
“Kak Arga?”pekik Jessica dalam hati
“Jessica?”tanya Arga dalam hati
Kedua manusia yang pernah punya kisah di masa lalu itu tampak membeku dan bertatapan dalam diam.
Rafael terus berjalan menghampiri wanitanya dan menutupi sosok Arga yang berdiri tak jauh dari mereka berdua. Memutus tatapan keduanya yang membuat Rafael dipenuhi tanda tanya besar tentang sosok yang kini berdiri di belakangnya.
“Bagaimana? Kau menyukainya?”tanya Rafael dengan ekspresi dingin
“Ah..tentu saja. Gaun ini sangat bagus. Iya kan?”tanya Jessica sambil tersenyum
“Baguslah! Sekarang ganti bajumu, kita pulang sekarang”ajak Rafael.
“Aku ganti baju dulu”ucap Jessica sambil menjinjing gaunnya menuju ruang ganti
“Sini! Aku bantu”ucap Rafael sambil membantu menjinjing gaun panjang Jessica yang menjuntai
“Terimakasih”sahut Jessica
Dalam perjalanan menuju ruang ganti, Jessica berpapasan dengan Catherine. Istri Arga sekarang. Mantan rival Jessica.
“Jessica?”sapa Catherine
“Nona Catherine?”panggil Jessica
Kedua wanita itupun saling berpelukan.
“Apa yang kau lakukan di London?”tanya Catherine
“Saya sedang mencoba gaun ini”ucap Jessica
“Apa yang nona lakukan di London?”tanya balik Jessica
“Ini boutique-ku”jawab Catherine
“Oh..begitu rupanya”
Arga datang menghampiri dua wanita yang hadir dalam hidupnya yang saat ini sedang reuni bersama.
“Kak, lihat siapa yang aku temukan? Kau sudah menyapanya?”tanya Catherine pada sang suami
“Apa kabar Jessica?”tanya Arga dengan ekspresi dingin dan datarnya
“Baik kak. Bagaimana keadaan kakak? Lama tidak bertemu”ucap Jessica
“Baik”jawab Arga
Rafael yang sejak tadi berdiri di samping Jessica hanya diam selama ketiga manusia itu reunian.
“Kau tak akan mengenalkan lelaki di sampingmu itu Jess?”goda Catherine
“Ah..iya. Rafael, ini nona Catherine”
“Catherine”
“Rafael”
Catherine dan Rafael saling berjabatan tangan. Tentu saja Rafael memasang wajah dingin dan datarnya meskipun sudah berjabatan tangan dengan nona muda Alexander yang terkenal cantik itu. Wanita cantik yang kini berstatus sebagai istri Arga Wisnutama.
“Kenapa ekspresi wajahnya sedingin kak Arga?”tanya Catherine dalam hati
__ADS_1
“Dan ini..”
“Aku Arga. Arga Wisnutama. Suami Catherine”sapa Arga
“Arga?”tanya Rafael dalam hati dengan kening yang berkerut sambil menatap sekilas ke arah Jessica
“Rafael. Rafael Miller”jawab Rafael
Arga dan Rafael saling berjabatan tangan. Keduanya memasang ekspresi wajah yang sama. Dingin dan datar. Membuat Jessica semakin yakin keduanya memiliki persamaan.
“Ekspresi wajah mereka memang sama”gumam Jessica dalam hati
“Miller? Ehm..tunggu dulu. Apa hubunganmu dengan tuan Arthur Miller dan nyonya Elizabeth Miller?”tanya Catherine penasaran setelah mendengar nama belakang keluarga Rafael.
“Saya cucu keduanya”jawab Rafael
“Oh..pantas saja aku seperti tak asing dengan wajahmu. Kau model terkenal itu rupanya”sahut Catherine
Catherine menatap suaminya dengan lembut.
“Dia cucu nyonya Elizabeth. Langgananku yang berasal dari Paris. Dia bilang dia punya cucu seorang foto model terkenal”ucap Catherine
“Berarti sekarang kau juga tinggal di Paris, Jess?”tanya Catherine pada Jessica
“Iya nona”sahut Jessica
“Kalian datang berdua?”tanya Catherine
“Iya nona”jawab Jessica
“Apa kalian…”
“Aku pacar Jessica. Kami sepasang kekasih”jawab Rafael sambil menatap lembut ke arah Jessica.
Jessica tampak canggung, dan memaksakan tersenyum mendengar ucapan sang kekasih. Wajah Catherine dan Arga tampak kaget mendengar jawaban dari Rafael. Sementara Jessica hanya mampu menyembunyikan perasaannya yang bergejolak sambil tersenyum.
“Selamat Jessica”ucap Catherine memberi selamat
“Terimakasih nona”jawab Jessica
Arga hanya diam saja menatap ke arah Jessica yang balik menatapnya.
Jessica menatap ke arah perut buncit Catherine.
“Apa nona …”
“Oh..ini. Iya, aku sedang hamil. Adik thania”jawab Catherine dengan senyum merekah di bibirnya.
Ada duri yang seakan menusuk hati Jessica mendengar berita kehamilan Catherine.
