Fall For You

Fall For You
Aku Pergi!


__ADS_3

“Siapa malam-malam begini yang bertamu?”tanya Jessica


Jessica hendak membukakan pintu untuk tamu yang baru saja memencet bel apartemen. Tapi tiba-tiba Rafael menahan pergelangan tangan Jessica. Membuat gadis cantik itu menatap Rafael.


“Lepaskan tanganmu! Aku mau melihat siapa yang bertamu”pinta Jessica


Rafael melepaskan tangannya yang melingkar di pergelangan tangan Jessica. Dirinya bahkan berdiri dari tempatnya duduk.


“Biar aku saja. Habiskan saja makananmu!”perintah Rafael


“Tapi..”


“Cepat makan!”perintah Rafael sambil menatap tajam ke arah Jessica.


“Kenapa tatapannya seperti itu?”gerutu Jessica dalam hati karena takut begitu melihat tatapan mata Rafael yang sangat tajam pada dirinya.


Akhirnya Jessica menurut saja dan memilih segera menghabiskan makanannya.


Rafael berjalan dengan santai ke arah pintu. Dari layar monitor yang terhubung pada CCTV di depan pintu, Rafael dapat melihat tamu yang sedang menunggu di depan pintu.


“Leon?”tanya Rafael


Rafael segera membukakan pintu untuk Leon. Begitu pintu apartemen terbuka, Leon dibuat kaget melihat bosnya yang ternyata berada di apartemen Amanda.


“Bos? Kenapa kau bisa ada disini? Bukankah kau ada perlu tadi?”tanya Leon panjang lebar


“Masuklah dulu!”ajak Rafael


Keduanya masuk ke dalam apartemen.

__ADS_1


“Aku tadi hanya mampir sebentar. Ternyata sepupu Amanda yang cerewet itu demamnya tinggi, jadi aku menemaninya sebentar. Tapi aku malah terjebak di sini sampai semalam ini”kelit Rafael bohong


“Untuk apa kau kemari?”tanya Rafael pada managernya itu.


“Tadi bos Amanda menelponku karena dia sangat mengkhawatirkan Jessica. Karena itu aku kemari, untuk menemani Jessica sampai bos Amanda pulang dari London”jawab Leon


“Leon”sapa Jessica sambil tersenyum melihat tamu yang datang adalah Leon


“Jess, bagaimana keadaanmu? Aku dengar kau sakit?”tanya Leon


“Oh..aku sudah baikan. Kenapa kau kemari?” tanya Jessica


“Bos Amanda menelponku. Dia memintaku menemanimu. Bos Amanda sedang berusaha mencari penerbangan kemari sambil menunggu badai reda. Ah..syukurlah kalo kau sudah baikan”jawab Leon


Jessica dan Leon justru asyik berbincang berdua. Mereka bahkan tertawa dan bercanda bersama. Membuat Rafael merasa diacuhkan oleh keduanya.


“Kau sudah makan Leon?”tanya Jessica pada Leon


“Kebetulan kami baru makan malam. Ayo makan malam dulu!”ajak Jessica sambil menarik tangan Leon


Leon pasrah saja ditarik tangannya oleh gadis cantik yang sudah sembuh itu. Rafael yang sejak tadi diacuhkan keduanya melihat Jessica begitu akrab dengan Leon membuat hatinya merasa sangat marah.


Rafael mengepalkan tangannya dengan erat menahan emosi dalam hatinya yang tiba-tiba seakan ada yang meledak di dalam sana. Rafael memilih mengikuti keduanya menuju ruang makan untuk menyelesaikan makan malamnya.


Sepanjang santap malam itu, Jessica tampak sangat akrab dengan Leon. Keduanya tertawa dan bercanda bersama. Rafael beberapa kali mengiris omelet miliknya dengan kasar. Dirinya benar-benar seperti kasat mata bagi Jessica dan Leon.


“Brakkk”


Rafael membanting sendok dan pisau di tangannya saat omelet miliknya entah kenapa menjadi sulit diiris.

__ADS_1


Suara yang dibuat Rafael, membuat Jessica dan Leon kaget dan menoleh bersamaan ke arah lelaki tampan yang sedang menahan amarahnya itu.


“Kalian berdua bisa tenang tidak? Aku jadi tidak bisa konsentrasi makan”sentak Rafael dengan menatap tajam ke arah Jessica dan Leon


“Kau itu mengagetkan saja. Makan tinggal makan aja kenapa berisik sekali”gerutu Jessica


“Sudah..sudah..jangan bertengkar. Sebaiknya..”


Leon berusaha melerai Jessica dan Rafael yang kembali berdebat. Namun gagal. Keduanya kembali berdebat dan bertengkar di meja makan. Rafael tidak terima acara makan malamnya diganggu dengan suara tawa dan percakapan antara Jessica dan Leon. Sementara Jessica tidak terima Rafael menyalahkan dirinya.


“Cepat habiskan makanmu lalu pergilah dari sini!”usir Jessica


“Jadi kau mengusirku?”tanya Rafael


“Aku tidak mengusirmu. Kau sendiri kan yang bilang kalo kau terjebak disini karena aku. Padahal aku tak memintamu ada disini. Jadi kau bisa pergi sekarang!”ucap Jessica dengan ketus


“Okey fine! Aku pergi! Selamat malam”pamit Rafael dengan emosi


Rafael bahkan membanting napkin yang digunakannya dan membuangnya dengan kasar.


Jessica menyilangkan tangannya di depan dada sambil membalik tubuhnya membelakangi Rafael.


Leon yang berada di antara keduanya jadi serba salah. Karena tak sanggup meredakan pertengkaran keduanya, Leon hanya bisa menggaruk kepalanya dengan kasar.


“Kenapa jadi begini?”gerutu Leon dalam hati


Rafael mengambil barangnya lalu pergi dari apartemen Amanda. Rafael bahkan membanting pintu apartemen ketika keluar. Membuat Jessica dan Leon sempat kaget dengan suara keras akibat pintu apartemen yang dibanting dengan kasar. Rafael mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dengan suasana hati yang sanagt emosi.


Beberapa kali Rafael memukul dan meremas setir mobilnya dengan kuat.

__ADS_1


“Dasar gadis tidak tahu terima kasih!”umpat Rafael


Setelah Rafael pergi, Jessica dan Leon kembali meneruskan acara makannya. Namun kali ini suasana menjadi sedikit hening. Karena Jessica yang lebih banyak diam selama makan malam. Tidak seperti saat tadi Rafael masih ada disana.


__ADS_2