Fall For You

Fall For You
Kecurigaan Elizabeth


__ADS_3

Sesampainya di kediaman Miller, Ara yang memang biasa mengurung diri di kamar, tampak membaca surat perjanjian kontrak antara Rafael dan Jessica.


“Ehmm..rupanya begitu. Kalian sengaja berbohong sedang pacaran. Tapi yang aku lihat kak Rafael memang jatuh hati pada Jessica. Apa surat ini hanya akal-akalan kakak untuk menjerat Jessica? Tapi kenapa Jessica mau? Ada yang aneh dalam masalah ini”gumam Ara dalam hati


Ara yang melamun, tak mendengar ketukan pintu Elizabeth.


“Kau sedang apa Ara? Nenek panggil dari tadi tak menyahut”ucap Elizabeth


Ara yang kaget melihat Elizabeth sudah berada di depannya, buru-buru menyembunyikan hpnya. Kelakuan aneh Ara, justru memancing rasa penasaran Elizabeth.


“Apa yang kau sembunyikan? Cowok ya?”goda Elizabeth


“Cowok apaan sih nek? Nenek kapan masuknya? Kenapa aku tidak dengar?”kelit Ara sambil berjalan menuju meja nakas meletakkan hp nya.


“Kau itu yang kelamaan melamun sampai-sampai tidak mendengar nenek memanggilmu. Cepat sana ganti baju!”perintah Elizabeth


“Memang kita mau kemana?”tanya Ara


“Temani nenek ke London, ada boutique baru yang ingin nenek kunjungi”ucap Elizabeth


“Baiklah! Aku ganti baju dulu”


Ara pun berjalan menuju walk in closetnya untuk berganti pakaian. Ara berganti pakaian selama beberapa saat. Begitu selesai berganti baju, Ara kaget melihat Elizabeth yang duduk di tepi ranjangnya sambil memegang hp nya.


Ara langsung berlari untuk merebut hp nya. Namun terlambat, Elizabeth sudah lebih dulu membaca isi di dalamnya.


“Katakan! Kapan kau menemukan surat itu?”tanya Elizabeth dengan ekspresi wajah yang sangat serius.


“Tadi pagi. Waktu aku mampir ke apartemen kakak”jawab Ara jujur


“Apa Rafael tahu kau memiliki salinan foto surat ini?”tanya Elizabeth

__ADS_1


“Sepertinya dia tidak sadar aku sudah memfoto surat itu”jawab Ara


Elizabeth berpikir sejenak.


“Apa nenek tahu sesuatu?”tanya Ara


“Rupanya mereka sudah membohongiku. Aku pikir mereka benar-benar sudah pacaran. Ternyata semua itu hanya kebohongan saja”ucap Elizabeth kesal


Dirinya kecewa pada Rafael dan Jessica, karena selama ini percaya keduanya memang sepasang kekasih.


“Apa yang akan nenek lakukan sekarang? Setelah tahu mereka ternyata hanya pura-pura pacaran”tanya Ara


Elizabeth masih sulit percaya dengan kenyataan yang baru saja dilihatnya. Karena Elizabeth melihat sendiri keduanya saling berciuman mesra di ruangan Isabelle, malam itu. Jika mereka hanya pura-pura, mana mungkin mereka akan berciuman semesra itu tanpa ada orang lain di sana.


“Nenek tidak habis pikir. Jika benar mereka hanya pura-pura, kenapa Rafael membiarkan Jessica masuk ke apartemennya?”tanya Elizabeth


“Apa? Jessica pernah ke apartemen kakak? Nenek bercanda kan?”tanya Ara tak percaya.


“Jika mereka hanya pura-pura, kenapa nenek justru melihat Rafael memang jatuh cinta pada Jessica? Semua perlakuan Rafael pada Jessica, jelas-jelas menunjukkan kalo Rafael jatuh cinta pada gadis itu. Sikap dan perhatian Rafael mirip sekali dengan perlakuan kakekmu pada nenek waktu muda dulu. Sebelum kami memutuskan menikah. Itu sebabanya nenek yakin 100% Rafael memang mencintai Jessica”ungkap Elizabeth


“Aku juga melihatnya nek”ucap Ara


“Iya kan? Anak nakal itu mungkin tak menyadari kalo dia sudah jatuh cinta pada Jessica. Tapi yang membuat nenek semakin bingung, jika Jessica bukan pacar Rafael, kenapa Rafael memperkenalkan Jessica sebagai pacarnya? Dan kenapa Jessica juga mau diakui sebagai pacar Rafael?”tanya Elizabeth bingung


“Itu juga yang menurutku aneh dalam masalah ini. Kalo masalah Rafael yang jatuh cinta pada Jessica, kita berdua juga yakin kakak memang jatuh cinta pada Jessica meskipun mengkin dia masih tidak menyadarinya. Dan surat perjanjian itu, bisa jadi adalah akal-akalan kakak untuk menjerat Jessica. Tapi masalahnya sekarang, kenapa Jessica juga mau berpura-pura pacaran dengan kakak? Jika nyatanya dia tidak menyukai kak Rafael”tanya Ara


Keduanya saling mengungkapkan pendapatnya. Elizabeth dan Ara masih mempertanyakan motif sebenarnya dari Jessica yang menyetujui surat perjanjian kontrak itu.