“Wah..selamat nona. Selamat kak. Aku harap kehamilan nona berjalan lancar sampai nona melahirkan. Ibu dan anak sehat selalu”doa Jessica
“Terimakasih Jess”sahut Catherine
“Semoga kau juga segera menyusul kami ya?”goda Catherine sambil mengelus pelan perut buncitnya yang mulai terlihat jelas.
“Maaf, jika tidak keberatan aku ingin ganti baju dulu”ucap Jessica
“Oh iya, aku sampai lupa. Pergilah! Aku dan kak Arga akan menunggu di sini!”ucap Catherine
“Permisi!”pamit Jessica
__ADS_1
Rafael berjalan mengikuti Jessica yang akan ganti baju. Rafael sempat melirik ke arah Arga. Mendengar nama lelaki itu, Rafael yakin ada sesuatu antara Jessica dan Arga. Membuat hati Rafael dipenuhi kecemburuan dan rasa penasaran yang sangat besar.
Rafael memilih berdiri di samping ruang ganti tempat Jessica ganti baju. Rafael berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Rafael juga menekuk sebelah kakinya menyandar pada dinding tempat Jessica berganti baju.
Tak dihiraukan hilir mudik wanita yang lewat di depannya. Saat ini Rafael benar-benar ingin segera menanyakan semua pertanyaan yang memenuhi kepalanya.
Jessica yang sudah berganti pakaian, berjalan dengan santai tanpa memperhatikan sekelilingnya. Jessica sibuk merapikan pakaiannya. Saat Jessica mendongakkan kepalanya, dia begitu kaget sampai tubuhnya terperanjat.
“Ya Tuhan, kau mengagetkanku!”seru Jessica kaget
Rafael dengan santainya menoleh ke arah gadis cantik yang kini sudah berganti pakaian. Rafael menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.
“Tunggu di sini! Aku akan ke kasir dulu”ucap Rafael.
Jessica menuruti permintaan Rafael dan tetap berdiri di tempatnya. Sambil sesekali menghela nafasnya perlahan, Jessica sedang mengatur perasaannya yang sempat tak karuan setelah melihat lelaki dari masalalunya itu.
“Kenapa kami malah bertemu di sini?”gumam Jessica dalam hati
Setelah menyelesaikan pembayaran di kasir, Rafael menghampiri Jessica.
“Ayo pulang!”ajak Rafael sambil meraih tangan Jessica dan menggenggamnya
Jessica tentu saja kaget dengan perlakuan manis Rafael itu. Jessica beberapa kali mencoba melepaskan genggaman tangan Rafael karena merasa risih. Namun Jessica terdiam begitu melewati Catherine dan Arga yang ternyata menunggu keduanya.
Kedua suami istri yang terlihat sedang berbincang santai namun penuh kemesraan, tampak menghentikan pembicaraan keduanya begitu melihat kedatangan Jessica dan Rafael. Mata keduanya menatap pasangan kekasih yang menghampiri keduanya sambil bergandengan tangan.
“Maaf membuat kalian menunggu lama”ucap Rafael.
“Ah tidak juga. Iya kan kak?”tanya Catherine sambil menggelayut manja pada sang suami.
Catherine melingkarkan tangannya di tangan kekar sang suami yang mantan bodyguard itu.
Rafael sempat melirik ke arah Jessica yang memasang raut wajah sedih melihat kemesraan yang diperlihatkan Catherine dan suaminya. Namun ketika mata Jessica bertatapan dengan Rafael, Jessica berusaha menutupi kesedihannya dengan tersenyum. Senyum palsu yang tersungging di wajahnya yang cantik.
“Bawa aku pergi dari sini!”pinta Jessica dalam hati sambil menatap Rafael
Rafael menatap jam tangan mahalnya.
“Maaf. Sekarang sudah waktunya kami kembali ke Paris”ucap Rafael
“Oh begitukah? Sayang sekali. Padahal aku ingin berbincang denganmu Jess. Sudah lama kita tidak bertemu”ucap Catherine
“Mungkin lain kali nona”ucap Jessica
“Baiklah. Sampai jumpa lagi Jess”ucap Arga sambil menjabat tangan Jessica
Jessica menerima uluran tangan Arga dan menjabat tangan lelaki yang hampir menjadi masa depannya itu dengan perasaan tak karuan.
“Sampai jumpa lagi Rafael”ucap Arga sambil menjabat tangan Rafael.
Rafael melepaskan sejenak tangan Jessica yang digenggamnya lalu menerima jabatan tangan Arga.
Catherine langsung memeluk tubuh mungil Jessica.
“Sampai jumpa lagi Jessica. Senang bertemu denganmu”ucap Catherine
“Sampai jumpa lagi nona. Senang juga bertemu dengan Anda”balas Jessica
Dua wanita yang pernah “berseteru” memperebutkan satu lelaki itu pun mengurai pelukan di tubuh masing-masing.
Rafael kembali mengggenggam tangan Jessica dan mengajaknya keluar dari boutique. Keduanya masuk ke dalam mobil kembali ke gedung perusahaan Miller untuk naik helicopter kembali ke Paris.
__ADS_1