih tidak menggubris para wanita itu. Dia fokus memperhatikan gadis cantik yang asyik meminum koktailnya.
Wanita-wanita yang menggoda Rafael silih berganti datang mendekat. Tapi Rafael terus mengusir mereka. Dia sama sekali tak berminat dengan wanita-wanita berpakaian sangat seksi itu.
“May I sit here?”tanya seorang pengunjung pada Jessica
“Off course..Go ahead”jawab Jessica
“Are you alone miss?”tanya pengunjung itu melihat Jessica yang sendirian
“Yes..I’m alone”jawb Jessica dengan polosnya
“May I know you?”tanya sang pengunjung
Pengunjung itu terus mengajak Jessica berbicara. Jessica sama sekali tak menaruh curiga pada lelaki yang baru dikenalnya itu.
“I have to go to the restroom”ucap Jessica
“Okey”balas sang pengunjung
Jessica berjalan menuju ke toilet seorang diri. Jessica menerobos kumpulan orang yang sedang asyik berjoget ria.
__ADS_1
Sementara itu, Rafael yang sejak tadi memperhatikan Jessica langsung datang menghampiri lelaki yang tampak mencurigakan itu. Rafael menepuk bahu pengunjung pria itu, hingga lelaki itu menoleh pada Rafael.
“What you’re doing?”tanya Rafael melihat gelagat aneh dari lelaki yang duduk di samping Jessica.
“Who are you?”tanya pengunjung pria itu
Merasa tak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, Rafael yang sedang marah langsung melayangkan bogem mentahnya pada lelaki mencurigakan yang duduk di samping Jessica.
“Brughhh”
Lelaki itu terjatuh ke lantai dengan keras. Sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
“You bas*rad!”umpat pengunjung lelaki itu setelah mendapat tinju di wajahnya
Akhirnya perkelahian tak terelakkan antara Rafael dan pengunjung lelaki itu. Perkelahian sangat seru karena keduanya tidak mau mengalah satu sama lain.
Gelas-gelas berjatuhan ke lantai hingga hancur berkeping-keping saat tubuh kedua lelaki yang saling adu kekuatan itu menjatuhkan sebuah meja berisi minuman para pengunjung yang lain.
Suasana benar-benar kacau. Teriakan histeris dari pengunjung wanita yang menyaksikan perkelahian itu ikut meramaikan suasana. Beberapa pengunjung club berusaha melerai namun kalah tenaga dengan Rafael yang sedang diliputi kemarahan.
Jessica yang tak menyadari yang terjadi, setelah kembali dari toilet langsung meminum koktailnya tanpa memperdulikan keributan yang terjadi antara Rafael dan pengunjung itu. Jessica sempat menoleh melihat keributan itu, namun karena dikerubuti banyak orang, Jessica tak bisa melihat jika yang sedang berkelahi adalah Rafael.
Rafael memukul wajah lelaki mencurigakan yang duduk di samping Jessica dengan membabi buta. Rafael menindih tubuh lelaki malang itu dan memukulinya beberapa kali. Wajah tampan Rafael tampak memar di beberapa bagian.
“Bughhh”
Jessica yang tak menghiraukan keributan itu, lantas meminum koktail miliknya. Beberapa saat kemudian, Jessica merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya. Pandangan mata Jessica mendadak menjadi kabur.
“Ada apa ini?”gumam Jessica dalam hati
__ADS_1
“Kepalaku?”keluh Jessica beberapa saat setelah menghabiskan koktailnya.
“Brughhh”
Jessica tertidur di mejanya.
Beberapa penjaga keamanan langsung datang melerai perkelahian antara dua pengunjung club malam yang sudah berbuat onar. Sang pemilik club menyuruh penjaga keamanan mengusir dua tamu kurang ajar yang sudah mengacaukan tempatnya.
“Let go off me!”seru Rafael meminta dirinya dilepaskan.
Sebelum ditendang keluar, Rafael menghampiri Jessica yang terlihat tidak sehat.
“Hei, bangun!”pinta Rafael sambil menggoyang tubuh Jessica
Jessica yang tertidur karena efek alkohol dalam minumannya terbangun namun dengan mata yang sedikit terpejam.
“Kamu siapa?”tanya Jessica karena pandangan matanya yang mulai tidak jelas.
“Dia mabuk rupanya”gumam Rafael melihat kelakuan Jessica yang aneh.
“Kamu kenapa?”tanya Rafael melihat Jessica memegangi kepalanya.
“Kepalaku..sakit”ucap Jessica kesakitan
Rafael juga mencium aroma alkohol yang sangat kuat dari mulut Jessica.
“Uhhh..sudah berapa gelas alkohol yang diminumnya? Baunya sangat menyengat”gumam Rafael dalam hati
Akhirnya Rafael keluar dari club malam sambil membawa Jessica. Rafael tak menghiraukan wajahnya yang sedikit babak belur akibat berkelahi dengan pengunjung lelaki yang tadi duduk di samping Jessica.
__ADS_1