Elizabeth terus berpikir, hingga menyatukan satu per satu puzzle ingatannya sejak pertama kali bertemu dengan Jessica di apartemen Rafael hingga pertemuan-pertemuan berikutnya. Elizabeth yang mulai menemukan titik terang masalah, akhirnya tersenyum dengan lebar.


“Sepertinya nenek tahu sekarang kenapa Jessica mau berpacaran dengan kakakmu yang nakal itu.”ucap Elizabeth

__ADS_1


“Benarkah? Menurut nenek karena apa?”tanya Ara penasaran


“Sepertinya surat perjanjian kontrak itu memang akal-akalan dari kakakmu. Tapi tujuan utama dari semua itu adalah untuk melindungi Jessica.”ucap Elizabeth


“Melindungi Jessica? Maksud nenek?”tanya Ara bingung


“Pertama kali nenek bertemu dengan Jessica, waktu itu nenek lihat, Jessica hanya memakai kemeja kakakmu. Sepertinya mereka sempat menghabiskan waktu bersama berdua di apartemen itu, sebelum akhirnya ketahuan nenek. “


“Kebetulan saat itu, Lisa mengatakan pada nenek, kakakmu pulang ke apartemen membawa seorang gadis. Tentu saja, nenek tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Nenek datang saat itu. Dan saat nenek temukan, penampilan Jessica memang tidak biasa. Nenek lihat ekspresi kaget Jessica waktu itu memang kelihatan aneh. Sepertinya Rafael yang spontan terucap mengatakan itu. Tanpa berdiskusi dulu dengan Jessica. Makanya, karena sudah ketahuan mereka akhirnya membuat surat perjanjian kontrak itu”ungkap Elizabeth panjang lebar dengan pemikirannya sendiri


Ara mencoba mencerna semua penjelasan Elizabeth sambil manggut-manggut.


“Begitu rupanya. Penjelasan nenek masuk akal juga”ucap Ara


“Lalu sekarang apa yang akan nenek lakukan?”tanya Ara


“Masalah surat perjanjian kontrak itu, jangan sampai ada oranglain yang tahu. Cukup kamu dan nenek saja yang tahu. Kau mengerti?”pinta Elizabeth


“Aku mengerti nek”sahut Ara


“Sekarang, sebaiknya kita berangkat. Temani nenek ke boutique baru yang ingin nenek kunjungi”ajak Elizabeth


Akhirnya Elizabeth ditemani Ara, berangkat ke London. Tujuan utama kali ini adalah Boutique terkenal di jantung kota London, milik salah satu anak perusahaan Alexis Global Corp., yaitu Cath Boutique. Elizabeth sengaja mengajak Ara ke boutique milik Catherine Alexander, saingan lama Jessica.


Sejak Jessica diperkenalkan secara resmi sebagai pacar Rafael, Elizabeth langsung memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki latar belakang dan masa lalu Jessica. Hingga akhirnya, Elizabeth mendapatkan informasi tentang Arga dan Catherine. Elizabeth yang penasaran dengan sosok Catherine, memilih untuk mencari informasi langsung tentang Jessica. Salah satunya adalah dari mantan rivalnya, Catherine.


Pembawaan Catherine yang ceria dan menyenangkan membuat Elizabeth akhirnya menjadi langganan tetap di boutique Catherine. Elizabeth juga sering berbincang dengan Catherine. Keduanya pun akhirnya menjadi sangat dekat.


Hal serupa juga terjadi pada Arthur. Karena bergerak dalam bidang usaha yang sama, akhirnya perusahaan Miller bekerjasama dengan salah satu perusahaan Alexander yang dipegang oleh Arga. Dari kerjasama bisnis ini, Arthur sering bertemu dengan Arga. Arthur sering menceritakan keadaan keluarganya kepada Arga. Salah satunya menceritakan tentang cucu kesayangannya yaitu Rafael yang memilih menjadi model terkenal ketimbang mengelola perusahaan miliknya.


FLASHBACK OFF

__ADS_1


__ADS_2